My Woman's Desires (Part Of Divya And Fajrin)

My Woman's Desires (Part Of Divya And Fajrin)
BAB 52 KEKACAUAN (1)



MONTREAL


Davis yang menetap di Montreal sangat kuatir saat mendapatkan kabar dari Liam bahwa Divya menghilang, Davis segera menghubungi salah satu orang kepercayaannya di New Delhi untuk mencari tahu keberadaan Divya. Meskipun Davis terlihat acuh pada putri bungsunya tapi di dalam hati kecilnya dia sangat sayang, apa lagi sejak melihat Divya beranjak remaja. Wajah Divya yang sangat mirip dengan almarhum Istrinya semakin membuatnya merasa tertekan, di satu sisi dia merindukan istrinya di sisi lain dia masih ada rasa kecewa atas pilihan almarhum Istrinya.


Tanpa sepengetahuan Divya dan yang lain, Davis menyuruh Liam untuk menjadi salah satu pengawal Divya dan melaporkan apa pun yang terjadi pada Divya. Siang hari waktu montreal Davis menerima kabar tentang keberadaan dan kondisi Divya, hal itu sudah cukup membuat Davis tenang tapi Davis tidak menghentikan orang kepercayaannya untuk menyelidiki lebih jauh tentang kejadian yang Divya alami. setidak-tidaknya Davis bisa sedikit tenang mengetahui kondisi Divya yang sudah aman. Sampai malam ini pukul tujuh lebih tiga puluh menit malam hari waktu Montreal, Davis masih belum mendapatkan hasil penyelidikan dari orang kepercayaannya terkait apa yang Divya alami. Beberapa menit kemudian ponselnya berbunyi, Davis segera membuka pesan yang masuk dan membacanya sesaat. Dengan raut wajah yang penuh pertanyaan dan heran Davis kembali membaca isi pesan itu. Dan kali ini Davis menghubungi asistennya untuk mencari tahu tentang Fajrin sesuai dengan pesan yang Liam kirimkan.


“it’s very strange....why did he rush to leave the hotel.... he should be more relaxed and it should be Divya who should leave the hotel immediately.....but this is upside down..... he must be hiding something (aneh sekali.... kenapa dia yang buru-buru meninggalkan hotel.... seharusnya dia lebih santai dan seharusnya Divya yang harus segera meninggalkan hotel itu..... tapi ini terbalik..... pasti ada yang dia sembunyikan)" gumam Davis sambil memikirkan beberapa kemungkinan alasan yang membuat Fajrin bertindak demikian.


Hanya dalam hitungan kurang dari tiga jam Jason asisten pribadi Davis sudah menemuinya dengan membawa sebuah amplop berisi informasi detail tentang Fajrin.


“Master (tuan)" ucap Jason pada Davis yang sudah menunggunya di ruang kerja.


“say it (katakan)" ucapan tegas Davis membuat Jason segera meletakkan amplop yang dia bawa.


Jason mulai mengatakan semua hal terkait dengan Fajrin mulai dari latar belakang keluarga, pendidikan, karir hingga project yang saat ini dia kerjakan. bagaimana Fajrin mengenal para petinggi Rosewood dan bagaimana Fajrin bisa bekerja menjadi satu-satunya arsitek kepercayaan Surendra Corp. Davis beberapa kali mengangguk-anggukan kepala yang sepertinya kagum karena informasi Jason sangat detail dan sepertinya Fajrin tidak memiliki kekurangan apa pun.


“does he know who is Divya (apakah dia tahu siapa Divya)?” tanya Davis ingin tahu lebih jauh.


“looks like he just found out this morning because before leaving the hotel he contacted young master Dipta to confirm it(sepertinya dia baru mengetahuinya pagi ini karena sebelum meninggalkan hotel dia menghubungi tuan muda Dipta untuk memastikan sesuatu)" ucap Jason sambil menyerahkan sebuah rekaman percakapan dari ponsel Dipta yang sudah mereka sadap beberapa tahun lalu sejak Dipta memutuskan berhenti menyentuh alkohol dan berganti-ganti pasangan.


“tomorrow morning if there is a news about this scandal, you finish the news smoothly and without leaving the slightest trace (besok pagi jika ada berita skandal ink, kamu selesaikan berita itu dengan halus dan tanpa meninggalkan jejak sedikit pun)" ucap Davis sambil membuka isi amplop dari Jason.


