My Woman's Desires (Part Of Divya And Fajrin)

My Woman's Desires (Part Of Divya And Fajrin)
BAB 215 SURPRISING (2)



Martha menatap sosok Afkar dalam-dalam.


“ who is that man.... I never saw him at all (siapa pria itu.... aku tidak pernah melihatnya sama sekali) “ gumam Martha sambil menatap Afkar.


Belum selesai rasa kagum juga tidak percaya dengan apa yang mereka lihat di layar lebar yang menampilkan emas batangan PAMP, pembawa acara meminta Fajrin melangkah ke tengah karena Davis dan Ditya sudah melangkah ke tengah.


Nara dan Afkar yang sudah menduga proses apa saat ini, segera bangkit dari kursi dan mengikuti langkah kaki Fajrin begitu juga dengan Ralf dan Lief. Seketika seluruh keluarga besar Davis kembali berbisik-bisik membuat salah seorang pembawa acara meminta mereka untuk diam.


“ I knew my social status is far below from you, but I really love Divya.... I can't promise the world to your sister but I will try to make Divya an angel in my life and my afterlife..... let us marry before you (saya paham status sosial saya jauh di bawah kalian, tapi saya sangat mencintai Divya.... saya tidak bisa menjanjikan dunia pada adikmu tapi saya akan berusaha menjadikan Divya sebagai bidadari dunia akhiratku..... izinkan kami menikah mendahuluimu) “ ucap Fajrin dengan sungguh-sungguh.


Davis terharu mendengar ketulusan ucapan Fajrin, tapi Ditya terdiam tak mampu berkata-kata karena kedua matanya memperhatikan sosok Nara yang menundukkan pandangannya berdiri di belakang Fajrin. Afkar paham betul bahwa Ditya menatap tajam pada Nara dan tatapan dingin Afkar menatap tajam kedua mata Ditya, saat Ditya mengalihkan pandangannya ke wajah Afkar. Kedua mata mereka bertemu seperti sedang saling bertarung dengan mata mereka.


Fajrin menunggu Ditya bersuara membuat Davis menepuk punggung Ditya untuk menyadarkannya.


“ say something to him (katakan sesuatu pada Fajrin) “ bisik Davis menyadarkan Ditya yang menatap tajam Afkar juga Nara.


“ I will give you my blessing.... if you bring the two things I asked for right now (aku akan memberi kalian restu.... kalau kau membawa 2 barang yang aku minta sekarang juga) “ ucapan Ditya yang bernada sombong juga congkak membuat Nara tersenyum tipis di balik kain hitam yang menutupi wajahnya.


“ Alhamdulillah...... my sister and her husband will hand over the two items you asked for (Alhamdulillah...... adikku dan suaminya yang akan menyerahkan dua barang permintaanmu) “ ucapan Fajrin yang bernada bahagia membuat Ditya terlihat jelas ragu juga gugup.


Nara dan Afkar bergantian melangkah di samping Fajrin untuk menyerahkan kotak yang di bawa oleh Lief dan Ralf.



Mendengar ucapan Nara yang terdengar datar dan santai membuat Fajrin mengulas senyum bahagia juga tidak percaya kalau Nara bisa mengetahui kelebihan mesin Bugatti Centodieci


“ terima kasih dik “ bisik Fajrin sambil membelai kepala Nara.



Dan saat Afkar selesai menyerahkan kotak kedua.


“ terima kasih adik ipar “ bisik Fajrin pada Afkar.


Afkar membalas ucapan Fajrin dengan menepuk punggung Fajrin, bukan Fajrin tidak peka. Fajrin sangat peka bahwa saat ini Ditya dan Davis menatap Nara dan Afkar dengan tatapan tidak percaya dan penuh tanya bahwa dua orang ini adalah keluarga inti Fajrin.


Proses penyerahan barang pelangkah pun selesai, tapi keluarga besar Davis masih saja saling berbisik membicarakan sosok Afkar juga Nara.


“ how could mister Lief be able to submit to that woman….. who is that woman (bagaimana mungkin tuan Lief bisa tunduk pada wanita itu..... siapa wanita itu)? “


“ what is Fajrin's relationship with that couple (apa hubungan Fajrin dengan suami istri itu)? “


Beberapa ucapan para keluarga besar Davis yang masih memperhatikan Afkar dan Nara, Afkar mengantar Nara untuk kembali duduk bersebelahan dengan Freya karena Afkar akan menjadi saksi dari pihak Fajrin. Ralf juga Lief mendapatkan tatapan penuh tanya dari keluarga besar Davis yang selama ini merasa sudah mengenal mereka.


