
Saka bercerita bagaimana pengalaman nya bertemu dengan Elea, bahkan Saka sempat membawa Elea ke rumah nya , untung saja Saka bukan lelaki yang nakal, ia benar-benar menjaga Elea dengan sebaiknya. Bagaimana seorang kakak yang melindungi adik nya, Elea disambut hangat oleh kedua orang tua Saka karena Orang tua saka berteman baik dengan dokter Adnan.
" Kalau begitu, nikahi Elea secepat mungkin!" ucap Alvin sambil menegaskan kata -kata nya.
Saka merasa terkejut, bahkan Saka hampir gila, mana mungkin Elea mau dengannya setelah beberapa tahun Saka mengutarakan perasaannya tapi Elea tidak membalas perasaan cinta nya.
" Tidak mungkin! Elea saja menolak..." ucap Saka sambil termenung, Alvin bahkan terkejut mendengar ucapan Saka.
" Aku tahu, Elea terobsesi dengan Rangga tapi aku percaya masih ada ruang di hati Elea untuk kamu Saka ..." ucap Alvin yang memberikan semangat kepada Saka.
" Aku memang menyukai Elea semenjak aku dan dia selalu bersama, tiba-tiba perasaan sayang itu muncul ketika aku bersama dengan Elea, namun sudah beberapa kali aku mengatakan perasaan aku yang sejujur nya, Elea menolak!" ucap Saka
" Menikahi Elea secepat mungkin, aku yakin Elea akan menerima nya, aku percaya denganmu, bagaimana kamu begitu menyayangi Elea!" ucap Alvin, Saka hanya terdiam mendengar ucapan Alvin, ia mencerna semua perkataan Alvin. Memang bukan saja ingin memiliki Elea, akan tetapi Saka juga ingin menjadikan Elea menjadi wanita yang lebih baik lagi.
" kalau begitu, aku akan menunggu jawaban darimu!" ucap Alvin langsung bergegas meninggalkan Saka yang tengah termenung.
Saka bahkan mencerna semua ucapan Alvin sampai ia tidak bisa berkata apa-apa.
" Aku memang ingin menikahi Elea, aku bahkan sangat menyayangimu, Apa kamu mau menerima aku sebagai calon imam kamu? membimbing mu untuk masa depan yang akan mendatang!"
***
Hampir dua jam Saka terdiam, akhirnya Saka kembali pulang ke rumah, ia ingin membicarakan hal penting itu kepada Ayah dan ibu nya, tentu saja Saka sudah mempunyai modal untuk menikahi Elea, bukan hanya sebagai guru bagi anak-anak di panti asuhan, tetapi Saka juga sebagai dokter psikiater di rumah sakit.
Saka juga sedang membangun panti asuhan bagi anak-anak yang kurang mampu, Sudah terbangun dua panti asuhan dari yayasan milik nya.
Saka pulang ke rumah dan melihat kedua orangtuanya sedang berbincang di ruang televisi sambil memakan cemilan, kebetulan Mama saka baru saja sembuh. Dan ayah Pram memang sedang libur.
" Ayah, Mama lagi sibuk nggak?" ucap Saka sambil cengengesan dan menggaruk telinga nya bak anak kecil yang pemalu.
" Nak, sini kami tidak sibuk!" ucap Mama.
" Apa yang ingin kamu katakan kepada kami?" ucap Ayah Pram yang sudah menduga kalau Saka mempunyai keinginan.
Saka menghela nafas, dengan yakin ia mengatakannya.
" umurku sudah 33 tahun, waktunya aku memberi kalian cucu!" ucap Saka
" Aku ingin menikah dengan seseorang pilihanku , Ayah. Mah!" sambung Saka.
Kedua orang tua Saka saling bertatapan dan merasa bahagia
" kamu yakin dengan ucapan mu? untuk itu siapa wanita yang beruntung yang akan kamu nikahi?" ucap Ayah Pram.
Memang, belakangan ini hanya Elea yang dekat dengan Saka, semenjak kehadiran Elea, kedua orang tua Saka bisa melihat Saka tersenyum kembali setelah kepergian tunangan nya. Elea sangat dekat dengan Saka begitu juga Saka.
Saka selalu menceritakan hal-hal seru bersama Elea.
" Untuk itu, Ayah dan Mama sangat setuju , apalagi Elea anak orang terpandang!" ucap nya
" aku akan melamar Elea setelah ia sembuh dari operasi nya , doakan aku Ayah, Ma...." ucap Saka.
Kedua orangtua Saka memeluk nya dengan sangat erat sambil mendoakan agar semuanya berjalan dengan lancar.
***
Disisi lain, Elea baru pulih dari tindakan operasi tadi, ia bahkan masih merasakan sakit namun ditemani oleh dokter Adnan, bahkan setelah sadar Elea mencari keberadaan Alvin dan Mom Aleyna.
" Nanti ada saat nya kamu belajar duduk dan berdiri sayang, sekarang karena kamu baru sadarkan diri!" ucap dokter Adnan yang melihat Elea mencoba untuk duduk namun perut nya terasa sakit.
" Daddy sakit!" rintih Elea.
Dokter Adnan mengelus kepala Elea sembari memberikan kekuatan agar Elea cepat pulih, karena selang beberapa minggu nanti kamu tidak akan merasakan sakit lagi.
" Daddy tidak tahu masalah apa yang menimpa kamu sampai kamu begitu stress, Daddy terlalu sibuk dulu, maafkan Daddy ya anakku sayang!" ucap nya.
Elea hanya mengangguk saja, ia melihat tumpukkan buku di atas meja seperti sampul buku sekolahan tempat nya mengajar.
Elea mengira Saka datang kesini untuk menjenguk nya, tapi dimana Saka.
" Dimana Saka?" ucap nya sambil mencari.
" loh, ada daddy tapi kamu mencari Saka?" ucap dokter Adnan sambil tersenyum,ia mengetahui anak perempuan nya ini sedang menaruh hati kepada Saka.
" Maksud aku, Saka kemana? kenapa tidak ada hanya tugas nya saja yang ada? Coba Dady lihat tumpukkan buku diatas meja, itu semua buku anak murid aku!" ucap Elea sambil menunjuk ke arah meja.
dr. Adnan hanya tersenyum ke arah Elea.
" Sebenarnya kamu mencari buku atau mencari Saka?" ucap nya.
" Daddyyyy......" ucap Elea sambil melotot ke arah dokter Adnan.
" Yasudah, tadi memang Saka ingin menjenguk kamu, tapi karena kamu belum sadarkan diri, Saka pulang lagi dan menitipkan buku-buku itu yang harus kamu tandatangani!" Jelas dr. Adnan.
Elea hanya mengangguk saja , padahal ia sudah merindukan Saka.