
Reyna begitu terkejut ketika mendengar penuturan Fandy yang nampak sekilas mengucapkan kalau ia akan menikahi nya minggu depan, Apa yang di katakan Fandy memang tidak selaras dengan keinginan nya,Dan Reyna pun tidak yakin dengan omongan Fandy barusan, Apa karena ada Bunda Martha yang menekan dan menyudutkan nya, Reyna jadi semakin merasa bersalah, ia terlalu egois mementingkan keinginan nya tanpa berpikir tentang bagaimana Fandy mempunyai uang sebanyak itu, Untuk menikahi Reyna, Sedangkan ia baru saja di rundung masalah yang amat menyakiti hati nya.
" Bunda... Reyna tidak siap untuk menikah secepat itu " Ucap Reyna karena merasa tidak enak hati, padahal perkataan nya berlawanan dengan keinginan nya . Di Dalam gejolak hati nya berkata ingin segera mungkin menikah dengan dr. Fandy, Bukan kah pernikahan itu merupakan suatu impian bagi semua orang, Tidak mungkin Reyna menolak nya begitu saja, Apalagi menikah dengan Fandy, Orang yang Reyna cintai dan harapkan menjadi suami nya, Namun Reyna tidak ingin bersikap Egois karena ia mengetahui betul Masalah Fandy selama ini.
" Reyna !! Menurut kamu, Bunda akan diam saja, setelah Dokter ini mencium mu ?" Ucap Bunda Martha yang terus mendesak Fandy untuk segera menikahi Reyna
"Tapi Bunda... Reyna tidak ingin memaksa kan dr. Fandy untuk menikahi Reyna " Balas Reyna
" Lebih baik kamu masuk ke kamar, Biar bunda yang mengurus semua nya " Bentak Bunda Martha, lalu membuat Reyna tak bisa mengucapkan kata demi kata untuk membela dirinya sendiri pun ia tidak mampu .
Reyna melangkah menuju kamar nya, menaiki anak tangga satu persatu namun tatapan nya tak henti, tertuju kepada dr. Fandy yang tengah berdiri berhadapan dengan Bunda Martha, Ada sisi kesedihan yang amat dalam di raut wajah Fandy, Namun ia masih melayangkan senyuman manis nya untuk Reyna, Ini pertanda semua nya akan berjalan baik baik saja, Tapi Reyna tak mampu membohongi perasaan nya sendiri, Mata nya mulai berkaca kaca, segera ia memasuki kamar nya dan membantingkan pintu kamar nya sampai terdengar oleh Bunda Martha.
" Aku tahu, Menikah adalah semua impian bagi wanita, Tapi kali ini Aku merasa Sedih ketika ada cowok setulus dan sebaik dr. Fandy harus selalu berjuang keras untuk ku, bahkan ia tida memikirkan diri nya sendiri " Ucap Reyna sambil menangis
Ia tidak bisa membohongi perasaan nya, Ada perasaan senang ketika Fandy ingin menikahi Reyna dalam waktu dekat ini, Namun Ada pula Kesedihan karena Ia tahu bagaimana Kondisi Fandy sekarang.
" Kenapa sih, Hidup aku tidak semulus Aleyna dan Susan, Mengapa harus aku yang menderita seperti ini, Apa Aku tidak pantas mendapat kebahagiaan " Ucap Reyna lagi, Batin nya kian bergejolak
Namun disisi lain, Bunda Martha terus mendesak agar Fandy lebih cepat menikahi Reyna, Toh semua orang tua memang menginginkan sebuah pernikahan yang suci, Bukan sebuah hubungan yang terjalin secara maksiat, Ini demi kepentingan mereka berdua Karena Bunda Martha tidak mau mereka melewati batas , Sampai membuat malu dalam keluarga.
" Jadi kamu serius ingin menikahi Reyna " Ucap Bunda Martha sambil mengajak Fandy duduk
" Saya Serius ingin menikahi Reyna, Karena saya mencintai Reyna dengan Tulus " Ucap dr.Fandy yang nampak lebih tenang dari biasa nya .
