My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Cerita kita...



Adnan pun menelpon Rio untuk menemui Adnan secepatnya karena ada hal penting yang ingin Adnan katakan kepada Rio, mengingat ia mempunyai rencana lain yaitu Adnan ingin membeli motor trail dan motor gede yang Aleyna sukai, kebetulan selama ini Adnan belum pernah memiliki motor sama sekali karena ia selalu membeli mobil, namun ia mempunyai ide yang berlian untuk membeli dua jenis motor untuk membuat kejutan kepada Aleyna, Adnan sekarang mulai memahami hobi Aleyna agar ia tidak bisa sembarangan mengajak orang lain untuk menjelajah menggunakan trail, tapi kali ini Adnan lah yang akan menjadi teman Aleyna di kala Aleyna ingin melalukan hobi nya.


Aku tidak ingin , Lelaki itu memanfaatkan kamu, dengan mengajak mu ngtrail..


Adnan melampiaskan semua amarah nya, ketika ia melihat Aleyna sedang berada bersama Bima, namun kali ini Adnan tidak ingin Aleyna melihat kemarahan nya, ia selalu berusaha menahan amarah kalau saja ia sedang dekat dengan Aleyna.


kebetulan Aleyna sedang berada di kamar untuk membereskan semua barang-barang karena pagi ini ia dan kedua sahabatnya akan kembali ke kota nya, dengan di bantu oleh bi Nani dan Mirna yang juga ikut membereskan semua barang-barang majikan mereka.


tak lama Rio pun datang dan segera ia menghampiri Adnan yang tengah berada di depan hotel, sambil memesan minuman hangat untuk menghangatkan tubuh nya di suasana pagi hari.


" maaf tuan, saya hampir telat " ucap Rio yang langsung duduk di samping Adnan


" Cari informasi untuk pembelian motor gede dan motor trail sekarang juga" ucap Adnan dengan sangat serius.


" Tuan, ingin membeli motor, untuk apa?" tanya Rio karena selama ini Adnan belum pernah membeli motor.


" Rahasiakan ini dari Aleyna, aku ingin kau membeli nya setelah kepulangan kami dari Lombok" ucap Adnan


" Baik Tuan, nanti saya akan mencari model dan jenis motor yang akan Tuan inginkan" ucap Rio


~


Hari ini, Aleyna dan kedua sahabat nya kembali kota mereka masing-masing, karena liburan yang singkat dan impian mereka untuk libur bersama pun akhir nya terwujud meskipun banyak rintangan dan banyak kejadian yang menyenangkan tapi tak luput dengan pertengkaran kecil namun mampu membuat liburan mereka menjadi lebih terasa, bahkan Susan dan Reyna beserta Aleyan pun rasa nya berat meninggalkan pulau Lombok dengan segala kekayaan nya, terutama di pulau Lombok itu, mereka merasa bahagia. karena mereka benar-benar menikmati kebersamaan dengan orang-orang tersayang.


Terimakasih pulau Lombok, kau sangat indah bersama dengan orang-orang tersayang, kau mampu menyatukan segala impian dan kau mampu membuat kami bersatu, mencapai semua keinginan... kau terlalu indah, sampai kami tidak rela meninggalkan keindahan alam, terimakasih tuhan telah menciptakan pulau seindah Lombok, dan beserta isi nya.


kami berharap ada suatu keajaiban yang datang menghampiri, setelah kesedihan yang datang tanpa di duga ...


Aleyna dan kedua sahabat nya beserta suami mereka, mengucapkan selamat tinggal kepada pemilik Resort sebelum kembali ke kota jakarta, dan Aleyna senang sekaligus sedih ketika harus berpisah dengan pulau lombok, karena hanya disini lah Aleyna dan kedua sahabat nya bisa bermain bersama, karena belum tentu di Jakarta mereka kembali bersatu, karena kesibukan masing-masing yang jadi penghalang nya...


" Terimakasih, sudah mampir ke Resort kami, semoga selamat sampai tujuan " ucap manager resort itu


" Terimakasih, kalau begitu kami pamit" ucap Adnan dan kedua teman nya pun melemparkan senyuman.


Mereka diantarkan oleh supir pribadi dari pihak Resort menuju Bandara, karena mereka akan terbang menggunakan jet pribadi keluarga Raden, setelah Rio menghubungi pihak perusahaan yang mengelola dan menyetujui keinginan Adnan untuk memakai Jet pribadi menuju Jakarta, memang sudah di rencanakan dan di atur semua nya oleh Rio, jadi Adnan dan yang lain tidak perlu antri membeli tiket pesawat, apalagi kedua anak Adnan yang memang rewel takut menganggu penumpang lain.


" Enak ya, jadi bagian dari keluarga Adnan jadi kita bisa naik jet secara gratis" celoteh Reyna


" Ha-ha, kata siapa gratis?" ucap Aleyna


" Masa kamu tega sih, sama kita" ucap Susan


"Iya , sejak kapan Aleyna jadi kejam seperti ini!" celoteh Reyna.


