My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Aleyna ku



" maafkan aku sayang"


Hanya kata-kata maaf lah yang terlintas di bibir Adnan, tidak perduli siapa yang salah yang terpenting adalah mempertahankan sebuah hubungan dengan menurunkan ego masing-masing, kalau pun mencari siapa yang benar maupun siapa yang salah, semua itu hanya bisa menghancurkan sebuah hubungan dan Adnan tidak ingin itu terjadi.


Deras nya hujan tidak akan membuat dua insan yang saling mencintai luruh dalam hanyutan belai kasih sayang, tidak untuk Rio yang hanya memperhatikan sebenarnya ia bisa saja membawakan payung untuk meneduhkan kedua majikan nya tapi ini bukan waktu yang tepat, karena kedua nya saling melepas rindu.


" Jangan pernah pergi, dari ku Aleyna! kau bahkan membuatku kehilangan separuh jiwaku!" ucap Adnan sambil terus memeluk erat.


"lepaskan aku Mas, lepaskan aku!" ucap Aleyna sambil terus menangis


" Aku tidak ingin melepaskan kamu, sebelum kamu kembali kepada ku" ujar Adnan


Aleyna nampak terdiam, ia mulai memahami sikap egoisme nya, padahal tanpa ia tahu Adnan rela meninggalkan pekerjaan nya untuk menjemputnya ke Bandung, dan Aleyna yakin kalau Bi Nani lah yang memberitahu Adnan tentang keberadaan nya.


Tak lama, Adnan melepaskan pelukan nya dan ia menyentuh kedua pipi Aleyna, ia menghapus setiap air mata yang jatuh di pipi Aleyna, mungkin ini sudah ke sekian kali Adnan membuat Aleyna menangis padahal ia tidak ada niat ingin membuat nya menangis.


" Maaf, kalau aku selama ini tidak mengerti keinginan kamu! aku sadar aku bukan lelaki seperti yang kamu inginkan, aku memiliki waktu yang seharus nya aku habiskan dengan mu, tapi aku sibuk dengan dunia ku tanpa aku tahu, kamu begitu tersiksa dengan semua ini dan maaf selama ini aku tidak bisa membahagia kan kamu, seperti lelaki lain yang bisa membahagiakan semua pasangan nya" ucap Adnan tak terasa air mata nya menetes, dan ia langsung menghapus nya dan berbalik arah membelakangi Aleyna.


Aleyna menghampiri Adnan, ia berdiri tepat di depan Adnan.


" jangan berbicara seperti itu lagi, karena itu semua bukan sepenuh nya salah kamu!" ucap Aleyna


" tatap mata aku Mas? aku ... yang seharus nya minta maaf, karena aku terlalu egois, aku tidak mengerti kesibukan kamu. Padahal kamu sudah bekerja keras demi keluarga kecil kita, Agar aku dan anak-anak bisa hidup bahagia dengan hasil kerja kamu! Tapi kenapa, aku tidak bisa sedikit saja mengerti kesibukan kamu, aku wanita yang beruntung bisa memiliki kamu, Mas Adnan " ucap Aleyna sambil menangis


Aleyna menundukkan pandangan nya, ia pun hendak mencium kaki Adnan karena ia merasa bersalah telah bersikap seperti ini kepada Adnan, namun Adnan mencegah nya kini wajah nya saling berdekatan.


Adnan menatap dalam wajah Aleyna, dan kedua bola mata indah itu saling bertemu dan rasa cinta yang amat besar terpancar dari kedua nya. Hanya saja mereka tidak bisa membagi waktu satu sama lain.


" Kita memang menikah atas dasar perjodohan tapi kamu wanita yang paling sempurna yang pernah aku temui, aku tidak menuntut kamu terlalu banyak, dengan sikap kamu seperti ini malah membuat ku semakin mencintaiku, dan terimakasih telah menyadarkan aku! apa arti penting nya sebuah keluarga" ucap Adnan sambil memeluk erat tubuh Aleyna


" Aku terlalu mencintai kamu, Mas!" balas Aleyna lagi.


