My Woman's Desires (Part Of Divya And Fajrin)

My Woman's Desires (Part Of Divya And Fajrin)
BAB 61 KETEMU



JAKARTA


Tidak hanya Surendra New Delhi saja yang menjadi target para pemburu berita tapi Surendra Jakarta juga beberapa kali mendapatkan telepon mau pun kedatangan beberapa pemburu berita. Yang pada akhirnya salah seorang Direksi bernama Henri yang juga sahabat Almarhum Woro mengambil tindakan melakukan penambahan petugas keamanan untuk melakukan pemeriksaan setiap tamu Surendra. Henri tidak mengijinkan satu orang pun pemburu berita untuk masuk ke gedung Surendra meskipun hanya di area pelataran gedung.


“ Azkar, apa keputusanmu tentang penutupan informasi data para staff ada kaitannya dengan semua ini? ” tanya Henri saat mereka selesai rapat.


“ iya om.... salah satunya, selebihnya aku tidak ingin terjadi lagi sabotase terhadap design para arsitek kita. ” Ucap Azkar sambil memijat pelipis kanannya yang mulai terasa pening dengan ulah para pemburut berita.


“ ada apa dengan Fajrin? Kenapa mereka ingin tahu tentang Fajrin? ” tanya Henri heran.


Azkar mengentik sesuatu pada laptopnya dan memperlihatkan layar laptop yang menampilkan berita headline beberapa waktu lalu tentang Fajrin sedang mengangkat Divya, seketika kedua mata Henri membulat sempurna tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


“ kamu yakin itu Fajrin? ” tanya Henri tidak percaya.


“ iya om.... Fajrin sudah mengkonfirmasi sendiri dan dia juga sudah mengirimkan beberapa bukti lain sebelum kejadian di foto itu " ucap Azkar yang sudah memutar kembali layar laptopnya.


“ bukti lain? Apa maksudku? Apa dia terlihat suatu masalah? ” tanya Henri semakin ingin tahu.


“ maaf om.... untuk saat ini saya belum bisa menceritakan semua.... bukti ini hanya untuk mengantisipasi bila berita ini mengarah pada hal-hal di luar kendali kita " jelas Azkar sambil memijat tengkuknya yang terasa penat.


JAIPUR


“ The guy over there from this side looks like the guy in this picture (pria yang disana itu dari samping terlihat seperti pria di gambar ini) " gumam orang kepercayaan Arbab sambil membandingkan dengan gambar yang dia bawa.


Hari ini Fajrin sengaja berpenampilan sangat casual dengan mengenakan sepatu boots, celana jeans, t-shirt dan jaket pemberian Nara. Fajrin menyandarkan punggungnya pada sebuah kap mobil project sedang memperhatikan beberapa pekerja yang mulai mengerjakan menggunakan shotcrete di beberapa bagian.



Berkali-kali orang kepercayaan Arbab memperhatikan dan mengambil gambar Fajrin untuk dia bandingkan dengan gambar yang dia bawa, setelah yakin dia mengirim foto Fajrin ke Arbab. Orang tersebut berjalan mendekati Fajrin mencoba peruntungan untuk berbicara.


“ excuse me.... can you help me (permisi.... bisakah anda membantu saya)? ” tanya orang itu pada Fajrin sambil mengamati bentuk rahang juga hidung Fajrin.


“sure. What can I do for you (tentu. Apa yang bisa saya bantu)?” tanya Fajrin dengan sopan


“ is there any of inn around here? (apa di sekitar sini ada pengenalan?) ” tanya orang itu sambil masih mengamati bentuk wajah Fajrin.


“ sorry I'm not from around here.... I just work on this project (maaf saya bukan berasal dari sekitar sini.... saya hanya pekerjaan di project ini) " ucap Fajrin dengan sopan mengatakan ketidaktahuannya.


