My Woman's Desires (Part Of Divya And Fajrin)

My Woman's Desires (Part Of Divya And Fajrin)
BAB 46 GALA DINNER



Tepat pukul satu siang waktu setempat tiga buah mobil membawa Fajrin dan seluruh tim Jakarta juga dua orang tim India yaitu Jatinra dan Vikas. Sebelum berangkat ke New Delhi, Fajrin dan tim Jakarta juga Jatinra men-jamak sholat Dhuhur dan Ashar karena perjalanan dari apartemen ke hotel tempat mereka menginap kurang lebih empat jam.


Jatinra yang berada satu mobil dengan Fajrin dan Irvan bercerita banyak hal tentang New Delhi hingga cerita Jatinra membuat Irvan tertidur dan Jatinra menghentikan ceritanya. Saat Jatinra menghentikan ceritanya, Fajrin ikut tertidur juga karena semalam dia tidur pukul dua belas malam karena menyelesaikan gambar tiga dimensi yang akan dia presentasikan nanti malam.


Tepat pukul lima lebih lima menit mereka sampai di lobi sebuah hotel mewah Taj Palace, Jatinra dan vikas lebih dahulu masuk ke lobi untuk menemui rekannya yang sudah menunggu mereka di lobi. Vikas menyerahkan kunci kamar pada Fajrin, Irvan, Ryan dan Cahyo. Jatinra menunjukkan kamar untuk mereka, Fajrin menempati kamar yang paling besar dan dekat dengan lift sementara yang lain sedikit jauh dari lift. Vikas dengan beberapa rekannya masuk ke Shah Jehan Ballroom untuk menyusun miniatur gedung yang dia bawa dari Jaipur, para tim acara memperhatikan mereka dan berbisik-bisik.


“kya ve bhavan nirmaan shramik hain jinhonne is pariyojana par kaam kiya hai (apa mereka para pekerja kontruksi gedung yang mengerjakan project ini)?”


“shaayad isalie, ki ve laghuchitr laga rahe hain (kemungkinnan begitu, itu mereka memasang miniaturnya)"


“bahut bhaagyashaalee hain ki unhen Keemaya prabandhan ka vishvaas mila (beruntung sekali mereka mendapat kepercayaan dari Keemaya management)"


“haan..... theek vaise hee jaise hamen is Keemaya parv raatribhoj ke aayojak hone ke lie keemaya ka vishvaas mila (ya..... sama seperti kita mendapatkan kepercayaan dari Keemaya menjadi pengatur acara jamuan makan malam Keemaya)"


Beberapa ucapan para pekerja event organizer dengan bahasa Hindi yang sibuk merapikan meja dan kursi untuk jamuan makan malam Keemaya. Setelah kurang lebih tiga puluh menit Vikas dan dua orang rekannya menyusun miniatur, Fajrin dan Jatinra masuk ke dalam Ballroom mencari tahu perkembangan dari tugas Vikas.


“good afternoon sir (selamat sore pak)" salam Vikas saat melihat Fajrin dan Jatinra mendekati mereka.


“good afternoon (selamat sore)” tanya Fajrin yang sudah mengambil potongan kecil miniatur.


“we try to finish in fifteen minutes (kami usahakan lima belas menit lagi selesai)" ucap salah seorang rekan vikas dengan yakin.


Fajrin mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Gultom agar segera turun ke ballroom untuk membantu Vikas menyelesaikan penyusunan miniatur, lima menit kemudian Gultom Irvan Muslim dan Cahyo masuk ke dalam Ballroom langsung bekerja menyusun styrofoam untuk membentuk miniatur project yang mereka kerjakan. Tepat pukul enam mereka sudah selesai menyusun miniatur dan kembali ke kamar masing-masing sementara Jatinra dan Vikas izin untuk kembali ke apartemennya.


Pukul tujuh malam atau setengah jam sebelum Magrib para tamu undangan jamuan makan malam Keemaya mulai berdatangan, membuat Fajrin dan yang lainnya dengan terpaksa akan men-jamak sholat magrib dengan Isya saat selesai jamuan makan malam nanti. Jatinra dan vikas sudah menunggu Fajrin dan yang lainnya dengan duduk santai di sebuah ruang tunggu kecil dekat lift, tepat pukul tujuh lebih lima belas menit Fajrin keluar kamar mengenakan pakaian formal sambil memasang penjepit untuk dasinya.



Beberapa detik kemudian Irvan, Gultom, Ryan, Cahyo, Andra dan Muslim keluar dari kamar dan mendekati Fajrin.


“kalian sudah siap?” tanya Fajrin pada mereka berenam.


“sudah pak" jawab Muslim yakin.


“Sir, let's go down to the ballroom now..... Mr. Krishna is already waiting for Mr. Fajrin (kita turun ke ballroom sekarang pak.... pak Krishna sudah menunggu bapak).” Ucap vikas yang sudah berdiri di depan lift.


