My Woman's Desires (Part Of Divya And Fajrin)

My Woman's Desires (Part Of Divya And Fajrin)
BAB 153 JAHIL



“ kenalkan ini Divya.... calon tunanganku “ ucap Fajrin memperkenalkan Divya pada dua orang wanita teman Fajrin juga Syafril.


“ bukan calon tunangan tapi calon ibu anak-anaknya Fajrin. “ ucapan Syafril sukses membuat Divya tersipu malu juga Fajrin.


Kedua wanita teman Fajrin tersenyum mendengar ucapan Syafril yang jujur dan apa adanya, tapi Fajrin hanya menanggapi ucapan Syfril dengan mengucap ‘Aamiin' di dalam hati.


Satu persatu teman sekelas Fajrin berdatangan bersama pasangan atau keluarga kecil mereka, suasana restauran semakin siang semakin ramai tapi Fajrin belum melihat keberadaan Roby.


“ Roby kemana tidak terlihat dari tadi? “ tanya Fajrin sambil menarik kursi untuk Divya duduk.


“ sebentar lagi datang, tadi katanya Viana masih mandi jadi dia menunggu di lobi “ ucap Syafril sambil menggeser segelas jus kiwi di depan Divya.


Divya yang sedari tadi menjadi pusat perhatian teman-teman Fajrin yang datang sendiri tanpa keluarga atau pun tanpa pasangannya membuat Divya sedikit merasa terganggu, Fajrin juga merasakan hal yang sama sehingga membuat Fajrin lebih berhati-hati menjaga perasaan Divya dengan meletakkan lengan kirinya tepat di meja depan Divya sehingga tubuh Divya sedikit terhalang oleh lengan Fajrin.


“ ayang.... teman ayang kenapa melihat Divya seperti itu “ gerutu Divya membuat Fajrin menarik nafas panjang.


“ Divya pakai pakaian seperti ini saja... sudah banyak mata yang membuat Divya tidak nyaman..... bagaimana kalau Divya pakai pakaian yang terbuka.... mata mereka pasti lebih parah dari sekarang. “ ucapan Fajrin membuat Divya sedikit menyembunyikan wajahnya di balik lengan kiri Fajrin hampir sama seperti yang Nara lakukan.


Melihat kedekatan Fajrin dengan wanita cantik membuat beberapa pria teman Fajrin yang datang tanpa membawa pasangaan atau pun keluarga kecil mereka tergelitik untuk menjahili Fajrin.


“ sepertinya aku pernah melihat calon tunangan kamu..... tapi aku lupa dimana aku melihatnya “ ucap Danang yang tadi mengangumi mobil yang Fajrin pakai.


“ apa dia seorang artis atau model atau.... jangan jangan kamu menyewanya buat datang ke acara ini “ ucapan Oni dengan mata nakal membuat Divya beringsut semakin menyembunyikan wajahnya di balik lengan kiri Fajrin.


“ kalian jangan menganggu Fajrin..... baru kali ini Fajrin mau datang dengan membawa wanita.... kalian sudah jahil...... “ suara Roby yang keras membuat Oni dan Danang mendekatinya.


“ hai bro..... bagaimana kabarmu.... sudah berapa wanita yang kamu koleksi “ ucap Andre sambil melihat wanita cantik dengan penampilan seksi yang mengekspose kaki hingga setinggi paha berjalan di belakang Roby.


“ kamu bicara sama siapa? Mata kamu itu tidak berubah..... pasti kamu sedang melihat wanita seksi “ ucap Roby sambil menepuk bahu Andre.


Andre teman sekelas Fajrin yang terkenal suka berganti-ganti pacar, paling lama hanya 2 minggu Andre berpacaran dengan 1 wanita.


“ siapa dia? “ tanya Danang sambil menunjuk wanita seksi yang berdiri di belakang Roby.


Roby melihat kebelakang sesaat.


“ Viana “ jawab Roby santai tapi tidak dengan ketiga pria itu.


Kedua mata mereka membulat sempurna serasa tidak percaya dengan jawaban Roby.


“ sumpah “


“ yakin “


“ serius “


Ucap Danang, Oni dan Andre hampir bersamaan.


“ Rob, mana Fajrin.... kamu bilang dia datang. “ tanya Viana sambil mengedarkan pandangannya mencari sosok Fajrin.