" Yah pasti gratis buat kalian " sahut Aleyna sambil merangkul kedua sahabat nya.


namun tiba-tiba saja Reyna merasakan mual yang menusuk, sampai ia tidak bisa menahan nya, ntah baru kali ini ia naik jet pribadi tapi, ia merasakan mual yang menusuk, padahal selama ini Reyna bukan orang yang gampang mabuk dalam perjalanan karena ia sudah terbiasa pergi menggunakan pesawat terbang, atau pun kendaraan lain.


Huek....


Reyna pun memegang perut nya yang ia rasa kembung, ia bahkan menutup mulut nya dan Aleyna langsung mengambil kantung kecil yang di berikan oleh pramugari tersebut.


" Rey,kamu ngga apa-apa kan?" ucap Aleyna nampak khawatir, kemudian Susan pun memanggil Fandy yang sedang sibuk bermain game online nya.


" Kayak nya aku mabuk perjalanan deh, aku pusing sama mual juga" ucap Reyna sambil bersandar ke kursi


" Tidak seperti biasa nya" ucap Aleyna nampak heran karena selama ini Reyna bukan tipe orang mabuk dalam perjalanan, terkecuali bi Nani yang memang baru pertama naik jet pribadi.


namun, tak lama Fandy pun datang menghampiri Reyna, ia nampak khawatir dengan keadaan Reyna.


" Kelinci ku, kamu kenapa sayang?" ucap Fandy sambil merangkul tubuh Reyna


" aku mual, beruang kutub!" ucap Reyna yang memang sudah lemas


Fandy pun mengurus Reyna dengan telaten, dan sesekali ia memeluk tubuh Reyna sampai Reyna benar-benar lelap dalam tidur nya, sementara Susan dan Aleyna nampak heran dengan sikap Reyna yang tiba-tiba mual dan merasa pusing.


" Jangan-jangan Reyna hamil?" ucap Susan yang memecahkan suasana


Aleyna pun langsung menutup mulut susan dengan telapak tangan nya, ia bahkan membisikan susan sesuatu,karena takut terdengar oleh orang-orang yang ada di sekitar mereka, karena sedang tertidur di dalam jet pribadi ini.


" Kau yakin kalau Reyna sedang hamil?" ucap Aleyna kepada Susan.


" aku tidak yakin, siapa tahu kan hamil? apalagi dia dan Fandy sudah hampir dua bulan berada di Lombok?" ucap Susan


" Kalau benar dia hamil, ini kabar gembira " Ucap Aleyna dengan sangat bahagia memeluk Susan.


" Aku bakal jadi aunty lagi deh " ucap Susan yang nampak bersedih.


" San, tidak perlu bersedih hanya karena tuhan belum menitipkan buah hati kepada mu, aku yakin suatu saat nanti tuhan mendengar semua doa-doa mu, yang terpenting jangan putus asa" ucap Aleyna sambil memeluk susan kembali.


" Aku selalu sabar menungu keajaiban itu, Ley" sahut Susan ia nampak lebih semangat ketika Aleyna memberikan dukungan bagi nya.


**


Akhirnya setelah menempuh perjalanan cukup panjang, mereka pun sudah sampai di kota mereka dan kembali ke rumah masing-masing.


Sementara Reyna masih terkulai lemas, ia bahkan menyuruh Fandy untuk menggendong nya tanpa memperdulikan orang-orang yang melihat nya, toh Fandy suami dari Reyna, ia berhak melakukan apapun. tak jarang yang sampai membicarakan tingkah Fandy dan Reyna.


" Beruang kutub, gendong" ucap Reyna sambil merengek


" Ayo sini!" ucap Fandy yang berjongkok dan menawarkan pundak nya untuk Reyna.


" Haha, kau memang suami idaman ku" ucap Reyna sambil menghampiri Fandy dan Fandy pun menggendong nya sampai di depan tempat parkir mobil, kebetulan Fandy sudah memesan taxy online untuk mengantarkan mereka ke rumah baru tepatnya di rumah Fandy yang sudah lama tidak di huni.


" kamu sudah membaik atau masih mual, sayang?" tanya Fandy


" Aku sudah membaik, kayaknya memang mabuk perjalanan" ucap Reyna.


" Aku benar-benar takut kalau kamu sakit!" ucap Fandy lagi.


" Tapi, aku malah mau ice cream!" ucap Reyna


" Aku mau ice cream, turunin aku!" ucap Reyna sambil memukul pundak Fandy


Fandy pun menurunkan Reyna dan beralih pergi ke restoran haagen Dazs untuk membeli ice cream yang Reyna inginkan, ia sudah beberapa kali melarang Reyna namun ia memang sangat keras kepala, akhirnya Fandy pun menuruti keinginan Reyna.


