My Woman's Desires (Part Of Divya And Fajrin)

My Woman's Desires (Part Of Divya And Fajrin)
BAB 180 TIGA SEPUPU



Sesuai dengan janji Fajrin kemarin, saat ini dia sudah berada di antara para saudara sepupu Divya. Mereka duduk di taman belakang mengadakan pesta kebun kecil-kecilan memanggang daging sapi, sosis, ikan, paha ayam. Membicarakan banyak hal untuk mengenal lebih dekat tentang sosok Fajrin.


“ how do you know Divya? I heard from uncle Davis your profession is different from Divya? It doesn't even have anything to do with Divya's profession at all?


(bagaimana bisa kenal Divya? Aku dengar dari paman Davis profesi kamu berbeda dengan Divya? Bahkan tidak ada hubungannya sama sekali dengan profesi Divya?) “ pertanyaan Evan membuat Fajrin tersenyum mengingat pertama kali pertemuan mereka.


“ I know the meaning of your smile (aku tahu arti senyummu itu...... ) “ ucap Lucas sambil menunjuk Fajrin dengan food tongs atau penjepit makanan.


“ come on...... tell us.... how Divya seduced you (ayo...... ceritakan pada kami.... bagaimana Divya merayumu) “ ucap Tanner sambil menepuk bahu kiri Fajrin.


Sebenarnya Fajrin tidak ingin mengingat peristiwa tidak menyenangkan di New Delhi, tapi karena ketiga pria itu terus mendesaknya akhirnya Fajrin membuka suara.


“ we met for the first time in New Delhi..... during the pre-launching of the Rosewood Jaipur project..... (kami bertemu pertama kali di New Delhi..... waktu acara pre-launching project Rosewood Jaipur..... ) “ ucapan Fajrin berhenti karena mencoba mencuri pandang wajah Divya yang terlihat bahagia sekali.


Ketiga sepupu Divya menunggu ucapan Fajrin dengan serius.


“ Divya is working with one of the tenants who will use one of the rooms in the project I'm working on..... we met at the hotel garden (Divya bekerja sama dengan salah satu tenant yang akan menggunakan salah satu ruangan di project yang sedang aku kerjakan..... kami bertemu di taman hotel) “ jelas Fajrin yang awalnya membuat ketiga sepupu Divya sangat antusias dan serius.


Tapi di akhir kalimat Fajrin mereka menjadi kecewa karena Fajrin tidak menceritakan dengan detail. Tentu saja Fajrin tidak akan menceritakan dengan detail bagaimana dia bisa mengenal Divya.


“ in the park? Did she immediately approach you or did someone introduce you? The more I want to know how you guys met..... (di taman? Apa dia langsung mendekatimu atau ada seseorang yang memperkenalkan kalian? Semakin ingin tahu aku bagaimna kalian bisa bertemu..... ) “ ucapan Tanner membuat Fajrin menghentikan tangan kanannya dari membolak balikkan daging iga yang dia panggang.


“ there are some people who introduce us (ada beberapa orang yang memperkenalkan kami) “ ucap Fajrin singkat sambil mengangkat 4 daging iga yang sudah matang.


Ke empat pria dewasa ini duduk mengelilingi meja, Tanner yang sudah menikah memgambil alih duduk istrinya dan menarik pinggang istrinya untuk duduk di pahanya, Evan yang kali ini mengajak teman kencannya yang berbeda dengan sebelumnya juga melakukan hal yang sama yang Tanner lakukan, begitu pun dengan Lucas yang datang ke acara Divya mengajak tunangannya. Tapi saat Divya mendekati Fajrin, Fajrin segera berdiri dan mempersilahkan Divya duduk. Sedangkan dia sendiri menarik kursi lain untuk duduk.


“ why did you take another seat....just do like us...... aren't you guys getting married soon.... (kenapa kamu mengambil kursi yang lain.... lakukan saja seperti kami...... bukankah kalian sebentar lagi akan menikah.....) “ ucapan Evan membuat Divya terlihat gugup.


Tapi Fajrin tetap saja menarik sebuah kursi untuk dirinya, di satu sisi Divya berharap Fajrin melakukan hal yang sama yang sepupunya lakukan pada pasangannya masing-masing tapi di satu sisi Divya paham betul sifat Fajrin.


