
Rangga mengajak Elea ke suatu tempat yang lumayan jauh dari rumahnya, Rangga sudah memikirkan tempat yang bagus untuk mengajak Elea kencan,
Tepatnya, di pelabuhan kapal pesiar di pantai Ancol, Kebetulan pelabuhan luxury adalah perusahaan milik pamannya yang sedang tidak beroperasi hari ini, Rangga mempunyai ide untuk mengajak Elea makan malam di dalam kapal dengan menikmati suasana malam di kota nan indah ini.
" Sebenarnya kita mau kemana sih ga?" ucap Elea yang merasa penasaran, ia sedikit hafal dengan tempat ini namun rasanya ia sudah pernah melewati tempat ini.
" Nanti juga kamu tahu..." ucap Rangga sambil fokus menyetir
Kapal pesiar itu sangat ramai dengan di jaga ketat oleh beberapa pengawal, kebetulan Paman Rangga sudah menyuruh beberapa pengawal untuk menjaga ketat tempat ini ketika Rangga berada di dalamnya,
Rangga sudah memarkirkan mobilnya, Ia menatap Elea sambil tersenyum senang.
Elea tersipu malu, ia bahkan menundukkan pandangannya karena Rangga tak henti memandang wajah Elea tanpa berkata sedikit pun.
Rangga turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Elea keluar.
" Ga, kamu mau mengajakku berlayar?" ucap Elea ketika melihat kapal yang berbaris di area pelabuhan.
Rangga hanya mengangkat alis sebelah kirinya,
" Bukankah kalau kencan itu harus gandengan tangan?" ucap Rangga sambil menawarkan lengannya untuk Elea.
" Jangan macem-macem deh Ga..." ucap Elea sambil tersipu malu.
Rangga berjalan terlebih dahulu, namun Elea masih diam memaku ia tidak menyangka akan pergi kencan dengan seseorang yang dia benci selama ini.
Karena merasa takut, Elea pergi menyusul Rangga dan dengan malu ia akhirnya memberanikan diri menggandeng tangan Rangga.
Elea menatap ke arah Rangga, ia berjalan dengan Rangga yang lebih tinggi dari nya.
" Yatuhan, apa ini mimpi?"
Seolah Elea tidak percaya bisa kencan dengan Rangga, bergandengan tangan dengan rasa nyaman dan tenang.
Apa ini kencan yang sesungguhnya?
Meskipun bukan pengalaman kencan pertama bagi Elea karena ia sudah pernah kencan dengan Juno, Namun ketika dengan Rangga ia merasa tenang dan nyaman, Pesona rangga yang menghangatkan walaupun malam ini dingin tapi sikap Rangga sudah tak sedingin kemarin ketika mereka pertama kali bertemu.
Jantung Elea tidak bisa berhenti berdetak, Ia masih terus menggenggam tangan Rangga dengan sangat kuat.
" Nyaman yah pegang tangan aku?" ucap Rangga sambil menggoda Elea.
" Biasa aja kok!" ucap Elea sambil menepuk bahu rangga.
Rangga tersenyum dan melanjutkan perjalanannya,
" Selamat datang di pelabuhan Luxury Tuan muda!" ucap salah seorang penjaga kapal.
" Apakah sudah siap semuanya?" ucap Rangga
" Siap Tuan muda..." ucap pengawal
Rangga menarik lengan Elea menuju ke dalam kapal karena ia sudah menyiapkan beberapa kejutan untuk Elea.
Elea nampak tercengang ketika melihat pemandangan di atas kapal, apalagi ia melihat big Candy kesukaannya, Permen lolipop berukuran besar dan juga nuansa pink nude yang menghiasi atas kapal.
Elea nampak girang, ia menjerit sesukanya sambil berlari menuju big Candy kesukaannya.
" Aaaaa Aku baru liat permen lolipop segede ini..." Elea terharu, karena sebelumnya ia tidak pernah melihat lolipop besar dan setara dengan tubuhnya.
" Ini boleh di makan nggak ?" ucap Elea dengan manja nya menanyakan itu kepada Rangga. Rangga hanya tersenyum melihat tingkah manja Elea yang seperti anak kecil.
