My Woman's Desires (Part Of Divya And Fajrin)

My Woman's Desires (Part Of Divya And Fajrin)
BAB 8 REZEKI



Fajrin bersama tim dari jakarta dan vietnam mulai mengawasi project, mereka bekerja dari selepas makan pagi hingga menjelang makan malam dan tentunya para tim jakarta tidak melupakan waktu ibadah mereka bahkan terkadang tim dari vietnam ada kalanya mengingatkan mereka untuk melaksanakan sholat karena perbedaan waktu sholat dan tidak adanya suara adzan terkadang membuat mereka lupa waktu. Tim vietnam memahami sekali situasi ini dan mereka sering sekali menegur tim jakarta untuk segera sholat. Project sudah berjalan selama lima bulan, sudah mulai terlihat sedikit demi sedikit bangunan yang terlihat dan bulan ini sudah memasuki bulan Ramadhan. Setiap kali tim vietnam akan beristirahat makan siang, mereka selalu mengingatkan tim jakarta untuk Sholat Dhuhur dan tim vietnam akan memilih tempat tersendiri untuk makan siang begitu juga saat azhar dan magrib. Tim vietnam menjadi alarm bagi tim jakarta, tim vietnam sangat hormat dan segan dengan tim jakarta terutama Fajrin yang sangat mereka hormati dan sangat mereka segani. Fajrin sering mengingatkan mereka bila mereka mulai terlena dengan minuman keras atau pun rokok.


“mặc dù tôn giáo của bạn không cấm uống rượu và bạn thích hút thuốc, nhưng tốt nhất bạn không nên lạm dụng nó. Chúng ta vẫn còn trẻ, các cơ quan của chúng ta vẫn còn tốt, đừng để bị tổn hại do uống quá nhiều rượu và nicotin (meskipun agama kalian tidak melarang minuman keras dan kalian suka merokok, sebaiknya jangan terlalu berlebihan. Kita masih muda organ tubuh kita masih bagus jangan di rusak dengan terlalu banyak minum alkohol dan nikotin).” Ucap Fajrin suatu kali melihat dua orang tim Vietnam saat hendak menghabiskan empat botol minuman keras.


Secara spontan kedua tim Vietnam itu mengembalikan dua botol minuman beralkohol ke bar. Mereka semakin hormat dan segan karena selama bulan Ramadhan Fajrin tidak sekali pun mengeluh lapar haus atau pun kepanasan mengingat lokasi project berada di pantai dengan angin laut yang lumayan terik di siang hari. Suatu kali tim Vietnam melihat Fajrin menjadi imam sholat Ied Fitri bagi tim Jakarta dan juga beberapa puluh tenaga kerja yang seiman, sungguh pemandangan yang tak mereka bayangkan sebelumnya. Di lokasi project yang akan di fungsikan sebagai taman atau area hijau, Fajrin mengajak ke enam tim jakarta untuk Sholat tarawih hingga beberapa pekerja seiman melihat mereka dan segera bergegas membersihkan diri dan mengenakan pakaian bersih mereka untuk mengikuti sholat tarawih dengan Fajrin sebagai imam.


Pemandangan ini sempat di abadikan oleh pekerja Vietnam, membuat mereka terharu dan semakin segan dengan Fajrin. Mereka membagi apa yang sudah mereka abadikan ke sebuah group chat perusahaan hingga Azkar melihat dan memutuskan untuk mengirim beberapa makanan, buah dan kue kering kepada keluarga tim Jakarta dan juga ke sekolah Nara di Lampung. Peristiwa ini tim Vietnam lihat selama tim Jakarta berpuasa dan mereka semakin terkejut saat pagi mendapati tim jakarta berkumpul di area yang sama dengan mengenakan pakaian terbaik mereka untuk sholat, seketika para pekerja seiman mengikuti tim Jakarta untuk Sholat Ied dengan Fajrin sebagai imam. Pengalaman yang tak terduga bagi tim vietnam.


