My Woman's Desires (Part Of Divya And Fajrin)

My Woman's Desires (Part Of Divya And Fajrin)
BAB 148 PENELUSURAN SERVER



“ dik..... kenapa masih ada tapinya “ ucap Fajrin gemas karena tindakan Nara tidak sepenuhnya memaafkan Ditya.


“ kalau orang itu sudah minta maaf secara langsung pada kakak di hadapan Nara.... Nara akan buka semua akun perbankan juga semua kartu-kartunya “ ucap Nara pelan.


tiba-tiba Ditya bergerak membuat 2 pengawal yang sedikit lengah menjadi kembali waspada.


“ I will never apologize to gold digger destitute like you (aku tidak akan pernah meminta maaf pada orang miskin pemburu harta seperti kalian) “ ucap Ditya dengan sisa-sisa emosi.


“ brother hear it.... never mind.... Nara hangs up this call.... there are no more important things (kakak dengar sendiri.... sudahlah kak.... Nara tutup panggilan ini.... sudah tidak ada hal penting lagi) “ belum sempat Nara menekan tombol putus, Davis memberi isyarat tangan.


“ how can I get my son to apologize to your brother in front of you.... you already stay in Bergen (bagaimana cara om agar Ditya bisa meminta maaf pada kakakmu di hadapanmu.... Nara sendiri berada di Bergen)? “ tanya Davis yang sudah mulai tenang.


“ you rich people definitely know how to do it all.... not like us gold digger destitute.... Assalamu'allaikum (kalian orang kaya pasti tahu bagaimana melakukan itu semua.... tidak seperti kami orang miskin pemburu harta.... Assalamu'allaikum) “ ucap Nara kesal dan langsung memutus sambungan skype tanpa menunggu Fajrin atau pun Divya membalas salamnya.


Davis tersenyum getir mendengar ucapan Nara, Fajrin menarik nafas panjang mendapati sikap keras kepala Nara yang muncul setelah hampir 7 tahun tidak pernah membantah apa yang Fajrin ucapkan. Jason yang sedari tadi tanpa Davis juga yang lainnya ketahui telah menghubungi staff IT mereka di Montreal untuk menelusuri keberadaan Nara hanya bisa mendapatkan hasil yang mengecewakan.


“ No way......Bergen is in Norway.... but this tracking is stoped at Mamoudzu servers.... Africa (tidak mungkin..... Bergen berada di Norwegia.... tapi penelusuran ini berhenti di server Mamoudzu.... Afrika) “ gumam Jason pelan tapi terdengar jelas di telinga Fajrin dan Davis.


“ Afrika? “ Fajri tersenyum gemas mengingat tingkah Nara kali ini.


“ you track her?..... He already said that his sister stay in Bergen...... why you still tracking her (kamu menelusuri lokasinya?..... Fajrin sudah mengatakan kalau adiknya berada di Bergen.... kenapa kamu masih melakukan penelusuran) “ ucap Davis heran.


“ I'm sorry sir.... I think if we can found out the server that she used..... we can unfreeze young master Ditya's bank account (maaf tuan..... saya pikir kalau kita mengetahui server mana yang dia pakai..... kita bisa merubah status akun perbankan tuan muda Ditya) “ jelas Jason dengan yakin.


Fajrin berdiri dari sofa hendak berpamitan pulang.


“ pi..... sepertinya sudah malam..... Fajrin pulang dulu.... “ ucap Fajrin mencoba berpamitan pada Davis.


“ ini sudah malam..... kamu pulang naik apa? Motor kamu juga masih di JW Marriott... “ ucap Davis berusaha menahan Fajrin agar tidak pulang.


Fajrin tersenyum merasa senang juga bahagia karena Davis mengkuatirkan dirinya.


“ di depan sudah menunggu kendaraan dengan salah satu supir bang Azkar “ ucap Fajrin sambil mengeluarkan sarung tangan dari saku jaket yang tergeletak di sandaran sofa.


Divya menjadi cemberut karena Fajrin akan pulang, Divya memegang erat ujung jaket yang sudah Fajrin pakai.


“ ayang..... ini sudah malam.... ayang menginap disini saja.... “ ucap Divya sedikit merajuk.


Fajrin tersenyum dan memegang tangan kiri Divya.


“ saat ini tidak baik.... kalau ayang bermalam disini.... Insya ALLAH kalau semua berjalan sesuai rencana papi..... ayang akan sempatkan bermalam disini. “ ucap Fajrin yang masih menggenggam tangan kiri Divya.


