My Woman's Desires (Part Of Divya And Fajrin)

My Woman's Desires (Part Of Divya And Fajrin)
BAB 83 KONFERENSI PRESS (2)



Beberapa menit kemudian Elena memutar layar laptop dan memperlihatkan pada para wartawan rekaman sosok Fajrin saat mengenakan sarung tangan berlutut di hadapan Divya hingga beranjak meninggalkan unit Divya.


Divya melihat rekaman yang Elena tampilkan dengan tatapan tidak percaya bahwa Elena akan merekam semua itu dengan jelas bahkan Elena membesarkan volume suara laptop agar para wartawan dapat dengan jelas mendengar apa yang Fajrin juga Divya katakan. Para wartawan semakin tidak sabar untuk bertanya pada Divya tentang sosok Fajrin, yang pada akhirnya setelah rekaman mereka selesai Elena memberi kesempatan beberapa wartawan untuk bertanya.


“ where do you know your lover (dimana kamu mengenal kekasihmu itu)? “


“ Is it true that he is working on a project in Jaipur (apa benar dia sedang mengerjakan project di Jaipur)? “


“ how do you maintain communication with your lover, refer to your current position in New Delhi while he is in Jaipur (bagaimana kamu menjaga komunikasi dengannya, sedangkan posisimu saat ini berada di New Delhi sedangkan dia berada di Jaipur)? “


“ does he love you like you love him (apakah dia mencintaimu seperti kamu mencintainya)? “


“ can you contact him now? We want him to answer some of our questions regarding your relationship.... because I still can't believe that a Divya Prakash with a glamorous lifestyle can be in a relationship with an ordinary guy (bisakah kamu menghubunginya sekarang? Kami ingin dia menjawab beberapa pertanyaan dari kami terkait hubungan kalian.... karena saya masih tidak bisa percaya bahwa seorang Divya Prakash dengan gaya hidup glamor bisa menjalin hubungan dengan pria dari kalangan biasa) “ Divya merasa ucapan wartawan ini seperti meremehkan dirinya.


“ thanks for the question. Give Divya a chance to answer these five questions (terima kasih untuk pertanyaannya. Beri Divya kesempatan untul menjawab lima pertanyaan ini) “ ucap Elena sedikit keras karena para wartawan semakin berebut untuk mengungkapkan pertanyaannya.


Elena berbisik pada Divya untuk menghubungi Fajrin, tapi Divya tidak mau mengingat saat ini baru awal-awal jam istirahat Fajrin dan biasanya Fajrin akan makan siang juga sholat Dhuhur.


“ in fifteen minutes I will try to contact him. because at this time he was having lunch and fulfilling the obligation of the Dhuhur prayer (lima belas menit lagi saya akan coba menghubungi beliau. karena saat ini beliau sedang makan siang dan menunaikan kewajiban sholat Dhuhur) “ wartawan seketika terdiam mendengar ucapan Divya.


Mereka saling berbisik menduga-duga sosok Fajrin yang berbeda jauh dengan sosok Divya yang selalu terlihat glamor.


Divya mulai menjawab satu persatu pertanyaan tadi, dimana Divya mengenalnya bagaimana mereka berdua berkomunikasi untuk menjaga hubungan jarak jauh ini dengan jadwal Divya yang padat juga kesibukan Fajrin yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Belum sempat Divya menjawab pertanyaan yang ke empat, seorang wartawan sudah menyela dan mengingatkan bahwa waktu lima belas menit sudah berakhir serta meminta Divya untuk menghubungi Fajrin.


Menarik nafas panjang Divya mengirim pesan pada Fajrin dan menunggu balasan dari Fajrin, setelah menunggu kurang lebih dua menit Divya tersenyum karena Fajrin membalas pesannya. Belum sempat Divya menekan nama Fajrin, ponselnya berdering dan Divya segera memperlihatkan layar ponselnya pada wartawan.


Sementara saat ini Fajrin sedang berdiskusi dengan Irvan dan Gultom juga tiga orang tim India yang mengawasi pembangunan di sisi selatan dan barat.


