My Woman's Desires (Part Of Divya And Fajrin)

My Woman's Desires (Part Of Divya And Fajrin)
BAB 102 SARAN SYAFRIL



Belum puas Divya bertemu dengan Fajrin tiba-tiba ponselnya berdering dan terlihat di layar ponsel nama Davis.


“ Assalamualaikum pi “ salam Divya.


“..... “ Divya terkejut mendengar pertanyaan Davis dan seketika mengedarkan pandangannya.


Kali ini Divya tersenyum getir karena beberapa meja tamu sudah di duduki oleh para pengawal Davis yang berpakaian kasual. Divya terdiam tidak dapat mengatakan yang sebenarnya pada Davis.


“..... “ suara keras Davis dapat di dengar Fajrin.


“ pulanglah..... tidak baik membuat papi kamu menunggu dan marah.... pulanglah “ ucap Fajrin yang melirik ke kanan dan ke kiri.


“ Divya pulang sekarang pi, Assalamualaikum “ Divya menutup ponselnya tanpa menunggu balasan salam Davis.


“ kak...... besok kita bertemu lagi ya.... nanti Divya kirim pesan.... Assalamualaikum “ ucap Divya yang sudah berdiri dan hendak melangkah keluar restauran.


Benar saja selang beberapa detik kepergian Divya, beberapa meja yang tadi di isi oleh para pria berpakaian kasual segera saja kosong. Fajrin dapat melihat jelas para pria tersebut dan Fajrin mengamati satu persatu sosok pria yang mengawal Divya.


KEDIAMAN DAVIS


“ tuan. “ ucap Austin dan menunjukan sebuah streaming video pada Davis di Tab yang dia pegang.


Salah seorang pengawal yang mengikuti kemana pun Divya pergi merekam semua hal yang Divya lakukan dan langsung mengirimkan pada Davis. Davis mengambil alih Tab tersebut dan mengamati streaming video tersebut.


“ pria ini lagi..... apa keistimewaan pria ini sampai Divya menyukainya? Setiap kali mencari informasi detail tentang pria ini selalu saja hanya sedikit informasi..... kenapa dia tidak melihat Divyaku tapi malah menundukkan kepala? Apa dia telah melakukan kesalahan hingga harus menunduk seperti itu? “ gumam Davis yang sibuk dengan pemikirannya sendiri.


“ awasi saja.... selama dia tidak melakukan hal-hal yang menyakiti Divya jangan bertindak apa pun. “ ucap Davis dan menyerahkan Tablet ke Austin.


Davis meraih ponselnya untuk menghubungi Divya.


“..... “ Davis terdiam mendengar salam Divya.


“ Wa'alaikumsalam.... kamu sedang apa? “ Davis sedikit ragu menjawab salam Divya


“ Divya kamu sedang apa? Kenapa diam? “ suara keras Davis dapat di dengar Fajrin.


“ ...... “ sayup-sayup terdengar suara Fajrin.


“ ...... “ Davis langsung mematikan ponselnya.


RESTAURAN MOONLIGHT


“ makan siang sendiri “ Syafril tiba-tiba sudah duduk di depan Fajrin.


“ tadi ada teman.... baru saja pergi “ ucap Fajrin yang sudah melihat Syafril.


Syafril tidak percaya begitu saja dengan ucapan Fajrin.


“ teman apa kekasih baru...... jangan bohong.... aku lihat semua..... kalau masih menyangkal aku tunjukan rekaman CCTV restauran “ goda Syafril dan membuat Fajrin tersenyum lebar.


“ hanya teman..... tidak lebih. “ ucap Fajrin berusaha menyembunyikan perasaannya.


“ kalau pun itu kekasih baru kamu.... aku tidak mempermasalahkan.... selama kamu bahagia.... aku akan mendukung kamu.... tapi aku lihat sejak wanita itu masuk kesini..... ada 6 pria mengikutinya..... 2 duduk di sebelah sana, 2 di sebelah sana 1 di belakang kamu dan 1 di dekat pintu masuk. “ ucapan Syafril membuat Fajrin tersenyum tipis.


“ dia adiknya Dipta “ ucap Fajrin santai.


“ oooo..... pantes.... apa tidak kurang banyak pengawal yang mengikutinya? “ Fajrin menjawab dengan mengangkat kedua bahunya sekali.


Mereka akhirnya berbicara santai, karena Syafril hampir sama seperti Roby yang selalu ingin tahu tentang urusan Fajrin pada akhirnya Fajrin menceritakan bagaimana bisa mengenal Divya adik Dipta yang memiliki profesi sebagai supermodel. Syafril terkejut juga tidak percaya dengan cerita Fajrin tapi terbersit rasa kasihan pada sahabatnya ini.


“ sekarang aku tanya.... bagaiman perasaan kamu saat mendengar, saat akan bertemu dengan Divya atau pun saat bersamanya? “ pertanyaan Syafril membuat Fajrin terdiam memikirkan keberadaannya dengan Divya yang hampir 1 tahun ini.


