
“selamat pagi pak Fajrin" salam seorang satpam.
“pagi pak..... saya titip koper ini di belakang resepsionis ya pak..... nanti sekitar jam sembilan saya ambil" ijin Fajrin pada satpam yang duduk di meja resepsionis.
“baik pak..... maaf pak, tadi ada info dari pihak armada bahwa mobil yang akan membawa bapak ke bandara sudah siap dan mereka meminta saya untuk mengumpulkan bagasi yang akan bapak dan tim bawa.” Jelas satpam.
“ooooo...... kalau begitu tolong koper saya ya pak" pinta Fajrin dengan sopan pada satpam itu.
Tepat jam sembilan Fajrin dan ke enam timnya berangkat ke bandara untuk menuju ke Phu Quoc, di karenakan private jet Sundth Air sudah mendapatkan ijin terbang dari Airnav maka tak perlu waktu lama menunggu di private lounge.
Penerbangan dari jakarta ke Phu Quoc di tempuh dalam waktu tiga jam dua puluh menit, bagi ke enam anggota tim Fajrin ini penerbangan terlama bagi mereka juga penerbangan paling mewah yang pertama kali mereka rasakan.
“pak..... kenapa perusahaan memakai private jet Sundth Air? Kenapa tidak memakai penerbangan komersial saja?” tanya Muslim
“kalau pakai penerbangan komersial.... apa kamu tahu penerbangan dari bandara Dan Son Nhat ke Phu Quoc?” pertanyaan Fajrin membuat Muslim hanya memajukan bibirnya seperti kuda.
“saya saja tidak tahu..... semua akomodasi kita sudah di atur sama perusahaan jadi kita sampai lokasi bisa bekerja dengan nyaman tanpa memikirkan akomodasi" jelas Fajrin membuat ke enam timnya tertegun juga kagum dengan fasilitas yang mereka rasakan.
Sampai di bandara Phu Quoc sudah ada dua mobil yang siapa mengantar mereka ke sebuah apartemen yang akan menjadi tempat tinggal mereka selama di Phu Quoc. Jarak apartemen ke lokasi project hanya tujuh menit dengan mobil, lokasi project tepat berada di ujung barat daya Phu Quoc, dengan lanskap tropis seluas hampir enam puluh hektar menghadap ke Pantai Kem yang terkenal membentangan di garis pantai indah berbentuk bulan sabit sepanjang tiga koma lima kilometer yang menghadap ke Teluk Thailand.
Fajrin sudah memusatkan semua pikiran dan tenaganya untuk menyelesaikan project ini tepat pada waktunya, dia tidak akan mentoleransi kesalahan atau pun kualitas bahan sedikit pun semua harus sesuai dengan standart yang sudah di tetapkan di awal perencanaan. Selepas Sholat Dhuhur waktu setempat dan selesai makan siang, Fajrin mengumpulkan ke enam timnya untuk memberi sedikit briefing tentang project yang mereka tangani saat ini.
“Assalamualaikum..... mulai hari ini kita akan memusatkan semua tenaga dan pikiran kita untuk project World Hotel and Resort, saya harap kalian fokus pada project ini dan membantu saya mengawasi setiap detail dari mulai proses pengerjaan hingga selesai. Bila ada material atau bahan yang tidak sesuai dengan standart yang telah saya tentukan kalian segera laporkan ke saya beserta buktinya supaya kita bisa segera meminta ganti yang sesuai dnegan standart kita.” Jelas Fajrin membuat semua anggota timnya menjadi sedikit tegang.
Karena ini pertama kalinya mereka dipercaya menangani project luar negeri meskipun mereka sudah sering menangani project hotel dan resort tapi masih di dalam negeri, Fajrin meminta Irvan dan Gultom untuk menata maket yang Fajrin kerjakan bersama mereka di sebuah meja yang cukup luas untuk maket sebuah hotel dan resort dengan luas area hampir enam puluh hektar.
Ryan, Cahyo, Andra, dan Muslim hanya melihat saja karena mereka insinyur teknik sipil jadi tidak begitu memahami desain itu. Setelah Irvan dan Gultom selesai dengan maket itu, Fajrin kembali menjelaskan bagian-bagian penting yang harus menjadi konsen mereka.
“membangun segitu luas tapi hanya empat belas bulan..... apa cukup waktunya pak?” tanya Muslim.
“kantor cabang kita yang disini memperkerjakan tenaga lokal tapi ya mungkin ada beberapa puluh dari rekan rekan tenaga kerja negara kita, tentunya bukan kantor kita yang mengirim mereka tapi ada agen tenaga kerja yang mendatangkan mereka.” Jelas Fajrin sekilas karena dia belum mengetahui prosentase jumlah pekerja yang akan membangun project besar ini.
“di berkas yang kalian pegang ada detail material, semua material akan di kirim oleh kantor cabang kita yang disini tolong kalian awasi saat proses loading jangan sampai ada material yang tidak sesuai dengan data kalian.” Jelas Fajrin dengan tegas.
“pak.... semua material vila ini adalah material hayati kecuali bangunan dasarnya. Apa kita ada staff ahli untuk pengecekan dan pengaturan material?” tanya Ryan sedikit kuatir karena dia tidak ahli dalam hal ini.
“ada sekitar tiga sampai enam staff ahli yang akan mengatur proses pengerjaan material hayati dan mereka rekan kita daro kantor cabang disini. Dan yang terpenting mereka bisa berkomunikasi dengan bahasa inggris jadi kalian tidak perlu malu kalau ingin menanyakan sesuatu atau sekedar berunding tentang material villa.” Jelas Fajrin.
Semua mulai serius dengan berkas yang mereka pegang masig-masing, saat mereka serius seseorang mengetuk pintu apartemen. Cahyo segera membukakan pintu dan mempersilahkan sekitar tujuh orang dari kantor cabang yang Fajrin maksud.
“chào mừng đến đất nước của chúng tôi, ông Fajrin .... chuyến đi của ông thế nào (selamat datang di negara kami pak Fajrin.... bagaimana perjalanan anda)?” tanya Hao Nhat yang merupakan pimpinan kantor cabang.
“Alhamdulillah, nó rất thoải mái. Họ có phải là một nhóm sẽ xử lý các vật liệu sinh học không (Alhamdulillah nyaman sekali. Apa mereka tim yang akan menangani material hayati)?” tanya Fajrin sambil melihat beberapa orang yang datang bersama Hao Nhat.
Keenam tim jakarta tertegun mendengar ucapan Fajrin yang bahasanya sangat asing di telinga mereka.
“vâng ..... họ là những người giỏi nhất trong văn phòng của chúng tôi theo sự chỉ đạo của sếp lớn (iya..... mereka orang-orang terbaik di kantor kami sesuai arahan dari big bos).” Ucap Hao Nhat.
“kalian semua, perkenalkan mereka adalah tim kita dari kantor cabang. Mereka akan menangani material hayati untuk vila jadi kalian harus sering-sering berkomunikasi.” Ucap Fajrin tegas.
Ke enam tim dari jakarta segera berkenalan dengan enam orang tim ahli material hayati untuk bangunan vila, dan mereka berkomunikasi dengan bahasa inggris. Fajrin sengaja meminta Azkar untuk staff ahli material hayati berasal dari kantor cabang mengingat material hayati berasal dari negara ini.