
“ where is Afkar....is he still in Oslo (dimana Afkar.... apa dia masih di Oslo)? “ tanya Sonia sambil mengedarkan pandangan pada semua meja bundar.
“ he came with dad and his team.... he is over there (dia datang bersama papa juga timnya.... itu di sebelah sana) “ tunjuk Freya membuat Sonia tersenyum kecil.
“ That little punk already got married without inviting me..... can I take him home... I will punish him (anak bandel itu menikah tanpa mengundangku..... apa aku boleh menbawanya pulang... aku akan menghukumnya) “ ucap Sonia sedikit kesal.
“ he's not a little kid anymore that you can pick up and bring back to your apartment.... he has to take care of his wife who is pregnant with the twins (dia bukan anak kecil lagi yang bisa kamu angkat dan bawa pulang ke apartmentmu.... dia harus menjaga istrinya yang hamil kembar) “ ucapan Freya sekali lagi membuat Sonia terkejut.
Sonia kehabisan kata-kata dan melangkah mendekati Fajrin
“ why don't you tell me that you are Asma's second child..... did Asma teach you not to reveal your identity..... after your honeymoon... you should go to Hong Kong..... you have to tell me everything about you (kenapa kamu tidak mengatakan padaku kalau kamu anak kedua Asma..... apa Asma mendidikmu untuk tidak mengatakan identitasmu..... selesai bulan madu kalian.... kalian harus ke Hongkong.....kamu harus menceritakan semua tentang dirimu....) “ ucap Sonia setelah memberi selamat pada Fajrin dan Divya.
Martha dan Davis melihat CEO Rosewood yang terlihat santai dan akrab dengan Fajrin menjadi semakin bertanya-tanya bagaimana Sonia bisa mengenal Fajrin. Sebelum Sonia melangkah mendekati Martha, Sonia mengatakan sesuatu.
“ Selo.... I borrowed Asma's child for a week after their honeymoon (Selo.... aku pinjam anak Asma selama 1 minggu setelah masa bulan madunya) “ ucap Sonia sedikit keras.
Freya dan Selo memberikan isyarat kedua tangan untuk mempersilahkan Sonia melakukan rencananya. Suami Sonia menepuk bahu Fajrin dan menyelipkan selembar cek, melihat suami Sonia menyelipkan selembar cek membuat kedua mata Martha membulat sempurna. Fajrin dan Divya hanya bisa tersenyum melihat dan mendengar apa yang suami istri ini lakukan pada mereka.
Sebelum Sonia dan suaminya berjabat tangan dengan Martha dan Davis, seorang staff wedding organizer yang mengatur proses pengambilan foto meminta Sonia dan suaminya untuk berdiri di samping kedua mempelai.
Kembali kedua mata Martha dan Davis di buat tidak percaya karena saat ini Mexrat sudah berdiri di depan Selo, Mexrat datang dengan salah satu anak kembarnya.
“ Selo.... is Fajrin... your son? I think your son is Azkar.... Afkar and Norin.... (Selo.... apa Fajrin.... anak kalian? Aku kira anakmu Azkar.... Afkar dan Norin.... ) “ ucap Mexrat yang terkejut dan tidak percaya mendapati rekan satu asrama berdiri di depannya sebagai keluarga pendamping Fajrin.
“ you see his face..... who he looks like.... don't forget the face of the person who has donated blood to you (kamu lihat wajah Fajrin..... mirip siapa dia.... jangan kamu lupakan wajah orang yang sudah mendonorkan darahnya padamu) “ mendengar ucapan Selo membuat Mexrat menatap Fajrin dengan tatapan tidak percaya.
“ Wo... ro... are you sure that he is Woro's son ( kamu yakin dia anaknya Woro)? “ tanya Mexrat sekali lagi meyakinkan Selo.
“ he is Woro's second child.... and Woro's third child..... married to Afkar (dia anak kedua Woro.... dan anak ketiga Woro..... menikah dengan Afkar) “ sekali lagi Mexrat terkejut mendengar ucapan Selo.
“ seriously..... where is your little punk... i'll pull his ear... married to my helper's daughter but didn't invite me (serius..... dimana anak bandelmu itu... aku akan tarik telinganya.... menikah dengan anak penolongku tapi tidak mengundangku) “ ucap Mexrat sambil mengedarkan pandangannya mencari sosok Afkar.
“ thank you.... after I talked to Fajrin.... allowe me to pull the ear your little punk (terima kasih.... setelah aku berbicara dengan Fajrin.... aku izin menarik telinga anak bandel itu) “ ucapan Mexrat membuat Freya dan Selo tersenyum.
“ dia tidak berubah sedikit pun..... masih sama “ ucap Freya pelan.
Mexrat menatap tajam kedua mata Fajrin membuat Fajrin bingung juga bertanya-tanya, Fajrin mengulurkan tangan kanannya tapi Mexrat justru melipat kedua tangannya di dada.
“ your jaw is similar..... your nose is also similar.... eyebrows and eyes too.... only the lips are like Asma (rahang kalian sama..... hidung kalian juga sama.... alis dan mata juga.... hanya bibir saja yang lagi mirip Asma) “ ucap Mexrat pelan tapi cukup terdengar jelas di telinga Fajrin.
Fajrin terkejut dengan ucapan Mexrat yang menyebut nama almarhum ibunya.
“ why don't you tell me that you're Woro's son (kenapa kamu tidak cerita kalau kamu anaknya Woro) “ ucap Mexrat yang masih melipat kedua tangannya di dada.
“ Mr. Mexrat knows my late father (tuan Mexrat mengenal Almarhum ayah saya)? “ tanya Fajrin tidak percaya.
Dengan refleks tangan kiri Mexrat menarik pelan telinga kanan Fajrin.
“ another little punk like Afkar..... why don't you tell me that Woro is your father (anak bandel sama seperti Afkar..... kenapa tidak cerita kalau Woro itu ayahmu) “ ucap Mexrat sambil memegang telinga kanan Fajrin membuat Divya kebingungan bagaimana membebaskan telinga suaminya dari tangan Mexrat.
“ after honeymoon.... you have to go to my place.... I don't want to know..... you have to go to my place..... otherwise.... I will move his grave to Penang..... let him accompany me forever (setelah bulan madu.... kalian harus ke tempatku.... aku tidak mau tahu..... kalian harus ke tempatku..... kalau tidak.... aku akan pindahkan makamnya ke Penang..... biar dia menemaniku selamanya) “ ucap Mexrat sambil melepas tangannya dari telinga dan memeluk erat Fajrin.
“ ok sir....but I have to get a permission from CEO (baik tuan.... tapi saya izin dulu sama CEO) “ ucapan Fajrin membuat Mexrat melepas pelukkannya.
“ I will tell Azkar by myself.... if he doesn't give a permission.... I’ll kidnapped both of you..... congratulations on your marriage (aku yang akan bilang sendiri sama Azkar.... kalau dia tidak memberi izin.... aku culik kalian berdua..... selamat) “ ucap Mexrat tegas dan menyelipkan selembar cek pada Fajrin.
Davis dan Martha sekali lagi menetap Fajrin tidak percaya, karena para pemilik perusahaan terbesar terlihat jelas sangat mengenal Fajrin bahkan bisa berbicara sangat akrab dengan Fajrin.
Kembali seorang staff wedding organizer meminta Mexrat dan anaknya untuk berfoto dengan kedua mempelai, Mexrat melingkarkan lengan kirinya di bahu Fajrin membuat Fajrin sedikit membungkukkan badan.