My Woman's Desires (Part Of Divya And Fajrin)

My Woman's Desires (Part Of Divya And Fajrin)
BAB 122 GALAU



Sampai di Jakarta, Divya menuruti perintah Davis untuk tidak menemui Fajrin selama Divya belum memahami maksud dari setiap ucapan dan sikap Fajrin padanya. Sudah 3 hari sejak sampai di Jakarta Divya menahan diri untuk tidak mengirim pesan atau pun menghubungi Fajrin. Tapi saat masuk waktu Sholat, Fajrin selalu mengirim pesan singkat mengingatkan Divya untuk Sholat.


“ ayang.... ayang masih saja mengirim pesan seperti ini..... apa ayang tidak kangen sama Divya? Apa yang tidak bisa mengirim pesan yang lain?“ gumam Divya dalam hati.


“ kalau Divya tidak bisa berubah, apa ayang tetap bertahan seperti ini? Atau ayang akan pergi? “ gumam Divya dalam hati.


Otaknya yang berpikir keras seperti berperang melawan perasaannnya, saat ini Divya tidak bisa memilih salah satu dari dua hal yang bertolak belakang. Divya ingin mendapatkan kedua-duanya apalagi setelah pulang dari Bangkok, Divya mendapat kabar bahwa sebuah agensi yang menangani kontrak model Victoria's Secret sedang mempertimbangkan Divya sebagai salah satu model yang akan berjalan di catwalk untuk musim depan.


Divya semakin gamang dan bingung antara karir dan cinta, bila memilih karir yang selama ini menjadi impiannya maka akan semakin panjang dan berliku perjalanan cintanya. Bila memilih cinta maka impian dan cita-cita yang selama ini menjadi pemicu semangatnya untuk terus berkarir di dunia model akan terlewatkan begitu saja tanpa kesan tanpa ada sesuatu yang bisa dia banggakan. Menjadi salah satu model Victoria's Secret adalah suatu kebanggaan tersendiri bagi seorang model begitu juga dengan Divya, bukan hanya akan menaikkan karirnya tapi juga akan di kenal di seluruh dunia.


Divya melangkah keluar kamar dengan perasaan campur aduk tidak menentu, otaknya tidak mampu berpikir dengan logika. Divya melangkah mencari Davis di setiap ruangan, tapi tak menemukan Davis sama sekali.


“ miss are you looking for master (apa nona mencari tuan)? “ tanya Jason ragu.


Divya menganggukan kepala menjawab pertanyaan Jason.


“ master is in the back garden talking to Liam (tuan ada di taman belakang sedang berbicara dengan Liam) “ mendengar ucapan Jason, Divya langsung berlari kecil menuju taman belakang mencari Davis.


Divya melihat Davis sedangkan duduk bersama Liam, terlihat Liam sedang menunduk sementara Davis berbicara sesuatu. pelan-pelan Divya mendekati mereka.


“ pi..... papi ada waktu tidak? “ tanya Divya dengan suara pelan dan terdengar sangat ragu.


Davis dan Liam yang mendengar suara Divya segera melihat ke arah Divya, mereka terkejut melihat penampilan Divya yang terlihat berantakan


“ Liam....thank you....you can go....it seems that may daughter wants me to solve the problem (Liam.... terima kasih.... kamu bisa pergi.... sepertinya putrinya ingin aku memecahkan masalahnya). “ ucapan Davis membuat Liam berdiri dari gazebo dan melangkah pergi melewati Divya.


“ miss (nona) “ salam Liam saat melewati Divya.


Divya segera duduk di sebelah Davis dan menarik nafas panjang.


“ ada apa? Kenapa terlihat kusut seperti ini? Apa hanya karena 3 hari tidak bisa bertemu Fajrin kamu jadi seperti ini? “ suara pelan Davis yang terdengar hangat menbuat Divya menyandarkan kepalanya di bahu kanan Davis.


“ pi..... kemarin Divya dapat berita dari Arbab.... agensi Victoria's Secret sedang mengamati Divya, mempertimbangkan Divya untuk berada di catwalk mereka musim depan..... “ ucapan Divya terhenti dan terlihat Divya menarik nafas panjang.


