
“ Divya.... how much do you want to be closed to him? Is it as big as your ambition to be a part of Victoria's Secret? (Divya.... sebesar apa keinginan untuk berada di dekatnya? Apakah sebesar ambisimu untuk menjadi bagian dari Victoria Secret?) ” pertanyaan Elena cukup membuat Divya tertegun bingung menjawabnya.
“ I don't know... in my brain right now it's full of his figure.... if only I could make him fall in love with me before I managed to become one of the Victoria's Secret models maybe I would forget my ambition to be one of the Victoria's Secret models..... but if the opposite happens... then my struggle to make him fall in love only with me will be longer and more winding. (entahlah....di otakku saat ini penuh akan sosok dia.... kalau sendainya aku bisa membuatnya jatuh cinta padaku sebelum aku berhasil menjadi salah satu model Victoria Secret mungkin aku akan melupakan ambisiku menjadi salah satu model Victoria Secret.... tapi bila yang terjadi adalah sebaliknya... maka perjuanganku untuk membuatnya jatuh cinta hanya pada aku akan semakin panjang dan berliku). ” Ucap Divya menerawang.
“ okay, I'll tell all of what you said earlier to Arbab.... he definitely knows what's the best way for your career in the modeling world (baiklah akan aku sampailah semua apa yang kamu ucapkan tadi pada Arbab.... dia pasti tahu mana yang terbaik untuk karirmu dia dunia model). ” Ucap Elena sambil membelai rambut Divya.
“ today until next week there is no shooting schedule, so you can relax.... do you want me to call a massage therapist (hari ini sampai satu minggu kedepan tidak ada jadwal pemotretan, jadi kamu bisa bersantai.... apa kamu ingin aku memanggil ahli pijat)? ” Divya menganggukan kepalanya dan bangkit dari sofa untuk masuk ke kamar tidur.
Entah apa yang di lakukan Divya di dalam kamar, apakah otaknya kembali membawanya berhalusinasi ataukah memikirkan berbagai kemungkinan yang akan dia hadapi nanti. Elena segera menghubungi Arbab, dia menceritakan semua yang Divya rasakan saat ini.
“ ...... ” tanya Arbab sedikit cemas.
" better than we thought she even told what was the worst possible outcome for her ambition, and it seems she was already prepared for that (lebih bagus dari perkiraan kita bahkan dia menceritakan apa yang menjadi kemungkinan terburuk dari ambisinya, dan sepertinya dia sudah siap menghadapi itu). ” Jawab Elena sambil melihat joana yang mencari ahli lihat untuk Divya.
“ ...... ” permintaan Arbab membuat Elena bingung bagaimana menjawabnya.
“ looks like Divya doesn't know how to contact her either (sepertinya Divya juga tidak tahu bagaimana menghubunginya) " ucap Elena singkat.
Meskipun Elena tahu nama lengkap pria yang Arbab cari tapi Elena tidak berusaha untuk mengatakan pada Arbab karena hal ini sudah salah satu bentuk hal yang paling pribadi bagi Divya. Elena akan mengatakan nama detail Fajrin bila Divya mengijinkannya.
“ ..... ” Elena menghembuskan nafas dengan kasar karena kuatir bila Arbab mencurigainya menutupi informasi.
Elena keluar unit untuk berbicara dengan yang lain sementara Joana menemaninya di kamar.
“ I've contacted a massage therapist as well as several body care experts for you so for the next week you can pamper yourself. (aku sudah menghubungi ahli pijat juga beberapa ahli perawatan tubuh untukmu jadi selama satu minggu kedepan kamu bisa memanjakan diri). ” Ucap Joana sambil memperhatikan tingkah Divya yang sesekali terlihat mendekap ponselnya sambil tertawa bahagia.
Di sela-sela perawatan tubuh terkadang Divya menceritakan sosok Fajrin pada Elena, membuat Elena semakin paham bahwa saat ini hati dan pikiran Divya hanya ada pada Fajrin. Kalau pun sendainya saat ini ada seseorang yang mengatakan cinta pada Divya, sudah pasti akan mendapatkan penolakan secara mentah-mentah. Elena dapat melihat dengan jelas tatapan mata Divya setiap kali dia menyebut nama Fajrin dan setiap kali Elena mengatakan hal yang buruk tentang Fajrin maka Divya akan membelanya.
” He is not that kind of guy, he's very good ..... even because he's too goo he prefers to back off rather than make a fuss (kak Fajrin bukan pria seperti itu, dia sangat baik..... bahkan karena terlalu baik dia sampai lebih memilih mundur dari pada membuat keributan) " ucap Divya sambil mengingat beberapa cerita yang sempat dia dengar dari Roby mau pun Dipta.
“ if he really loves his sister, of course he will learn to like me later or even he will love me more than his love for his sister. (kalau dia sangat menyayangi adiknya tentu dia akan belajar menyukaiku nanti atau bahkan dia akan mencintaiku lebih besar dari rasa cinta pada adiknya.)” Ucap Divya percaya diri.
“ do you know how the figure of his sister and his ex (apakah kamu tahu bagaimana sosok adik dan mantannya)? ” Elena berusaha mencari tahu lebih dalam tentang Fajrin.
“ yes I know..... according to people who close to him, his sister is so beautiful that he is very possessive of her sister and her ex is also beautiful but thank God they are not matched (iya aku tahu..... menurut orang yang dekat dengannya, adiknya sangat cantik sampai dia sangat posesif pada adiknya dan mantannya juga cantik tapi syukurlah mereka tidak berjodoh) ” ucap Divya senang membuat otak Elena di penuhi dengan berbagai pertanyaan tentang Fajrin tapi Divya hanya menceritakan sebagian saja.
Selama satu minggu ini Elena memperhatikan setiap berita tentang Divya yang para wartawan tulis di media cetak mau pun media online, semakin hari semakin banyak para fans mau pun anti fans yang berkomentar hingga mengarah pada berbagai opini baru.
KUALALUMPUR
“ hello, how did Divya respond ( bagaimana tanggapan Divya)? ” tanya Arbab sedikit cemas.
“ ..... ”
“ thank goodness then...... you guys don't get out of the apartment, let's see how far this news goes and I'll find out who is that man. I've already told one of my man to deliver food for you. Can you guys find out how I can contact that guy from Divya (syukurlah kalau begitu...... kalian jangan keluar dari apartemen dulu, kita perhatikan sampai seberapa jauh berita ini bergulir dan aku akan mencari tahu siapa pria itu. Aku sudah menyuruh salah seorang kepercayaanku disana untuk mengantarkan bahan makanan untuk kalian. Apa kalian bisa mencarikan informasi bagaimana aku bisa menghubungi pria itu dari Divya)? ” jelas Arbab yang mulai tenang.
“ ..... ”
“ Alright then. Take good care of yourselves (baiklah kalau begitu. Jaga diri kalian baik baik) " ucap Arbab dan mematikan sambungan telepon.