JAKARTA


Dipta yang bangun pagi masih bermanja diri dengan Ningsih dikejutkan oleh sebuah notifikasi di ponselnya. Ningsih mengambil ponsel suaminya dan menyerahkannya, Dipta membuka isi pesan itu dan tersenyum melihat wajah Divya yang tersenyum bahagia.


“sebentar sayang.... aku telepon dulu" ucap Dipta yang sudah merubah posisi duduk bersandar di sandaran ranjang.


“......” salam Fajrin.


“wa'alaikumsalam.... dari mana kamu dapat foto adikku?” tanya Dipta santai.


“......”


“benar dia adikku..... apa kalian bertemu di New Delhi? “tanya Dipta dengan suara senang karena pada akhirnya Divya bertemu Fajrin dan memang Dipta belum tahu kejadian yang menimpa Divya adiknya.


“....." ucap Fajrin berusaha menutupi kejadian yang menimpa Divya.


“Dia sedang menjalani kontrak dengan perusahan fashion dari India selama satu tahun dan juga beberapa kontrak yang lain dan mengharuskan untuk tinggal di New Delhi selama satu tahun ini” jelas Dipta semangat.


“iya.... dia seorang model" jawab Dipta singkat.


“.......” salam Fajrin.


“ Wa'alaikumsalam” balas Dipta.


Dipta masih belum mengetahui kejadian yang menimpa Divya tapi media masa di India sudah memberitakan bahwa seorang super model sedang di bawa oleh beberapa orang pria yang tidak di kenal. Sebuah foto yang memperlihatkan Divya sedang di gendong Fajrin dengan Ryan dan Gultom di belakangnya sudah cukup membuat Rohit sangat gusar dan marah, begitu juga dengan Arbab dan Azkar yang gusar.


Rohit memukul habis-habisan dua orang yang dia percaya membawa Divya ke kamar, sementara Arbab mencari tahu siapa yang membuat berita itu dan menghubungi Elena mencari tahu keadaan Divya saat ini. Arbab sedikit tenang mendengar cerita dari Elena karena tidak terjadi hal yang buruk pada Divya, tapi berita ini akan menjadi berita skandal terbesar bagu perusahaannya karena selama ini tidak ada satu model pun dari perusahannya yang terlibat dalam sebuah skandal. Azkar yang mendapatkan berita dari krishna segera menghubungi Roby untuk mencari tahu kebenaran berita itu yang melibatkan Fajrin dan Ryan juga Gultom.


Azkar tidak tenang dan akhirnya menghubungi Fajrin yang dalam perjalanan kembali ke Jaipur.


“.....” salam Fajrin dengan suara sedikit berat.


Azkar heran kenapa suara Fajrin seperti baru bangun tidur dan mulai berpikir yang tidak-tidak


“Wa'alaikumsalam.... dimana posisi kamu sekarang?” tanya Azkar dengan suara yang terdengar sangat kuatir.


“......" Azkar merasa sedikit tenang mengetahui posisi Fajrin saat ini, setidak-tidaknya dia salah sudah berpikir yang tidak-tidak tentang Fajrin


“apa semalam terjadi sesuatu dengan kalian?” pertanyaan Azkar seketika membuat Fajrin mengingat peristiwa tadi malam.


“..... ” Azkar tidak terkejut mendengar pertanyaan Fajrin


“iya.... kamu sudah tahu siapa wanita itu?” tanya Azkar untuk menguji Fajrin padahal Azkar sudah tahu siapa wanita yang Fajrin tolong.


Tidak mungkin Azkar melupakan sosok Divya anak manja yang pernah membuatnya berurusan dengan Davis konglomerat pemilik perusahan petrokimia dan tekstil.


“.......” Azkar sangat lega mendengar pengakuan Fajrin dan hilang sudah rasa kuatirnya.


“apa kamu sudah menyentuhnya?” tanya Azkar sedikit bercanda karena ingin tahu reaksi Fajrin.


“..... " Azkar menahan tawa sebisanya.


“hahahahahaha....... kemeja buluk itu kamu bawa kemana-mana.....hahahahahaha..... ya sudah kalau ada apa-apa segera kamu hubungi aku" akhirnya Azkar tertawa juga bangga dan senang mendengar pengakuan Fajrin yang apa adanya.