" Boleh kok... " ucap Rangga sambil tersenyum, Elea menarik baju Rangga ke arah big lolipop
" Aku suka banget sama lolipop, tapi, momy selalu melarang aku untuk makan , menurut momy permen membuat aku gendut" ucap Elea sambil cemberut dan menahan keinginannya.
Rangga mulai mendekati Elea dan menyentuh bahu Elea dengan kedua tangannya.
" Kalau kamu gendut makin lucu el..." ucap Rangga sambil tersenyum dan mengangkat dagu Elea yang dari tadi hanya menunduk.
" Jadi aku boleh makan lolipop ini semua?" ucap Elea sambil meminta persetujuan Rangga.
Rangga hanya mengangguk dan tersenyum.
" Tapi kalau aku gendut, masih ada nggak yah cowok yang mau menerima aku apa adanya, tanpa perlu melihat fisik?" ucap Elea
" Nanti kamu akan sadar, bagaimana cinta sejati itu datang, karena fisik bukan dari segalanya, melainkan Hati yang tulus" ucap Rangga sambil menatap Elea dan menghirup udara di malam hari.
Elea nampak tersentuh dengan ucapan Rangga, mengapa tidak dari dulu Rangga mencuri hatinya jadi ia tidak akan bisa jatuh ke orang yang salah, Mungkin elea telat menyadari tapi, malam ini Elea mulai jatuh hati, dan Rangga mampu memikat hati nya.
Rangga tersenyum melihat tingkah Elea yang dari tadi sibuk menghisap lolipop besar sampai setengah nya habis oleh nya.
" Ternyata kebahagiaan ku berada didekatmu, aku tidak perduli seberapa tengil nya kamu, tapi kamu menunjukkan itu semua apa adanya, bukan karena keterpaksaan "
" Bintang nya indah ya el..." ucap Rangga sambil memecahkan keheningan.
Elea menghentikan ulahnya, ia menaruh sepotong lolipop dan mengelap bibirnya yang sedikit lengket.
" Ya memang indah, apalagi malam ini aku bisa pergi ke tempat indah, dengan pemandangan yang indah dan dengan kejutan yang tidak terduga, satu lagi dengan orang yang...." ujar Elea yang menghentikan ucapan nya. Ia terdiam sejenak tatkala Rangga menatap wajah nya.
" Dengan orang yang apa?" ucap Rangga begitu penasaran.
Elea malu mengakui Rangga adalah orang terindah malam ini, bahkan ia sangat tampan mengenakan jas bermotif kotak-kotak bak pangeran dalam dongeng, Pangeran yang ada dalam serial putri tidur, itu mirip sekali dengan Rangga.
baru kali ini Elea salah tingkah jika rangga terus menatap nya, Elea mulai menyadari adanya perasaan suka terhadap rangga, bahkan lebih dari sekedar suka sebagai teman tapi Elea mencintai rangga.
" Ah lupakan saja...." dengus Elea sambil kembali fokus memakan permen lolipop.
" Kamu bahagia malam ini?" Tanya Rangga kembali.
" Aku bahagia Rangga, aku rasa malam ini kamu mampu membuatku semua beban dalam pundakku hilang seketika " ucap Elea
" berarti aku cowok pertama yang mengajakmu kencan di tempat ini?" ucap Rangga lagi.
Elea hanya menganggukkan kepala nya saja, namun tiba-tiba rangga menggenggam kedua lengan Elea sampai Elea menghentikan hisapannya. Ia menaruh permen lolipop yang tinggal sedikit lagi.
" Mungkin perkenalan kita dulu membuatmu sangat membenci aku el..." ucap Rangga sambil genggam tangan Elea.
" Di saat kamu menolak jabatan tanganku, disitu aku mulai membencimu!" pekik elea.
" Kau harus tau, sulit bagiku menjalani hari-hariku di tempat baru, bahkan aku bukan tipe orang yang gampang untuk bersosialisasi dengan orang lain apalagi orang yang baru aku kenal , Tapi ntah, ketika aku melihat kamu untuk pertama kali, Aku mulai menyukai mu...." ucap Rangga
Elea terkejut dengan pengakuan Rangga, jantungnya berdetak sangat kencang, bahkan suara angin yang begitu kencang membuat rambut Elea yang tergerai ikut terberai terbawa oleh angin.
