My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Al dan El hilang



Karena sibuk berbelanja sambil merusuh di mall, Sampai Aleyna melupakan anak kembar nya yang di titipkan ke Daniel dan Fandy, Ia khawatir ketika keluar dari Toko kosmetik tapi tidak ada keberadaan dua anak kembar nya beserta pengasuh nya, Ia pun menyuruh Susan dan Reyna untuk menelpon Fandy dan Daniel karena mereka tidak mengikuti dari belakang dan dua pengawal yang di kirim Adnan pun tidak berada di samping nya .


Sebenarnya dimana keberadaan dua anak kembar nya, Aleyna sudah semakin cemas ia takut akan kasus penculikan anak yang kini beredar di masyarakat, dan Ia tidak akan rela kalau harus kehilangan dua buah hati nya.


" Nomor suami ku tidak aktif " Ucap Susan sambil terus memainkan handphone nya mencoba menelpon Daniel


Perasaan Aleyna semakin menggebu, Ia semakin merasa bersalah kalau saja Avin dan Elea benar benar hilang. Ia tidak akan bisa memaafkan diri nya sendiri .


" Gawat ! dr. Fandy bilang handphone nya lowbet, dan dia belum sempat charger " Sahut Reyna, Ia ingat ketika kedatangan Fandy ke rumah nya untuk mengambil charger .


Aleyna semakin panik, segera ia berlari menelusuri mall untuk mencari tahu keberadaan Anak kembar nya, Ia dan kedua sahabat nya menelusuri seluruh mall namun belum ketemu juga.


" Aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri, kalau sampai Avin dan Elea benar benar hilang " Ucap Aleyna yang merasa Frustasi


" Apa kita lapor ke pihak mall Saja Ley, Buat berita kehilangan " Ucap Reyna begitu memberi celah kepada Aleyna


" Iya benar ley, kalau gitu ayo kita meminta bantuan kepada security mall " ucap Susan segera ia mengajak Aleyna.


Mereka pun pergi untuk melaporkan berita kehilangan dua buah hati Aleyna beserta Daniel dan Fandy yang hilang entah kemana, Dan susah di hubungi.


Aleyna sudah semakin panik, Dan dia sama sekali tidak bisa berpikir secara jernih ketika ia mengetahui dua buah hati nya hilang


" Bagaimana kalau Avin dan Elea tidak berada dengan dr. Fandy dan dr. Daniel " Ucap Aleyna yang merasa bingung


" Sabar Aley, kita akan terus membantu mu " Ucap Reyna lalu merangkul Aleyna


Sementara Susan masih terus berusaha untuk menghubungi dr. Daniel, untuk menanyakan dimana keberadaan nya.


Karena saking Asik nya berbelanja sambil mengobrol bareng dan Curhat bareng sampai mereka melupakan Avin dan Elea dan kedua dokter muda yang mengasuh nya.


" Pak, Kami ingin melaporkan Berita kehilangan " Ucap Reyna kepada Security Mall


" Baik, Dimana terakhir kali Anak kembar Ibu dan dua pengasuh nya beserta pengawal nya berada " Ucap Security itu


" Mereka berada di lantai bawah, di dekat parkiran mobil menuju tempat makan " Sahut Aleyna karena ia tahu persis dimana terakhir ia menitipkan Avin dan Elea kepada dua dokter muda itu .


" Siapa nama bayi kembar Anda Bu, Harap bersabar akan segera kami umumkan " Ucap Security itu


" Harap secepat nya di umumkan Pak, Saya benar benar khawatir " Sahut Aleyna


" Baik, laporan Anda kami terima, akan segera kami umum kan " Ucap Security tersebut


Lalu, Aleyna pun menunggu sambil terus memikirkan di mana keberadaan dua buah hati nya, Sebelum nya ia ingin menghubungi Adnan, Namun Ia takut Adnan akan khawatir dan Ia tidak bisa bekerja apalagi ia ada jadwal operasi sore ini, Ia tidak mau mengganggu konsentrasi dr. Adnan.


" Bagaimana, Apa dr. Daniel sudah bisa di hubungi ?" Ucap Aleyna nampak gelisah


" Nomor nya di luar jangkauan, Tidak biasa nya dia seperti ini " Ucap Susan yang ikut gelisah


Reyna pun melirik ke Arah Restoran dan menemukan orang yang sangat mirip dengan dr. Adnan yang sedang makan bersama seorang wanita . Ia masih terus memperhatikan jelas untuk memastikan kalau itu Adalah dr. Adnan, di lihat dari arah belakang .