“ kamu senang mereka mengamati kamu? Apa Victoria's Secret adalah impian terbesar kamu selama ini? Apakah menjadi salah satu model Victoria's Secret adalah cita-cita kamu selama ini? “ Divya menjawab pertanyaan Davis hanya dengan menganggukan kepala saja.


Davis menarik nafas panjang, mulai memahami kegalauan Divya.


“ kalau kamu mendapatkan kontrak itu, apa kamu yakin Fajrin masih akan mau melihat kamu? Apa kamu yakin Fajrin masih mau menghubungi kamu? “ Divya menjawab pertanyaan Davis dengan menggelengkan kepala.


Kembali Davis menarik nafas panjang, menjadi tidak mengerti pola pikir putrinya.


“ Divya sudah tahu apa resikonya bila memilih salah satu dia antara dua pilihan, tapi kenapa masih bingung? Kenapa masih ragu? “ pertanyaan Davis membuat Divya menegakkan kepalanya dari bahu Davis.


“ tidak bisakah Divya memilih semua? Kenapa harus salah satu? “ Davis menarik nafas panjang dan melihat jauh kedepan.


“ kalau pria yang kamu suka adalah seperti salah satu anak dari rekan bisnis papi, pasti mereka akan sangat mendukungmu untuk menjadi salah satu model Victoria's Secret. Tapi ini berbeda bila pria yang kamu suka adalah pria yang selalu menjaga batasnya, pria seperti ini tidak akan mau miliknya dilihat banyak orang apa lagi yang melihat bukan hanya satu dua orang tapi ratusan orang bahkan jutaan orang. “ jelas Davis membuat Divya semakin gamang dan bingung.


Davis mengetik sesuatu di ponselnya dan menunjukkan pada Divya.


“ inikan yang menjadi impian kamu “ ucap Davis sambil menunjukkan layar ponselnya yang ternyata memperlihatkan rekaman para model Victoria's Secret sedangkan berjalan di atas catwalk.


Divya menganggukan kepala menjawab pertanyaan Davis, dengan isyarat tangan Davis memanggil Liam juga Jason. Mereka dengan sigap melangkah dengan langkah lebar mendekati Gazebo.


“ is master calling us (tuan memanggil kami)? “ tanya Jason sambil sedikit menunduk memberi hormat.


Davis menunjukkan rekaman video para model yang berjalan di atas catwalk yang hanya mengenakan underwear yang bahkan hampir terlihat area sensitif mereka.


“ What do you think (bagaimana menurut kalian)? “ pertanyaan sederhana yang cukup membuat Liam juga Jason bingung menjawabnya.


Mereka saling melihat satu sama lain.


“ beautiful.... sexy.... slim (cantik.... seksi.... langsing) “ ucap Jason bingung.


“ beautiful (cantik) “ jawab Liam singkat.


“ If your woman was one of these models, how would you feel (kalau wanita kalian adalah salah satu dari model ini, bagaimana perasaan kalian)? “ pertanyaan Davis seketika membuat Liam dan Jason terdiam seribu bahasa.


“ why are you silent, can't you answer it or are you embarrassed have a woman who shows that should be only you see it but this can be seen by hundreds or even thousands of pairs of eyes (kenapa diam, apa kalian tidak bisa menjawab atau kalau malu memiliki wanita yang memperlihatkan apa yang seharusnya hanya kalian lihat tapi bisa di lihat ratusan bahkan ribuan pasang mata)? “ Liam yang sangat tahu impian Divya hanya bisa menunduk diam seribu bahasa.


Sedangkan Jason terlihat gugup juga tidak suka.


“ I think I've had enough of your answers (sepertinya aku sudah cukup mendapatkan jawaban kalian) “ ucap Davis dan dengan isyarat tangan menyuruh mereka menjauh.


Liam dan Jason kembali ke tempat mereka semula.


“ malam ini berdandanlah yang cantik, pakai pakaian yang kamu suka dan ajak Fajrin kemari untuk makan malam, papi ingin melihat bagaimana sikap dia “ ucapan Davis membuat Divya senang bahagia juga bingung.


“ apa papi merencanakan sesuatu? “ tanya Divya heran.


“ tidak.... papi hanya ingin mengenalnya saja" jawab Davis singkat.


Davis tidak ingin Divya tahu bahwa dia sudah mengamati sosok Fajrin yang sebenarnya.