My Woman's Desires (Part Of Divya And Fajrin)

My Woman's Desires (Part Of Divya And Fajrin)
BAB 161 ALASAN



Makan siang dengan lauk yang cukup mewah bagi Fajrin karena Nenek Ina yang memasaknya dengan bantuan 1 orang pelayan dari kediaman Davis membuat acara makan siang menjadi terkesan mahal. Fajrin yang masih memikirkan alasan Erhan mentransfer uang sebesar itu kembali termenung sibuk dengan logika dan kemungkinan-kemungkinan yang menurutnya menjadi alasan di balik nominal yang Erhan tranfer. Divya mulai kesal karena Fajrin makan dengan pandangan mata kosong, berapa banyak lauk dan sayur yang Divya letakkan di piring makan Fajrin akan menghabiskannya.


“ ayang.... Divya serius.... ayang masih seperti ini.... Divya cium.... tidak peduli ada banyak orang. “ ancaman Divya cukup berhasil membuat Fajrin sadar dan melihat piring makannya yang ternyata sudah ada 2 tulang ayam bagian paha bawah.


Fajrin berusaha tidak memikirkan jumlah nominal yang masuk di rekeningnya, berusaha menyibukkan pikirannya dengan design-design yang harus dia pindai untuk disimpan ke dalam komputer server.


“ ayang.... kalau masih memikirkan itu..... Divya akan nudis di depan ayang “ ancaman Divya membuat Fajrin tersedak ludahnya sendiri.


“ iya.... iya... ayang tidak akan memikirkan lagi..... tunggu besok senin saja “ ucap Fajrin pasrah dengan ancaman Divya yang menakutkan.


Fajrin dan Divya kembali dengan aktivitasnya masing-masing, Fajrin berusaha keras tidak memikiran nominal itu. Setiap kali selesai mengerjakan sesuatu, Fajrin akan mencari kesibukan yang lain. Fajrin terlalu takut pada ancaman Divya yang akan membuat dirinya khilaf.


Hari senin yang di tunggu-tunggu Fajrin membuatnya tidak sabar untuk segera sampai di ruangan Azkar, pukul 7 tepat Fajrin sudah berada di area parkir motor gedung Surendra. Beberapa karyawan menyapa Fajrin dan Fajrin pun membalas seperlunya saja, dengan rasa yang campur aduk Fajrin masuk ke dalam lift dan menekan tombol lantai di mana ruangan Azkar berada. Lantai masih terlihat sepi, tapi beberapa cleaning service juga office boy sudah beraktifitas membersihkan dan menyiapkan minuman juga makanan kecil untuk beberapa meja di lantai ini.


Fajrin berjalan cepat ke ruangan Azkar dan hanya mendapati Roby yang terlihat lesu.


“ ada apa pagi-pagi kemari? Abang kamu belum datang.... sana pergi.... jangan ganggu “ ucap Roby kesal.


Entah apa yang membuat roby kesal, tapi Fajrin mengacuhkannya dan memilih menunggu Azkar di depan meja kerja Roby. Setelah menunggu kurang lebih selama 30 menit, Azkar datang bersama Selo dan Freya juga Norin.


“ ayo masuk.... Roby.... sebelum kami selesai. tolak semua orang yang ingin menemuiku “ ucapan tegas Azkar membuat Roby langsung merinding.


Fajrin masuk kedalam dan duduk di sebelah Azkar.


“ Azkar.... tunjukkan salinan berkas dari kakek “ ucap Selo membuat Azkar segera mengeluarkan amplop coklat dari dalam tas kerjanya.


Selo menyerahkan salinan berkas tersebut pada Fajrin, Fajrin membuka amplop tersebut seketika kedua matanya membulat sempurna tidak percaya dengan apa yang dia pegang dan baca saat ini.


“ ini salinan kepemilikan saham .... kakek membelinya karena yang menjual saham ini membutuhkan uang dan waktu itu kakek ingin menyerahkan langsung pada ayahmu, tapi karena proses transaksi saham ini tidak semudah membalikkan tangan dan ayahmu sudah kembali ke Jakarta. Akhirnya kakek mengatasnamakan saham ini menggunakan nama kakakmu dengan data-data yang Ralf dapatkan, tapi ternyata kakakmu juga menyusul ayahmu.... “ ucapan Selo terhenti.


