
Setelah membujuk Reyna untuk meminta ijin melakukan snorkeling di Gili meno , dengan susah payah Fandy meminta ijin kepada Reyna, padahal sebenarnya Reyna juga ingin melakukan nya juga bersama Fandy karena dia belum pernah melakukan snorkeling di laut gili . Fandy pun meminta operator snorkeling untuk memberikan arahan kepada Reyna karena dia begitu khawatir dan terlalu cemas dengan pemikiran buruk yang terus muncul di benak nya.
Operator itu pun memberikan arahan dan dipastikan aman untuk melakukan snorkeling karena di Gili Meno ini sudah banyak sekali orang-orang yang melakukan nya, dan di pastikan Gili Meno tempat yang cocok untuk melakukan nya karena kejernihan air nya cukup baik dan yang pasti tidak terlalu dalam, karena letak nya tidak jauh dari pantai.
Reyna pun harus mengerti bagaimana hobi seorang Fandy yang memang mempunyai hobi snorkeling, menurut nya keindahan bawah laut tidak ada dua nya, dia sangat senang sekali jika melihat ikan ikan yang berhamburan di dalam laut.
" snorkeling ini di pastikan tidak berbahaya" ucap salah satu operator nya.
Fandy menatap wajah Reyna untuk meminta persetujuan kepada nya, ia bahkan memohon kepada Reyna.
namun Reyna sendiri tidak bisa melarang hobi seorang Fandy, ia akhirnya mengijinkan Fandy untuk melakukan snorkeling snorkeling akan tetap Reyna belum berani meskipun ia bisa berenang tapi ia masih takut, tapi Fandy terus membujuk nya untuk ikut karena ia berjanji akan menjaga Reyna.
" yasudah kau boleh melakukan nya" ucap Reyna
Fandy pun bersorak senang, ia memeluk erat tubuh Reyna dan mengangkat nya. Sampai operator snorkeling itu tersenyum sendiri menatap keromantisan sepasang pengantin baru itu.
***
setelah melewati banyak drama dan perselisihan akhirnya Fandy pun akan melakukan snorkeling walaupun tanpa Reyna karena ia belum berani sama sekali.
mereka pun di ajak naik ke perahu dengan lantai kaca yaitu glass-bottom boat , jadi Reyna pun bisa menikmati keindahan bawah laut.
Fandy dan yang lain pun sudah menggunakan peralatan lengkap sebelum melakukan snorkeling ia sudah memakai baju renang, dan mempersiapkan alat bantu pernafasan, sepatu katak dan yang lain nya karena Fandy tidak hanya sendiri ada beberapa dari pengunjung wisata juga yang ingin melakukan nya.
" beruang kutub, aku menunggu mu kembali" ucap Reyna sambil menggenggam tangan Fandy dengan suara manja nya.
" aku pasti akan kembali" ucap Fandy sambil mencium kening Reyna.
tak lama Fandy pun dan yang lain sudah mulai menyebur ke bawah laut, dan Reyna melontarkan senyuman berharap tidak terjadi apa-apa dengan Fandy karena ia tidak ingin itu terjadi.
pernikahan nya begitu singkat kalau ia harus kehilangan Fandy.
-
Setelah hampir lama menunggu Fandy, Reyna pun nampak gelisah karena Fandy tidak juga muncul sementara yang lain sudah selesai dan sudah ada di perahu, Reyna pun menanyakan kepada petugas operator snorkeling karena ia sudah lebih dulu selesai .
dimana Fandy ? apa di baik-baik saja?
Reyna berharap dan tak henti nya berdoa untuk keselamatan Fandy namun operator nya bilang kalau Fandy masih ada di dalam laut, ia masih menikmati keindahan laut.
*lantas, bagaimana kalau dia kehabisan oksigen?
Siapa yang akan bertanggung jawab* ?
Reyna begitu resah, ia mulai tidak tenang ia berjalan kesana kemari ntah apa yang harus Reyna lakukan untuk mencari keberadaan Fandy.
" bagaimana suami saya, pak?" ucap Reyna kepada salah satu operator
" anda tenang saja, suami anda sudah jago dalam hal snorkeling, dia tidak sendiri." ucap nya
" siapa yang akan bertanggung jawab kalau sampai terjadi apa-apa dengan suami saya?" bentak Reyna sambil memegang pelipis nya, nampak nya rasa khawatir dan cemas itu bercampur menjadi satu
" nona lebih baik kau tenang" ucap salah satu operator nya.
