My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Tom & Jerry



SUNREAL CLOTHING LINE


Tepat hari ini, Aleyna dan juga kedua sahabat nya tengah sibuk menjalani bisnis baru, tepat nya bisnis dalam dunia fashion yang selama ini mereka mimpi kan, namun bukan sekedar mimpi lagi melainkan kenyataan karena hari ini merupakan hari kebanggaan bagi mereka semua,setelah sukses dalam produk nya di bulan lalu dan mendapati penjualan yang amat pesat dalam pemasaran, kali ini mereka akan mengeluarkan produk baru untuk wanita maupun laki-laki, yang sedang trend dalam dunia remaja.


Produk terbaru untuk celana maupun kaos serta jaket yang sudah di rancang dan di desain oleh desainer ternama, atas permintaan Aleyna, Reyna dan juga Susan.


SUNREAL, diambil dari nama mereka,yakni Susan, Reyna dan juga Aleyna, kini tengah hits di kalangan remaja kota.


Rencana nya, hari ini Aleyna akan mengajak Elea dan juga Alvin untuk ikut bergabung dalam pemotretan khusus produk baru nya,Aleyna sendiri tidak berniat ingin menjadikan elea sebagai model karena Adnan melarang nya. Ia hanya ingin mengajak kedua anak nya untuk ikut dan menyaksikan sekaligus menghadiri pesta makan malam yang di laksanakan di restoran mahal, Akan tetapi Adnan tidak bisa menghadiri pesta makan malam, karena ia ada tugas seharian di rumah sakit, apalagi sekarang ia sudah menjadi direktur utama.


Aleyna tidak bisa mengungkiri, seperti nya ia sudah terbiasa dengan kesibukan Adnan. Jadi, ia tidak heran lagi kalau memang Adnan jarang sekali kumpul bersama.


untung saja ada Alvin dan Elea yang selalu setia menemani Aleyna kemanapun ia akan pergi.


Aleyna pun beranjak menaiki anak tangga, menuju kamar Alvin dan Elea yang memang saling berdekatan.


Tokk...tok... tok...


Aleyna pun mengetuk pintu kamar kedua nya, namun tidak ada respon sama sekali. Aleyna masih terus berusaha membangunkan anak kembar nya itu. " Alvin, Elea bangun Nak! Momy mau mengajak kalian keluar."


Tak lama pintu kamar Alvin pun terbuka, dengan wajah suntuk sambil mengucek mata, Alvin pun membuka pintu kamar.


" Ada apa Momy? ini baru jam tiga? Alvin baru saja tidur. "


Memang, Alvin dan Elea baru pulang sekolah sekitar jam dua belas, dan mereka langsung tidur siang.


" Pokok nya sekarang mandi! Momy mau mengajak kamu dan Elea makan di luar." ucap Aleyna sambil mendorong tubuh Alvin untuk segera bersiap-siap, kemudian ia membangunkan Elea, dan memang elea susah sekali untuk bangun sendiri, ia memang mirip seperti aleyna, tidak ada beda nya.


" Elea, bangun Nak!" ucap Aleyna sambil menggoyang kan tubuh Elea


" Ummm,.... Mom!"


" elea, kalau tidak bangun, terpaksa Momy dan kak Alvin meninggalkan kamu sendiri di rumah " ucap Aleyna dengan mengeraskan nada bicara nya.


Elea pun langsung bergegas bangun , karena ia sangat penakut, itu sebab nya Aleyna tidak memisahkan kamar antara Alvin dan Elea karena ia tidak berani tidur sendiri.


Tempat tidur mereka memang terpisah, hanya saja ada gorden yang menghalangi.


" Momy sudah cantik, memang kita mau kemana sih!" ucap Elea yang masih sibuk dengan tidur nya.


" Maka nya bangun, mandi dan momy tunggu 20 menit di ruang tamu. " ucap Aleyna.


" Iya Mom..." ucap Elea


Aleyna pun meninggalkan elea, ia sibuk menelpon kedua sahabat nya yang juga akan mengajak anak mereka masing-masing, namun tetap dengan kesendirian tanpa ada nya seorang suami yang mendampingi.


****


elea pun menghampiri Alvin yang tengah menata rambut nya, ia memeluk Alvin dari belakang.


" kenapa kamu tampan sekali." ucap Elea dengan rambut yang masih berantakan karena ia tidak menyukai menyisir rambut nya yang panjang . biasa nya, Aleyna yang menyisir dan menata rambut elea.


"Hahaha, tidak perlu heran, karena ketampanan ku sudah di warisi oleh daddy." ucap Alvin sambil tertawa.


