
“ apa ada pria miskin yang bisa mendapat kepercayaan menggantikan seorang CEO menghadiri jamuan makan malam dari PPB Group? “ mendengar nama PPB group membuat tubuh bagian atas Ditya terasa bergetar.
Salah satu perusahaan besar di Malaysia yang sulit sekali dia tahklukkan, sejak menduduki posisi penting di perusahaan Davis. Ditya mendapatkan target untuk menembus pasar Asia terutama Malaysia, Ditya berusaha melakukan kontak dengan salah satu pejabat PPB group tapi hasilnya selalu nol besar tidak sekali pun project atau pun bentuk kerja sama yang Ditya tawarkan pada PPB Group menarik perhatian Mexrat CEO PPB Group.
“ papi hanya mengarang cerita.... mana mungkin pria miskin itu bisa menghadiri jamuan makan malam PPB Group “ ucap Ditya menyangkal ucapan Davis.
“ kamu tanya saja pada adikmu.... dia yang menemani Fajrin bertemu dengan CEO PPB Group..... 3 hari 2 malam Fajrin mengajak adikmu..... bahkan mereka makan pagi satu meja dengan CEO PPB group. “ ucap Davis santai.
Tapi tidak dengan Ditya yang menjadi sangat geram, marah dan semakin tidak suka dengan sosok Fajrin yang dia tahu.
Ditya pergi meninggalkan Davis mencari Divya yang sedang bersantai dan bercengkrama dengan para saudara sepupunya. Dengan angkuh Ditya mendekati mereka.
“ Divya.... apa benar.... kamu pernah pergi ke Penang? “ Divya mengganggukan kepala menjawab pertanyaan Ditya.
“ siapa yang kau temui di Penang? “ tanya Ditya yang semakin ingin tahu lebih.
“ mmmmm.... Mexrat..... dan Zeno “ ucap Divya dengan santai.
Mendengar nama Mexrat membuat Ditya membulatkan kedua matanya terkejut juga hampir tidak percaya dengan pendengarannya sendiri, ke empat saudara sepupu Divya juga tidak kalah terkejutnya seperti Ditya. Mereka terkejut karena mendengar nama Zeno, mereka berempat tahu siapa Zeno.
“ apa yang Mexrat bicarakan dengan pria miskin itu “ ucapa Ditya sangat geram
Divya menjadi malas berbicara dengan Ditya, membuat Ditya semakin kesal juga semakin ingin tahu sosok Mexrat yang selama ini sulit sekali di temui. Tapi tidak dengan ke empat wanita para sepupu Divya, mereka saling berbisik tentang Zeno.
“ cepat katakan.... apa yang mereka bicarakan" hardik Ditya membuat Divya terkejut.
“ mana Divya tahu..... tanya saja sendiri sama ayang..... “ ucap Divya kesal.
Mendapat jawaban yang serasa menusuk dadanya membuat Ditya semakin geram dan tidak suka dengan sosok Fajrin, merasa tidak akan mendapatkan jawaban yang memuaskan dari Divya. Ditya melangkah dengan marah meninggalkan Divya dan para sepupunya.
“ seriously you met Zeno (kamu serius bertemu Zeno)? “ tanya Jessica ingin tahu sekali.
“ seriously....he even drove us back to Jakarta (iya benar.... dia bahkan mengantar kami pulang ke Jakarta) “ ucap Divya santai.
“ you three.... continue your rivalry attracting CEO Rosenkrantz's attention..... I'll just attract young master Zeno's attention (kalian bertiga.... lanjutkan persaingan kalian menarik perhatian CEO Rosenkrantz..... aku akan menarik perhatian tuan muda Zeno saja) “ ucap Jessica penuh percaya diri.
“ waits.... what are you guys fighting over.... don't tell me that the three of you are still competing to attract the attention of the Rosenkrantz heir.... who is famous for being very cold.... have you actually met the Rosenkrantz heir in personally ? (tunggu-tunggu..... apa yang sedang kalian perebutkan.... jangan katakan kalau kalian bertiga masih bersaing menarik perhatian pewaris Rosenkrantz.... yang terkenal sangat dingin itu.... memangnya kalian sudah pernah bertemu langsung dengan pewaris Rosenkrantz?) “ ucap Divya mencoba meluruskan pemikirannya.
“ Mr Lief isn't really that cold….. but he's only maintaining the image of an heir to Rosenkrantz (tuan Lief sebenarnya tidak begitu dingin..... tapi dia hanya menjaga citra sebagai seorang pewaris Rosenkrantz) “ ucap Trinity yang selalu mengikuti berita tentang Lief.