Elea hanya terdiam, ia tidak bisa berkata apa-apa.
" Aku menyukaimu Elea..." ulang Rangga lagi namun Elea hanya menundukkan pandangannya, ia tidak bisa berkata apa-apa, bibirnya terasa gemetar ketika rangga mulai mengakui perasaannya.
" Bukankah kamu tidak menyukaiku? sampai kamu bersikap cuek terhadapku?"
" Mungkin kamu terkejut dengan pengakuan ku, yang pasti aku mencintaimu Elea, lebih dari sekedar teman!" ucap Rangga.
Tiba-tiba saja diatas kapal pesiar lampunya mati, Elea terkejut dan memeluk rangga dengan sangat erat, namun dekapan rangga begitu kuat,
Dan terdengar suara biola dan gitar yang dipetik begitu indah. suara nan indah mengiringi. Elea begitu tersipu ketika lilin-lilin kecil itu di nyalakan, memutari dirinya dan Rangga.
Elea tidak mengetahui kalau Rangga juga menyewa seorang penyanyi di kapal untuk mengiringi keromantisan mereka.
****
Dia indah, peretas gundah
Dia yang selama ini kunanti
pembawa sejuk, pemanja rasa
Dia yang selalu ada untukku
Di dekatnya aku lebih tenang
Bersamanya jalan lebih terang
Ho-ou woo
Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku
Berdua kita hadapi dunia
Kau milikku, milikmu kita satukan tuju
Bersama arungi derasnya waktu
Kau milikku, ku milikmu
Kau milikku, ku milikmu
****
" Rangga......" ucap Elea
Rangga menatap Elea dan mengeluarkan satu kotak cincin yang mewah dan juga berbentuk love di hiasan batu nya.
" Kamu mau menjadi masa depanku? " ucap Rangga sambil menunduk dan memberikan cincin kepada Elea.
" Maksud kamu Ga?" ucap Elea yang nampak terkejut dan tidak bisa berkata apa-apa.
" Aku bertanggung jawab atas cincin ini, Aku tidak ingin lebih dari seorang kekasih, Aku mau kamu menyimpannya untuk 4 tahun ke depan, Aku serius mencintai kamu Elea..." ucap Rangga
Elea menangis terharu, di usianya yang masih muda Rangg sudah berani melamarnya.
" Kamu serius Ga,?".
" Iya elea, aku serius ..."
Elea menerima cincin pemberian dari rangga, Rangga memakaikan cincin itu di jari manis elea.
" Berjanjilah untuk terus bersamaku, Aku tidak akan mau berpisah darimu, karena cincin ini sebagai pertanda aku serius kepada kamu elea bukan hanya sekedar kekasih...." ucap Rangga.
" Aku mencintai kamu rangga......" ucap Elea dengan terharu.
" Tunggu aku empat tahun lagi el, Aku sudah merencanakan semuanya dan kamulah masa depan yang aku perjuangkan!"
" Ga, Aku malu!"
" Tumben kamu malu!"
" Gimana kalau kita merahasiakan ini?"
" Kenapa harus malu?"
" Nanti kalau disekolah gimana?"
" Seperti biasanya, aku lebih menyukai kamu dengan apa adanya, sifat kamu, maupun tingkah kamu..."
" Ah, aku mau berlama lama sama kamu saja...."
" Iya sayang..." Rayu rangga dengan memanggil elea
Elea memukul rangga, karena ia geli dengan sebutan sayang dari Rangga.
" Apaan sih Ga, Geli denger nya.... " protes Elea.
Rangga tertawa melihat ulah elea, keduanya bercanda sambil mencurahkan perasaannya masing-masing.
.
.
.
.
.
Hayo yang ngiri siapa ? wkwk
Mohon bersabar ini UJIAN! WKWK
Ini Cincin nya...
ini permen nya.
Ini orang nya.
DI VOTE YANG BANYAK BIAR AUTHOR BISA UP TIAP HARI, KAN KALIAN PENYEMANGAT AUTHOR.
COBA KOMEN YANG SUKA EPISODE INI?