" kenapa kamu tidak menjadi kekasih ku saja " ucap Elea


" Anak kecil seperti kamu, bisa apa? " ucap Alvin sambil memberikan sisir kepada Elea


" Kak, kamu tahu kan kak juno, kapten basket yang terkenal di sekolah?" ucap Elea


" memang nya kenapa?" ucap Alvin merasa penasaran.


" dia tampan bahkan melebihi kamu, andai saja dia jadi kekasih ku." ucap elea sambil berkhayal menjadi kekasih kak juno.


Alvin pun menepuk jidat elea, dan menyadarkan elea.


" Jangan berani jatuh cinta, apalagi sama lelaki seperti Juno!" ucap Alvin sambil meninggalkan elea sendiri di kamar


Karena Alvin tidak menyukai lelaki seperti Juno, ia tidak ingin melihat Elea terluka karena ulah Juno.


Setelah selesai, Aleyna pun memanggil kedua anak kembar nya karena sudah semakin sore apalagi Reyna dan juga Susan sudah sampai duluan di tempat pemotretan.


Aleyna pun mengendarai mobil lambhorgini, dia sudah terbiasa mengendarai mobil sendiri, dengan di dampingi oleh kedua anak kembar nya.


melihat ibu nya yang mengendarai mobil, Alvin pun berkeinginan untuk menggantikan Aleyna, ia tidak ingin melihat Aleyna kesusahan di saat tidak ada supir pribadi, karena mereka belum mencari nya. Setelah supir lama berhenti dari kerja nya.


" biar Alvin yang bawa Mom." ucap Alvin sambil menawarkan diri.


" Ah, tidak usah. Memang nya Alvin bisa mengendarai mobil?" ucap Aleyna sambil fokus menyetir.


" Itu lah mom, guna nya kalau Aku dan Kak Alvin bisa mempunyai mobil. " ucap Elea sambil terus merengek meminta mobil.


" Momy sebenarnya ingin membelikan kalian mobil, tapi daddy tidak mengijinkan,Lagi pula Mobil di rumah sudah ada empat. " ucap Aleyna


" Itu kan mobil momy sama daddy. menyebalkan, Karin saja sekolah bawa mobil masa elea dianterin terus, belum lagi kalau daddy sibuk, aku terpaksa naik bus sekolah!" Celoteh elea


" kata daddy kalau mau mobil, harus beli sendiri. " ucap Alvin sambil meledek Adik nya tersebut.


" Memang nya kak Alvin punya duit, Halah!" ucap nya.


-


Setelah sampai di Studio foto, Aleyna pun menemui Reyna dan Juga Susan yang telah lebih dulu sampai, mereka juga mengajak anak mereka, yakni Dylan dan juga Rangga.


" Gawat, nih!" ucap Reyna sambil menepuk jidat


" Iya bisa gagal kalau seperti ini. " Sahut Susan sambil menepuk jidat juga.


" Ada apa ini? kok kalian kaya orang stres gitu?" ucap Aleyna sambil tertawa melihat kedua sahabat nya yang sedang frustasi.


Mengingat, model yang akan menjadi brand Ambassador dari SunReAL pun tidak datang, melainkan ia menerima pekerjaan lain dan mengundurkan diri karena sudah terikat kontrak dengan perusahaan lain, itu yang membuat Reyna dan Susan cemas karena tidak ada lagi model yang akan menjadi brand ambassador dari produk mereka, padahal hari ini ada jadwal pemotretan untuk produk baru nya, sedangkan mereka tidak memiliki banyak waktu untuk mencari model baru, karena jadwal yang padat.


" Aku akan memikirkan cara nya. " ucap Aleyna sambil menggigit jari, ia sendiri bingung dengan situasi seperti ini.


Sementara anak-anak mereka sibuk memainkan ponsel masing-masing, dan bermain game.


" El, kamu jangan terus menyerang ku dong! " ucap Dylan sambil memainkan game online


" Aku tidak menyerang kamu, nih si anak beruang, yang kerjaan nya ngumpet terus di belakang aku " ucap Elea sambil sibuk memainkan Pubg mobile.


" Enak saja, kalau tidak bisa main game! jangan main lah. " ucap Rangga dengan wajah dingin nya.


" Jangan ribut terus nanti yang ada kita kalah" ucap Alvin yang juga sibuk dengan game online pubg nya itu.


" Aku mati kan! Ah kesel ..... " ucap elea sambil melempar handphone nya ke lantai. Ia menghampiri Rangga


" Gara- gara kamu, aku mati ! menyebalkan." ucap elea sambil menarik jaket yang rangga kenakan


" Kamu sendiri yang mati, malah menyalahkan aku! apa urusan ku." ucap Rangga sambil berusaha menarik jaket nya dari genggaman tangan elea.


