My Woman's Desires (Part Of Divya And Fajrin)

My Woman's Desires (Part Of Divya And Fajrin)
BAB 187 26 KILO (2)



“ kenapa kalian berbisik sih.... “ suara keras Divya membuat Fajrin menggelengkan kepala.


tib-tiba terdengar suara Nara memanggil Afkar dan setelah itu panggilan terputus.


“ ayang.... itu bukannya suara adik? “ tanya Divya heran.


“ iya..... itu suara adik..... bang sudah ya..... aku balik dulu..... “ ucap Fajrin yang sudah berdiri.


Divya yang masih belum bisa memahami pembicaraan mereka berdua memilih tetap duduk manis di sofa, sedangkan Fajrin sudah berada di dekat pintu.


“ kamu tidak ikut ayang kamu? “ pertanyaan Azkar membuat Fajrin sadar bahwa Divya tidak mengikutinya.


“ tidak sebelum kalian menjelaskan apa itu 26 kilo? “ ucap Divya merajuk sambil melipat kedua tangannya di dada.


Fajrin menghela nafas panjang dan menepuk dahinya.


“ Fajrin kamu jelaskan....... dia tanggung jawabmu bukan tanggung jawabku “ ucap Azkar yang sudah duduk kursi kerjanya.


“ ayo ikut ayang..... ayang jelaskan semua.... “ ajak Fajrin yang sudah membuka pintu ruang kerja Azkar.


Divya menatap Fajrin dengan sedikit curiga.


“ serius..... ayang akan jelaskan semua..... “ ajak Fajrin sekali lagi dan berhasil membuat Divya menurut.


Fajrin mengajak Divya kembali ke ruang kerjanya, Divya menunggu Fajrin mengatakan sesuatu. Fajrin masih bingung dari mana menjelaskan ini semua pada Divya.


“ begini.... Divya tahu nama-nama brand barang-barang yang ada di daftar yang tadi Divya pegang? “ Divya menganggukan kepala menjawab pertanyaan Fajrin.


“ Divya tahu.... berapa nilai total dari semua barang itu? “ kali ini Divya menggelengkan kepala karena memang tidak mengerti harganya.


“ ayang sudah menghitung kalau Afkar bisa mendapatkan itu semua kurang lebih sekian milyar..... bukan masalah mahal atau pun tidak tapi.... Afkar tidak bisa mendapatkannya 2 minggu sebelum jadwal pernikahan kita..... karena barang-barang itu saat ini masih proses produksi dan baru bisa di dapatkan paling cepat awal tahun depan.... dari sini Divya paham atau belum? “ Divya terlihat mengerutkan kulit di antara kedua alisnya.


Sesaat kemudian Divya menggelengkan kepala karena masih belum mengerti arah dari penjelasan Fajrin.


Fajrin menarik nafas panjang memejamkan kedua matanya sesaat.


“ sepertinya keluarga besar Lohia mencoba mempersulit ayang untuk bisa menikahi Divya “ ucap Fajrin dengan cepat dan membuat Divya terkejut hingga membuka mulutnya lebar-lebar.


Divya masih tidak percaya dengan ucapan Fajrin dan menggelengkan kepala menyangkal ucapan Fajrin.


Fajrin paham pasti Divya akan menyangkalnya jadi Fajrin mengambil laptopnya dan menunjukkan beberapa tangkapan layar di laptopnya pada Divya.


“ perhatikan ini.... ini nama barang yang berada di nomor 3 dalam daftar yang Divya baca tadi.... dan ini yang nomor 4 5 6 7..... Divya perhatikan kapan pertama kali mereka mengumumkan desain-desain ini.... dan kapan mulai akan di buatnya..... siapa saja yang sudah memesan semua ini..... dan ini tanggal perkiraan mereka melakukan serah terima pada pemesan barang mereka. “ seketika Divya membulatkan kedua matanya terkejut dengan apa yang Fajrin perlihatkan.


“ maksud ayang.... keluarga Divya sengaja memberikan daftar itu supaya kita tidak bisa menikah dalam waktu dekat atau.... mereka sengaja supaya kita tidak bisa menikah? “ pertanyaan Divya membuat Fajrin memijat pelipisnya.


“ dan ayang tidak bisa tidak menikahi Divya..... ayang sudah terlanjur berjanji pada diri sendiri bahwa ayang harus bisa menghalalkan Divya..... 26 kilo yang tadi ayang bicarakan dengan bang Azkar..... ini maksud ayang “ ucap Fajrin sambil mengetik sesuatu di laptopnya.


