My Woman's Desires (Part Of Divya And Fajrin)

My Woman's Desires (Part Of Divya And Fajrin)
BAB 214 SURPRISING (1)



Selesai dengan kotak-kotak mahar dan semua persiapan, satu persatu orang-orang yang berada di dalam rumah Azkar keluar menuju mobil juga bus. Para pemain Shield juga para rekan kerja Fajrin masuk ke dalam bus Shield dengan 2 orang pengawal Azkar, sementara Ralf yang membawa kotak jam tangan Tour de I’lle vacheron constatin dan Barra membawa mahar seperangkat alat Sholat serta Al Qur'an berada dalam satu mobil dengan Fajrin. Sedangkan Lief yang membawa kunci serta berkas kepemilikan Bugatti Centodieci berada di truk yang mengangkutnya.


Roby harus menyewa jasa pengawalan dari pihak berwajib karena dalam konvoi mobil kali ini ada 1 truk dan 1 bus yang harus melewati jalanan ibu kota yang padat, konvoi mobil mulai bergerak dari kediaman Azkar menuju sebuah hotel yang berada di daerah Jakarta Pusat.


Beberapa saudara Azkar yang berasal dari Jogja termasuk Wingga sudah berada di hotel tersebut sejak kemarin siang, Azkar sengaja menyewa 15 kamar tipe gold deluxe untuk keluarganya dari pihak Selo.


Tepat pukul 8.45 konvoi mobil berhenti satu persatu di lobi hotel, begitu juga dengan orang-orang yang berada di dalam mobil. Satu persatu keluar dan berkumpul di lobi, 3 orang WO mengarahkan Fajrin dan yang lainnya untuk berkumpul di sebuah ruangan tepat di sebelah grand ballroom. Sementara Nara masih di luar karena Afkar sedang menurunkan Bugatti Centodieci dari atas truk untuk di parkir tepat di depan lobi tanpa merusak hiasan yang sudah menempel di atas mobil tersebut.


Seorang staff WO mulai mengarahkan satu persatu para pria yang membawa barang pelangkah dan mahar Fajrin untuk masuk ke grand ballroom yang akan menjadi tempat akad nikah Fajrin. Ralf dan Lief berjalan berdampingan kemudian di belakang mereka ada Fajrin dan Barra yang juga berjalan berdampingan, kemudian Nara dan Afkar, Selo dan Freya, Erhan dan Wingga, 14 pemain Shield dan 12 pria lajang tim Fajrin yang masing-masing membawa 1 kilogram emas batangan PAMP, Zarya dan Mari berjalan di tepat di belakang Norin dan Dean bersama para keluarga besar Wingga.


Para anggota keluarga besar Prakash dan Lohia yang sudah duduk di kursi masing-masing terlihat sangat jelas saling berbisik-bisik, mereka tidak percaya siapa yang berjalan di depan Fajrin.


“ why did Rosenkrantz's heir carry the box (kenapa pewaris Rosenkrantz membawa kotak itu)? “


“ Who exactly is Fajrin to be able to make the only Rosenkrantz's heir carry the box (Siapa sebenarnya Fajrin sampai bisa membuat pewaris tunggal Rosenkrantz membawa kotak itu) “


“ isn't that mister Lief (bukankah itu tuan Lief)? “


“ What did Mr. Lief bring (Apa yang tuan Lief bawa)? “


“ why is the owner of Rosenkrantz with them (kenapa pemilik Rosenkrantz bersama mereka)? “


“ who exactly is Divya's future husband (siapa sebenarnya calon suami Divya ini)? “


“ they carry a lot of boxes (banyak sekali kotak yang meraka bawa) “


“ looks like that my mom didn't write that much (sepertinya mama tidak menulis sebanyak itu) “ gumam Aileen dalam hati.


Ucapan beberapa anggota keluarga Prakash dan Lohia.


“ GUN..... it turns out that we meet again in this event (GUN..... ternyata kita bertemu kembali di acara ini) “ gumam Evan dalam hati saat melihat Afkar.