“ Assalamu'allaikum kak “ salam Divya yang sudah menerima panggilan telepon Fajrin dan menekan tombol loudspeaker.


Divya dan semua orang yang berada di dalam ruangan terdiam dan hanya mendengarkan suara Fajrin yang menjelaskan sesuatu pada kedua rekannya.


“ Make sure that this side can withstand vibrations according to the data you hold.... I have tested with this application and it should be with this structure that it can withstand the vibration limit that I have set. Do you understand the details of this picture? (Usahakan sisi ini bisa menahan getaran sesuai dengan data yang kalian pegang.... saya sudah menguji dengan aplikasi ini dan seharusnya dengan struktur ini bisa bertahan sampai batas getaran yang sudah saya tentukan. Apa kalian sudah paham dengan detail dari gambar ini?) “ suara Fajrin yang terdengar jelas oleh semua wartawan membuat mereka berbisik-bisik kembali tentang sosok Fajrin.


Setelah terdengar suara dua orang ijin kembali ke project, Divya memberanikan diri berbicara.


“ apa sekarang Divya bisa menganggu waktu kak Fajrin sebentar? “ tanya Divya.


“ tentu, ada apa? “ ucap Fajrin singkat.


Para wartawan yang tidak mengerti ucap Divya hanya bisa berbisik-bisik.


“ Kak, Divya is doing a press conference and now there are so many journalists who want to know about you. Are you willing to answer their questions? (kak, Divya sedang melakukan konferensi press dan sekarang ini banyak wartawan yang ingin tahu tentang kak Fajrin. Apa kak Fajrin bersedia menjawab pertanyaan mereka?) “ tanya Divya membuat para wartawan sudah tidak sabar ingin bertanya pada Fajrin.


“ ok, but one question one answer (baiklah, tapi satu pertanyaan satu jawaban) “ ucap Fajrin yang sudah mengenakan earphone dan menyimpan ponselnya di saku lengan kirinya.


“ do you love Divya as Divya told us (apakah anda mencintai Divya seperti yang Divya ucapan pada kami)? “ pertanyaan wartawan ini membuat Fajrin menghentikan kedua tangannya yang sibuk menulis sesuatu di kertas.


“ Love doesn't have to be expressed in words, with giving attention and showing attitude when I was around her.... I think it's already a form of love. (Cinta tidak harus di ungkapkan dengan kata-kata, dengan memberi perhatian dan menunjukkan sikap saat sedang berada di dekatnya.... saya rasa itu sudah salah satu bentuk cinta) “ para wartawan tidak puas dengan jawaban Fajrin karena menurut mereka itu jawaban diplomatis.


“ your answer is too diplomatic, we want to be sure whether you love Divya or just Divya who loves you (jawaban anda terlalu di plomatis, kami ingin kepastian apakah anda mencintai Divya atau hanya Divya saja yang mencintai anda)? “ tanya seorang wartawan dan sukses membuat Fajrin menyandarkan punggungnya di kursi kayu.


Fajrin terdiam tidak bisa berkata-kata karena dia sendiri tidak yakin dengan apa yang dia rasakan kalau pun dia bisa mencintai Divya, dia terlalu takut untuk menghadapi penolakan lagi dari orang-orang terdekat Divya terutama wali nikah Divya. Fajrin menarik nafas panjang hendak menjawab pertanyaan tersebut, tapi tiba-tiba dia di kejutkan oleh dua orang yang mendekati lokasi project tanpa menggunakan helm dan sepatu keselamatan kerja.


“ fine....hopefully my answer satisfies you guys..... I.... hey you two don't stand there without a helmet and safety shoes (baiklah.... semoga saja jawaban saya membuat kalian puas..... say...... hei kalian berdua jangan berdiri di sana tanpa helm dan sepatu keselamatan kerja) “ suara Fajrin yang terdengar pelan dan tenang tiba-tiba menjadi keras dan seperti sedang berlari.