My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
My Happines



Akhir nya Bi Nani pun sampai Rumah dengan membawa banyak belanjaan sayuran dan Ayam yang ia beli karena permintaan Aleyna, Meskipun Aleyna belum bisa memasak tapi ia akan belajar untuk suami nya, Ia tidak ingin mengecewakan Adnan. Lalu Bi Nani pun mengeluarkan semua sayuran yang ia beli dan membersihkan nya, Kali ini Bi Nani membeli Brokoli, Kol dan Sayuran lain nya, Serta Ayam . Karena Adnan memang menyukai nya.


" bagaimana kalau masak cap cai ?"


Entah Cap cai memang kesukaan Adnan mengingat dulu, Aleyna pernah membelikan Adnan capcai dan Ayam kecap, Sewaktu mereka masih berpacaran.


Akhir nya, Aleyna memutuskan untuk memasak capcai dan Ayam kecap, Di bantu oleh Bi Nani, untung saja Ada bi Nani di rumah nya, yang sudah setia bekerja pada nya selama Aleyna pindah rumah. Aleyna sudah menganggap bi Nani seperti keluarga nya sendiri .


" Non, biar bibi saja yang membersihkan sayuran nya " Ucap Bi Nani


" tidak apa apa bi, Kan Aku mau belajar " Ucap Aleyna dengan tersenyum ramah


Bi Nani nampak khawatir, ia merasa tidak enak hati kalau Nyonya Rumah nya ikut dan membantu nya memasak, Ya memang bagus untuk Aleyna, Karena kodrat Aleyna sebagai wanita, Harus bisa memasak dan mengurus suami nya.


" Biar bibi yang ngiris dan potong sayuran nya yah " Ucap Bi Nani yang meraih pisau lalu memotong nya


" Bi, Sejak kapan sih Suka memasak ?" Ucap Aleyna yang penasaran, karena Bi Nani memang sangat pandai memasak meski usia nya sudah menginjak kepala 5 .


" Duh non, Bibi masak dari umur bibi 12 tahun, Bibi sudah ikut bantu ibu bibi, masak di warung warung makanan " Ucap Bi Nani


" Jadi sudah sejak kecil bi, Sedangkan Aku umur segitu masih asik main Bi " Ucap Aleyna sambil tertawa


" Non kan Anak orang elit, beda sama Bibi " Ucap Bi Nani


" Nggak lah Bi, Semua sama saja " Ucap Aleyna tetap merendah


" Bibi bangga sama Non Aley, Non Aley sangat baik sama bibi dan Tuan Adnan juga sangat baik sama bibi " Ucap Bi Nani


" Sama sama Bi, Aleyna sudah menganggap bibi seperti keluarga " Ucap Aleyna lalu tersenyum kepada Bi Nani


Meski, Tergolong keras kepala namun Aleyna sangat Rendah hati, Ia memang mempunyai rasa perduli yang amat tinggi, meski ia dulu memang nakal .Tapi, Dulu Ia sangat ingat dengan asisten rumah tangga di rumah mamah nya, Yaitu Bi Ina,ia yang mengurus aleyna sewaktu kecil karena Orang tua Aleyna sering pergi tugas keluar kota .


Memang Aleyna sangat kehilangan kasih sayang orang tua nya dulu sewaktu kecil karena mereka sibuk bekerja dan hanya berfokus kepada perusahaan saja.


Tanpa memperdulikan Aleyna kecil yang dulu kesepian, untung saja ada bi Ina seorang ibu dari Bi Nani, Yang sekarang bekerja di rumah nya. Maka nya Aleyna sangat nakal karena ia sendiri membutuhkan kasih sayang orang tua nya . Harta dan uang memang mencukupi segala nya namun, Kasih sayang orang tua lebih dari segala nya.


Meskipun begitu,orang lain mungkin akan memandang Aleyna dengan perasaan bahagia karena ia anak dari seorang pengusaha, semua yang ia mau akan ia beli dengan sesuka hati bahkan Dulu, Padahal di balik itu semua, Tidak ada arti nya .


Ia berjanji dengan diri nya sendiri, Aleyna tidak ingin melewatkan masa pertumbuhan anak anak nya, Yang sangat menggemaskan. Aleyna akan selalu berada di sisi mereka, membimbing dan mengajarkan mereka.


Toh, Adnan tidak menuntut Aleyna untuk bekerja bahkan ia melarang Aleyna untuk bekerja.


Aleyna berjanji akan memberikan semua kasih sayang kepada anak kembar nya yaitu Alvin dan Elea yang kini mampu menghiasi hari hari Aleyna, Ia tidak menyangka akan menjadi seorang ibu dari dua anak kembar nya.


Rasa nya baru kemarin ia lulus dari sekolah ..


Baru kemarin ia menikah dengan Adnan


Dan rasa nya waktu begitu cepat, Ia bahagia menjalani nya.


" Non, Ayam nya non " Ucap Bi nani ketika melihat Aleyna yang melamun ketika menggoreng Ayam.