" Ley .. itu bukan nya suami kamu ?" Ucap Reyna sambil menunjuk ke Arah Tempat makan yang berada di mall itu


" Jangan aneh aneh deh, Suami aku kerja tidak mungkin ia pergi ke mall bersama wanita lain " Ucap Aleyna yang mengabaikan ucapan Reyna


Segera Reyna menarik tubuh Aleyna untuk memastikan itu dr. Adnan atau bukan


" Coba kamu perhatikan dari belakang ?" Ucap Reyna sambil memberi arahan kepada Aleyna


Aleyna pun menatap ke Arah tempat makan yang di tunjuk oleh Reyna, Memang di sana banyak pengunjung namun mata nya fokus hanya pada satu orang yang di tunjuk oleh Reyna, Memang benar Adnan sewaktu pagi mengenakan kemeja berwarna Cream dan celana berwarna hitam, meski nampak belakang Aleyna masih mengenali Sosok suami nya itu, Sedang apa ia di mall ? dan siapa wanita itu. Aleyna pun penasaran,


Segera ia menghampiri siapa wanita itu yang berani mengajak Adnan makan bersama, Apa selama ini Adnan membohongi Aleyna ?


Mengapa ia sejahat itu, Aleyna sibuk mencari Al dan El yang hilang ntah di mana, Sedangkan Adnan malah sibuk makan bersama wanita lain.


keterlaluan , Ia berjanji tidak akan memaafkan Adnan selama nya.


" Kamu mau kemana ?" Ucap Reyna yang mencoba menarik tangan Aleyna


" Aku ingin menarik wanita yang sedang bersama suami ku " Ucap Aleyna dengan keadaan Emosi


" Kamu yakin itu dr. Adnan ?" Tanya Susan karena ia ragu


" Yakin, karena waktu pagi Adnan mengenakan kemeja berwarna cream, dan sama persis dengan lelaki yang sedang makan di sana " Ucap Aleyna,


Segera ia menghampiri lelaki itu.


" Rey, Kamu yakin itu dr. Adnan ? Aku nampak ragu apalagi mata kamu minus " Ucap Susan dengan penuh keraguan


" Hanya mirip saja mungkin, Aku tidak yakin " Ucap Reyna lalu mengikuti Arah langkah Aleyna


Dengan perasaan kesal serta Amarah yang tinggi, Aleyna pun menghampiri pria yang sedang makan romantis bersama wanita lain, Pria yang ia duga suami nya itu karena sangat mirip sekali dengan dr. Adnan.


Di susul oleh kedua sahabat nya, Memang kalau sudah panas hati, Aleyna susah untuk di cegah, Memang dia sangat tempramental, meski begitu hati nya sangat lembut dan Orang lain tidak akan bisa mengetahui nya kecuali dua sahabat nya.


Aleyna pun menendang kursi pria yang di duga adalah suami nya, Ia menjambak rambut pria tersebut dari Arah belakang


" Kamu enak banget ... Yah ..mmmm maksud ku mmmm.... " Ucap Aleyna yang merasa malu, karena pria ini bukan lah Adnan


" Aku tidak mengenali nya " Ucap pria tersebut


Aleyna merasa malu dan merasa bersalah, karena telah menghancurkan momen romantis seseorang, ntah karena perasaan nya sedang tidak tenang sehingga ia tidak menyadari kalau ia salah melabrak seseorang yang ia duga adalah suami nya.


" Ley .. gimana ini, dia bukan suami kamu " Bisik Reyna yang ketakutan


" Kamu sih Rey, mancing Aleyna terus " Ucap Susan


" Maaf, Saya kira cowok ini adalah suami saya, Tapi Saya rasa bukan . Maaf karena telah mengganggu waktu nya " Ucap Aleyna yang merasa malu


Aleyna beserta kedua sahabat nya pun langsung berlari meninggalkan Tempat makan tersebut, dan ia merasa malu karena menghancurkan momen Romantis seseorang


" Untung saja, pria itu tidak memukul ku " Ucap Aleyna sambil tergesa gesa


" lagian, jangan berprasangka buruk sama suami sendiri, Kualat kan " Ucap Susan yang langsung tertawa


" Maaf ley, Aku kira tadi itu suami kamu, Harap di maklum yah " Ucap Reyna yang merasa malu


" Ah, Ya sudahlah mending kita fokus mencari Al dan El " Ucap Aleyna


Akhir nya mereka pun memutuskan untuk ke lantai paling Atas menuju Fun World, Tempat dunia anak anak, Untuk mencari keberadaan Avin dan Elea , karena mall ini sangat besar dan ramai pengunjung membuat Aleyna dan kedua sahabat nya nampak sulit mencari keberadaan mereka .