" Aku tahu, kamu seorang dokter sudah pasti kamu kaya kan " Ucap Bunda martha sambil tersenyum ke Arah Fandy
"Kalau Kekayaan Jujur saja saya tidak memiliki, karena Seluruh aset kekayaan milik orang tua saya " Balas Fandy dengan tenang
" Bagaimana kamu bisa menghidupi anak saya, kalau kekayaan saja tidak punya "
" Saya memang tidak mempunyai kekayaan, Namun Cinta yang tulus lebih berharga dari Harta dan Kekayaan "
" Hidup tidak terus menerus tentang cinta, Tapi Harta dan Kekayaan juga menjadi pelengkap nya "
" Saya mengetahui itu Tante.. Dan saya sampai detik ini terus berjuang untuk membuat Reyna bahagia dengan hasil kerja saya selama ini "
" Kalau begitu, Bagaimana dengan orang tua mu "
" Saya anak yatim piatu, Bahkan Saya tidak mempunyai siapa siapa di dunia ini "
" Terus kamu masih mau menikahi anak saya atas dasar cinta ?"
" Apa tante keberatan , untuk merestui hubungan Aku dengan Reyna ?"
" Saya tunggu, kamu datang ke rumah ini dan melamar Reyna, Seberapa besar perjuangan kamu untuk Mendapatkan Reyna, Karena menikah itu tidak untuk main main Pak Dokter "
" Baik, Saya akan menepati semua perkataan Tante ... Kalau gitu Saya permisi pulang "
Lalu, Fandy pun meminta ijin untuk pulang ia menyambut tangan Martha dan mencium nya segera ia melangkah pulang, karena beban di hidup nya kini semakin berat, Andai saja Orang tua nya masih hidup, ia tidak akan Lemah seperti ini, Namun Nyata nya Fandy hanya manusia biasa ia mempunyai banyak kelemahan meski pun, ia memang sangat dingin dan Acuh namun disisi lain, Ada titik dimana ia mulai menyerah dengan semua kehidupan yang ia alami, Jujur saja memang sulit bagi Fandy . Dulu, ia mendapatkan sesuatu yang ia inginkan hanya dengan satu kedipan mata saja, Namun sekarang berbanding kebalik Kehidupan dengan kedipan mata saja, membuat waktu yang di perolah Fandy selama ini hilang begitu saja.
" Saya suka perjuangan kamu dokter muda, Semoga saja kamu memang pria terbaik untuk anak ku, Ia sudah cukup menderita selama ini dengan perceraian ku dan Ayah nya, Mungkin saja Dengan kehadiran mu, Reyna tidak akan merasakan Sakit yang amat dalam ketika aku dan Ayah nya berpisah "
Ucap Bunda Martha, Ia bersikap seperti ini hanya untuk menjaga Reyna dari sikap lelaki yang seenak nya mendapatkan Cinta dari seorang wanita, Karena Pengalaman pahit yang Martha alami, memang Teramat Sakit ketika dirinya sibuk bekerja siang dan malam untuk membantu Ayah Reyna yang dulu sedang bangkrut di perusahaan , Namun Setelah sukses ia melupakan Perjuangan Martha yang selama ini ada di samping nya bahkan Rela meninggalkan Reyna Kecil dulu Tanpa kasih sayang seorang ibu . Namun semua perjuangan nya sia sia, Ketika Keluarga nya mencapai Titik kesuksesan dalam Perusahaan, Ayah Reyna malah Selingkuh dan menikahi Sekretaris mya sendiri, Itu yang membuat Martha selama ini susah untuk melupakan nya, walau pun kejadian itu sudah delapan tahun yang lalu, Tapi sakit nya masih membekas sampai sekarang.
Reyna pun menatap kepergian Fandy di balkon kamar nya, Ia merasa bersalah dan amat bersalah . Kalau saja Reyna tidak membawa Fandy ke rumah nya mungkin semua ini tidak akan terjadi.
" Maafkan aku beruang kutub, kamu harus menderita seperti ini, semoga tuhan selalu ada di dekat mu, memberi mu kekuatan "
Tak terasa air mata nya menetes lagi, bahkan sudah sejak tadi ia menangis di kamar nya, Martha pun menghampiri Reyna dan duduk di kasur Reyna, Ia membelai lembut rambut Reyna .