Sebenarnya Fajrin sudah tahu apa yang orang itu lakukan beberapa hari di lokasi project ini, tapi bila dia mengatakannya kuatir akan menimbulkan kecurigaan yang berlebih. Jadi Fajrin memilih bersikap santai dan menjawab apa yang dia tahu.


“ that's right he's the man in this picture (benar sekali dia pria yang di gambar ini) ” gumam orang itu sambil melangkah menjauhi Fajrin sementara tangan kanannya menekan nomor Arbab.


“ I forgot to ask his name (aku lupa menanyakan namanya) " gumamnya sambil menggelengkan kepalanya.


“ ..... “ Orang itu berlari kecil kembali ke mobilnya yang cukup jauh tapi masih bisa melihat dengan jelas sosok Fajrin


“ yes I already know who he is. He is one of the worker in this project, but I forgot to ask his name ( ya aku sudah tahu dia. Dia adalah salah satu pekerja so project ini, tapi aku lupa menanyakan siapa namanya)” ucap nya dengan yakin.


“ ...... ” dengan tergesa-gesa melajukan mobilnya untuk sedikit mendekati area project agar dapat melihat lebih jelas bila sosok yang dia yakini sama seperti sosok di gambar yang dia bawa.


“ No one knows where he lives, but I will wait here and I will follow him to the place where he lives (tidak ada yang tahu dimana dia tinggal, tapi aku akan menunggu di sini dan akan aku ikuti dia sampai ke tempat di mana dia tinggal)“ ucapnya dengan antusias.


“ ...... "


KUALALUMPUR


Arbab beberapa hari ini cemas setiap kali melihat berita Divya yang semakin bergulir pada beberapa spekulasi dari para penggemar Divya, membuatnya beberapa kali harus menerima telepon dari perusahaan yang mengontrak Divya sebagai brand ambassador maupun perusahaan yang pernah mengkontrak Divya tapi masih menggunakan gambarnya. Mereka meminta informasi kejelasan hubungan Divya dengan pria misterius itu karena beberapa produknya yang memakai Divya sebagai bintang iklan mengalami penurunan penjualan, mereka memberi waktu Arbab dalam beberapa hari kedepan bila tidak ada kejelasan hubungan Divya. Maka mereka akan mengajukan ganti rugi akibat dari penurunan penjualan itu, karena mereka merasa bahwa penurunan penjualan itu akibat dari berita skandal Divya.


Disaat Arbab menerima panggilan telepon dari salah satu perusahaan yang memakai jasa Divya sebagai model, tiba-tiba Ben masuk tanpa mengetuk pintu. Arbab segera menghentikan pembicaraannya di telepon dan melihat Ben yang menyodorkan ponselnya.


“ from India (dari india) ” ucap Ben singkat dan cukup membuat Arbab segera meraih ponsel Ben.


“ what the news? Did you found him? (ada berita apa? Apa kamu menemukannnya?) “ tanya Arbab tidak sabar.


“ ..... ” Arbab terlihat senang mendengar berita yang dia tunggu-tunggu.


“ you know where he live ( kamu tahu di mana dia tinggal)? ” tanya Arbab semakin tidak sabar.


“ ....... “ Arbab tersenyum tipis seperti menemukan sesuatu.


“ well I'm waiting for good news from you tonight (baiklah aku tunggu kamar baik daring malam ini) " ucap Arbab dan memutus sambungan telepon.


“ Ben, prepare the documents I asked for. After I get news from him, immediately send the document to Elena (Ben, siapkan dokumen yang aku minta. Setelah aku mendapat kabar dari dia, segera kirim dokumen itu ke Elena) “ ucap Arbab yang sudah kembali duduk di kursi kebesarannya.


Arbab mulai berpikir kalimat apa saja yang akan dia katakan bila bertemu dengan pria misterius itu, dia ingin semua ucapannya tidak ada penolak dari pria misterius itu. Atau rencananya akan gagal dan managementnya akan mengeluarkan ganti rugi yang tidak sedikit karena berita skandal itu.