
Setelah pelajaran olahraga selesai, Rangga menghampiri Elea yang berada di toilet wanita, kebetulan hanya ada Elea karena kedua sahabatnya sedang berganti pakaian di ruangan ganti.
" Pulang sekolah sama siapa?" ucap Rangga sambil menegur elea.
" Sama siapa saja!" ucap Elea sambil cemberut.
" Kenapa sih cemberut terus, nanti cepet tua!" ucap Rangga sambil meledek Elea.
Elea semakin kesal,bukan kesal kepada Rangga tapi ia kesal dengan Nadine yang selalu mencari perhatian Rangga bahkan ia kesal ketika melihat Nadine memberikan satu botol air minum untuk Rangga ketika selesai bermain bola basket.
" Kamu kenapa sih hobi banget tebar pesona sama semua cewek?" ucap Elea dengan perasaan kesal nya.
Rangga hanya tersenyum melihat Elea ketika sedang cemburu, apalagi menurut Rangga elea begitu lucu ketika cemburu.
" Loh resiko kan punya cowok ganteng!" ucap Rangga sambil tersenyum
" Ih apaan sih, pede banget!" ucap Elea.
" Tenang saja, aku masih menyimpan air minum dari Nadine...." ucap Rangga yang memberikan satu botol minuman yang masih utuh ke arah Elea, dengan cepat Elea meraih botol minuman itu dari tangan Rangga.
Elea segera membuang botol minuman itu ke dalam bak sampah, ia tidak akan bisa melihat Rangga mendapatkan perhatian dari cewek lain selain dirinya.
" Mau di bawa kemana botol nya?" ucap Rangga
" Di buang sekalian , kamu tahu? Air minum yang nadine kasih buat kamu itu ada racun nya..." ucap Elea sambil melipatkan kedua lengannya di atas perut.
" Hahaha, padahal ada suratnya juga?" ucap Rangga sambil memberikan secarik kertas bertuliskan nomor dari Nadine.
" Apaan sih, dia ngasih nomor juga buat kamu!" ucap Elea sambil merobek-robek surat dari Nadine.
" Itu apaan?" ucap Rangga sambil meraih botol minuman di pinggir tas Elea.
Elea memang sudah membelikan satu botol air minum untuk Rangga, karena ia tahu pasti Rangga akan membutuhkan minuman dingin ketika selesai bermain bola basket, apalagi minuman jeruk kesukaan Rangga tapi sayang Nadine dengan cepat menghampiri Rangga dan memberikan air minum terlebih dahulu bahkan ia sengaja memberikan nomor teleponenya kepada Rangga, itu yang membuat Elea semakin kesal.
Ternyata benar apa kata Rangga, menyembunyikan status mereka sebagai pacar, membuat Elea tidak merasa nyaman. Elea selalu mengusap dada melihat tingkah teman wanita satu kelas nya yang bahkan centil terhadap Rangga.
Rangga mengambil air minum dari tas Elea dan langsung meneguk nya karena ia begitu haus apalagi cuaca sangat panas. Rangga sendiri belum mengganti pakaian olahraga nya, Ia masih memakai baju basket dengan lengan terbuka.
" Makanya harus lebih cepat!" ucap Rangga ketika selesai menghabiskan air minum berperisa jeruk dari Elea.
" Biarin, lagian kalau kamu haus juga minum saja air dari Nadine" ucap Elea dengan sensi nya, Rangga malah senyum ke arah Elea sambil mengacak-acak rambut Elea yang terurai.
" Ganti baju sana, nanti banyak guru atau teman-teman lainnya yang melihat kita!" ucap Elea yang mendorong tubuh Rangga.
" Pulang bareng yah, sayang..." ucap Rangga dengan nakal nya. memanggil Elea
" Geli tau...." ucap Elea yang terus mendorong tubuh Rangga.
Akhirnya Rangga pun pergi untuk mengganti pakaian, sementara kedua sahabatnya keluar dari ruangan ganti.
" el, kamu lagi ngobrol sama siapa tadi?" ucap Kiara
" Kayaknya aku mendengar suara cowok, tapi kok nggak ada ?" ucap Karin yang menengok ke kiri dan ke kanan namun tidak ada siapapun
" Aku nggak ngobrol sama siapa-siapa, aku dari tadi sendirian..." ucap Elea sambil menarik nafas dengan lega.
Mereka pun pergi menuju kelas masing-masing dan berharap Karin bertemu dengan Alvin karena seharian ini Karin tidak bertemu dengan Alvin semenjak Alvin pindah kekelas sebelas, biasanya Alvin selalu muncul tapi sekarang bahkan Alvin jarang sekali keluar kelas karena sibuk mengejar pelajaran dan menyelesaikan tugas-tugas di kelas sepuluhnya.
