
Sejak penandatanganan berkas kontrak mood Divya semakin baik dan membuat jadwal pengambilan gambarnya berjalan lancar tanpa ada kendala apa pun, meski pun hanya kontrak sebagai sepasang kekasih selama satu tahun. Divya selalu melaksanakan arahan dari para photografer dan juga mengarah gaya, tapi ada saatnya Divya akan mengabaikan itu semua bila ponselnya berdering. Divya memasang nada dering yang beda untuk kontak Fajrin, karena sesuai perjanjian yang tertulis di kontrak bahwa Divya akan mengangkat telepon dari Fajrin tidak lebih dari tiga kali nada dering di panggilan telepon yang kedua.
Panggilan telepon yang pertama tidak perlu Divya terima karena itu sebagai tanda bahwa Divya harus segera berwudhu dan mengenakan mukena bersiap untuk sholat, sedang panggilan yang kedua harus segera Divya angkat karena di panggilan yang kedua ini Fajrin akan membimbing Divya membaca doa bacaan Sholat. Di dalam salah satu ketentuan kontrak sudah juga dijelaskan bahwa Divya harus mengenakan earphone bluetooth saat menerima panggilan Fajrin yang kedua, jarak panggilan yang pertama dengan kedua kurang lebih sepuluh sampai lima belas menit. Hal ini Fajrin lakukan untuk memberi waktu Divya, menghapus bersih seluruh make up yang menempel di wajahnya. Divya harus memakai earphone bluetooth untuk mendengarkan semua bacaan sholat yang Fajrin ucapkan. Fajrin akan menghubunginya tepat tiga puluh menit setelah masuk waktu sholat daerah Jaipur dan Divya mengangkat ponsel harus sudah memiliki wudhu dan mengenakan mukena. Fajrin mulai melatih Divya untuk sholat tepat waktu bila sekali saja Divya melanggar aturan itu maka selama tiga hari kedepan Fajrin tidak akan menghubunginya sama sekali dan baru akan menghubunginya di hari ke empat. Divya mulai memasang nada dering peringatan waktu sholat untuk daerah Jaipur karena beda jadwal sholat antara New Delhi dan Jaipur tidak tentu kadang lebih cepat delapan menit dari Jaipur saat waktu Shubuh kadang beda enam menit saat Dhuhur bahkan kadang beda dua menit di waktu Ashar. Hal inilah yang membuat Divya lebih memilih memasang nada dering pengingat waktu sholat daerah Jaipur dari pada New Delhi.
Pernah suatu kali Divya baru mengangkat telepon Fajrin di nada dering ke empat, saat Divya mengangkatnya Fajrin sudah menutup panggilan itu dan membuat mood Divya menjadi jelek selama tiga hari berturut-turut. Saat mood Divya menjadi jelek, tidak hanya Elena dan Joana yang kerepotan dengan sikap Divya tapi semua orang yang di sekitar Divya akan mengalami hal yang sama yang Elena dan joana alami. Hal ini juga membuat Elena selalu memberi tahu di awal jadwal pemotretan pada para kru pengambil gambar dan yang lainnya untuk menghentikan pekerjaan saat ponsel Divya dengan nada dering lagu ' ' from this moment ' dari Tsania Twain, maka sebaiknya mereka menghentikan aktivitas dan beri Divya waktu kurang lebih selama tiga puluh menit untuk istirahat.
Fajrin dengan sabar dan pelan membacakan setiap bacaan yang harus Divya hapal di setiap gerakan sholat, dengan mendengar suara Fajrin saja sudah cukup membuat Divya bahagia apa lagi bisa bertatap muka langsung dengan Fajrin. Setiap kali Divya akan melakukan jadwal pengambilan gambar dimana pun dan kapan pun Divya akan mengirim pesan pada Fajrin memberi tahu dimana lokasi pemotretannya begitu juga bila terjadi perubahan jadwal pemotretan, Divya akan selalu mengirim pesan pada Fajrin.
Dan apa yang Divya lakukan ini membuat Fajrin berkali-kali harus membalas pesan Divya meskipun hanya dua huruf ‘ o ‘ dan ‘ k ‘ atau pun dua kata ‘ hati-hati ‘. Meskipun Fajrin hanya membalasnya dengan pesan yang cukup singkat sudah cukup membuat mood Divya membaik.
