
" Dia itu wanita yang akan di jodohkan dengan ku " Ucap Fandy tanpa sengaja mengucapkan kata kata seperti itu
Sontak Reyna terkejut mendengar perkataan Fandy, seolah ia tidak menghargai perasaan nya, bahkan ia sengaja membawa Wanita yang akan ia jodohkan ke pesta ini, sungguh keterlaluan . tak terasa air mata nya jatuh di pipi nya, ia tidak tahan mendengar perkataan Fandy.
" Jadi kamu di jodohkan dengan dia ? Andai waktu bisa di putar kembali, Aku menyesal telah mengenal mu, terimakasih sudah mempermainkan perasaan aku " Ucap Reyna sambil meneteskan Air mata dan pergi meninggalkan Fandy yang penuh emosi karena terbakar api cemburu .
" Arrrghhh .. "
" mengapa wanita serumit itu " Batin Fandy sambil mengacak ngacak rambut nya .
Susan pun menghampiri Reyna dan mengejar Reyna yang tengah berlari, ia tidak tahu apa yang terjadi dengan sahabat nya itu, mengapa ia tiba tiba pergi dari acara pesta ini, Susan melihat Reyna berlari sambil terisak ke arah keluar, Susan berpikir kalau Reyna sedang berselisih paham dengan Fandy, ia berlari , mengejar Reyna karena Takut Reyna berbuat yang macam macam, karena Reyna sangat lemah mental nya . mengingat ketika Dimas yang begitu Tega meninggalkan Reyna begitu saja, sontak saja membuat Reyna hampir gila .
" Rey tunggu .. kamu kenapa ? " Ucap Susan
Tiba tiba saja Reyna memeluk Susan dengan sangat Erat dan menangis di pundak susan memang yang ia butuhkan sekarang adalah sandaran, Dan susan datang mengejar nya sementara Fandy malah acuh bahkan ia mementingkan diri nya sendiri .
" Menangis lah Rey, Aku siap mendengarkan semua keluh kesah mu " Ucap Susan Sambil membelai Lembut Rambut Reyna
" Apa aku tidak pantas untuk bahagia San, Apa aku ngga pantas mendapatkan kebahagiaan seperti Aleyna " Ucap Reyna sambil Terisak
" Kamu ngga boleh ngomong gitu! memang apa masalah mu , Cerita sama Aku " Ucap Susan dengan penuh ketenangan
" Fandy mau di Jodohkan dengan wanita yang ia bawa tadi, dan Aku benar benar sakit hati mendengar itu semua " Ucap Reyna sambil terisak
" Jadi wanita tadi yang akan di Jodohkan dengan dr. Fandy ?" Ucap Susan sangat Terkejut
" mengapa sih semua lelaki tuh sama saja, sama sama ****, Apa cuma dr. Adnan yang cinta nya tulus buat Aleyna , Kadang aku iri sama kehidupan Aleyna sedangkan Aku ? tuhan itu tidak Adil San, tuhan tidak Adil . yang aku rasakan hanyalah kepahitan dalam hidup " Ucap Reyna sambil terisak
" Jangan berkata seperti itu, Justru ini waktu nya kamu menguji ketulusan Fandy . kalau memang dr. Fandy mencintai mu dia akan memperjuangkan kamu Rey jangan putus Asa masih Ada harapan " Ucap Susan sambil sesekali membelai lembut Pundak Reyna memberi Reyna kekuatan bahkan Sahabat nya ini sangatlah dewasa dibandingkan Aleyna dan dirinya .
Tak lama, Susan pun mengajak Reyna pulang karena susan bawa mobil sendiri dan memang Reyna sedang tidak ingin melihat wajah fandy, setelah mereka pamit ke Aleyna akhir nya mereka bergegas pulang,Namun Reyna menghentikan mobil Susan dan membeli beberapa minuman Hatten Wine ,karena di situasi yang seperti ini Reyna sangat membutuhkan Alkohol untuk menenangkan hati dan pikiran nya, Kalau saja Aleyna belum menikah mungkin mereka akan pergi ke Club malam . seperti mereka waktu sekolah dulu, namun situasi nya sangat berbeda, Aleyna sudah menikah dan sedang hamil, sangat tidak mungkin kalau Reyna mengajak nya ke Club malam, terpaksa ia akan meminum beberapa kaleng wine yang mampu mengobati jiwa dan pikiran nya . Susan hanya menuruti saja. Toh mereka memang sudah biasa seperti ini . Dan Reyna kembali terpuruk, akan kah Fandy bersikap baik baik Saja dan meminta maaf atas semua kesalahan nya, Tapi Fandy sendiri gengsi dan sangat keras kepala . ia tidak mungkin meminta maaf duluan .
Setelah sampai Rumah Reyna yang nampak sepi karena Bunda Martha tengah berada di rumah suami baru nya yaitu di Kalimantan, Bahkan ia pulang seminggu sekali .
Susan dan Reyna pun langsung memasuki kamar dan memutar lagu DJ dengan sangat kencang,Reyna pun membuka beberapa botol wine lalu meneguk nya, Ia memang membeli banyak dan hampir sepuluh kaleng yang ia beli . Susan sibuk memainkan Handphone ia meneguk sedikit demi sedikit Wine ke tenggorokan nya, Ia tidak ingin Terjadi apa apa dengan Reyna kalau sampai Susan ikutan mabuk, Reyna sudah menghabiskan tiga botol wine, dan membuat nya hampir hilang kesadaran diri nya, Ia terus berdugem ria di kamar nya Tanpa memperdulikan masalah nya yang tadi .
" dr. Fandy cowok jadi jadian, penghianat aku benci dr Fandy !! aku benci !! " Ucap Reyna dalam ilusi nya .
