My Woman's Desires (Part Of Divya And Fajrin)

My Woman's Desires (Part Of Divya And Fajrin)
BAB 74 RESIKO



Divya merasakan sentuhan hangat tangan Fajrin di pinggang kirinya membuat rasa aneh muncul di area sekitar perutnya.


“ bukan kakak terlalu ingin ikut campur dalam karir kamu tapi kakak menghargai dan ingin menjagamu seperti yang kakak lakukan pada Nara adikku. “ bisik Fajrin tepat di belakang telinga kanan Divya dan membuat pemilik telinga merasakan hembusan nafas yang hangat.


“ Divya tetap akan mencintai kakak sampai kapan pun.... Divya akan membuat kakak jatuh cinta hanya pada Divya. “ ucapan Fajrin bukan membuat Divya patah hati tapi semakin membuat Divya semangat untuk membuat Fajrin mencintainya.


“ kak.... beri Divya kesempatan untuk membuat kakak mencintai Divya. “ ucap Divya pelan sambil memalingkan wajah menatap raut wajah Fajrin sisi rahang kiri.


Tapi ucapan Divya tidak terdengar jelas oleh Fajrin karena posisi mereka saat ini sudah berada di dalam ballroom yang penuh dengan tamu undangan juga suara musik khas India.


“ sekarang ini lakukan apa yang menurut kamu nyaman dan baik, tapi setelah Divya menemukan seseorang yang membuat Divya merasa nyaman..... berusahalah menjaga diri kamu sendiri dan juga menghargai perasaan orang itu “ kembali Fajrin menasehati Divya.


Divya merasa bahwa apa yang Fajrin ucapkan adalah sebagai jawaban dari ucapannya. Mereka masih berjalan pelan mengikuti arus antrian untuk mengucapkan selamat kepada kedua mempelai, saat mereka sudah berada tidak jauh dari posisi Rohit berdiri seketika Divya merubah posisinya yang semula berada di depan Fajrin langsung berpindah di belakang Fajrin. Dengan kembali menggenggam erat tangan kiri Fajrin membuat Fajrin sadar bahwa Divya masih belum sepenuhnya melupakan perlakuan Rohit.


Fajrin menarik tangan kiri Divya dengan tangan kanannya dan meminta Divya untuk menggenggam lengan kiri atas Fajrin, Divya mengerti maksud Fajrin dan segera melakukan apa yang Fajrin minta begitu juga dengan tangan kiri Divya. Divya segera menggenggam lengan kiri bawah Fajrin dengan tangan kirinya, Fajrin merasakan hal itu dan melihatnya sesaat.


“ sama seperti adik “ gumam Fajrin dalam hati sambil tersenyum tipis.


Tepat di depan Rohit, Fajrin kembali berjabat tangan dan sekali lagi mengucapkan selamat atas pernikahan mereka. Divya hanya menjabat tangan dan memeluk mempelai wanita serta mengabaikan Rohit, saat Fajrin hendak melangkah menjauh tiba-tiba Krishna mendekatinya dan meminta Fajrin untuk berfoto dengan kedua mempelai. Tentu saja Fajrin tidak bisa menolak saat seorang pengarah gaya meminta Fajrin berdiri di samping mempelai wanita dengan Divya masih mengikuti Fajrin. Membuat pengarah gaya sedikit memaksa Divya untuk berdiri di sebelah Rohit tapi saat tangan pengarah gaya itu mencoba menyentuh tangan Divya, Fajrin segera memberi isyarat tangan agar pengarah gaya itu menjauhkan tangannya dari Divya dan membiarkan Divya berdiri di dekatnya.


Akhirnya mereka berfoto dengan Divya berdiri di sebelah mempelai wanita dan Fajrin di sebelah Rohit.


“ You already have a woman that you have to look after for the rest of your life. So forget it and stay away from Divya (anda sudah memiliki wanita yang harus anda jaga seumur hidup anda. Jadi lupakan dan jauhi Divya) “ bisik Fajrin pada Rohit.