Beberapa detik kemudian layar laptop Fajrin menampilkan website PAMP, dan kali ini kedua mata Divya bukan terkejut karena tidak percaya tapi terkejut karena terharu. Divya tidak terkejut karena apa yang Fajrin ganti nilainya 10 kali dari jumlah total nilai barang yang berada dalam daftar nomor 3 sampai akhir.


“ ayang.... ini berlebihan.... Divya hanya ingin ayang.... tidak butuh ini semua.....” ucap Divya terharu karena Fajrin memperjuangkan dirinya di hadapan keluarga besarnya.


“ tadi ayang sudah tanya sama Divya..... mahar apa yang menurut Divya tidak membuat ayang merasa berat untuk memenuhinya dan tidak merendahkan ayang di mata keluarga besar Divya..... dan ini jawaban dari pertanyaan ayang tadi..... “ ucap Fajrin sambil memperlihatkan batangan berwarna kuning dengan cetakkan bertuliskan 1 kilo 99,999 PAMP Swiss.


Divya semakin terharu dengan mahar pilihan Fajrin yang jauh dari perkiraannya, Divya meneteskan air mata tidak percaya bahwa Fajrin akan memberinya mahar yang nilainya 10 kali dari total daftar barang-barang yang keluarga besarnya inginkan.


Fajrin berlutut di depan Divya.


“ pegang janji ayang..... kali ini apa pun akan ayang lakukan untuk menghalalkan Divya..... ayang tidak perduli berapa pun uang yang harus ayang habiskan untuk menghalalkan Divya..... ayang akan keluarkan demi Divya “ ucap Fajrin semakin membuat Divya terharu dan meneteskan air mata.


“ ayang ini terlalu banyak..... ini saja cukup..... “ ucap Divya pelan sambil menunjukkan jari jemari tangan kanannya.


Fajrin tersenyum gemas mendengar permintaan Divya.


“ ayang sudah terlanjur bilang 26 pada bang Azkar dan bang Azkar juga sudah bilang ke Afkar..... tidak bisa di tarik lagi “ ucap Fajrin dengan gemas melihat Divya yang cemberut.


Apa yang Fajrin lakukan saat ini berlutut di depan Divya menarik perhatian para timnya.


“ wa..... pak Fajrin tidak keren..... melamar wanita cantik tidak di tempat yang romantis.... “ ucap Cahyo membuat Gultom menarik rambutnya.


“ sok tahu kamu....... siapa tahu pak Fajrin bukan melamar tapi sedang berunding mahar apa yang wanita itu inginkan. “ ucapan Irvan masuk akal bagi Gulton.


“ kalau pak Fajrin menikah dengan model itu.... aku ihklas jadi groomsman pak Fajrin.... “ celetuk Ryan membuat Irvan dan Cahyo melihatnya dengan heran.


“ model....? model apa? “ tanya Cahyo ingin tahu maksud Ryan.


“ apa kalian lupa.... wanita itu wanita yang sama yang kita lihat waktu project phu quoc.... hanya sekarang sudah berhijab.... aku yakin.... dia pakai hijab biar bisa menikah sama pak Fajrin. “ jelas Ryan dengan penuh percaya diri.


Pada akhirnya semua pria mendekati Ryan untuk membicarakan pemikirannya dan dia saat mereka sibuk membicarakan Divya, tanpa mereka sadari Fajrin sudah berdiri di antar mereka dan mendengarkan pemikiran mereka.


“ jadi kalian mau jadi pendampingku.... kalau aku menikah nanti? “ ucap Fajrin tiba-tiba.


“ tentu saja kami mau.... “ dengan spontan dan hampir bersamaan mereka menjawab ucapan Fajrin.


Seketika mereka sadar bahwa Fajrin sudah berada di antara mereka, semua orang tertunduk malu. Fajrin sama sekali tidak tersinggung dengan apa yang mereka bicarakan tapi tersenyum senang.


“ berarti semua sudah beres..... kalian masing-masing bawa maharku...... Divya.... mereka yang akan membawa 26 kilo.... “ ucap Fajrin dengan tersenyum dan melangkah mendekati Divya.


Semua staff Fajrin saling melihat satu sama lain mencoba memahami apa kata 26 kilo dari mulut Fajrin.