Seperti hari ini jadwal pemotretan Divya yang mengalami perubahan berkali-kali dan perubahan tempat membuat Divya berkali -kali juga mengirim pesan pada Fajrin membuat Fajrin tidak fokus pada pekerjaannya dan memutuskan menghubungi Divya.
“..... " suara Divya terdengar sangat bahagia membuat Fajrin sedikit mengulas senyum tipis.
“ Wa'alaikumsalam.... kenapa berubah-ubah jadwal kalian.... apa kalian tidak bisa mempersiapkan semuanya di awal sebelum jadwal itu di buat " ucap Fajrin sambil memijat dahinya karena tiba-tiba merasa kangen sama Nara yang sudah tiga hari ini tidak menghubunginya.
“ ..... " suara bahagia Divya membuatnya teringat akan suara Nara beberapa tahun lalu sebelum peristiwa bullying yang Nara alami.
“ sudahlah...... hari ini jangan sering-sering mengirim pesan.... ada beberapa titik yang harus selesai proses penyemenanannya.... nanti aku telepon lagi saat waktu sholat magrib.... jangan lupa makan.... Assalamu'allaikum ” ucap Fajrin serius
“ ..... “
Fajrin menutup sambungan teleponnya dan menggelengkan kepalanya heran mendengar suara Divya terdengar jelas sangat bahagia dan senang, tak ada kesan sedikit pun bahwa Divya menutupi atau menyembunyikan perasaannya pada Fajrin.
Di setiap awal dan akhir panggilan telepon Fajrin saat membimbing Divya menghapalkan doa bacaan Sholat, Fajrin selalu mengingatkan apakah Divya sudah menghapus bersih seluruh make up apakah Divya sudah memiliki wudhu dan apakah Divya sudah benar memakai mukenanya sudah tidak terlihatkah rambutnya meskipun hanya satu helai. Dan di akhir sholat, Fajrin selalu menyuruh Divya untuk mendoakan dan meminta ampunan untuk papi mami dan juga kedua abangnya. Fajrin mengajari bacaan dari surat Al Baqarah ayat dua ratus satu agar selalu Divya baca di setiap akhir doanya.
Divya terlihat sedikit kesal karena sudah dua kali ini mereka harus berpindah lokasi pemotretan, yang itu berarti membuat semua jadwal pemotretan berikutnya berubah semua. Meski pun sedikit kesal Divya tetap mengikuti perubahan lokasi pemotretan karena ada yang menjaga mood-nya, hari ini pasti Fajrin akan menghubunginya sebab selama tiga hari kemarin Fajrin tidak menghubunginya. Ini karena kesalahan Divya sendiri yang malas bangun pagi untuk Sholat Shubuh, Divya merasa lelah dan capek saat itu setelah melakukan pemotretan hingga pukul dua belas malam.
Saat Divya mencoba menikmati pemandangan sekelilingnya dan menikmati terpaan angin siang yang menghilangkan rasa gerah dan panas, tiba-tiba seorang kru pemotretan berteriak.
“ we do photoshoot here (kita lakukan pemotretan disini) “ teriakan kru itu membuat Elena juga yang lain lega.
Itu berarti mereka tidak akan berpindah lokasi lagi sampai nanti malam. Elena mengajaknya duduk di sebuah kursi yang sudah mereka sediakan untuk Divya, Joana juga Derek mulai bekerja sesuai jenis pekerjaan mereka. Saat jari jemari Divya bersiap mengentik sesuatu, tiba-tiba ponselnya berdering seketika orang di sekitar Divya yang saat itu sedang sibuk dengan tanggung jawab masing-masing melihat Divya penuh tanya.
“ Assalamu'allaikum kak " salam Divya sedikit kaku tapi terdengar sangat bahagia.
“ ..... " mendengar suara Fajrin yang lebih terkesan sedikit tidak suka membuat Divya senyum bahagia.
Divya memberi isyarat tangan bahwa ini bukan panggilan untuk dia segera sholat.
“ aaaa....... kak Fajrin perhatian sekali sama Divya" teriak Divya sangat senang.
“ ....... ” Divya semakin senang mendengar ucapan Fajrin yang menurutnya sangat perhatian sekali.
“ Wa'alaikumsalam kak “ balas Divya dengan girang dan mematikan ponsel.
Seketika Divya meloncat teriak kegirangan dan membuat Elena terkejut hingga menjatuhkan penanya.