" bagaimana aku bisa tenang, sementara yang lain sudah sampai di perahu. sedangkan suami ku ?" ucap Reyna tak terasa mata nya berkaca- kaca
Dimana suami ku ?
tak lama Fandy pun mendarat ke perahu dan menghampiri Reyna.
" beruang ku" ucap Reyna sambil memeluk Fandy dengan sangat erat
aku kira kita bakalan berpisah
Reyna sudah mulai lega karena ia sudah bisa bertemu lagi dengan Fandy. padahal sebelum nya pikiran nya sudah kacau, tiba-tiba saja pikiran buruk itu selalu menghantui Reyna, namun ia sudah sedikit lega karena Fandy sudah kembali.
Tak lama tubuh Fandy pun terkulai lemas, ia terjatuh dan pingsan.
Reyna pun tidak bisa menahan tubuh Fandy, dan ia nampak kebingungan sementara operator di sana pun langsung menelentangkan tubuh Fandy yang terkulai lemas dan tiba tiba saja pingsan, Reyna menjerit histeris ia tidak ingin kehilangan Fandy.
" tolong pak, suami saya pak" ucap Reyna
" harap tenang nona" ucap salah satu operator
" ini yang aku khawatirkan, ah beruang kutub bangun " ucap Reyna sambil menggoyahkan tubuh Fandy
Operator itu pun melepaskan penampung di tubuh Fandy, ia menelentangkan tubuh Fandy dan menekan perut Fandy agar ia bisa mengeluarkan air yang mungkin masuk ke dalam perut nya.
" jangan tinggalkan aku beruang kutub"
Reyna terus menangis terisak, dan istri dari seorang operator di snorkeling itu pun memeluk tubuh Reyna dan memberikan ketenangan.
" bagaimana keadaan suami saya " ucap Reyna sambil menggoyahkan tubuh Fandy
" beruang kutub bangun"
" kau tidak mengerjai ku kan ?"
" beruang kutub, jangan tinggalkan aku"
" aku tidak mau kehilangan kamu "
" kamu tenang dulu nak" ucap seorang istri operator itu
Sementara team dari petugas snorkeling itu sudah mempersiapkan alat bantu apabila terjadi kecelakaan saat melakukan snorkeling.
" bagaimana aku bisa tenang, kalau suami ku saja tidak bisa bangun "
Reyna begitu teriris hati nya, ia belum siap kehilangan Fandy bahkan pernikahan nya baru di mulai, Reyna tidak tahu apa yang dia lakukan lagi setelah kehilangan Fandy.
" maaf nona, memang di luaran sana banyak sekali wisatawan yang melakukan snorkeling seperti suami anda dan nyawa nya tidak tertolong lagi, saya takut hal ini terjadi dengan suami anda." ucap salah satu petugas
" tidak, kau jangan mengira suami saya akan meninggal. suami saya masih hidup" ucap Reyna sambil mendorong tubuh operator tersebut
" tapi, nona kami sudah mempersiapkan alat dan memang aman , tapi kondisi suami anda yang memang kurang sehat." ucap nya lagi
" anda jangan berbicara seperti itu, suami saya masih hidup"
Reyna terus membentak siapapun orang yang mengira Fandy sudah meninggal setelah selesai melakukan snorkeling padahal tadi ia tersenyum ke arah Reyna dan ia memeluk nya dengan sangat erat.
bagaimana bisa itu terjadi ?
sementara Fandy masih di urus oleh pihak keamanan snorkeling , dan Reyna di harap tenang karena mereka sekarang berada di tengah laut, dan istri dari operator itu pun selalu menenangkan Reyna .
apabila Fandy benar benar meninggal? hidup Reyna pasti akan hancur ia tidak bisa bangkit lagi setelah banyak luka yang ia alami, namun hanya Fandy lah yang mampu mengubah dan membuat Reyna bahagia seperti ini.
jangan pergi, beruang kutub
Reyna pun nangis sejadi nya ia tidak tahu, apa yang harus ia lakukan . tubuh nya terkulai lemas melihat keadaan Fandy yang tidak kunjung sadar , sementara ia sedang berada di tengah laut.
Tuhan.
Jangan ambil suami ku !
" berdoa nak, supaya suami kamu sadar dan pulih kembali " ucap Istri dari team snorkeling
" tolong secepatnya buat Fandy sadar aku yakin, dia hanya pingsan saja" ucap Reyna
ia masih berharap Fandy hidup karena ia sama sekali tidak ingin kehilangan Fandy.
kalau penasaran ? Vote dong :)
makasih yah