" kita di pertemukan atas dasar perjodohan, dan mungkin ini waktu nya aku berjuang untuk mendapatkan kamu, jangan pernah pergi dari aku, kau bahkan telah memenuhi memori di dalam pikiran ku, Aleyna ku!" ucap Adnan sambil memejamkan mata dan memegang tengkuk Aleyna.


" Mas, aku juga ingin kita sama sama berjuang untuk anak-anak " ucap Aleyna


Perlahan Adnan mulai mengecup bibir Aleyna yang sudah di basahi oleh isak tangis dan air hujan.


" Mas.... " ucap Aleyna yang menerima ciuman lembut dari Adnan.


Adnan merasakan kehangatan ketika sedang mencium Aleyna, karena ia sudah menemukan tempat ternyaman selama ini, hanya Aleyna tidak akan ada tempat untuk wanita lain di hati Adnan, karena Aleyna lah wanita satu-satu nya yang telah mengisi ruang hati Adnan, meski ia harus rela berjuang kembali untuk mendapatkan Aleyna, Tapi perjuangan nya tidak sia-sia dengan cara ini lah ia bisa mengetahui isi hati Aleyna selama ini.


*


Rio dan Mirna yang memperhatikan di belakang mereka pun harus menelan pahit nya karena ia juga ikut merasakan kehilangan kalau saja Aleyna dan Adnan berpisah.


Rio berdiri menutupi badan Mirna ketika Adnan sedang mencium Aleyna, karena Rio tidak ingin Mirna melihat nya bahkan ia sendiri tidak ingin melihat Adegan berbahaya bagi dirinya yang masih sendiri


menurut nya itu hanya membuat dirinya terpukul karena tidak bisa mengikutinya.


" Lebih baik kau tidak usah melihat !" ucap Rio yang menghalangi pandangan Mirna dengan tubuh kekar nya.


" memang ada apa? kasihan Non Aleyna sama Tuan karena kehujanan lebih baik kita menyuruh mereka untuk berteduh terlebih dahulu." ucap Mirna dengan polos nya.


menyuruh orang yang sedang berciuman untuk berhenti! ooo.. tidak!!


" Kak, ayolah kita berteduh terlebih dahulu" Ajak Mirna lagi sambil menarik baju Rio


" hmm.. Iya " ucap Rio sambil mengikuti arah Mirna, dan meninggalkan Adnan dan Aleyna yang sedang merajut kasih.


-


tubuh Adnan terkulai lemas bahkan tubuh nya terjatuh disaat ia sedang memeluk Aleyna, Adnan memang dari kemarin tidak melakukan hal lain terkecuali memikirkan Aleyna, karena ia sangat tidak ingin kehilangan Aleyna.


" Mas, kenapa mas ?" ucap Aleyna sambil menahan tubuh Adnan yang terjatuh di pelukan nya.


" Mas bangun, Mas !" ucap Aleyna sambil menggoyangkan tubuh Adnan.


" Pak, Rio tolong !" ucap Aleyna namun Rio tidak ada di tempat, ia malah pergi bersama Mirna


" Maafkan aku Mas Adnan, Bangun Mas!" ucap Aleyna lagi


" Aku janji tidak akan bersikap seperti ini lagi, dan kamu boleh kok sibuk dengan pekerjaan kamu tapi aku mohon bangun Mas jangan membuat aku khawatir seperti ini" ucap Aleyna lagi


Adnan masih tetap tidak sadarkan diri, karena terlalu lelah dengan semua aktivitas bahkan ia tidak tidur sama sekali dalam dua hari ini.


" Aku harus bagaimana, Mas " ucap Aleyna sambil menyentuh pipi Adnan.


Aleyna langsung meminta pertolongan, sementara tubuh Adnan dan Aleyna telah basah di guyur oleh air hujan sementara mereka masih berada di tengah kebun. hanya berdua saja, ia berteriak meminta pertolongan.


sungguh kesalahan terbesar Aleyna kalau saja ia harus kehilangan Adnan, di saat seperti ini, Aleyna merasa panik apalagi ketika melihat tubuh Adnab yang terkulai lemas usai ciuman nya tadi.


