
Arbab masih saja cemas menunggu hasil penyelidikan dari Ben, dia membaca setiap informasi di media online terkait dengan Divya. Saat Arbab berusaha membuat berbagai kemungkinan yang akan terjadi dalam beberapa hari kedepan terkait kontrak kerja juga karir Divya, seseorang mengetuk pintu ruangannya.
“ what do you get (apa yang kamu dapat)? ” tanya Arbab yang sudah tidak sabar.
“ I've contacted several Surendra construction branch offices and asked for information about him but they all said the same thing (saya sudah menghubungi beberapa kantor cabang kontruksi Surendra dan menanyakan informasi tentang orang ini tapi mereka semua mengatakan hal yang sama) ” ucap Ben sedih.
“ what they said (mereka mengatakan apa)? ” tanya Arbab semakin ingin tahu.
“ they can’t give us any information regarding all profile of Surendra employees without permission of the HRD Vice President and profile about this man we can get if they're CEO give the permissions (mereka tidak bisa memberikan informasi apa pun terkait semua data para karyawan Surendra tanpa seizin Vice President HRD dan data tentang orang ini hanya bisa kita dapatkan bila CEO mengizinkan). ” Penjelasan Ben semakin membuat Arbab pening.
“ why does only one employee's profile need a CEO's permission..... is he an important person in Surendra Corp (kenapa hanya profile satu pegawai saja harus izin seorang CEO..... apa dia orang penting di Surendra Corp)? ” tanya Arbab.
“ it seems so .... and I have tried to contact and even make an appointment to be able to just talk on the phone with their CEO but so far no response from them (sepertinya begitu.... dan saya sudah mencoba menghubungi bahkan membuat janji untuk bisa sekadar berbicara melalui telepon dengan CEO mereka tapi sampai hari ini belum ada jawab dari mereka) " jelas Ben semakin membuat Arbab pusing.
“ ok I’ll find out by myself (baiklah aku akan mencari tahu sendiri) " ucap Arbab dan menyuruh Ben untuk keluar.
“ Who exactly is this man....there is little information that I can get.....it seems that all information related to this man's profile was intentionally confident by their CEO (Siapa sebenarnya pria ini.... hanya sedikit informasi yang bisa aku dapatkan..... sepertinya semua informasi terkait profile pria ini sengaja di rahasiskan oleh CEO mereka).” Gumam Arbab sambil berjalan mondar-mandir tidak jelas di dalam ruangannya.
Sejak berita tentang Fajrin bergulir, Azkar memberikan instruksi langsung kepada semua staff juga karyawan kontrak Surendra agar tidak membuka profile data apa pun setiap staff dan karyawan kontrak mana pun tanpa persetujuan Vice president HRD dan beberapa informasi staff tertentu harus ada persetujuan dari CEO Surendra. Sejak itu semua staff dan karyawan kontrak tidak berani memberikan informasi apa pun kepada para wartawan yang berusaha mencari tahu tentang Fajrin, karena profile data Fajrin termasuk salah satu profile yang hanya bisa di ketahui orang luar bila CEO sudah memberi izin.
Arbab mencoba berkali-kali menghubungi Surendra kantor cabang India untuk mencari informasi tentang pria yang membawa Divya, tapi Arbab hanya mendapatkan jawabanya yang sama bahwa profile semua pegawai Surendra India tidak bisa keluar tanpa seizin Vice President HRD Arbab mencoba menghubungi langsung Vice President HRD Surendra di kantor pusat Surendra Corp Jakarta. Dan lagi-lagu Arbab mendapatkan jawaban penolakan yang sama bahkan lebih menyakitkan dari yang dia pikirkan.
Di lokasi Project hanya para pekerja tertentu saja yang dapat berbicara dengan Fajrin karena semua desain tentang project ini sudah sangat di pahami oleh tim India mau pun tim Jakarta jadi bila ada pekerja yang tidak paham maka cukup membicarakannya dengan tim India atau tim Jakarta. Tapi para pekerja lebih sering menanyakannya pada tim India karena para pekerja itu tidak bisa berkomunikasi dengan tim Jakarta, mereka terkendala oleh bahasa.
Setiap kali orang kepercayaan Arbab melihat para pekerja yang menurutnya memiliki bentuk tubuh yang hampir sama dengan gambar yang dia bawa, maka dia akan mengikuti orang itu diam-diam dan berusaha mencocokkan dengan gambar yang dia bawa. Meskipun berkali-kali dia mengikuti orang-orang yang menurutnya menyerupai sosok di gambar headline yang dia bawa tapi berkali-kali dia kecewa karena setelah mengamati berhari-hari ternyata sosok orang yang dia ikuti berbeda dengan gambar headline yang dia bawa.
Fajrin sudah kembali bekerja seperti biasa tanpa kuatir akan adanya orang yang memburunya karena kantor Surendra cabang India sudah mengkonfirmasi tidak memberikan informasi apa pun terkait dirinya. Karena cuaca yang cukup panas dan terik, Balraj membawakan makan siang dan minuman dingin untuk makan siang tim India dan Jakarta.
“ guys pay attention to that man..... these few days he's been asking questions and following the workers (kalian perhatikan orang itu..... beberapa hari ini dia sering bertanya dan mengikuti para pekerja) ” ucap Balraj sambil menunjukkan orang kepercayaan Arbab.
“ I wonder what he's holding on to (aku ingin tahu apa yang dia pegang itu)? ” Ucap Irvan dengan tatapan tajam pada orang itu.
“ sir.... a few days ago the branch office got a call from someone asking about you and we have closed all information about you (pak.... beberapa hari lalu kantor cabang mendapatkan telepon dari seseorang menanyakan tentang bapak dan kami sudah menutup semua informasi tentang bapak) " ucapan Vikas membuat tim Jakarta melihatnya dengan heran.
“ what for (untuk apa)? ” tanya Fajrin heran.
“ according to one of my brothers who works in online magazine, lately journalists also freelance news hunters are focused on finding the man who is in the news scandal of Divya Prakash the supermodel (menurut salah satu saudara saya yang bekerja di media online, sekarang ini para wartawan juga pemburu berita paruh waktu sedang fokus mencari pria yang berada di berita skandal supermodel Divya Prakash).” Ucapan Purdy membuat kepala Fajrin mulai pening kembali.
“ we’re all Surendra staff will not share any information about you..... there is a direct instruction from the CEO prohibited to give any information related to the data of all Surendra staff anywhere and anyone (kami para staff Surendra tidak akan membagikan informasi apa pun tentang bapak..... ada instruksi langsung dari CEO dilarang memberikan informasi apa pun terkait data seluruh Surendra dimana pun dan siapa pun). ”ucap Jatinra penuh percaya diri.