Dylan dan juga Alvin pun melepaskan elea, mereka berusaha memisahkan kedua nya. Memang mereka kalau sudah bertemu sudah seperti tikus dan kucing, selalu bertengkar.


" elea lepaskan rangga!" ucap Alvin sambil menarik tubuh elea namun elea sangat kencang mencakar jaket Rangga dengan tatapan mata yang tajam.


" Rangga, lepaskan saja jaket nya. " ucap Dylan yang juga meraih tangan Rangga.


Tiba-tiba saja terdengar suara robekan kain, itu adalah jaket Rangga yang sobek akibat cengkraman tangan elea yang begitu kuat.


brekkk ......


begitupun juga elea, yang melotot ke arah Rangga.


" Dasar cewek gila!" ucap Rangga yang langsung bergegas pergi meninggalkan Elea dan juga Alvin, sementara Dylan mengikuti Rangga.


" Dasar manusia kulkas! sampai kapan pun aku tidak ingin menjadi teman mu!" ucap Elea sambil teriak.


" Hey, sudah! sekarang minta maaf sama Rangga, karena kamu telah merobek jaket nya. " ucap Alvin sambil menyuruh elea.


elea masih ngotot dengan pendirian nya.


Tidak ada kata maaf, untuk Rangga!


" Tidak ada kata maaf, di kamus Elea untuk Rangga!" bentak Elea sambil bergegas pergi.


Alvin hanya menggelengkan kepala nya saja, di lihat nya iPhone 11 pro max milik Elea yang baru saja di lempar oleh nya tadi, iPhone itu sudah retak, karena dengan kencang nya Elea melempar handphone nya itu.


Alvin pun segera menyusul elea, ia takut elea akan nekat pergi meninggalkan tempat ini, apalagi momy dan yang lain belum selesai.


ternyata elea pergi menghampiri Aleyna di ruang kerja, di sana juga ada Dylan dan Rangga yang tengah duduk, bahkan Reyna terkejut ketika melihat jakcket yang di kenakan Rangga jadi robek sampe lengan atas.


" Rangga, apa yang terjadi dengan mu Nak?" ucap Reyna sambil menghampiri Rangga.


" Tidak apa-apa." ucap Rangga sesingkat mungkin, ia tidak ingin menyebut nama elea apalagi di depan mama nya.


" Dylan, ada apa? Rangga jatuh atau kenapa?" ucap Susan


" Tidak bunda, tidak ada apa-apa. " ucap Dylan yang menutupi kejadian sebenarnya.


Reyna pun mencoba membuka Jaket yang di kenakan oleh Rangga, namun Rangga menolak nya, ia menepis lengan Reyna. Ia tidak menyukai dengan sikap Reyna yang selalu memanjakan Rangga, apalagi di depan Elea, ia pasti sudah menyiapkan aba-aba untuk membully nya.


Tak lama, Ko Rendi pun datang, ia adalah seorang photography handal yang sering memotret produk dari SunReAL, karena hasil jepretan nya produk nya pun laku keras dan berkembang sangat pesat, di toko maupun di mall besar.


Aleyna dan juga Reyna beserta Susan pun masuk ke ruangan kerja, mereka menyuruh anak-anak mereka untuk menunggu di luar, karena takut menganggu konsentrasi ketika sedang rapat.


Aleyna sebagai lead manager pun membicarakan kejadian sebenarnya, tentang model brand ambassador yang mengundurkan diri di saat jadwal pemotretan akan di laksanakan hari ini.


" Jadi apa ada waktu luang lagi untuk melakukan pemotretan Ko Rendi ?" ucap Aleyna


" Untuk bulan berikutnya, aku sangat sibuk karena aku akan melakukan perjalanan ke Rusia selama empat bulan. " ucap Ko Rendi.


" Tapi, tidak mungkin mencari model untuk sekarang ini. " Sahut Reyna yang merasa pusing.


" Iya Ko, bagaimana kami akan mengeluarkan produk terbaru kami, sementara model brand ambassador nya keluar dari pihak kami. " Sahut Susan yang juga ikut pusing


" Apa tidak ada ide lain Ko Rendi? kami sudah tidak muda lagi kalau kami yang menjadi model nya. " ucap Aleyna dengan kepala dingin.


Setelah saling diam, akhirnya Ko Rendi pun memutuskan dan menciptakan ide yang sangat berlian.


