
Pekerjaan level dasar sudah hampir selesai di beberapa bagian, siang ini terasa sangat terik sehingga peluh membasahi pakaian kerja Fajrin juga yang lain. Mereka beristirahat di sebuah bangunan semi permanen sambil menikmati minuman dingin yang vikas bawa. saat mereka menikmati minuman dingin sambil membahas permasalah dan kemajuan pekerjaan hari ini tiba-tiba sekali lagi ponsel Fajrin berdering. Fajrin melihat layar ponsel dan mendapati nomor Krishna yang mencoba menghubunginya dengan panggilan video, Fajri berjalan sedikit menjauh dari para timnya beristirahat.
“good afternoon Mr. Krishna..... what can I help you sir? (selamat siang pak Krishna.... ada yang bisa saya bantu pak?)” salam Fajrin membuat Krishna tersenyum senang karena baru kali ini ada orang kantor pusat Surendra Corp yang memanggilnya ‘Mr’.
“Mr. Fajrin, this morning the Keemaya management contacted me. Next month in the first week they holding a gala dinner at the Taj Palace hotel in New Delhi, they wanted some of people from Surendra's construction to attend and present the development of the World resort and hotel in Jaipur. Are you and your tim willing to attend? (tuan Fajrin, pagi tadi pihak Keemaya management menghubungi saya. Bahwa bulan depan tepatnya di minggu pertama akan mengadakan jamuan makan malam di hotel Taj Palace New Delhi, mereka menginginkan ada beberapa orang dari pihak kontruksi Surendra untuk hadir dan mempresentasikan perkembangan pembangunan World resort and hotel Jaipur. Apakah bapak dan rekan-rekan Jakarta bersedia untuk hadir?)” tanya Krishna dengan sopan.
“gala dinner? Does that mean we have to wear formal clothes?presentations? (jamuan makan malam? Berarti kami harus memakai pakaian formal? presentasi?)” tanya Fajrin yang mulai merasa pening membayangkan pakaian formal yang harus dia pakai.
“yes, sir..... for the presentation, maybe Mr. Fajrin can show the documentation of current developments or maybe visualization of building illustrations in three-dimensional or it could be miniatures of world resort and hotel plans (iya benar pak..... untuk presentasinya mungkin pak Fajrin bisa menunjukkan dokumentasi perkembangan saat ini atau mungkin visualisasi ilustrasi bangunan dalam bentuk tiga dimensi atau bisa juga miniatur dari denah world resort dan hotel).” Penjelasan Krishna semakin membuat Fajrin pening karena tidak membawa material untuk membuat miniatur bangunan yang dia rancang.
“Can you help us provide the materials to make this miniature project? Because frankly, we didn't bring all the materials from Jakarta.... we already brought them in mock-up form (apa pak Krishna bisa membantu kami menyediakan bahan untuk membuat miniatur project ini? Karena terus terang kami dari Jakarta tidak membawa material itu semua.... kami sudah membawa dalam bentuk maket).” Ucapan Fajrin membuat keenam tim jakarta dan tim India melihat ke arahnya dengan penuh tanya.
“regarding the miniature materials..... Mr. Fajrin can mention everything you need it, our team will provide them for you (mengenai material miniatur..... bapak bisa sebutkan apa saja kebutuhannya, kami tim India akan menyediakan untuk bapak)” ucap Krishna senang.
“I see..... do we have to wear formal clothes like suits or tuxedos? (begitu ya..... apa kami harus memakai pemain formal seperti jas atau tuxedo?)” tanya Fajrin sambil memijat pelipisnya yang mulai terasa pening.
“honestly.... we’re from Jakarta doesn't prepare any formal clothes because we have never attended any gala dinners in previous projects (jujur saja.... kami dari Jakarta tidak menyiapkan pakaian formal karena memang kami tidak pernah menghadiri jamuan makan malam apa pun di project-project sebelumnya).” Ucap Fajrin sambil memijat tengkuknya dan melihat ke arah timnya yang sedang melihatnya dengan heran.
“okay then.... I will inform to Jatinra and the others what materials we need to make this miniature project (baiklah kalau begitu.... saya akan informasikan ke Jatinra dan yang lain material apa saja yang kami perlukan untuk membuat miniatur project ini)” ucap Fajrin dengan lega.
“thank you sir.... we will be waiting for you in New Delhi (terima kasih pak Fajrin.... kami akan tunggu bapak di New Delhi)" ucap Krishna dan Fajrin memutus panggilan.
Fajrin memandang wajah para tim Jakarta dan India, mereka melihat Fajrin dengan penuh pertanyaan.
“next month in the first week, representing the head office we will attend to gala dinner invitation from Keemaya management and it seems that Rosewood group officials will also attend it. We are asked to present our work as well as a miniature of this building, once again I will ask some help to trouble you guys. (awal bulan depan kita mewakili kantor pusat akan menghadiri undangan jamuan makan malam dari Keemaya management dan sepertinya para petinggi Rosewood group juga akan hadir. Kita di minta untuk mempresentasikan pekerjaan kita juga miniatur bangunan ini, dengan berat hati sekali lagi saya akan merepotkan kalian)” ucap Fajrin sambil merubah posisi duduknya menghadap tim India.
“please help us to get the material to make this miniature building (tolong bantu kami mendapatkn material untuk membuat miniatur bangunan ini).” Ucapan Fajrin membuat Purdy dan Jatinra tersenyum.
“we’ve prepared the material, because in here for every project there will be a gala dinner which requires us as developers to present the project and show the miniature to the building management as well as to the building tenants. (kami sudah menyiapkan material itu, karena memang disini setiap project akan ada acara jamuan makan malam yang mengharuskan kami para pengembang untuk mempresentasikan project dan menunjukkan miniatur pada pihak management gedung juga pada pihak tenan gedung).” Jelas Jatinra membuat Fajrin memandang tim India tidak percaya.
“So this gala dinner is not only attended by Keemaya management officialy and Rosewood Group? But all the tenant owners who will occupy part of the shopping center? (jadi gala dinner ini tidak hanya di hadiri oleh para petinggi Keemaya management dan Rosewood Group? Tapi semua pemilik tenant yang akan menempati bagian dari shopping center ?) “pertanyaan Fajrin yang terkesan terkejut membuat tim India tersenyum melihat reaksi Fajrin.