Membuat Rohit harus menahan emosinya karena tamu undangan yang hadir adalah seluruh rekan bisnis Kaylan Silk juga Kaylan Jewellery. Rohit tidak ingin memancing keributan di acara ini yang bisa mengakibatkan dirinya kehilangan posisi di Kaylan Silk.


Fajrin mengulurkan tangan kirinya pada Divya, membuat Divya mulai terbiasa dengan tangan itu dan tersenyum manis melangkah mendekati Fajrin. Mereka berjalan bergandengan tangan di antara para tamu undangan, tanpa mereka berdua sadari bahwa apa yang mereka lakukan sebenarnya menarik perhatian beberapa orang.


“ you must be Divya Prakash, the famous model (anda pasti Divya Prakash, model yang terkenal itu)? “ tanya seorang tamu wanita.


“ so Elena is not lying that today Divya Prakash will wear my designed gwon (jadi elena benar tidak berbohong kalau hari ini Divya Prakash akan memakai gaun rancanganku) “ ucap Wanita itu sambil menyentuh kain yang Divya pakai.


“ this is yours.....thank you for lending me this gown (ini milik anda..... terima kasih sudah meminjamkan gaun ini) “ ucap Divya dengan sopan.


“ I made it for you on purpose, but just today Elena contacted me. Can I take a picture with you two (aku sengaja membuatnya untukmu, tapi baru hari ini Elena menghubungiku. Bisakah aku berfoto dengan kalian berdua?) “ pertanyaan wanita itu sukses membuat Fajrin gugup dan salah tingkah karena baru kali ini seseorang memintanya berfoto.


Seorang pria yang bersama wanita itu segera mengeluarkan ponselnya untuk mengambil gambar mereka bertiga. Fajrin merasa kikuk dengan semua ini.


“ resiko jalan sama model “ gumam Fajrin dalam hati dan tetap berusaha memasang senyum di bibirnya karena pria yang bersama wanita itu masih belum berhenti mengambil gambar mereka.


“ thank you.... whenever you need a dress for your date with your handsome lover..... my dress will always be ready for you to wear (terima kasih.... kapan pun kamu membutuhkan gaun untuk kencan dengan kekasih tampanmu ..... gaun saya akan selalu siap untuk kamu pakai) “ ucap Wanita itu dan berlalu pergi meninggalkan Divya yang masih memandang wanita itu hingga tak terlihat.


Sementara Fajrin melihat ke sekeliling mereka dan sudah banyak para tamu undangan yang memperhatikan mereka, bahkan diantara tamu undangan ada yang sudah mengabadikan foto mereka berdua.


“ kamu masih ingin disini atau kembali ke apartemen? “ bisik Fajrin dan sukses membuat Divya melihat ke arahnya sehingga tanpa sengaja kedua mata mereka bertemu.


Seketika jantung Divya berdetak kencang saat Fajrin menyadari bahwa mata mereka bertemu, Fajrin segera memejamkan mata dan memalingkan wajahnya ke arah lain. Gultom dan yang lainnya mendekati Fajrin yang terlihat jelas sangat kikuk juga canggung.


“ pak, bapak jadi pusat perhatian “ bisik Irvan.


“ besok siap-siap ada berita utama tentang kalian berdua “ ucap Gultom membuat Fajrin memijat tengkuknya.


“ kalian masih ingin besok bisa bersantai disini atau kita kembali ke Jaipur malam ini? “ ucapan Fajrin seketika membuat Irvan dan Gultom terdiam juga yang lain terdiam tidak berani tersenyum.


beberapa tamu undangan yang mengenali Divya juga Fajrin pada akhirnya memberanikan diri untuk meminta berfoto dengan mereka berdua dan tentunya tim jakarta bergantian membantu para tamu undangan tersebut untuk berfoto. Divya tentu saja senang memenuhi permintaan para tamu undangan tapi tidak dengan Fajrin, pelan-pelan Fajrin mencoba longgarkan genggaman tangannya agar bisa lepas dari tangan Divya tapi sayangnya Divya semakin erat menggenggam tangan Fajrin. Membuat Fajrin hanya bisa pasrah tetap berdiri di samping Divya dan mencoba tetap tersenyum.