“ we will do it after we get married later (kami akan melakukannya setelah kami menikah nanti) “ ucapan bijaksana Fajrin membuat Lucas tersedak.


“ you are so innocent..... look at Tanner...... before marriage..... he has slept with his wife several times..... maybe if uncle Wyatt didn't see them.... they wouldn't be married this fast (polos sekali kamu..... Tanner saja...... sebelum menikah..... dia sudah beberapa kali tidur dengan istrinya..... mungkin kalau paman Wyatt tidak melihat mereka.... mereka belum tentu menikah secepat ini) “ cerita Evan kali ini membuat Fajrin tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


“ don't mind Evan.... continue your story earlier..... makes me even more curious about how you got to know Divya in the first place (sudah jangan hiraukan Evan.... lanjutkan ceritamu tadi..... membuat aku semakin ingin tahu bagaimana kamu mengenal Divya pertama kali) “ ucap Tanner yang terlihat sangat antusia ingin mendengarkan cerita bagaimana Fajrin mengenal Divya pertama kali.


Akhirnya Fajrin menceritakan bagaimana pertama kali mengenal Divya tapi untuk bagian yang dimana dia berkelahi dan Divya yang menelan obat perangsang, Fajrin tidak menceritakan dengan detail hanya menceritakan bahwa 4 orang membantunya mengenal Divya. Divya menatap Fajrin dengan tatapan tidak percaya dan membuat Divya semakin mencintai Fajrin karena Fajrin pandai menutupi aib orang lain.


“ ayang..... “ suara pelan dan manja Divya membuat Fajrin tersenyum.


Tapi hanya sebentar Divya terkesima dengan cerita Fajrin.


“ honey wait..... so before in New Delhi..... you don't know who Divya is? (ayang tunggu..... jadi sebelum di New Delhi..... ayang belum tahu siapa Divya?) “ tanya Divya ingin tahu dan sedikit curiga.


Mendengar ucapan Divya membuat ketiga sepupu Divya menatap Fajrin curiga.


“ not yet (belum.... ) “ ucap Fajrin singkat jelas dan sangat jujur.


“ Divya.... where did you first know Fajrin? Or the first time you saw Fajrin..... lest you see several different men with the same face (Divya.... memangnya pertama kali kamu mengenal Fajrin dimana? Atau pertama kali kamu melihat Fajrin..... jangan-jangan kamu melihat beberapa pria yang berbeda dengan wajah yang sama) “ canda Tanner membuat Divya mencebikkan bibir bawah.


“ Seriously, honey you don't remember.... where did our first meet? (serius ayang tidak ingat.... dimana kita pertama kali bertemu?) “ tanya Divya semakin tidak percaya kalau Fajrin melupakan hal itu.


Fajrin dengan santai menggelengkan kepala sambil memotong daging iga.


“ I sees you coming out of the hotel room..... it's time for your's company party..... (Divya melihat ayang waktu keluar dari kamar hotel..... waktu acara pesta perusahaan ayang..... ) “ ucap Divya sambil mengamati wajah Fajrin yang masih terlihat biasa saja.


Fajrin tidak bergeming karena memang Fajrin saat itu belum mengenal dengan jelas siapa Divya dan apa profesinya, bahkan mengingat wajah Divya saja baru setelah kejadian yang menimpa Divya.


Tapi karena Divya menceritakan dengan detail bagaimana mengenal Fajrin pertama kali membuat Fajrin diam-diam gemas dengan cerita Divya.


“ kalau saja suasana ini sudah halal..... ayang tidak yakin kalau Divya bisa bertahan lebih dari 2 putaran “ gumam Fajrin dalam hati dan terbersit senyum tipis di bibirnya.


Para sepupu Divya sangat antusias mendengarkan cerita Divya, menurut mereka lebih menarik mendengarkan cerita dari sisi wanita dari pada pria. Apa lagi bagi ketiga sepupu Divya, Fajrin terkesan menutup-nutupi sesuatu dari mereka. Fajrin hanya mendengarkan cerita dari sisi Divya sambil mencoba mengingat tempat yang Divya ceritakan, bahkan Fajrin tertawa renyah saat Divya bercerita menjatuhkan buku karena melihat Fajrin keluar dari sebuah ruangan.