" Pak, tolong suami saya Pak!" ucap Aleyna ketika dua orang petani lewat


" Neng Geulis naha atuh?" ucap salah seorang petani


" Suami saya jatuh pingsan, dan tolong bantu suami saya, saya mohon" ucap Aleyna yang memohon


" Tapi, tidak gratis neng! harus ada bayaran nya " ucap salah seorang petani


" saya akan membayar berapapun yang kalian mau " ucap Aleyna


" Kalau di bayar sama tubuh seksi Neng geulis, saya mah tidak akan menolak !" ucap Salah seorang petani


" Lebih baik kalian pergi ! saya tidak sudi meminta bantuan kepada orang seperti kalian !" ucap Aleyna bahkan ia menyesal


" Ayo lah Neng .. " ucap salah seorang petani yang menarik lengan Aleyna


" Lepaskan, tolong lepaskan! Mas Adnan .. " teriak Aleyna sambil memukul tubuh petani itu


Adnan masih terus tidak sadarkan diri, dan tubuh nya di guyur hujan sambil terkulai di bawah pohon stroberi.


" Lepaskan Majikan saya !"


namun, tiba-tiba saja Rio dan Mirna datang membawa payung. dengan sigap Rio menendang kedua petani yang ingin melecehkan Aleyna, ia bahkan menyuruh Aleyna untuk menjaga Adnan.


" Pak, tolong" ucap Aleyna sambil teriak


" Non, lebih baik kita bawa Tuan Adnan untuk berteduh lebih dulu" ucap Mirna


Rio pun memberikan pelajaran terhadap petani yang jelalatan, untung saja Rio datang tepat waktu kalau tidak, ia akan merasa bersalah karena tidak bisa melindungi Aleyna istri dari seorang Adnan yaitu Boss nya sendiri. Dan Akan Rio pastikan kedua petani itu tidak akan bisa kerja kembali di kebun stroberi.


Setelah selesai, dengan di bantu Rio akhirnya Adnan pun telah berada di dalam mobil bersama Aleyna, untung saja Rio telah menyiapkan baju- baju Adnan dan segala keperluan Adnan.


Aleyna menggantikan baju untuk Adnan,agar ia tidak kedinginan meski tubuh Aleyna yang harus merasakan dingin nya air hujan bahkan ia tidak bisa berhenti untuk bersin terus menerus .


" Mas, kamu yang kuat yah" ucap Aleyna setelah selesai menggantikan baju untuk Adnan


" Pak Rio, apa kau membawa kotak obat?" ucap Aleyna


" Ada bu" ucap Rio dan menyuruh Mirna untuk menyerahkan kotak obat ke Aleyna karena Mirna duduk di depan bersama Rio


Aleyna ku, jangan tinggalkan aku ...


Adnan pun mulai sadar dan memanggil nama Aleyna, ketika ia sudah membuka mata nya setelah Aleyna memberikan penghangat bagi Adnan.


" Mas, akhirnya kamu bangun" ucap Aleyna yang merasa senang


" Aleyna .. " ucap Adnan lirih


" Aku disini sayang, aku tidak akan pernah pergi dari kamu" jawab Aleyna sambil mengecup pipi Adnan.


Adnan masih terdiam, ia merasakan kepala nya yang amat pusing namun ada kebahagiaan juga karena ia bisa kembali dengan Aleyna.


"Pak Rio, aku bingung obat nya yang mana ?" ucap Aleyna sambil memilih obat-obatan


" Apa kita berhenti dulu, Bu ?" ucap Rio


Namun, tiba-tiba saja Adnan memegang lengan Aleyna dan mengusap pucuk rambut Aleyna.