“ ayo cari tempat duduk dulu.... acara mau di mulai..... sebelah sana ada tempat kosong “ ucap Roby sambil mengarahkan Viana ke kursi yang masih kosong dan kebetulan sejajar dengan Fajrin dan Divya duduk.


Acara reuni sekolah di mulai, Ferri sebagai pencetus ide reuni kali ini membuka acara dengan memberikan sedikit kata sambutan yang selanjutnya meminta Syafril memberikan sedikit kata sambutan sebagai tuan rumah. Acara reuni kali ini memang ide Ferri tapi sumber dana dari acara ini di kumpulkan dari beberapa orang yang menurut Ferri mampu untuk berbagi.


“ terima kasih kalian semua sudah datang di acara reuni kita yang ke dua.... dan tahun ini kita akan melakukan reuni 2 kali.... yang pertama di tempatku ini dan yang kedua di..... “ ucapan Syafril terhenti dan menunjuk Fajrin yang sedang membantu memegang gelas jus kiwi untuk Divya.


Secara otomatis semua orang melihat ke arah yang Syafril tunjuk, Roby yang mengerti maksud Syafril tiba-tiba bertepuk tangan membuat yang lain menatap Roby dengan heran. Roby berdiri dari kursi.


“ kalian semua harus datang ke acara pernikahan Fajrin..... bro... setuju tidak kalau kita semua yang hadir sini datang ke acara pernikahanmu. “ suara keras dan spontan Roby membuat Viana tersentak.


“ menikah? Dengan siapa? “ tanya Viana sambil menarik-narik lengan kiri Roby.


Karena suara teman-temannya yang menyuruh Fajrin memperkenalkan calon istrinya, pada akhirnya seorang pembawa acara reuni menyerahkan sebuah mic untuk Fajrin. Membuat Fajrin berdiri dari kursi tapi tangan kirinya secara refleks menggengam tangan kanan Divya sehingga terlihat semua orang siap wanita yang akan Fajrin nikahi. Viana terkejut melihat wanita yang tangan kanannya Fajrin pegang dengan erat.


“ kalian datang saja.... nanti undangannya Roby yang akan urus “ ucapan Fajrin membuat Roby mengacungkan kedua ibu jarinya pada Fajrin.


“ apa kamu tidak akan memperkenalkan wanita yang tangannya selalu kamu genggam itu? “ ucap Galih yang duduk satu meja dengan Roby.


Fajrin tersenyum dan memandang Divya yang tertunduk malu.


“ namanya Divya Prakash Lohia.... Insya ALLAH tahun ini aku akan menikahinya..... mohon doanya “ pengakuan Fajrin yang berani membuat Viana tersentak dan menarik paksa lengan Roby.


Roby terduduk dan menatap mata Viana dengan heran.


“ kenapa? Aku sudah bilang bukan.... kalau Fajrin sudah memiliki calon tunangan dan akan menikah tahun ini. “ ucap Roby tapi Viana semakin tidak percaya dan merasa bahwa Roby juga yang lainnya sengaja menjahili dirinya.


Setelah sambutan Syafril dan perkenalan Fajrin, acara reuni bergulir satu persatu hingga jam makan siang. Satu persatu pegawai Syafril menyajikan makan siang di meja dengan menu yang sudah Syafril pilih, mereka sangat menikmati apa yang Syafril sajikan.


“ ini pasti menu hasil eksperimen Syafril “


“ enak juga.... tidak salah dia memilih membuka restauran “


“ bisa tidak ya... nanti aku membungkus ini buat suamiku di rumah “


“ kebiasaan yang tidak berubah.... setiap acara selalu saja membungkus makanan “


Beberapa kalimat para teman wanita yang lebih tertarik dengan menu hasil eksperimen syafril. Sementara ada 4 orang pria selalu memperhatikan Divya dari sejak Divya dan Fajrin masuk restaurant.


“ dia model ini bukan? “ Arief memperlihatkan beberapa foto dari seorang model yang mengenakan pakaian renang yang hanya menutupi area sensitifnya.


“ wuiiiiih..... cantik sekali..... lengannya.... kakinya..... perutnya.... rata....“ ucap Wisnu dan Candra hampir bersamaan saat melihat foto Divya di ponsel Arief.


“ kulitnya eksotis...... pinggangnya..... betisnya..... “ ucap Rio penuh semangat.


Mereka berempat mengamati foto-foto sambil berkhayal tentang keindahan tubuh Divya.