~


Sementara Susan dan Daniel pun langsung pergi ke rumah karena ia sudah di tunggu oleh ibu mertua nya, Susan sendiri merasa gagal menjadi seorang wanita karena sampai saat ini ia belum juga hamil bahkan setelah liburan nya selama tiga pekan, tak kunjung membuahkan hasil.


Susan nampak murung ketika Daniel terus menggoda nya, ia bahkan tidak membalas rayuan Daniel, ntah ia memang sedang banyak pikiran.


kalau Reyna hamil, lantas aku kapan ?


" By, kamu kenapa sih murung terus?" ucap Daniel sambil mencubit pipi Susan


" Aku takut setelah ini aku tidak bisa melihat senyuman kamu lagi setiap hari" ucap Susan tak terasa air mata nya jatuh membasahi pipi


" Jangan berkata seperti itu, aku sudah menjadi milik mu, bukan hanya semua tubuh ku tapi hati ku juga" ucap Daniel sambil memegang rahang Susan.


" Iya, tapi apa kamu akan kuat hidup berdampingan dengan ku tanpa seorang anak?" ucap Susan


" Baby, masih banyak cara untuk mencintai kamu, bukan karena kamu tidak bisa memberiku keturunan tapi karena ketulusan hati kamu, yang mampu membuatku bertahan sampai sekarang!" ujar Daniel sambil memeluk Susan


" aku takut kehilangan sosok suami seperti kamu, aku takut kamu akan pergi meninggalkan aku" ucap Susan yang terus menangis


" Jangan pernah takut, karena aku akan tetap ada bersama mu, baby" ucap Daniel yang terus memberikan kekuatan kepada Susan.


Setelah sampai ke rumah, Susan dan Daniel benar-benar terkejut dengan kehadiran ibu dari Daniel dan wanita yang sedang berada di dekat nya, wanita itu sangat anggun bahkan ia lebih dewasa dari Susan, wanita itu tersenyum ke arah Susan namun Susan tidak ingin membalas senyuman wanita tersebut karena ia belum mengenal nya.


berbeda dengan Daniel, karena Daniel sudah mengetahui siapa wanita itu karena terlihat jelas di raut wajah Daniel.


siapa wanita itu?


apa dia yang akan mamah jodohkan dengan Daniel?


mamah mertua Susan pun menyambut kedatangan Daniel dan Susan ia bahkan tersenyum ke arah Susan.


" Kenalkan ini dr. Netta anak dari teman Mama, dan dia juga teman Daniel di masa kecil dulu" ucap Mama Mona


" Hai dr. Netta" ucap Susan sambil berjabat tangan


" Susan, kamu bereskan barang-barang kamu dulu yah, biar Daniel yang menemani Netta untuk sekedar berbincang saja" ucap Mama Mona


" Tidak Ma, Daniel yang akan membantu Susan " ucap Daniel sambil menarik lengan susan menuju kamar.


" Tante lebih baik netta pulang saja, karena netta jadi tidak enak hati" ucap Netta


" kamu tunggu saja,Mama senang sekali dengan kedatangan kamu" ucap Mama mona


" iya tante,Netta juga senang bertemu kembali dengan tante " ucap Netta


" Bagaimana kamu bersedia menjadi istri dari Daniel ?" ucap Mamah Mona


" Bukan kah Daniel sudah mempunyai istri, aku tidak ingin menjadi perusak rumah tangga orang, terkecuali Daniel memang sedang sendiri atau menceraikan istri nya demi aku" ucap Netta


" Kalau soal itu, tenang saja karena Mama sudah mengatur semua nya" ucap Mama Mona lagi


tak lama, Daniel pun menghampiri Mama dan Netta di ruang tamu sementara Susan hanya mendengarkan dibalik tembok besar.


" Nak, bagaiamana pendapatmu tentang Netta, bukan kah kalian berteman dulu?" ucap Mama Mona


" Senang bertemu lagi dengan mu" ucap Daniel dengan singkat nya


" Nak, kalau ada waktu kamu boleh mengajak Netta untuk makan malam, hanya makan malam saja karena Mama sudah lama tidak bertemu dengan keluarga Netta" ucap Mama Mona


" Boleh, aku juga akan mengajak Susan untuk ikut" ucap Daniel lagi


" Mama hanya ingin kita berdua saja" ucap Mama Mona lagi


Susan pun mendengarkan pembicaraan tersebut, namun hati nya belum siap untuk kehilangan Daniel.


Apa aku harus rela mengorbankan Daniel untuk kebahagiaan Mama Mertua ku,


mereka bahagia, sementara mereka membiarkan aku terluka.


.


.


.


.


.


.


.


.


Nama nya juga hidup guys, kadang ada kebahagiaan kadang ada kesedihan, author jangan di demo karena author bakal crazy up .....


Jangan lupa Follow


- Raindu9721


banyak video menarik di instagram tersebut.


jangan lupa like, vote, dan komen