" Nak .. Bunda bersikap seperti ini untuk melindungi kamu nak .. " ucap Martha
sambil mengelus lembut rambut Reyna, Ia merasa bersalah namun ini jalan terbaik untuk hubungan mereka
" Bunda tidak salah, hanya saja Reyna kasihan sama dr Fandy yang harus menderita demi Reyna " Ucap Reyna sambil terisak lalu ia memeluk Martha dengan sangat erat , Bahkan kehangatan seorang ibu yang ia butuhkan sekarang, dan dukungan nya.
" Kamu memang sudah dewasa nak, Bunda tidak mau kamu tersakiti oleh cinta, Cukup Bunda saja yang merasakan pahit nya cinta "
" Bunda .... " Ucap Reyna, ia bahkan memeluk bunda martha dengan sangat erat lagi, karena Reyna sendiri menjadi Saksi atas luka yang Ayah nya beri untuk bunda nya . Seakan mengingat kembali kejadian delapan tahun yang lalu , Ia sadar sekarang kalau Ibu nya memang sangat berjuang untuk nya dan tanpa rasa lelah mencari uang demi kebutuhan hidup Reyna . Ia memang sudah menikah dengan pria lain, namun tetap saja ia tidak bisa mencintai pria itu sampai sekarang, dan keputusan Martha meninggalkan nya karena Ia tidak mencintai pria itu .
Pikiran Fandy semakin kalut, Ia sendiri mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi tanpa memperdulikan keselamatan nya, Ia dalam keadaan kalut, serta di ambang pikiran yang amat keras . Cukup tuhan mengambil Ibu nya, jangan sampai ia kehilangan wanita yang ia cintai yaitu Reyna . Ia menanam teguh pendirian nya untuk berjuang demi Reyna.
" Semua ini karena ulah Josephine " Ucap nya, lalu menghentikan laju kendaraan nya, ia terus memukul stir mobil karena banyak pikiran.
" Bagaimana cara nya aku bisa menemukan Nasya, Bahkan ia membohongi ku untuk menampakkan wajah nya, Shit ! "
Ia mengeluarkan Handphone nya yang sedari tadi mati, namun sudah hidup kembali
Ia mencari nomor telepon Adnan untuk segera di hubungi, dan sambil memasang headshet di telinga nya, ia kembali mengendarai mobil nya dengan sangat cepat, namun tetap saja Nomor Adnan sulit untuk di hubungi, bahkan ia sudah menelpon nya beberapa kali, hanya bunyi suara operator saja di luar sana, sialan mengapa ia sangat sial hari ini.
Karena ia lebih fokus ke handphone sampai ia tidak melihat orang lain menyebrangi jalan . Fandy nampak terkejut dan langsung menginjak Rem mobil nya sekuat tenaga nya bahkan ia melemparkan Handphone nya begitu saja sehingga handphone itu terjatuh ke bawah bangku mobil .
Segera ia keluar dari mobil nya untuk memastikan orang itu baik baik saja .
" Kamu tidak apa apa ?" Ucap Fandy sambil mendekati gadis berkerudung putih dan memakai masker serta kacamata hitam
Gadis itu menatap ke Arah Fandy, dan membuka kacamat nya, Fandy terkejut ketika orang yang hampir ia tabrak adalah Nasya Kanaya, orang yang selama ini ia cari cari untuk mendapatkan titik terang dalam hidup Fandy
" Nasya .... "
" Nasya ..... kamu mau kemana "
" Nasya ... tunggu aku Nasya... "
" Nasya ... "
Gadis itu berlari sangat cepat, Kini Fandy pun mengejar Nasya yang telah memasuki mobil hitam Fortuner, Mobil itu melaju dengan sangat cepat, lalu Fandy pun segera menancapkan Gas nya untuk menyusul Nasya, karena Nasya lah yang mampu mengubah titik terang hidup Fandy, Karena Josephine akan mengembalikan Seluruh Aset kekayaan Orang tua Fandy jika Nasya kembali dengan nya .
Follow ig author : Raindu9721
banyak video menarik tentang All Cast " My Doctor is My Husband "
Terimakasih :)