Fajrin bisa lebih terbuka pada Syafril karena hanya Syafril yang bisa memberi saran dari sisi positif mau pun sisi negatif.


“ terkadang aku melihatnya tidak jauh berbeda dengan adik.... saat awal-awal menjalani kontrak terasa berat sekali.... sudah menjelaskan banyak hal tapi sepertinya tidak masuk sama sekali di otaknya bahkan sikapnya berlawanan dengan apa yang sudah aku jelaskan... lebih para dari mendidik seorang adik. Tapi lambat laun akhirnya Divya mengerti juga apa yang aku jelaskan tapi itu pun tidak semua hanya beberapa hal yang dia suka, kalau dia tidak suka ya.... dia tidak akan lakukan bahkan dia akan bersikap berlawanan dengan apa yang sudah aku jelaskan. “ ucap Fajrin sambil mengacungkan gelasnya pada seorang pelayan untuk menambah minuman.


Saat pelayan itu mendekat.


“ buat 2.... 1 untukku dan bungkuskan apa yang temanku pesan “ ucap Syafril pada pelayan itu.


“ buat apa ada yang di bungkus? “ tanya Fajrin heran.


“ buat Nara.... dia pasti belum makan siang seperti kamu “ ucap Syafril dan isyarat tangan menyuruh pelayan itu pergi.


“ kamu tertarik sama adikku? “ pertanyaan Fajrin yang langsung membuat Syafril tersenyum.


“ tidaklah.... aku hanya meringankan pikiran kamu saja... biar pulang dari sini tidak bingung kamu membeli apa buat makan Nara. “ ucap Syafril membuat Fajrin tenang.


Bukan Fajrin tidak suka sahabatnya tertarik dengan adiknya tapi karena Fajrin paham betul sifat dan sikap Sahabatnya jadi Fajrin enggan mengijinkan sahabatnya untuk dekat dengan adiknya.


“ jadi apa keputusan kamu.... apa kamu akan melanjutkan kontrak atau menghentikan kontrak? Kalau Divya tidak mau menghentikan kontrak dan ingin melanjutkan tanpa kontrak bagaimana? Apa kamu sudah memikirkan semua kemungkinan ini? “ pertanyaan Syafril membuat kepala Fajrin terasa penat karena Fajrin belum memikirkan berbagai kemungkinan tersebut.


“ jujur aku belum berpikir sampai sejauh itu..... tapi melihat status sosial keluarganya yang lebih tinggi dari Sofia..... sepertinya aku akan mendapatkan perlakuan yang sama bahkan mungkin lebih dari apa yang aku dapat dari kedua orang tua Sofia bila aku melanjutkan hubungan ini baik secara kontrak mau pun tidak.... kalau ujungnya sama seperti yang kemarin.... buat apa di lanjutkan? “ ucap Fajrin dan menganggukan kepala pada pelayan yang menyajikan minumannya.


“ mau dengar saran dariku? “ tanya Syari serius.


“ katakan saja keputusan kamu saat mendekati akhir kontrak kalian.... setelah itu lihat responnya..... apakah Divya menerima keputusan kamu atau tidak bila Divya menolak keputusan kamu dan mengambil sikap yang berlawanan dengan keputusan kamu.... sebaiknya kamu ikuti saja kemauan Divya.... “ Fajrin mengerutkan kulit di antara kedua alisnya seperti sedang memikirkan sesuatu.


Fajrin terdiam beberapa saat dan tiba-tiba ponselnya berdering, Fajrin melihatnya dan mendapatkan tiga pesan dari tiga orang yang berbeda. Fajrin menunjukkan satu persatu pesan itu pada Syafril.


“ itu Nara sudah sampai rumah dan bawa bungkusan apa itu? Banyak sekali.... bakso, es campur.... ini pasti gado-gado siram kelihatan ada seladanya. “ Syafril menebak foto bungkusan yang Nara kirim ke ponsel Fajrin.


Fajrin tersenyum mendengar tebakan Syafril.


“ ini dari Divya.... dia minta besok ketemu disini “ Fajrin seketika pening.


“ kenapa? Bingung memikirkan besok mau parkir motor dimana? Sebelum bertemu besok kesini dulu.... bawa saja mobilku “ saran Syafril membuat Fajrin melihatnya jenggah.


Fajrin menunjukkan pesan ketiga yang kali ini membuat Syafril tidak bisa berkomentar apa pun.


“ ingat saranku.... jangan memaksakan apa pun keputusan kamu pada Divya.... kalau dia tidak mau menerima keputusan kamu.... ikuti saja kemauan Divya jangan menentangnya. “ ucap Syafril tegas.


“ selama kemauannya tidak bertentangan dengan apa yang aku yakini.... tidak masalah.... tapi kalau sudah bertentangan dengan apa yang aku yakini.... aku akan menolak keras “ ucap Fajrin lebih tegas dari ucapan Syafril.