Sementara Handphone Reyna pun berbunyi dari tadi . terpampang jelas nama Fandy dan beremoji love di layar nya, Sontak susan mematikan musik dan mengangkat telepon dari Fandy.
" Hei ayo lah musik nya mana nih . kita dugem lagi " Ucap Reyna
setelah mengantarkan Nasya pulang ke rumah nya, Fandy pun kepikiran dengan wanita nya, sungguh apa yang di katakan nya benar benar menyakiti hati Reyna, Bahkan fandy sendiri tidak berniat mengucapkan itu, setelah pulang dari pesta Aleyna, ia terus menelpon Reyna karena ia takut Reyna akan khawatir melakukan hal bodoh , dan pikiran nya semakin tidak tenang ketika Reyna tidak mengangkat Telepon dari nya . ia terus berusaha menelpon kekasih nya itu, Dan tak lama telepon itu terangkat.
Fandy : " Halo Rey, kamu di mana "
Susan : " Maaf ini Susan "
Fandy sangat heran mengapa telepon Reyna bisa ada di tangan susan .
Fandy : " Reyna kemana ?
" Hai cowok tulen, cowok penghianat . aku benci kamu tapi aku juga sayang sama kamu dasar penghianat jangan pernah temui aku lagi dan aku mau kita putus tapi aku mau nikah sama kamu ganteng, " Ucap Reyna yang ntah kemana omongan nya semakin ngawur
" Hei kamu mabuk, Reyna Kamu benar benar mabuk !! Kalau gitu aku akan ke sana sekarang "Ucap Fandy lalu bergegas mengambil jaket dan kunci mobil nya lalu bergegas pergi
Reyna pun terkulai lemas, sementara Susan menarik tubuh Reyna ke kasur milik nya, ia tidak mungkin meninggalkan Reyna sendiri tetapi Daniel terus menghubungi nya untuk menjemput Susan, Ntah dia memang di suruh oleh Fandy untuk menjemput Susan, dan pasti Daniel akan memarahi nya kalau dia tau Susan dan Reyna mabuk . Namun, Susan masih sadar dibandingkan Reyna yang sudah mabuk berat dan terkulai lemas di Kasur nya.
Tak lama Fandy beserta Daniel datang ke Rumah Reyna, Cuaca di luar memang hujan sedangkan jam sudah menunjukan pukul 01.00 wib, Daniel tersenyum ke Arah susan . dan menceramahi susan kalau ia tidak boleh ikut mabuk segala .
" Aku tahu kita belum ada status hubungan , Asal kamu tahu, aku peduli banget sama kamu " Ucap Daniel
" Aku hanya menemani Reyna saja " Ucap Susan yang begitu gugup karena kena ocehan Daniel
" mana kunci mobilmu ? Ayo kita pulang " Ucap Daniel menarik lengan susan ke mobil nya .
"kamu tidak bawa mobil ? " Ucap Susan
" memang sengaja, aku tidak mau kamu mengemudi sendiri karena jalanan sepi " Ucap Daniel yang begitu perhatian .
Sementara Fandy langsung menaiki anak tangga dan menuju kamar Reyna, Rumah ini benar benar sepi tanpa ada siapapun, Dan kamar Reyna begitu berantakan penuh dengan kaleng bekas minuman wine, Dan Reyna sudah tertidur di kasur nya, Sontak Fandy langsung mendekati nya . dan membelai lembut rambut Reyna .
" maafkan aku, aku tidak bermaksud menyakitimu Rey, itu di luar batas keamarahanku saja "
" Aku benci dr. Fandy .. Mengapa dia tega menerima perjodohan itu,aku benci dr. Fandy aku benci !!!!!! "
Reyna langsung terbangun dan mengamuk memukuli tubuh bidang Fandy
" jangan sesekali kamu bersikap seperti ini Reyna !! " Ucap dr Fandy lalu dengan sigap memeluk Reyna yang tengah berhalusinasi .
akibat pengaruh alkohol .
Fandy menangkup rahang Reyna dengan kedua telapak tangan nya, mata Reyna sangat sembab dan air mata nya terus menetes .
kini wajah mereka semakin dekat, Fandy mencoba mencium bibir Reyna namun gagal
tapi, Reyna bisa merasakan hembusan nafas hangat fandy yang dekat dengan wajah nya .
" payah, untuk mencium ku saja kamu tidak bisa " Ucap Reyna di luar batas kesadaran nya
Lantas, dengan mata yang setengah terpejam Reyna pun mencium bibir Fandy dengan sangat lembut dan membuat bibir Fandy sangat gemetar, Jantung nya tak berhenti berdetak, ia merasakan sensasi yang luar biasa . lalu Reyna menghisap bibir Fandy dengan sangat lembut, hingga bibir Fandy pun terbuka, lalu Reyna pun memainkan lidah nya dan menggigit lembut bibir bawah Fandy sampai Fandy pun tak tahan, Kejantanan nya pun terbangun Namun ia bingung apa yang akan ia lakukan, Reyna benar benar Agresif, Tanpa ia sadar ia telah mencium Fandy . lalu Ciuman Reyna beralih ke Leher Fandy, ia membuat tanda merah di sana, Ntah Fandy sendiri bingung karena ini pertama kali Fandy melakukan nya dengan Reyna
" aku membenci mu dr. Fandy " Ucap Reyna lagi di Telinga Fandy dan ia langsung terkulai lemas dan tertidur .
" Aku mencintai mu Reyna " Ucap Lirih Fandy begitu hangat nafas nya di Telinga Reyna
karena hari sudah semakin larut, Fandy pun ikut tertidur di samping Reyna . Bahkan Reyna pun memeluk nya dengan sangat erat .
Like dan Komen Guys 🌺🌺🌺