
Enam tahun mendatang......
Saka berhasil membuat Elea menjadi seperti sekarang, bukan hanya sukses di usia muda akan tetapi Saka berhasil membuat Elea menjadi pribadi yang lebih baik, Elea memiliki usaha di bidang kecantikan, ia menjadi salah satu CEO termuda di perusahaan, kebetulan Elea juga menjadi Guru di salah satu sekolah dasar, Alea juga menjadi donatur di panti Asuhan.
Keberhasilan Elea tidak lepas dari dukungan Saka, akan tetapi untuk saat ini Alea mulai membuka hati nya untuk Saka, ia bahkan sudah menyayangi Saka, tapi untuk mencintai nya?
Elea butuh waktu lebih lama lagi, bukan ia tidak bisa move on dari Rangga akan tetapi, mencintai seseorang itu tidak mudah bagi Alea, karena di usia nya yang menginjak 26 tahun, Alea butuh pendamping bukan lagi seorang kekasih.
Elea menarik nafas, setelah banyak kegaduhan di kelas tadi, kebetulan Alea mengajar di kelas tiga, anak-anak murid yang aktif dan nakal, berisik, kegaduhan di kelas sudah ia rasakan, bahkan emosi Alea terkuras habis, namun kenakalan anak-anak murid nya menjadi penghibur bagi dirinya.
" Bu guru, bu guru udah punya anak berapa?" ucap salah seorang murid laki-laki yang membuat Alea begitu terkejut.
" anak ibu banyak, termasuk kamu Clayton!" ucap Alea sambil melemparkan senyuman manis nya.
" Bu guru cantik banget, aku boleh jadi pacar bu Guru, hehehehe ...... "
Banyak sekali anak murid, yang menggoda Guru nya padahal kan mereka masih di bawah umur.
Pelajaran selesai, Alea pun masuk ke dalam kantor, ia melihat ponsel nya ternyata ada Saka yang mengirim pesan, Saka sudah ada di depan gerbang untuk menjemput nya.
Elea langsung membereskan meja kerja nya lalu pamit pulang kepada guru lain, ia langsung menghampiri Saka yang sedang duduk bersama Satpam sekolah.
" Sudah lama menungguku?" ucap Elea sambil menepuk bahu Saka.
" Alah, baru beberapa menit!" ucap Saka sambil melemparkan senyuman manisnya.
" Padahal Bu, Pak Saka sudah menunggu Dua jam lebih!" celoteh Pak Satpam yang membuat Saka tersipu malu.
Elea hanya menggelengkan kepala nya saja.
***
Dalam perjalanan pulang, Saka mengabari Elea kalau ibu nya Saka masuk ke rumah sakit dan sudah di rawat kurang lebih tiga hari.
Saka bahkan lupa mengabari Elea.
" Yampun, apa yang terjadi sama Mama kamu Mas?" ucap Elea begitu terkejut karena bagaimanapun orang tua Saka sangat baik kepada Elea.
" Tensi nya naik, jadi dokter menyuruh Ibu untuk rawat inap." ucap Saka.
" Yasudah Mas, kapan kita menjenguk nya, Aku ingin menjenguk mama." ucap Elea yang Sudah mengganggap Ibu Saka sebagai Mama nya.
" di Rumah sakit mana Mas?" ucap Elea
" Di Rumah sakit Bunda sejahtera." ucap Saka yang tidak henti nya menatap Elea, Saka bahkan bangga melihat perubahan Elea yang sekarang, Elea bahkan jauh lebih baik, apalagi memakai baju seragam guru, Elea begitu Anggun, ingin rasanya Saka memiliki Elea seutuhnya, ia ingin Elea menjadi ibu dari anak-anaknya, namun hubungan yang mereka jalani saja tidak begitu jelas.
Saka ingat, enam tahun yang lalu, ketika Saka mengatakan bahwa ia mencintai Elea, Saka mengutarakan isi hati nya. Di saat Elea masih kacau dengan perasaannya.
" Kita jalani saja dulu Mas, aku tidak tahu kedepannya mungkin aku bisa mencintai kamu, perlahan... "
Apa Elea sudah bisa mencintai Saka? atau memang Saka harus mengungkapkan nya lagi setelah enam tahun yang lalu, akan tetapi hubungan nya sekarang mereka jalani, sudah seperti layaknya orang pacaran.
Elea dan Saka sering makan bersama, jalan-jalan, menonton bioskop bahkan cerita satu sama lain, Saka merasa Nyaman di dekat Elea, namun apa Elea juga merasakan hal yang sama?
" el...." ucap Saka yang tiba-tiba saja menghentikan kendaraannya.
" Kenapa Mas? Ada apa kok berhenti sih? bensin nya habis?" ucap Elea yang begitu terkejut.
" Bu-bukann el!" ucap Saka yang sedikit bingung, ia tidak tahu harus mulai dari mana pembicaraan nya, ia tidak mungkin tiba-tiba menyatakan perasaannya, yang ada nanti Elea jijik.
" Kenapa Mas?" ucap Elea.
Saka menelan ludah, ia menarik lagi kata-kata nya.
" kayak nya enggak untuk sekarang!" ucap Saka dalam hati, ia tidak jadi mengungkapkan perasannya, pria sejati tidak mungkin menjadikan wanita yang di cintai, di dalam mobil, bahkan seharusnya ia menyiapkan bunga atau boneka maupun coklat .
"Dasar payah!"
" Kenapa si Mas?" ucap Elea begitu penasaran
" mmmm....Bagaimana kalau kita makan dulu?" ucap Saka .
" Yampun, Mas Saka lapar? tinggal bilang doang, kalau gitu ayo kita makan Mas.."
" Kamu mau makan di mana?"
" Aku mau soto Betawi mas, kayak nya enak!" ucap Elea yang menjulurkan lidahnya nya.
" yasudah Kita pergi ke rumah makan padang!" ucap Saka sambil tertawa
Elea memukul paha Saka
" Kok padang si? kan aku maunya soto betawi Mas , dasar budeg...." ucap Elea sambil menjewer telinga saka dengan sangat kencang sambil berteriak
" Soto Betawi....."
Saka hanya tertawa, dan merasa bahagia karena Saka merasa nyaman bersama dengan Elea.
Aku suka membuatmu tersenyum, aku suka membuatmu begitu bahagia ketika bersamaku.
apa kau sudah mencintai aku Eleanor??