Fajrin tidak berani menatap Divya yang melangkah mendekati meja dengan Dipta yang memegang kedua lengannya, jatung Fajrin berdetak kencang kedua tangannya dingin. Afkar melihat kedua tangan Fajrin yang terlihat memutih karena terlalu dingin.


“ sebentar lagi kamu halal menyetuhnya “ bisikan Afkar membuat Fajrin semakin tidak berani melihat Divya yang sudah duduk di kursi.


Tanpa menunggu lama Davis mengulurkan tangan


dan Fajrin menyambutnya, hanya dengan sekali tarikan nafas Fajrin mampu mengucapkan kalimat ijab qabul dengan benar daalam bahasa Inggris. Dan saat pegawai urusan agama menanyakan pada saksi apakah pernikahan ini sah, dengan cepat dan tegas Afkar juga Dipta mengatakan sah di ikuti oleh para keluarga besar Selo juga keluarga besar Davis. Meski pun ada beberapa keluarga Davis yang terlihat jelas masih ragu dengan Fajrin dan bertanya-tanya tentang sosok Fajrin yang sebenarnya.


“ ayang “ suara pelan Divya saat menjabat dan mencium punggung tangan Fajrin.


Dengan bimbingan pegawai urusan agama Fajrin menyentuh puncak kepala Divya dan mengucapkan.


“ Allahumma inni as'aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa 'alaih. Wa a'udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha 'alaih (Ya Allah, aku memohon kebaikannya dan kebaikan tabiat yang ia bawa. Dan aku berlindung dari kejelekannya dan kejelekan tabiat yang ia bawa) “ ucap Fajrin dengan yakin.


Selesai mengucapkan doa tersebut, Fajrin menyentuh kedua pipi Divya dan memberikan ciuman kecil di pucak kepala Divya.


“ I love you my beautiful wife “ bisik Fajrin pelan.


Meski pun Fajrin merasa bahwa apa yang dia bisikkan sudah cukup pelan tapi karena sebuah mic masih berada tidak jauh dari mulut Fajrin, tentu saja semua orang di dalam grand ballroom mendengarnya. Bukan Fajrin tidak menyadari hal ini, Fajrin sengaja mengatakannya dengan berbisik karena Fajrin ingin semua orang tahu bahwa dirinya bisa bersikap egois.


Proses akad selesai, kedua keluarga mempelai memberi selamat pada mereka juga saling berjabat tangan satu sama lain. Bahkan Martha yang sebelumnya meragukan Fajrin terlihat jelas sangat buru-buru ingin mengucapkan selamat pada Fajrin juga Divya, setelah itu Martha berusaha mendekati Afkar tapi Afkar dengan langkah lebar kembali menuju Nara yang sudah merentangkan kedua tangannya menyambut Afkar. Fajrin tersenyum melihat tingkah Nara yang masih terlihat manja.


“ I have to be able to approach that guy.... I have to be able to make Aileen his wife even if it has to be the second one (aku harus bisa mendekati pria itu.... aku harus bisa menjadikan Aileen istrinya meski pun harus menjadi yang kedua) “ gumam Martha dalam hati sambil menatap Afkar dengan tatapan penuh ambisi.


Fajrin yang sibuk membalas ucapan selamat dari keluarga besar Davis juga keluarga besar Selo masih sempat melihat raut wajah Martha yang terlihat jelas sangat ambisius menatap Afkar.


“ apa pun rencana anda.... anda tidak akan bisa berada di antara mereka “ gumam Fajrin sambil membalas ucapan selamat dari para anggota Shield.


Divya terlihat sangat bahagia begitu juga dengan Davis dan Nenek Ina, tapi berbeda dengan raut wajah Ditya yang terlihat jelas banyak pikiran yang berkecamuk di dalam otaknya.


“ bagaimana caranya mendekati wanita itu agar mau membuka akunku tanpa aku harus meminta maaf di depan pria miskin itu “ gumam Ditya dalam hati sambil menatap Nara yang sudah bergelayut manja di lengan Afkar.


Celina, Aileen dan Trinity menatap wajah Lief dan Afkar bergantian. Mereka masih tidak bisa memikiran bahwa Lief terlihat jelas sangat tunduk pada Afkar, mereka bertiga tidak mampu mikirkan apa hubungan Leif dengan Nara mau pun Afkar.