My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Season 3- Putus Asa



Elea begitu terpuruk bahkan tubuh nya terkulai lemas, ia tidak menyangka kisah cinta yang kini ia idamkan akan berakhir dengan luka.


Elea benar-benar membenci Rangga, apa yang sudah Rangga lakukan begitu menyakitkan, dulu ia berjanji ketika mengungkapkan perasaannya, ia berjanji akan menikahi Elea setelah lulus sekolah namun semua itu hanya omong kosong, bahkan Rangga tidak jauh berbeda dengan lelaki lain.


Hujan turun dengan lebat nya, seolah mengerti akan keterpurukan Elea.


Elea terus menangis, kini tidak ada tempat untuk ia mencurahkan semua perasaan nya.


Tidak ada sahabat, teman ataupun saudara kandungnya, bahkan kedua orangtuanya sibuk dengan pekerjaan masing-masing.


Elea terkulai lemas, baju nya basah kuyup karena hujan turun dengan deras nya, tiba-tiba saja ada Cahaya yang menyoroti wajah nya.


Elea menatap cahaya yang datang dari arah barat, tiba-tiba turun seseorang yang bertubuh besar, dan tinggi, ia membawa payung dan menghampiri Elea yang tengah duduk terkulai lemah di taman.


" siapa kamu?" ucap Elea yang menatap heran wajah pria yang datang menghampiri nya, pria itu memakai masker wajah namun, tubuh nya begitu besar dan Elea tidak mengenali nya.


" Bukan kah kamu anak dari Dokter Adnan?" ucap Pria setengah tua.


Elea begitu heran , mengapa pria ini bisa mengenal ayah nya, tapi kemungkinan besar pria tua ini adalah teman ayah nya.


Elea hanya mengangguk saja, ia tidak ingin berkata sedikitpun, apalagi dengan orang yang tidak kenal sama sekali.


" Saya rekan kerja dokter Adnan, kalau begitu masuk lah ke mobil, hujan sangat lebat!" ucap Pria itu.


Elea hanya menurut saja, toh ia memang sedang tidak ingin banyak bicara, pikiran nya kacau dan kalut. Yang ada hanyalah rasa sakit dan penghianatan.


Elea masuk ke dalam mobil hitam , ia sama sekali tidak ingin berpikiran buruk tentang pria tua yang sudah baik memberi nya tumpangan.


" Saya dokter Pramono, saya dokter spesialis kandungan , saya juga bekerja di perusahaan Ayah kamu..." ucap Pria itu.


" aku Elea..." ucap nya.


" Saya tidak mempunyai tujuan, sebenarnya rumah saya sudah dekat om, tetapi saya tidak ingin pulang ke rumah..." ucap Elea nyaris tanpa senyum.


Dokter Pram hanya terdiam, kemungkinan Elea sedang mempunyai masalah, karena mata nya begitu sembab dan Elea lebih banyak melamun. Dokter Pram tidak ingin Elea kenapa-kenapa, apalagi kalau sampai Dokter Adnan mengetahui keadaan anak gadis nya yang sedang duduk sendirian di taman, Dokter Pram berinisiatif ingin mengajak Elea ke rumah nya, kemungkinan Elea akan betah kalau sampai ia bertemu dengan Saka, Saka sendiri anak dari Dokter Pram.


Elea pun menyetujuinya ketika Dokter Pram mengajak nya untuk pergi ke rumah dokter pram, tanpa pikir panjang, Elea benar-benar malas menjawab pertanyaan dari siapapun.


***


Pikiran Rangga tidak tenang, tidak seharus nya ia pergi begitu saja meninggalkan Elea, dan keputusan Rangga begitu menyakitkan. Rangga benar-benar di luar kendali.


Rangga kembali memutar arah mobil nya ke arah taman, ia ingin memastikan Elea baik-baik saja. Namun setelah setengah jam putar arah, taman itu sepi Rangga berpikir kalau Elea sudah pulang ke rumah nya.


Rangga segera pergi ke arah rumah Elea, ia ingin memberikan hadiah terakhir untuk menemani Elea selama beberapa tahun kepergian Rangga.


Rangga memang bersalah, memutuskan Elea secara sepihak, namun Rangga tidak ingin suatu saat Elea semakin tersakiti, apalagi menjalin hubungan jarak jauh.


Sesampainya di depan gerbang rumah Elea, Rangga turun dari mobil , dan membangunkan security rumah Elea yang tengah tertidur.


" Ada apa mas Rangga?" ucap Pak Anwar yang hendak membuka pintu gerbang namun Rangga menolak nya, Rangga hanya menitipkan satu kotak hadiah yang tadi sempat tertinggal di bagasi mobil.


" saya cuma ingin menitipkan ini untuk Elea..." ucap Rangga sembari memberikan kotak kecil untuk diberikan kepada elea.


setelah memberikan kotak kecil itu kepada security yang berada ada di rumah elea . Rangga pun pergi meninggalkan rumah Elea.


di dalam mobil Rangga tidak bisa berhenti meneteskan air matanya, ia tidak pernah menangis dalam hal apapun tetapi kali ini Rangga begitu lemah ia merasa menjadi orang terjahat yang pernah ada di bumi ini.


" mungkin saat ini, saat yang paling menyakitkan untuk aku maupun kamu, akan tetapi setelah lulus nanti aku yakin orang yang pertama aku temui adalah kamu, jangan pernah berfikir kalau saat ini aku tidak peduli denganmu, akan tetapi ini keputusan tersulit yang pernah aku lakukan, aku aku bukan pergi untuk menjauh darimu akan tetapi aku pergi untuk menggapai cita-cita ku, terima kasih ya atas tiga tahun belakangan ini kamu selalu menghiasi ruang hatiku. elea canda tawamu akan aku rindukan senyum manis mu tidak akan pernah aku lupakan , maaf atas semua keputusan ini, aku akan selalu mencintaimu...."