Trinity sangat kagum dengan sosok Lief tapi di balik rasa kagumnya itu, Trinity ingin menjadi bagian dari keluarga besar Rosenkrantz. Trinity yang berumur satu tahun di atas Divya merasa bahwa hanya sosok Lief yang cocok untuknya, meski pun dia tahu bahwa keturunan Rosenkrantz yang masih lajang tidak hanya CEO tapi juga CMO yang terkenal bergonta ganti pasangan.
“ Last week my parents and I met Mr. Lief at a dinner party.... Mr. Lief looks really amazing (minggu kemarin aku dan kedua orang tuaku bertemu tuan Lief di acara pesta jamuan makan malam.... tuan Lief terlihat sangat mengagumkan) “ ucap Aileen sambil membayangkan wajah Lief.
“ remember our agreement.... whoever Mr. Lief chooses.... we can't hurt each other.... (ingat kesepakatan awal kita.... siapa pun yang tuan Lief pilih.... kita tidak boleh menyakiti saudara.... ) “ ucap Celina dengan bangga dan sombong sambil mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan sebuah nomor ponsel.
Semua saudara sepupu Divya melihat layar ponsel Celina, begitu juga dengan Divya. Divya terlihat mengerutkan kulit dahinya menatap heran nomor ponsel tersebut.
“ itu nomor yang berbeda yang pernah ayang hubungi..... kalau Zeno itu...... berarti beruang kutub suami Nara adalah...... dan itu bukan nomor beruang kutub “ gumam Divya dalam hati.
Divya tidak mau mengoreksi pemikiran para saudara sepupunya, Divya membiarkan mereka percaya dengan pemikiran mereka tentang Lief. Divya tidak mau ambil pusing dengan urusan percintaan ketiga saudara sepupunya, karena urusannya saja belum mencapai titik halal.
Para sepupu Divya kembali terbuai dengan pembicaraan mereka tentang sosok Lief, Divya memilih mendengarkan saja dan sesekali tertawa bila para sepupunya tertawa atau menceritakan sesuatu yang lucu.
Trinity, Aileen dan Celina tidak tahu bahwa CEO Rosenkrantz adalah Afkar bukan Lief, karena memang perusahan milik kedua orang tua Celina dan Aileen tidak pernah melakukan kontrak kerjasama dengan Rosenkrantz secara langsung. Dan perusahaan Trinity juga tidak pernah melakukan kerjasama dengan Rosenkrantz group, baik dengan anak perusahaan mau pun dengan kantor cabang Rosenkrantz.
Perusahaan kedua orang tua Aileen dan Celina hanya memiliki kerjasama dengan anak perusahaan Rosenkrantz dan hanya dengan Lief saja mereka sering bertemu pada acara-acara tertentu. Bahkan mereka berpikiran bahwa Ralf adalah pemilik Rosenkrantz dan Lief adalah salah satu pewaris Rosenkrantz, baik Erhan mau pun Afkar tidak akan pernah melakukan kontak langsung dengan perusahan yang melakukan kerjasama dengan anak perusahan Rosenkrantz.
Erhan lebih mempercayakan Ralf untuk menyelesaikannya bila ada masalah dan Erhan baru akan turun tangan bila Ralf atau Holger mau pun Fredrik tidak mampu menyelesaikannya. Dan selama Rosenkrantz berada di tangan Afkar, tidak sekali pun baik Lief mau pun Afkar turun tangan menyelesaikan permasalahan di anak perusahan Rosenkrantz kecuali masalah penggelapan dana yang di lakukan oleh Gustaf.
Sementara Ditya kembali berdebat dengan Davis hingga membuat Dipta turun tangan.
“ kalau kamu ingin tahu bisnis apa yang mereka lakukan..... tanya langsung pada Fajrin..... buang jauh-jauh rasa gengsi dan sombongmu “ hardik Dipta dengan tiba-tiba dan membuat Davis juga Ditya terkejut.
“ abang jangan ikut campur..... urus saja perusahaan mama “ suara tinggi Ditya yang tak mau kalah dari Dipta.
“ apa susahnya minta maaf pada Fajrin di depan adiknya..... kalau kau gengsi melakukan itu..... sampai kapan pun kau tidak akan bisa memenuhi target pasar yang papi tentukan “ ucap Dipta dengan kesal.