" OMG,.. Apa yang ibu ibu itu lakukan kepada dr Fandy " Ucap Reyna yang melihat jelas ke Arah Tempat bermain anak Anak


" Kamu jangan halu lagi Rey, nanti salah orang lagi " Ucap Aleyna merasa kesal


" Kali ini aku benar benar melihat dr Fandy, dan aku ngga Rela kalau Ibu ibu genit itu mencubit pipi dr Fandy " Ucap Reyna


" Loh, itu juga dr. Daniel sedang menggendong El " Ucap Susan melihat ke Arah Fun world di dekat Trampolin


Tanpa berbicara, Aleyna pun langsung berlari menuju Fun world, ia bersyukur Al dan El ada di tangan yang tepat, dan rasa khawatir nya pun hilang ketika melihat dua buah hati nya.



" Anak mommy " Ucap Aleyna yang langsung mengambil alih menggendong El, dan menciumi El dan beralih mencium Al yang sedang tertidur pulas di kereta bayi .


" Kamu kemana saja, Aku mencari mu Hubby" Ucap susan


" Tadi, Elea menangis dan ketika aku membawa nya ke tempat ini, ia malah diam dan Al memang sudah tidur karena tadi ia memang sudah mengantuk " Ucap Daniel


" Maaf sayang, Handphone tertinggal di mobil " Ucap Daniel


" Pantas saja, Aku sulit menghubungi mu " Ucap Susan


" Aku sangat khawatir , Aku kira Alvin dan Elea akan hilang " Ucap Aleyna


" Terimakasih dr. Daniel telah menjaga Avin sama Elea " Ucap Aleyna lagi


" Dengan senang hati, Dan doa kan agar kami secepat nya mempunyai anak lucu dan menggemaskan seperti Al dan El " Ucap Daniel


Sementara Reyna langsung menghampiri Fandy yang tengah tertidur di dekat Time zone, Dan ia tidak sadar kalau pipi nya sedang di cubit oleh ibu ibu nakal yang berada di sana.


" Bu, jangan sentuh Suami saya ! " Ucap Reyna dengan sangat tegas


" Suami kamu tampan, Saya sedang hamil dan Saya sangat berharap Anak saya mirip dengan nya " Ucap Ibu Ibu itu lalu pergi meninggalkan Fandy dan Reyna


Reyna pun duduk di samping Fandy, Dan mengelus lembut rambut Fandy


" Beruang kutub . . bangun " Ucap Reyna yang berbisik di telinga Fandy.


Namun Fandy nampak pulas dengan tidur nya, ia malah merangkul Reyna dan Tertidur di pundak Reyna


" Beruang kutub ayo bangun " Ucap Reyna yang terus menarik tubuh Fandy agar ia bangun dari tidur nya


" Beruang kutub "


" Kekasih ku "


" Calon suami ku "


Fandy pun langsung membuka mata nya, ketika mendengar kata calon suami yang Reyna ucapkan


" Calon istri ku " Ucap Fandy langsung tersenyum ke Arah Reyna


" Dasar beruang kutub, Masih bisa pura pura tidur " Ucap Reyna sambil tersipu malu


" kalau kamu lelah, lebih baik kita pulang saja " Ucap Reyna


" aku mau nya pulang ke Rumah mu, dan tidur bersama mu " Ucap Fandy begitu nakal


" kalau gitu, Nikahi aku " Ucap Reyna


Ucapan nya membuat Fandy terkejut. Dan ia menatap dalam wajah Reyna. Baru kali ini Reyna meminta nya untuk menikahi nya.


Btw, Author sedang merevisi cerita ini dari episode satu, Ada sedikit perubahan . Dan kalian bisa membaca nya kembali hehehe