Saat para pekerja sedang beristirahat makan siang. Tim vietnam membawakan makanan khas mereka untuk berbagi dengan tim jakarta.


“Good afternoon, today my wife delivered food and the menu is too much for me to eat alone so ..... I want to share with all of you. And this menu doesn’t have pork in it, so don't worry to erat it. (selamat siang, hari ini istri saya mengantar makanan dan menunya terlalu banyak untuk saya makan sendiri jadi..... saya mau kita semua menghabiskannya. Dan menu ini tidak ada unsur babi, jadi kalian jangan kuatir.” Ucap Nguyen sambil menata beberapa menu makanan.


“Alhamdulillah, we can enjoy Vietnamese cuisine (Alhamdulillah kita bisa menikmati masakan vietnam)" ucap Fajrin.


Saat mereka menikmati makan siang dengan tenang, tatapan mata Muslim tertuju pada seseorang yang sedang melakukan aktivitas yang selama ini belum pernah dia lihat secara langsung.


“cantik sekali..... seksi sekali...” gumam Muslim yang tanpa dia sadari terdengar jelas oleh rekan-rekan jakarta.


Kelima rekannya seketika melihat ke arah mata Muslim yang terbius melihat sosok wanita seksi yang sedang melakukan pengambilan beberapa foto.


“gila cantik sekali..... pahanya mulus sekali......” ucap Ryan sambil meletakkan tempat makannya di sembarang tempat.


Dua orang tim Vietnam melihat tingkah Muslim dan Ryan hanya bisa menggelengkan kepala dan kembali makan.


“kalau melihat tanpa sengaja dan sekali saja bisa menjadi rezeki tapi kalau melihat dengan sengaja dan diteruskan hingga berkedip berkali-kali itu salah satu bentuk zina lahadhat atau zina mata" ucapan Fajrin yang terdengar pelan tapi mengena sekali di hati.


“guys, you want to laugh ..... don’t hold it in .... laughter is healthy to relieve stress (kalau kalian mau tertawa..... jangan di tahan.... tertawa itu sehat bisa menghilangkan stres)" ucap Fajrin seketika membuat ke enam tim Vietnam tertawa terbahak-bahak.


Begitu juga dengan ke empat tim jakarta mereka menjadi tertawa terbahak-bahak melihat wajah Ryan dan Muslim yang amat sangat malu.


“namamu Muslim tapi kelakuanmu.... konyol sekali" ucap Gultom yang sudah menghabiskan dua botol air mineral.


“namanya bagus..... tapi hati orang yang perlu di benahi.” Ucap Fajrin pelan dan sudah kembali mengenakan sepatu bootsnya untuk kembali melihat para pekerja.


Ke enam tim Vietnam segera mengikuti langkah Fajrin, begitu juga dengan tim jakarta kecuali muslim dan ryan yang masih menghabiskan makan mereka dan membereskan peralatan makan mereka.


“apes sekali..... baru dapat pemandangan indah sekali..... sudah kena ceramah...... sebenarnya bos kita insinyur arsitek apa ustad sih....” gerutu Muslim sambil membereskan peralatan makan yang mereka gunakan.


“kamu sih..... terlalu lama melihatnya... cukup sekali setelah itu lanjut makan.” Ucap Ryan.


“kamu juga ikut-ikutan melihatnya" gerutu muslim sekali lagi.


“sayang dung.... rezeki di tolak “canda Ryan sambil menghabiskan air mineral.


“tapi ada benarnya juga apa yang pak Fajrin bilang...... kalau aku terus-terusan melihat wanita tadi..... bisa-bisa aku terbayang terus dengan wanita itu.” Ucap Muslim sedih.


“sudah.... kita kembali fokus dengan pekerjaan saja...... kalau dapat rezeki lagi cukup sekali kedip dan menghindar biar tidak kena ceramah ustad Fajrin lagi.” Ucap Ryan sambil meletakkan sisa peralatan makan mereka di sebuah mobil yang mereka pakai.