" kau sudah menjadi obat bagi ku, sayang" ucap Adnan yang tersenyum dengan wajah pucat nya


" Jangan membuat aku khawatir Mas, kalau saja kamu tidak sadarkan diri! aku benar-benar menyesali segala perbuatan ku" ucap Aleyna


" Tidak sayang, aku hanya butuh istirahat saja " ucap Adnan


" Mas minum obat dulu" ucap Aleyna sambil bersin-bersin


" Kamu saja yang minum," ucap Adnan


" Aku ngga sakit!" ucap Aleyna lagi tapi masih bersin


" Emang itu bukan sakit ?" ucap Adnan lagi


" kamu kan obat nya" ucap Aleyna lagi sambil mengikuti rayuan Adnan


" Sayang, kau harus menebus nya nanti malam di kamar , karena kau telah membuat ku benar-benar tersiksa " bisik Adnan di telinga Aleyna


" Kau mau berapa kali pun, aku siap " ucap Aleyna sambil tersipu malu


" Bagaimana kalau sekarang?" bisik Adnan


" Mas, jangan macem-macem deh!" ucap Aleyna sambil menutup mulut Adnan


namun, Adnan malah menggoda nya dan mengigit jari Aleyna.


" Mas ?"


" Ternyata kamu sudah membuat ku hampir gila!" ucap Adnan lagi


" jangan sampai gila, kalau beneran gila aku tidak ingin mendekati mu" ucap Aleyna sambil tertawa.


Adnan pun mengigit telinga Aleyna, karena dia begitu menggemaskan, dan tidak memperdulikan orang-orang yang ada di mobil yaitu Mirna dan Rio. karena Rio sudah terbiasa melihat keromantisan mereka.


Mirna hanya menundukan pandangan nya karena ia merasa canggung berada di mobil seorang dokter yang kaya raya. ia tidak biasa seperti ini, apalagi duduk berdampingan dengan Pak Rio, yang memang status nya berbeda dengan Mirna semakin membuat Mirna canggung .


" kau tidak perlu canggung" ucap Rio


" tidak kak, hanya tidak biasa " ucap Mirna


kepolosan seorang Mirna , jarang di temui


" Nanti kau terbiasa melihat keromantisan mereka" ucap Rio


" aku tidak melihat nya" balas Mirna


" Karena kau lebih fokus melihat ku?" ujar Rio


" Tidak juga kak Rio" ucap Mirna sambil tersipu malu karena Rio terus merayu nya.


****


Setelah sampai ke rumah, Aleyna pun menceritakan semua kejadian tadi ketika ia hendak di lecehkan oleh dua orang petani, dan kejadian itu membuat Adnan marah ia tidak bisa membayangkan bila kedua petani tersebut merusak istri nya.


Ia pun meminta Bi Nani untuk menemui kepala desa yang memiliki perkebunan stroberi itu, agar memberikan pelajaran bagi kedua petani tersebut.


dan seberapa besar masalah yang menghadang suatu hubungan lebih baik di bicarakan jangan sampai kehilangan komunikasi karena akan berakibat fatal, bahkan rentan akan perpisahan seperti hubungan Adnan dan Aleyna, hanya masalah waktu dan hilang komunikasi saja, karena Adnan yang sibuk dengan pekerjaan nya sampai ia lupa mengabari Aleyna dan Aleyna yang memang mikir kalau Adnan telah mengabaikan nya, disini lah konflik itu terjadi hanya salah paham dan pikiran serta omongan orang lain negatif yang memenuhi memori seorang Aleyna sampai ia nekat untuk pergi menghibur diri ke Bandung, dan Adnan yang memang giat dalam bekerja sampai ia mengabaikan Aleyna, padahal kalau mereka bertemu dan membicarakan nya dengan pikiran tenang semua itu tidak akan melebar sampai kemana mana, seperti sekarang? kalau sudah dekat, tidak akan ada yang mampu memisahakan mereka.


ibarat lem sama kertas, kalau kertas nya sudah di beri lem? pasti akan menempel terus menerus tidak akan lepas kecuali ada orang lain yang berani melepaskan nya.


Guys Ayo Vote terus karena ada kabar gembira, untuk tiga hari kedepan author bakalan libur kerja so, kalian vote sebanyak mungkin yang pasti bakalan ada crazy Up juga .


akhirnya mereka bisa balik kembali, dan akan ada konflik antara susan maupun Reyna kalian tunggu sajan kejutan nya, karena masih banyak cerita nya ...


Like dan Komen nya aku tunggu guys.


Komen kalian sangat mendukung author