My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Menggemaskan !



Setelah mengantarkan Reyna ke kampus nya, Fandy menuju Rumah Adnan untuk mengambil kunci apartement Adnan karena Adnan sudah mempunyai rumah sendiri dah hidup berdua dengan Aleyna . bahkan di Temani buah hati mereka yang menggemaskan, Tak butuh waktu lama untuk seorang dr. Fandy mengendarai mobil nya dengan kecepatan yang sangat cepat menuju rumah Adnan yang berada di Perumahan Elit, Dan hanya orang yang berduit yang mampu menghuni perumahan elit ini .


Ia pun memarkirkan mobil nya di perkarangan besar milik Adnan, dan segera bergegas masuk .


" Untung kau masih di Rumah " Ucap Fandy ketika melihat Adnan sedang duduk di Ruang tamu sambil menikmati kopi hangat


" Duduk lah " Ucap Adnan


" Bi, nani buatkan Segelas kopi hangat satu lagi, untuk Fandy " Ucap dr. Adnan


segera Bi nani membuatkan segelas kopi hangat kesukaan Fandy yaitu Cappuchino, yang tidak terlalu manis .


" Mengapa berita bodoh itu tersebar begitu cepat " Ucap Fandy seolah tidak mempercayai berita tentang Rumah nya yang di sita Josephine


" Karena kau berurusan dengan seorang pengusaha tersohor di kota ini " Ucap Adnan sambil meneguk segelas kopi


" Dan Kakak angkat Reyna lah yang membawa kabur Nasya " Ucap fandy


" Kalau begitu, kau harus mencari lelaki itu dan membawa nya ke hadapab Josephine agar Rumah mu bisa kembali lagi ?" Ucap Adnan dengan sangat singkat


" Kalau aku membawa nya, Pasti Josephine dan anak buah nya akan membunuh kakak angkat Reyna, Aku tidak bisa melihat nya bersedih" Ucap Fandy sambil menyeruput Kopi nya


" Tidak ada cara lain, kalau kau tidak membawa nya maka Rumah mu akan tetap jadi milik Josephine " Ucap Adnan


" Biarlah, Aku tidak perduli. Yang aku inginkan sekarang Adalah bersama orang orang terdekat ku saja " Ucap Fandy


" Apa kau sudah melamar nya ?" Ucap Adnan


" Tidak semudah itu, Sedangkan Aku tidak punya tempat tinggal. Mungkin lain kali setelah aku sudah mempunyai Rumah " Ucap Fandy


" Asal kau sabar " Ucap Adnan sambil tertawa .


Tiba tiba saja Aleyna datang dengan menggendong Buah hati nya yaitu Baby El sementara Baby Al di gendong oleh Mamah Venna, Karena Aleyna tidak menyewa Babysitter atau pun Perawat, Dia ingin mengurus sendiri anak nya, dan di bantu oleh dua Mamah yang super baik yaitu mamah Venna dan Bunda Widya .


" Kenapa kau tidak mengajak Reyna " Ucap Aleyna sambil duduk di samping Adnan


" Dia sedang ada kelas, Mungkin sore ini dia akan ke rumah mu " Ucap Fandy


" Anak daddy .. lucu banget " Ucap Adnan sambil mencubit pipi El dengan sangat Gemas nya lalu, El tersenyum ke Arah Adnan


" Abang AL kemana ?" Ucap Adnan


" Sedang tidur, dan di gendong mamah " Ucap Aleyna karena Al memang lebih pendiam di banding El yang sering sekali menangis


" El kenalin itu Om Fandy, dia jutek banget dan dingin kaya batu Es, Pokok nya kalau kamu udah gede nanti, Ketemu cowok kaya Om Fandy, Kamu hajar deh " Ucap Aleyna sambil mengajak El ngomong


" Kalau di hajar EL tidak apa apa, Asal jangan di hajar sama mamah nya " Ucap Fandy lalu tertawa


".Tenang, El ini emang lebih barbar daripada Abang nya " Ucap Adnan


" Aku boleh menggendong nya " Ucap Fandy seolah ingin menggendong Gemas Baby El


Aleyna pun mengijinkan Fandy untuk menggendong El . Karena memang Fandy sangat menyukai baby El terbukti ia sangat menyukai anak kecil meskipun Fandy terbilang sangat dingin, namun Ia penyayang


" Mas Adnan, dr Fandy udah cocok kan jadi Calon daddy "? Ucap Aleyna melirik ke Arah Fandy


" Benar sayang, Mending segera menikah Fan biar bisa punya anak lucu kaya El " Ucap Adnan seolah meledek Fandy


" Tau, ngga bosen apa yah . Sendiri terus " Ucap Aleyna sambil tertawa


" Uncle Nunggu Baby El besar deh baru Uncle nikah, Ya kan ?" Ucap Fandy sambil mencium gemas Wajah Baby El


Tiba Tiba saja El kentut, dan buang air besar sehingga Fandy pun terkejut .


