
Di sebuah meja yang tak jauh dari tempat Fajrin berdiri sepasang mata yang indah milik Divya memandangnya dengan tatapan tidak percaya. Divya menatap Fajrin tidak percaya dan beberapa kali mengedipkan kelopak matanya untuk meyakinkan apa yang sudah dia lihat.
"Divya.....what are you looking at (Divya..... apa yang kamu lihat)?” tanya Elena heran.
Divya mengabaikan pertanyaan Elena dan masih menatap Fajrin tidak percaya, sosok yang sudah membolak-balikkan emosinya saat ini berada dalam satu ruangan dengannya sedang berdiri di antara para pebisnis sukses. Elena menepuk berkali-kali lengan tangan kanan Divya untuk menyadarkannya segera duduk di kursi yang sudah disediakan untuk tamu undangan dari brand Kaylan tapi usaha Elena sia-sia, Divya masih saja memperhatikan Fajrin dan kali ini kedua kelopak matanya tak berkedip sama sekali. Dengan menyungging senyum manis Divya mulai berhalusinasi sedang berdiri di samping dan menggenggam tangan kiri Fajrin, tapi tiba-tiba pandangannya tertutup oleh sebuah kain serviette berwarna merah membuat Divya tersadar dari halusinasinya.
"why are you blocking my view (kenapa kamu menghalangi pandanganku)?” ucap Divya kesal.
"Divya.... you should sit over there (Divya.... kamu harus segera duduk di situ)" ucap Elena sambil menunjuk kursi dimana Divya harus duduk.
Dengan kecewa tidak bisa melihat sosok Fajrin, Divya berjalan mengikuti Elena dan duduk di sebelah kanan Elena dengan wajah datar menahan cemberut.
"Divya....you've to smile, many reporters will take your picture (Divya.... kamu harus tersenyum, banyak wartawan yang akan mengambil gambarmu)" bisik Elena membuat Divya terpaksa memasang senyum palsu.
Beberapa detik kemudian Rohit beserta lima orang rekannya dari brand Kaylan duduk di sebelah kiri Elena mengelilingi meja bundar. Rohit sangat terpesona dengan penampilan Divya malam ini yang mengenakan kain Saree berwarna emas, sangat sesuai di kulit Divya yang sangat eksotis menurut Rohit. Divya mengulas senyum palsu setiap kali wartawan mengambil foto dirinya, padahal di dalam otaknya saat ini ingin sekali mengarahkan pandangan matanya pada sosok Fajrin.
Shah Jehan Ballroom yang berkapasitas kurang lebih lima ratus orang semua meja sudah terisi dengan para tamu undangan, dua orang pembawa acara memulai acara jamuan makan malam. Fajrin dan Krishna duduk satu meja dengan ke empat petinggi Rosewood Group juga dua petinggi Keemaya CEO dan Presiden direktur. Miniatur yang mereka susun tadi, sekarang berada tepat di depan panggung dengan sebuah kamera yang menampilkan detail setiap bagian dari miniatur pada sebuah layar lebar yang dapat di lihat oleh semua para tamu undangan.
Seorang pembawa acara meminta CEO Keemaya untuk memberikan beberapa kata sambutan sebelum pihak Rosewood memberi sambutan. Fajrin duduk tepat di antara Sonia CEO Rosewood dan Radha Presiden direktur Rosewood posisi Fajrin yang lurus tepat menghadap Divya, membuatnya leluasa mencuri pandang wajah Fajrin. Hanya dengan menatap wajah Fajrin yang terlihat serius memperhatikan CEO Keemaya sedang berbicara di depan sudah cukup membuat Divya tersenyum malu-malu. Wajah Fajrin yang semakin terlihat serius saat memperhatikan Sonia Arora CEO Rosewood memberikan beberapa patah kata semakin membuat Divya kembali berhalusinasi duduk di sebelah Fajrin sambil merasakan belaian tangan Fajrin di rambutnya.
"am I so handsome that Miss Divya looks at me like that (apakah saya begitu tampan sampai nona Divya menatapku seperti itu)" ucap Rohit sangat percaya diri.