" dia pasti ikut tenang saja...." ucap Elea sambil menepuk bahu Karin.
" Alvin mulu sih Rin!" ucap Kiara
" Tidak apa-apa, aku bucinnya Alvin..." ucap Karin sambil tertawa.
tiba-tiba saja Juno dan kedua temannya lewat yaitu Aldy dan Tomi, Juno menghampiri Elea yang tengah asik mengobrol dengan kedua sahabatnya.
Elea nampak tercengang ketika Juno dan kedua temannya datang menghampirinya. Bahkan, bahkan Elea biasa saja ketika bertemu Juno tidak seperti dulu, ia selalu salah tingkah.
" elea..." sapa Juno sambil tersenyum
" Ada apa lagi ?" jawab Elea dengan juteknya karena ia sudah kesal dengan sikap Juno yang datang dan pergi seenaknya, Di saat Elea sangat mengharapkan kehadiran nya Juno malah sibuk dengan wanita lain, Salah satu alasan Elea melupakan Juno adalah karena Rangga, Rangga yang mampu membuat Elea kembali ceria.
Juno menarik lengan Elea, meski Elea menolaknya. Kedua teman Juno melarang Karin dan Kiara untuk mengikuti kemana mereka pergi.
" Lepasin kak!" ucap Elea yang terus memukul lengan Juno
Juno membawa Elea ke belakang taman, tepatnya di belakang sekolah di saat seluruh siswa berhamburan keluar karena bel pulang sudah berbunyi.
Juno memaksa Elea untuk mengikutinya, bahkan tangan juno dengan erat memegang lengan Elea, sampai Elea tidak bisa berhenti meronta-ronta.
" Ada apa sih kak, Aku nggak ada waktu!" ucap Elea dengan ketusnya.
" Kenapa kamu menjauhiku?" ucap Juno sambil menatap Elea.
" Sesimple itu kak, untuk apa aku mengejar cinta lelaki lain kalau lelaki itu sudah memiliki kekasih, kalau buaya di kasih makan memang gitu! keterlaluan....." celoteh Elea karena ia kesal dengan ulah Juno.
Juno meremas tangan Elea dengan sangat kuat, sampai Elea kesakitan.
" Kamu tidak bisa pergi dariku segampang itu Elea!" ucap Juno sambil menatap tajam ke arah Elea.
" untuk apa bertahan demi terluka, Aku sudah menemukan orang yang tepat , bahkan orang itu lebih menghargai dan menghormati aku sebagai wanita bukan sebagai mainan saja!" ucap Elea sambil menatap tajam ke arah Juno.
" Haha, sampai kapanpun kamu tidak akan bisa menjauh dariku Elea! " ucap Juno yang semakin mendekatkan wajah nya ke arah Elea.
Elea menundukkan pandangannya, ingin sekali ia menampar Juno tapi kedua lengannya di genggam dengan erat oleh Juno.
Dalam keadaan seperti ini, Elea mengingat nama Rangga yang selalu ada di dalam hatinya, Hati Elea menjerit meminta tolong kepada Rangga, karena Juno semakin nekat ingin memuaskan dirinya, mungkin sudah banyak korban atas perbuatan Juno, tapi mereka tidak berani untuk mengungkapkan nya, namun Elea tidak ingin terjebak dalam suasana, ia menyesali perbuatannya karena ia telah menyukai Juno.
" Aku tidak akan membiarkan mu mencintai orang lain, selain aku Elea...." ucap Juno dengan kasarnya.
" Apa yang akan kamu lakukan...." ucap Elea
Juno semakin merasa tidak karuan, setiap melihat wajah Elea yang begitu mengoda ingin sekali Juno merasakannya. Juno mulai mendekatkan wajahnya ke arah Elea, ia menatap bibir mungil milik Elea.
Perasaan Elea semakin tidak enak, ia memikirkan cara untuk lepas dari genggaman Juno, Elea menginjak kaki juno dan menendang tubuh juno dengan kerasnya, sampai Juno melepaskan genggaman tangannya, Elea mencari kesempatan, ia berlari sekencang mungkin untuk lepas dari Juno, dan tubuhnya jatuh mengenai seseorang.
Juno terus memanggil namanya, namun ia tidak bisa mengejar Elea karena kaki nya lumayan sakit diinjak oleh Elea.
Elea menangis, karena ia menyesali perbuatannya, ia menyesal telah mencintai Juno yang bahkan tidak lebih dari lelaki lain.
" andaikan waktu bisa di putar, aku menyesal telah mencintai orang yang salah, sedangkan orang yang selama ini aku benci, adalah orang yang begitu tulus menyayangiku...."