“ ayang janji ya.... kalau semua lancar.... ayang akan bermalam di sini “ ucap Divya meyakinkan dirinya sendiri.


Fajrin menjawab permintaan Divya dengan tersenyum tipis, dan melepas genggaman tangan Divya untuk menjabat tangan Davis.


Davis menjabat tangan Fajrin dan sedikit terkejut saat Fajrin menariknya untuk mencium punggung tangan kanan Davis, sesaat hati Davis terkejut tapi sesaat kemudian tersenyum terharu.


“ Assalamu'allaikum “ salam Fajrin dan Divya mengekor di belakang Fajrin.


“ Wa'alaikumsalam “ balas Divya juga Davis hampir bersamaan


Suara Davis yang pelan karena masih merasa cangkung dengan kebiasaan apa yang Fajrin lakukan.


“ sudah.... jangan mengikuti ayang.... masuk sana. “ ucap Fajrin menghalangi Divya yang masih mengekor.


Belum sempat Divya membalas ucapan Fajrin, Fajrin dengan pelan mengucapkan.


“ I love you.... “ gerak bibir Fajrin yang terbaca jelas oleh Divya membuat Divya tersipu malu.


“ I love you too.. “ suara keras Divya membuat Fajrin tersenyum lebar.


Fajrin masuk ke mobil Azkar yang sudah menunggunya sedari tadi, saat sudah mendaratkan tubuhnya di kursi samping kiri supir seseorang menepuk bahu kanannya.


“ Astagfirullah..... bang Azkar.... kenapa abang disini? “ tanya Fajrin melihat ke bangku belakang dan terkejut mendapati keberadaan Azkar.


“ kenapa lama sekali di dalam..... apa yang terjadi.... ? “ mendengar pertanyaan Azkar membuat Fajrin menarik nafas panjang.


Sepanjang perjalanan menuju rumah baru Fajrin, Fajrin menceritakan semua apa yang terjadi di dalam rumah Davis. Azkar mendengarkan tanpa menyela sekali pun dan terkadang terulas senyum tipis di bibir Azkar saat Fajrin menceritakan apa yang Nara lakukan dan apa yang Jason lakukan.


“ hahahaha...... Jason menelusuri server mana yang Nara pakai...... hahahaha..... dan berakhir di server Mamoudzu Afrika..... hahahaha..... mereka belum sepenuhnya tahu siapa adik iparku..... “ ucap Azkar yang masih saja tertawa mengingat cerita Fajrin.


Sementara sekepergian Fajrin, Jason menunjukkan hasil penelusuran yang di lakukan oleh tim IT mereka di Montreal. Davis melihat hasil penulusuran itu yang memperlihatkan bahwa lebih dari 15 server di 15 tempat yang Nara pakai untuk bisa terhubung dan berkomunikasi dua arah dengan Davis mau pun Ditya. Dan setiap 10 detik, akan ada 5 sampai 6 server yang akan mati dan berganti dengan server lain di tempat yang berbeda bahkan negara yang berbeda. Tapi tidak satu pun dari semua server yang Nara pakai menunjukkan atau mendekati kota Bergen atau pun Oslo.


“ cari tahu tentang keluarga Sadhat.... pasti ada yang kita lewatkan. “ ucap Davis pelan karena Divya berjalan mendekatinya.


Divya mendekati Davis dengan tersenyum bahagia.


“ bahagia sekali putri papi “ goda Davis membuat kedua pipi Divya bersemu merah.


“ papi.... kapan keluarga kita akan berkenalan dengan keluarga bang Azkar? “ pertanyaan Divya yang langsung tanpa ada basa basi membuat Davis berpikir sesaat.


“ dua minggu lagi papi akan mengundang mereka untuk membicarakan tentang hubungan kalian..... papi ingin menjelaskan dulu semua masalah ini pada para komisaris juga pemegang saham. “ ucap Davis sambil memberi isyarat tangan pada Jason untuk menjauh.


“ baiklah..... kalau begitu mulai besok Divya boleh ke kantor ayang? “ tanya Divya sambil bergelayut manja di lengan Davis.


“ boleh..... tapi ingat.... jangan membuat malu diri sendiri juga Fajrin.... “ ucap Davis dan mengajak Divya naik ke lantai 2 karena hari sudah sangat larut malam.