" Omg !! Dia Pup ! " Ucap Fandy lalu memberikan Baby El ke pangkuan Aleyna


" Baby El nakal ya, kenapa kasih pup ke Uncle Fandy ?" Ucap Aleyna lalu membawa baby El untuk di bersihkan


" Baby El jijik denger perkataan kamu Fan " Ucap Adnan sambil tertawa


" Kalau melihat baby El dan Baby Al yang menggemaskan, Aku jadi ingin melepas masa lajang ku " Ucap Fandy


" Nunggu bikin rumah kelamaan, yang Ada si Reyna keburu nikah sama cowok lain " Ucap Adnan


" Sialan ! " Ucap Fandy


Setelah selesai mata pelajaran nya, Reyna pun berniat ingin bermain ke rumah Aleyna karena Aleyna sudah mengharapkan Reyna untuk bermain ke rumah nya menemui Baby Al dan Baby El, namun di depan Gerbang Reyna menemukan lembaran pencarian orang hilang dan di kertas lembaran itu terpampang jelas foto dr. Nasya yang sedang di cari oleh Ayah nya, Josephine Cornelius, pengusaha tersohor di kota ini, Dan di kertas itu di tuliskan bahwa siapa yang berhasil membawa Nasya ke hadapan Josephine, ia tak segan memberi nya uang dengan jumlah besar beserta Rumah, kalau saja bukan Kak Rey yang membawa Kabur dr. Nasya pasti Reyna akan memberitahu Josephine kalau Nasya sedang berada di Eropa, bersama kak Rey karena mereka nekat kawin lari lantaran, terhalang restu orang tua . Mungkin dulu kalau Reyna nekat kawin lari dengan dr. Fandy mungkin masalah nya akan serunyam ini, untung saja ia tidak melakukan nya.


Reyna mencoba menghubungi kak Rey, namun tetap saja, Handphone nya tidak aktif dari bulan lalu, Sebenarnya di mana keberadaan Kak Rey dan dr. Nasya sekarang . Ancaman Josephine benar benar akan membuat Kak Rey celaka ! Ia tak segan membunuh kak Rey . Cobaan Apa lagi ini, Mengapa harus Kak Rey yang jadi mangsa dari Josephine.


" Menyebalkan " Ucap Reyna lalu melempar botol minuman nya , Tanpa sengaja mengenai Mobil seseorang yaitu Kevin


" Apa apan ini " Ucap Kevin lalu menuju ke Arah Reyna yang tengah berdiri


" Maaf, Aku tidak sengaja melempar mu " Ucap Reyna


" Untung cantik, kalau tidak aku habisi kamu " Ucap Kevin dengan menatap tajam Reyna


" menyeramkan ! " Ucap Reyna lalu bergidik ngeri


Tak Lama, Reyna pun pergi ke Rumah Aleyna mengenakan Taxy Online . Di seberang sana yang sudah menunggu Reyna .Lalu ia pun menaiki nya dan Reyna lebih fokus ke handphone nya .


Tatkala ada Pesan Whatsapp masuk .


( Kutub ) : " Maaf, Aku tidak bisa menjemputmu, karena aku kerja siang ini sampai larut malam "


(Rabbit ) : " Iya tidak apa apa, Aku ke rumah Aleyna "


( kutub ) : " Jangan kelayapan selagi ngga ada aku, pulang dari Rumah Aleyna langsung pulang ke rumah "


Setelah menerima pesan dari dr. Fandy, ntah perasaan Reyna menjadi tidak karuang, rasa nya ia ingin lompat lompat di taxy ini namun tidak jadi, karena ia takut dengan Driver nya . mengapa manusia kutub begitu perhatian, Dulu ketika berpacaran , dia tidak seromantis ini bahkan untuk mengirim pesan pun jarang dan hanya mengingatkan untuk makan saja, tapi kali ini ia begitu perhatian, Rasa nya tidak Rela kalau dia harus pergi dari Rumah ku


.


.


Tak lama, Reyna pun sudah sampai di rumah besar milik Aleyna . ia segera memasuki rumah besar itu.


" Permisi, Tamu cantik disini " Ucap Reyna


" Sombong sekali, baru main lagi ke rumah ku " Ucap Aleyna


" maafkan aku baby, karena akhir akhir ini aku sibuk " Ucap Aleyna


" Sibuk pacaran sama manusia kutub ?" Ucap Aleyna


" aku bahkan tidak pacaran ley " Ucap Reyna lalu duduk di ruang tamu sambil mengambil cemilan yang ada di atas meja


" kalau tidak pacaran, bagaimana bisa kau tinggal bersama " Ucap Aleyna


" Dari mana kau tahu, bahkan aku belum menceritakan nya " Ucap Reyna


Tak lama Aleyna pun menceritakan semua nya, ketika dr Fandy datang ke rumah nya waktu siang tadi, Ia menggendong Baby El dan tanpa sengaja Baby El membuang air besar ketika di gendong Fandy, tak kuasa Reyna menahan tawa nya karena ia tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi Fandy, mengingat dia orang yang sangat bersih dan Perfectsionis, Namun Ada sisi baik yang Perlu Reyna tahu, kalau Fandy sangat menyukai anak kecil dan ia sangat penyayang .


" Aku ngga nyangka, kalau manusia kutub sebaik itu mau menggendong baby El " Ucap Reyna begitu terpesona


" Jadi ada sisi baik nya juga. Maka nya buruan di halalin " Ucap Aleyna


" jangan kan di halalin, Buat dia peka aja susah " Ucap Reyna


" Yang penting kamu bahagia kan ada di samping nya .Dan dia sangat membutuhkan kamu Rey " Ucap Aleyna


" Ayo ke kamar dua baby twin aku, Kebetulan mereka menangis " Ucap Aleyna


Tak lama Reyna pun menggendong Baby Al yang sangat manis namun pendiam . Di banding Baby El yang sedari tadi nangis terus sampai Aleyna kewalahan menangani nya.


" Baby Al manis banget, onty yakin deh kalau sudah besar nanti . Banyak yang ngantri "Ucap Reyna sambil mencium Baby Al


" kapan yah, ngerasain punya baby selucu ini apalagi sama dr Fandy " Batin Reyna .


Author Up lagi nih . Terimakasih semangat nya .


Love You ♥️