" Non ayam nya gosong " Ucap Bi Nani lalu segera ia membalik balikan ayam nya


Aleyna tersadar dengan lamunan nya, Sontak ia terkejut ketika melihat bi Nani sangat kerepotan .


" Maaf bi, Aku melamun tadi " Ucap Aleyna


" Tidak apa apa non, Tapi Ayam nya gosong sebelah " Ucap Bi Nani


" Tidak apa apa bi, Mas Adnan pasti ngerti ko" Ucap Aleyna


Lalu mereka pun melanjutkan memasak, Sementara Aleyna membereskan piring piring yang kotor ia hendak mencuci nya namun, Bi Nani melarang nya . Akhir nya Aleyna menyiapkan semua makanan di atas meja makan, Sudah sangat lapar, Aleyna pun pergi ke kamar nya untuk memanggil Adnan agar mereka bisa makan bersama.


" Mas Adnan ... " Ucap Aleyna lalu membuka pintu dengan sangat pelan, karena. si kembar sedang tertidur pulas dan Adnan pun ikut tertidur di sofa kamar anak nya .


" Daddy juga ikut tidur " Ucap Aleyna sambil tersenyum lalu berjalan menuju Adnan .


Ia membelai lembut rambut Adnan, Dan membisikkan sesuatu di telinga Adnan .


" daddy .. Ayo makan " Ucap Aleyna lalu Adnan pun membuka setengah mata nya .


" Sayang udahan masak nya ?" Ucap Adnan yang beranjak bangun


" Udah sayang . Avin sama Elea bobo nya nyenyak banget . Apa karena kecapean yah " Ucap Aleyna lalu melihat ke Arah dua bayi kembar nya


" Cuppp ... "


Kecupan di pipi Aleyna yang Adnan berikan sudah menjadi tradisi, kalau Adnan baru bangun dari tidur nya , Karena ia rasa kurang kalau belum mencium istri nya.


" Ayo makan dulu mas, Mumpung si kembar lagi bobo " Ucap Aleyna .


" Kangen tidur sama kamu " Ucap Adnan sambil merangkul Aleyna


" Tiap hari juga tidur bareng mas " Ucap Aleyna sambil tertawa


" Iya, tapi kangen mesra mesraan kaya dulu " Ucap Adnan yang kini cemberut


" Emang sekarang ngga mesra, Mas ?" Ucap Aleyna


" Ayo sayang . Aku kangen banget " Ucap Adnan lalu mencium leher Aleyna


" Mas .. Makan dulu, lagian Kan belum boleh berhubungan mas " Timpal Aleyna


Adnan pun menghela nafas, dan duduk seketika, Ia menahan semua hawa nafsu nya yang selama ini ia pendam . Mengingat Aleyna habis operasi Caesar dan Baru berjalan dua bulan . Segera ia menghentikan keinginan nya untuk berhubungan intim dengan Aleyna.


" Aku tahan " Ucap Adnan


Aleyna pun tertawa dan menatap ke Arah suami nya, Ia mengacak acak rambut Adnan yang sudah mulai kusut karena baru bangun dari tidur nya. Hal yang paling Aleyna sukai yaitu mengacak rambut Adnan . Karena ia lebih tampan kalau rambut nya berantakan .


Tak menunggu waktu lama, Akhir nya Aleyna dan Adnan pun menyantap makanan yang sudah di hidangkan di atas meja makan, masakan sederhana yang Aleyna masak untuk suami nya, Hanya Capcai sayur serta Ayam kecap beserta makan penutup lain nya . Namun, Adnan nampak menyukai nya .


" Mas Ayam kecap nya enak ?" Ucap Aleyna sambil tersenyum


" Oh ini Ayam kecap,Aku kira Ayam bakar " Ucap Adnan sambil meledek ke Arah Aleyna yang kini sedang cemberut


" Jahat banget sih mas , Aku sudah susah payah loh mas bikin nya . Kalau ngga percaya tanya sama bi nani " Ucap Aleyna lalu cemberut


" Enak sayang . Terimakasih sudah masak untuk suami mu ini, Kalau bisa tiap hari yah " Ucap Adnan sambil mengusap pucuk rambut Aleyna


" Kalau ada waktu luang . Aku ngga janji " Ucap Aleyna


" Sayang .. " Ucap Adnan


" Naon ?" Timpal Aleyna dengan menggunakan bahasa sunda yang ia Tahu saja


" Apa tuh ?" Ucap Adnan lagi merasa heran


" Naha ?" Ucap Aleyna lagi


" Mulai kumat, kayak nya butuh di suntik " Ucap Adnan


" Suntikan dana, aku mau mas " Ucap Aleyna sambil tertawa


" Emang kurang selama ini ?" Timpal Adnan


" Jadi mau di tambahin ?"


" Ayo lah mas, Besok mau ke mall bareng Susan dan Reyna ".


" Besok aku ikut .. "


Wah,,,,,Author juga butuh di suntik dana nih sama dokter Adnan hehehehe :)


Segini dulu yah, Karena Author lagi sibuk kerja .


Besok akan di Up lagi 🤗


Asal kalian Komen dan Like