“ kakek sedih waktu ayahmu memutuskan kembali ke Jakarta setelah begitu lama berkumpul bersama kami, selesai acara perkenalan keluarga kemarin.... kakek memperhatikan keluarga calon mertuamu, kakek menjadi sedikit kuatir bila suatu saat keluarga besar calon mertua kamu akan merendahkan dirimu.... makanya kakek menyuruh Ralf untuk segera mentranfer sebagian dari hak kamu.... kakek tidak bisa mentranfer pada Nara karena nama Nara tidak tercatat di data pemerintah Norwegia.... nama kakakmu dan kamu saja yang tercatat di data pemerintah Norwegian. Kamu pasti paham dengan maksud tante? “ penjelasan Freya membuat Fajrin berada di fase percaya dan tidak percaya.


Semua orang terdiam menunggu Fajrin mengatakan sesuatu, tapi hanya tarikan nafas panjang fajrin yang terdengar.


“ bang..... bisa tidak uang segitu banyak di pecah ke beberapa rekening? “ pertanyaaan Fajrin yang terkesan seperti orang bodoh membuat Azkar menepuk dahinya.


“ tentu saja bisa.... kamu mau masukkan ke rekening siapa? Nara.... aku yakin Nara tidak mau.... “ suara Azkar membuat Norin tersenyum.


Fajrin mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan beberapa rekening pada Azkar, Azkar menarik nafas panjang melihat nama pemilik rekening tersebut.


“ yakin mau menyerahkan ke badan amal.... untuk kamu sendiri bagaimana.... apa tidak sebaiknya kamu sisakan 10 atau 20 atau 100 milyar di rekening untuk hantaran atau pun mahar kamu nanti “ Fajrin terdiam mendengar saran Azkar.


“ pikirkan baik-baik.... ingat keluarga Lohia dan Prakash.... mereka keluarga konglomerat asal Canada.... apa kamu yakin hantaran dan mahar yang kamu rencanakan tidak akan membuat mereka memandangmu sebelah mata?“ ucapan Selo membuat Fajrin berpikir kembali.


“ jangan sampai dengan hantaran dan mahar yang kamu rencanakan.... mereka pelan-pelan akan menghinamu atau merendahkanmu..... itu yang kakek kuatirkan bila hal itu terjadi padamu.... simpan saja dalam beberapa rekening kalau pun kamu ingin mentransfer ke beberapa rekening tadi.... lakukan sendiri secara bertahap “ nasehat Freya sangat mengena di otak Fajrin.


Fajrin terdiam sesaat memikirkan kelebihan dan kekurangan dari setiap nasehat Selo dan Freya, Farjin menarik nafas panjang.


“ kakek akan merasa bersalah kalau kalian kesusahan..... simpanlah uang itu untuk kebutuhanmu..... belilah sesuatu yang dapat menjaga harga dirimu dimata keluarga besar Prakash juga Lohia. Kami tidak ingin ada yang merendahkanmu.... kamu bagian dari keluarga kami “ kembali nasehat Selo sangat mengena di otak Fajrin


“ baiklah.... Fajrin ikuti saran om dan tante... bang... bantu Fajrin sekali lagi ya.... “ ucapan Fajrin membuat semua orang bisa tenang.


Karena penjelasan untuk Fajrin terkait transfer yang dia terima sudah jelas dan bisa Fajrin mengerti, Selo dan Freya juga Norin keluar dari ruangan Azkar karena mereka hari ini akan menyelesaikan semua hal untuk acara pernikahan Norin dengan Dean yang sebentar lagi akan berlangsung.


“ jadi kapan abang akan bantu Fajrin membagi semua uang ini? “ Azkar tidak tega melihat wajah Fajrin yang memelas.


“ ayo sekarang saja kita selesaikan.... aku paling benci melihat wajahmu seperti ini “ ucap Azkar sambil meraih jas dan melangkah keluar ruangan.


Fajrin mengikuti langkah kaki Azkar, Roby yang tahu bosnya keluar segera mengikutinya.


“ antar kami ke bank “ suara tegas Azkar membuat Roby sedikit gugup menerima kunci mobil dari Azkar.


Azkar memperkenalkan Fajrin pada beberapa account manager dari beberapa bank yang akan membantunya membuka rekening baru untuk menyimpan uang yang Erhan transfer. 4 buah buku rekening dan kartu ATM sudah berada di tangan Fajrin, dan selepas Dhuhur mereka kembali ke kantor.


“ berikan Divya hantaran dan mahar yang terbaik..... jangan sampai keluarga besar Lohia mau pun keluarga besar Prakash merendahkanmu seperti yang sebelumnya. “ nasehat Azkar membuat kepala Fajrin pening.


“ kalau perlu, kamu bawa Divya untuk memilih apa saja yang dia inginkan sebagai hantaran. “ sekali lagi kepala Fajrin semakin pening mendengar nasehat Azkar.