“Mr. Fajrin, later if possible do not touch the drink that their waiters serving.... because they serve red wine at the table where you are sitting and at the table where the six of you will be sitting (pak Fajrin, kalau bisa nanti di tahan untuk tidak menyentuh minuman yang di berikan para pelayan.... karena mereka menyajikan red wine di meja tempat bapak duduk dan dan di meja yang kalian berenam akan tempati).” Ucap Jatinra pelan memberitahu Fajrin dan yang lain.


“How about the food (kalau makanannya bagaimana)?” tanya Muslim antusias.


“there are several menus that use lamb, chicken or fish but for the process I don't know whether they use wine or not for the seasoning (ada beberapa menu yang menggunakan daging domba, ayam atau pun ikan tapi untuk prosesnya saya kurang tahu apakah mereka menggunakan wine untuk bumbunya atau tidak)" jawab Jatinra sedikit ragu karena yang dia tahu hanya minuman yang mereka sajikan adalah wine.


“but Mr. Fajrin and all of you don't be worry, we’ve asked office colleagues to provide dinner menus in your and your rooms..... later at around eight o'clock will be delivered to your room (tapi Pak Fajrin dan kalian semua jangan kuatir, kami sudah meminta rekan kantor untuk menyediakan menu makan malam di kamar bapak dan kalian..... nanti kira-kira jam delapan akan di antar ke kamar).”jelas Jatinra membuat Muslim kecewa


“don't be sad.... let's have a dinner in our room after we finish presenting our work (sudah.... kita makan malam di kamar saja setelah kita selesai mempresentasikan pekerjaan kita)" ucap Fajrin sambil menepuk bahu Muslim yang sudah berjalan keluar lift.


Mereka masuk ke dalam Ballroom yang sudah hampir di penuhi oleh para tamu undangan dan para tenant gedung. Fajrin melangkah mendekati Krishna yang sedang berbicara dengan CEO, presiden direktur dan vice president Keemaya Management.


“welcome to New Delhi Mr. Fajrin.... gentlemen, this is Mr. Fajrin, who designed this project (selamat datang di New Delhi tuan Fajrin.... tuan-tuan perkenalan ini tuan Fajrin, beliau yang mendesain project ini).” Ucap Krishna memperkenalkan Fajrin pada para petinggi Keemaya.


Fajrin menjabat tangan satu persatu para petinggi Keemaya, mereka berbicara tentang perkembangan project sesekali CEO Keemaya menawarkan wine pada Fajrin dan Fajrin menolaknya dengan halus.. saat mereka sedang serius membicarakan project ini, tiba-tiba para petinggi Rosewood Group mendekati mereka.


“how are you Mr. Fajrin (apa kabar pak Fajrin)?” salam Sonia Arora sambil menepuk bahu kanan Fajrin


“ fine Mrs. Sonia (kabar baik bu Sonia)" jawab Fajrin dengan tersenyum.


“you’re more handsome in this suit not like when you wear a college suit (anda lebih tampan dengan jas seperti ini dari pada jas kampus)" canda Sonia membuat Fajrin tersenyum malu mendengarnya.


Ucapan Sonia membuatnya teringat peristiwa penghadangannya beberapa bulan yang lalu.


“are you satisfied with our Rosewood apartement facilities (apa anda puas dengan fasilitas kami di Rosewood apartement)?” tanya Timothy Chang karena dia yang mengalokasikan beberapa unit apartement untuk Fajrin dan yang lainnya.


“very satisfied..... that more than enough it’s very luxurious for us (sangat puas.... itu lebih dari cukup bahkan sangat mewah bagi kami)" ucap Fajrin dan menjabat tangan Timothy.


Para petinggi Keemaya heran melihat keakraban Fajrin dengan para petinggi Rosewood yang terkenal sangat dingin dan tidak pernah pilih kasih dengan rekan sesama bisnisnya, tapi baru kali ini para petinggi Rosewood sangat ramah dan hangat berbicara dengan Fajrin yang hanya seorang arsitektur dari perusahan kontruksi setingkat menengah keatas di India. Keakraban Fajrin dengan para petinggi Rosewood Group membuat para petinggi Keemaya semakin heran, meraka mencari tahu lebih dalam tentang Fajrin di sela-sela mereka membicarakan perkembangan project ini.


Sementara keenam tim jakarta sudah duduk bersama Jatinra dan Vikas juga dua orang lainnya dari Surendra cabang India, mereka melihat keakraban Fajrin dengan para petinggi Rosewood dengan rasa bangga bisa mengenal orang seperti Fajrin yang kesehariannya sangat biasa bahkan jauh dari kesan sombong atau pun glamor. Tapi bisa mengenal para konglomerat petinggi Rosewood Group dengan sangat akrab.