My Woman's Desires (Part Of Divya And Fajrin)

My Woman's Desires (Part Of Divya And Fajrin)
BAB 147 KEPUTUSAN BERAT



Dengan rasa takut dan kuatir, Jason memberanikan diri berbicara sedikit keras berharap Davis akan mendengar apa yang dia katakan.


“ Sir.... our stock of several subsidiaries fell down (tuan..... saham beberapa anak perusahan turun) “ suara keras bergetar Jason berhasil menarik perhatian Davis.


“ what did you say (apa yang kamu katakan) “ bentakan Davis membuat Jason tertunduk.


Jason tidak berani menjawab ucapan Davis dan hanya menyodorkan Tablet yang dia pegang sedari tadi, belum sempat Davis mengamati detail apa yang terlihat di layar tablet. tiba-tiba ponselnya dengan nomor Canada berdering begitu juga dengan ponsel Jason dan ponsel orang tangan kanan Davis yang saat ini masih menahan Ditya. Davis dan orang tangan kanannya hampir bersamaan menerima panggilan itu, mereka berdua seketika menjadi terkejut panik dan membulatkan kedua mata tidak percaya dengan apa yang di katakan penelpon. Davis mengambil kasar Tablet yang sedari tadi Jason pegang dan mengamati pergerakan saham mereka di pasar saham New York dan Canada, Davis mengabaikan ponselnya yang berdering membuat Jason terpaksa menerimanya dan mengatakan bahwa Davis sedang mengatasi masalah saham saat ini.


“ sir.... the stocks of all our companies are decreasing slowly.... many are selling.... (tuan.... saham semua perusahaan kita mengalami penurunan secara perlahan.... banyak yang melakukan aksi jual....) “ ucap orang tangan kanan Davis di Montreal.


Davis geram, masalah pemblokiran akun perbankan belum selesai muncul masalah lagi. Davis tertunduk berpikir keras apa yang akan di lakukan untuk menyelamatkan perusahaan tanpa harus membuat kedua anaknya terluka. Mengabaikan Jason yang mulai kesulitan menenangkan para pemegang saham, komisaris, juga Direksi yang menghubungi ponsel Davis juga ponselnya.


“ Alex.... take back all the facilities that Ditya has received from the company as well as from me, take all his banking accounts and credit cards..... and take him to deepwater island (Alex.... tarik kembali semua fasilitas yang selama ini Ditya dapat dari perusahaan juga dariku, tarik semua akun perbankan dan kartu-kartu kreditnya..... dan bawa dia ke pulau deepwater) “ suara Davis yang terdengar tegas seketika menjadi pelan saat menyebutkan nama sebuah pulau.


Ditya berusaha melepaskan diri dari cekalan tangan kedua pengawal dan berusaha keras menolak perintah Davis, saat mendengar nama pulau deepwater seketika kaki Ditya lemas. Pulau kecil tanpa fasilitas listrik dan air bersih, pulau pengasingan yang sangat di takuti para keturunan Lohia.


Alex segera melakukan perintah Davis


“ Jason.... sent that two bodyguards to keep an eye on Ditya while on the deepwater island..... Ditya's trusted people who had caused trouble at the restaurant returned to their neighbours, restrict all access and always watch over them do no let their make contact with Ditya again (Jason.... kirim 2 pengawal tadi untuk mengawasi Ditya selama berada di pulau deepwater..... orang-orang kepercayaan Ditya yang sudah membuat masalah di restauran itu kembalikan ke lingkungan asal, batasi semua akses mereka dan selalu awasi mereka jangan sampai mereka membuat kontak kembali dengan Ditya.) “ ucapan tegas dan dingin Davis semakin membuat Jason merinding.


“ as a father....I feels that I've failed educate my own son and make them become selfish people, they become people who don't think long before deciding to do what's in their brains.... I already sent my son who threaten your brother exile until he is willing to apologize to both of you, as long as he doesn't want to apologize he will stay in exile. The people who have caused trouble at the restaurant, I'll return them to their environment, limiting social access and also cutting off their relations with my child. I'm sorry for my failed education..... please unblock the company's banking account and restore the company's stock price. (sebagai seorang ayah.... om merasa gagal mendidik anak-anak om dan membuat mereka menjadi orang-orang yang egois, orang-orang yang tidak berpikir panjang sebelum memutuskan melakukan apa yang ada di otaknya.... om sudah mengirim anak om yang mengancam kakak kamu ke pengasingan sampai dia bersedia meminta maaf pada kalian berdua, selama dia belum mau meminta maaf dia akan tetap berada di pengasingan. Orang-orang yang sudah berbuat keonaran di resturan itu, om kembalikan ke lingkungannya membatasi akses sosial juga memutus hubungan dengan anak om.... maafkan om yang telah gagal mendidiknya.... om mohon buka blokir akun perbankan perusahan dan pulihkan kembali harga saham perusahan.) “ ucap Davis yang pelan-pelan turun dari sofa dan menunduk berlutut tepat di samping meja depan sofa.


Divya menjadi terharu dan meneteskan air mata membuat Fajrin tidak tega melihat Davis berlutut dan berdiri dari sofa berlutut di depan Davis.


“ dad....please forgive my sister's anger....forgive me for not being able to handle my sister's anger....forgive me for choosing your daughter to be the only woman that I wanted to keep until my last breath. (papi.... maafkan kemarahan adikku.... maafkan Fajrin tidak mampu menahan amarah adik.... maafkan Fajrin yang sudah memilih putri papi menjadi satu-satunya wanita yang ingin Fajrin jaga hingga nafas terakhir ini.) “ ucapan Fajrin yang tulus membuat Davis yang sedari tadi kesulitan menelan ludah menjadi meneteskan air mata.


Seketika Davis memeluk Fajrin, Fajrin berusaha pelan-pelan melepas pelukan Davis dan mengajaknya kembali duduk di sofa. Divya mengikuti apa yang Fajrin lakukan yaitu menenangkan Davis, Fajrin menggenggam erat tangan kanan Davis dan melihat ke LCD yang masih terhubung dengan Nara juga Montreal.


“ dik.... maafkan orang itu, buka blokir semua akun perbankan yang sudah adik blokir.....dan kembalikan harga saham perusahan mereka “ ucapan pelan Fajrin membuat Nara tidak bisa menolak.


Hanya dalam hitungan kurang dari dua menit, Jason mau pun Alex mendapatkan notifikasi bahwa semua akun perbankan yang di blokir sudah terbuka semua begitu juga dengan harga saham perusahaan mereka yang kembali ke harga semula. Alex dan Jason masih memeriksa akun perbankan dan saham mereka yang kembali normal, tanpa mereka berdua sadari mereka sudah menarik nafas panjang hampir bersamaan.


“ sir.... all of our company's banking accounts have returned to normal as well as our stock prices.... but.... (tuan.... semua akun perbankan perusahaan kita sudah kembali normal begitu juga dengan harga saham kita.... tapi.... ) “ ucapan Alex terhenti tidak berani melanjutkan.


“ but what (tapi apa)? “ tany Davis pelan.


“ access for young master Ditya to the company's banking account, all of young master's cards and even Young Master Ditya's personal banking account is in frozen state with an unspecified time limit.... as well as the other assets (akses tuan muda Ditya pada akun perbankan perusahan, semua kartu tuan muda bahkan akun perbankan pribadi tuan muda Ditya dalam status di bekukan dengan batas waktu tidak di tentukan.... begitu juga dengan asset-asset yang lain) “ jelas Jason sambil menunjukkan semua akun perbankan dan asset yang terlarang bagi Ditya.