Karena memang arah pandang Divya yang hanya tertuju pada Fajrin lurus menghadap Rohit, sehingga membuat Rohit percaya diri bahwa Divya memandangnya. Divya masih belum sadar dengan ucapan Rohit dan masih mengulas senyum manis memperhatikan wajah Fajrin yang terlihat serius melihat ke arah panggung.
" Miss Divya.....don't tease me with your sweet smile.... i know that I'm very handsome and every woman would be fascinated by my good looks (Nona Divya..... jangan menggoda saya dengan senyum manis nona.... saya tahu saya sangat tampan dan wanita mana pun pasti terpesona dengan ketampanan saya)" ucap Rohit dengan sangat percaya diri bahwa Divya sedang melihatnya.
"Div…… Divya…… isn't that….. the guy on your phone (Div...... Divya...... bukankah itu..... pria yang ada di ponselmu)" bisik Elena yang sudah memiringkan tubuhnya ke kanan dan mendekatkan bibirnya tepat di telinga kiri Divya.
“yes.... he is" jawab Divya singkat dan jelas.
Elena membulatkan kedua bibirnya tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
“o my GOD...... seriously?” tanya Elena meyakinkan diri sekali lagi.
"you see it.... how handsome he is (kamu lihat sendiri..... bagaimana tampannya dia)" ucapan Divya yang pelan terdengar jelas Elena.
Rohit geram melihat Divya yang ternyata sama sekali tidak memperhatikannya, tangan kanannya mengepal hingga ujung-ujung jarinya merah karena aliran darahnya yang terhambat. Rohit memanggil seseorang dengan dua jari tangan kirinya dan membisikkan sesuatu, senyum tipis terulas di bibir Rohit seperti sedang memikirkan suatu rencana.
Fajrin mulai menjelaskan memberi gambaran desainnya dengan menampilkan gambar tiga dimensi dari file yang sudah dia simpan di dalam Flashdisk.
“World Jaipur Resort will become a striking landmark in Jaipur with one hundred and eighty one spacious villas, most of which featuring private swimming pools and gardens. The resort will also feature three biggest restaurants, including a specialty restaurant, and a rooftop poolside restaurant and bar. The property boasts significant event facilities with over two thousand and two hundred square-meters of indoor space including a large ballroom, and four thousand square-meters of beautiful outdoor space, ideal for weddings and social events. The resort's leisure facilities include a spa featuring four treatment rooms, an outdoor pool, fitness center, and a dedicated children's activity area. Not only that, this resort provides fifty rooms for famous clothing and jewelry brand showrooms for all of you (World Jaipur Resort akan menjadi landmark yang mengesankan di Jaipur dengan seratus delapan puluh satu vila yang luas dengan kolam renang pribadi dan taman. Resor ini memiliki tiga restoran besar termasuk restoran khusus, dan restoran dan bar di tepi kolam renang di puncak gedung. Properti ini menawarkan fasilitas acara penting dengan lebih dari dua ribu dua ratus meter persegi ruang dalam ruangan termasuk aula besar, dan empat ribu meter persegi ruang luar yang indah, ideal untuk pernikahan dan acara sosial. Fasilitas rekreasi resor termasuk spa yang menampilkan empat ruang perawatan, kolam renang outdoor, pusat kebugaran, dan area aktivitas anak khusus. Tidak hanya itu saja, resort ini menyediakan lima puluh ruangan untuk showroom brand pakaian dan perhiasan ternama bagi anda semua)" jelas Fajrin membuat para tenant bertepuk tangan tak terkecuali Divya dan para petinggi Kaylan.
Tapi tidak Rohit yang menatap Divya dengan tatapan penuh rencana licik.
“Divya..... this time I’ll supporting you..... he is really great.....and the most importantly is that he is the smartest man out of all the men I know and interesting to you (Divya..... kali ini aku mendukungmu..... dia sangat hebat.....dan yang terpenting dia pria paling cerdas dari semua laki-laki yang aku kenal dan menyukaimu).” Bisik Elena membuat Divya tersipu malu.
“he's amazing man that I know" ucap Divya yang masih memusatkan seluruh matanya pada sosok Fajrin.