“ she must be that ***** who blocked all my accounts (itu pasti perempuan sialan yang sudah memblokir semua akunku) “ gumam Ditya dalam hati melihat sosok Nara yang terlihat sangat berbeda dengan yang lainnya.


Nara berjalan pelan dengan menggandeng lengan Afkar terlihat sangat berbeda dengan para wanita yang berjalan di belakang Fajrin. Fajrin dan yang lainnya duduk di kursi yang sudah staff WO tentukan.


“ wow..... so many boxes that the groom brought.... did you count them (waaa..... banyak sekali kotak yang di bawa oleh pihak mempelai pria.... apa kamu menghitungnya)? “ ucap pembawa acara pertama.


“ If I'm not mistaken, based on information from Mr. Roby, Mr. Azkar's assistant....the boxes total approximately twenty-nine boxes (kalau tidak salah berdasarkan informasi dari pak Roby asisten tuan Azkar.... kotak-kotak itu berjumlah kurang lebih 29 kotak) “ ucap pembawa acara kedua sambil membaca secarik kertas.


“ wow.... even the men who brought the boxes were all handsome (waa.... bahkan para pria yang membawanya tampan-tampan semua..... ) “ ucap pembawa acara satu yang merupakan wanita.


Kedua pembawa acara hampir bersamaan terkejut tidak percaya dengan jumlah kotak transparan yang di bawa para pria yang berjalan mengiringi Fajrin. Satu persatu para anggota Shield dan para anggota tim Fajrin meletakkan kotak transparan yang berisi kotak kayu kemasan dari emas batangan PAMP 1 kilogram di sebuah meja yang tepat berada di samping meja yang akan menjadi meja untuk Fajrin mengucapkan kalimat ijab qabul.


Barra meletakkan kotak yang dia bawa di meja yang akan Fajrin pakai, kedua pembawa acara berjalan ke tengah untuk melihat langsung apa saja yang di bawa Fajrin. Tak hanya kedua pembawa acara yang melangkah ke tengah tapi juga seorang kameraman, dia menyorot satu persatu emas batangan PAMP dan isi kota yang Barra bawa. Apa yang kameraman tunjukkan akan di tampilkan di sebuah layar lebar sehingga semua orang dapat melihat dengan jelas.



Seketika para anggota keluar Lohia san Prakash terkesima tidak percaya dengan isi dari kotak tersebut, tak hanya keluarga besar Davis yang terkejut dan tidak percaya tapi keluarga besar Selo juga mengalami hal yang sama seperti keluarga besar Davis.


“ damn it.... he didn't bring what I wrote but he brought twenty six kilograms of PAMP gold bar (sialan.... dia tidak membawa apa yang aku tulis tapi membawa 26 kilo emas PAMP). “ gumam Martha sangat geram.


“ wait..... twenty six kilograms of PAMP...... that means.... sixty four thousand three hundred dollars multiplied twenty six times...... more than one million six hundred dollars (tunggu..... 26 kilogram PAMP...... berarti.... enam puluh empat ribu tiga ratus dollar sebanyak 26 kali...... satu juta enam ratus dollat lebih) “ seketika Martha terkejut tidak percaya dan menutup rapat-rapat mulutnya dengan tangan kanan.


Martha tidak ingin apa yang dia ucapkan tadi di dengar oleh Aileen.


Tapi keterkejutan Martha hanya sesaat dan berubah menjadi senyum sinis.


“ mom..... Celina said that in front of the hotel there is a white Bugatti Centodieci with a blue ribbon (mama..... Celina bilang di depan jotel ada Bugatti Centodieci warna putih dengan pita biru) “ bisik Aileen dan membuat Martha menatapnya dengan tatapan tidak percaya.


“ seriously….. Celina even recorded it while that person… who was sitting beside the pregnant woman was unloading from the truck (serius..... Celina bahkan merekamnya saat orang itu.... yang duduk di samping wanita hamil itu menurunkan dari truk) “ bisik Ailee sambil menujuk Afkar.