" Aku tertarik dengan anak-anak kalian. Aku yakin anak kalian bisa menjadi model dan brand ambassador , aku yakin produk yang kalian rilis ini akan laku keras melebihi tahun sebelumnya. " ucap Ko Rendi sambil tersenyum.


Aleyna dan juga Susan serta Reyna pun saling menatap, bahkan ia tidak menyangka dengan ide berlian yang Ko Rendi berikan.


" Apa kita tidak akan kena pasal akibat eksploitasi anak ?" ucap Aleyna merasa bingung.


" Iya Ko Rendi, Aku yakin Rangga tidak akan mau melakukan nya, anak itu sangat susah di atur. " ucap Reyna yang merasa cemas.


" Aku yakin Daniel, tidak mengijinkan. " ucap Susan.


" Mas Adnan bahkan sudah melarang ku, untuk menjadi kan kedua anak kembar ku menjadi model ." ucap Aleyna yang juga merasa cemas


" Hanya itu jalan satu-satu nya, dan menurut ku , ini bukan pekerjaan yang buruk. bahkan mereka membantu orang tua mereka, itu tidak salah kan. " ucap Ko Rendi


Aleyna dan juga Reyna beserta Susan pun meminta waktu untuk memikirkan sejenak, mereka bahkan meminta ijin kepada suami mereka masing masing, melalui sambungan telepon, dan tanpa mereka ketahui, ternyata suami mereka pun mengijinkan nya.


Aleyna pun memanggil kedua anak kembar beserta Rangga dan juga Dylan untuk masuk ke dalam ruangan rapat, untuk bertemu dengan Ko Rendi, karena Ko Rendi lah yang mengetahui karakter mereka masing-masing.


Alvin dan Elea pun berdiri, dan juga Dylan yang berdiri di dekat Rangga. Ko Alvin pun melihat dan melihat postur tubuh mereka.


" Aku menyukai semua nya. kalian begitu hebat, karena mempunyai anak yang begitu lucu dan mempunyai nilai jual. " ucap Ko Rendi yang membuat elea begitu terkejut.


" Momy mau jual elea sama om ini ?" ucap elea sambil menunjuk Ko Rendi, dan Ko Rendi pun ikut tertawa dengan perkataan konyol elea.


Aleyna menghampiri Elea, ia bahkan menjelaskan semua nya kepada Elea.


" untuk kali ini, momy tidak menjual kamu. momy hanya ingin meminta pertolongan dari kamu, sayang. " ucap Aleyna sambil mencium kening elea dan mengelus rambut alvin.


" Alvin lebih cocok untuk pemotretan produk Jaket dan juga Sweater, karena postur tubuh nya tinggi dan berisi, lalu Dylan juga cocok aku yakin mereka akan menjadi daya tarik tersendiri. " Ucap Ko Rendi


" Untuk Kemeja atau kaos couple aku rasa Elea dan Rangga sangat cocok sekali, karena ada chemistry dari kedua nya, postur tubuh mereka kecil namun proporsional. " ucap Ko Rendi.


" Apa kalian setuju?" ucap Ko Rendi.


" Setuju.." ucap Aleyna dan juga kedua sahabat nya bersamaan.


" Pemotretan, di lakukan hari ini juga. " ucap Ko Rendi.


" Bersiap-siaplah!" ucap nya lagi.


Aleyna segera mengajak kedua anak kembar nya ke ruang wadrobe, ruangan yang sudah di isi oleh produk terbaru dari SunReAL. Alvin dan Elea masih bingung dengan semua nya. Tim Make up Artist pun mulai sibuk mendandani mereka.


Reyna juga membawa Rangga ke ruangan wadrobe, meski sedikit menolak. Reyna membicarakan semua nya secara pelan-pelan agar Rangga mengerti dengan semua nya.


" Hanya kamu yang bisa membantu Mama, lakukan ini hanya untuk Mama,Rangga. Mama Mohon sekali, kamu mau kan menjadi model produk clothing line ?" ucap Reyna


Meski sifat nya yang dingin, namun Rangga tidak berani menolak ketika Mama nya sudah meminta nya,dan juga Rangga tidak tega menyakiti hati Mama nya.


" Aku tidak ingin lama-lama di sini, lakukan lah " ucap Rangga


" Terimakasih sayang.... " ucap Reyna yang memeluk anak bujang nya itu.


Sementara Susan telah membicarakan semua nya dengan Dylan, tanpa rasa ragu Dylan pun menyetujui nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Guys, kira- kira gimana jadi nya ? kalau Rangga dan elea di satukan?"


Author udah update lebih dari 2000 kata, kalian vote yang banyak dong. biar Author semangat.


Di tunggu Like dan Komen nya.