
Elea terlalu bersemangat untuk mendukung kakak kelas yang dia sukai, sampai ia tidak mengetahui ketika bola basket itu melayang dengan sangat jauh, bahkan melewati garis lapangan, dan bola basket itu jatuh menyentuh kepala Elea, sampai Elea pun terjatuh dan tersungkur ke tanah, ia dalam keadaan pingsan, suasana yang ramai pun berubah menjadi hening, Kiara dan juga Karin pun nampak cemas, mereka terkejut dan segera membangunkan elea, namun elea tidak kunjung sadar.
Bughhhh.....
Suara lemparan bola yang begitu keras mengenai kepala elea, bahkan sampai ia jatuh pingsan, Juno dan Aldy pun nampak panik, ia segera menghampiri Elea.
" Yampun, elea bangun!" ucap Kiara
" El,bangun dong.... " timpal Karin yang juga menggoyahkan tubuh elea.
Juno dan Aldy pun menghampiri.
" Maaf, tadi tidak sengaja. " ucap Juno, ia langsung menggendong elea menuju UKS.
" Kak, jangan sampai elea kenapa-napa. " ucap Karin.
" Lebih baik, kamu panggil Alvin deh, aku takut ada apa-apa dengan elea. " ucap Kiara yang menyuruh Karin untuk pergi ke Kantin dan memanggil Alvin.
" Baik, kalau gitu aku akan pergi ke kantin sekarang juga. " ucap Karin yang berlari menuju ke arah Kantin.
Sementara Kiara menemani Elea di ruang UKS, ntah perasaan Kiara hancur ketika Juno mulai menggendong Elea bahkan ia mengoleskan minyak angin di pelipis elea.
Memang, Karin menyukai Juno namun ia tidak berani mengatakannya, ia takut Elea akan menjauhi nya.
" Bagaimana keadaan elea Kak?" tanya Kiara yang baru saja masuk
Juno tersenyum ke arah Kiara, ia menyambut Kiara.
" Aku minta maaf atas kejadian ini, aku benar-benar tidak sengaja. " ucap Juno
" Iya kak, aku harap elea cepat sadar. " ucap Kiara yang memijat lembut pelipis elea.
" Biarkan dia istirahat dulu, nanti aku akan meminta maaf dengan nya setelah dia bangun. " ucap Juno yang hendak bergegas pergi, bahkan ia meninggalkan sapu tangan nya untuk mengelap keringat elea.
" Tunggu kak... " ucap Kiara yang menghampiri Juno di dekat pintu Uks, dan menjauh dari ruangan Elea.
" Ada apa?" ucap Juno
" Kenalkan namaku Kiara, aku kelas X Ipa 2. " ucap Kiara sambil tersenyum.
" Salam kenal Kiara. " ucap Juno dengan senyuman yang manis nya itu.
" Kalau boleh, aku minta nomor Whatsapp kak juno dong, biar aku bisa lebih dekat saja. Boleh tidak?" ucap Kiara dengan malu-malu namun ia memberanikan diri, apalagi elea belum sadar dari pingsan nya.
" Boleh, follow saja" ucap Kak Juno sambil memberikan nomor WhatsApp nya
"Terimakasih Kak... " ucap Kiara sambil tersenyum ramah.
Lantas Juno pun langsung bergegas pergi, untuk melanjutkan kembali latihan nya, ia juga sudah memanggil dokter khusus sekolah yang menangani siswa yang sedang sakit.
-
Sementara Alvin, Dylan dan juga Rangga sibuk menyantap Mie Ayam yang ada di sekolah, memang ini baru pertama kali mereka makan mie ayam, karena sebelum nya mereka tidak pernah menyantap nya.
Alvin memesan Mie Ayam dengan level sedang, berbeda dengan Dylan yang menyukai makanan pedas, tidak juga dengan Rangga, malah Rangga tidak menyukai makanan pedas, karena perut nya terlalu sensitif akan rasa pedas.
Alvin dan kedua sahabatnya sudah memesan mie ayam dengan porsi masing-masing, sambil menunggu pesanan nya di masak, Alvin beserta Dylan dan Rangga pun saling memainkan game online nya.
" Kenapa sih, pagi-pagi cemberut terus?" ucap Alvin yang melirik ke arah Rangga.
" Vin, tidak usah heran. kalau Rangga sudah seperti ini pasti dia habis berantem sama elea, hahaha.... " ucap Dylan sambil meledek ke arah Rangga.
" kalau saja elea bukan adik mu, aku pastikan dia sudah dikeluarkan dari sekolah ini" dengus Rangga dengan sangat kesal.
" Hati-hati, dari benci bisa jadi cinta " ledek Dylan terus menerus.
Tak lama pesanan tiga porsi mie ayam sudah tersedia di atas meja, dan juga air mineral karena mereka jarang sekali minum Es.
Mata dan juga jari-jari mereka sibuk memencet game yang sedang mereka mainkan, tanpa mereka sadari mie ayam dengan porsi mereka masing-masing pun tertukar, Dylan dengan level sedang, Alvin dengan level manis bahkan lebih parah lagi Level pedas full jatuh ke Rangga.
Mereka mulai menyantap Mie ayam itu satu persatu, baru satu suapan Rangga sudah merasa panas, bahkan ia mulai panik sudah berapa kali ia menyedot air mineral sampai habis namun rasa pedas itu masih menempel di bibir dan lidah nya.
" Sialan, aku tidak memesan ini. " ucap Rangga sambil terus merasakan panas di sekitar mulut nya, ia memesan air mineral sampai tiga botol
" Kenapa punya ku manis sekali, tidak ada rasa pedas nya. " sahut Alvin
" Jangan-jangan Mie ayam kita ketuker?" ucap Dylan sambil melotot ke arah Rangga dan Alvin.
" Jangan bilang ini, mie ayam milik mu. Aku bahkan tidak tahan dengan rasa pedas nya. " ucap Rangga yang muka nya sudah memerah.
" Apa yang terjadi dengan perut ku. " ucap Rangga sambil memegangi perut nya yang melilit dan sakit.
" Kamu tidak apa-apa kan ?" ucap Alvin
" Perutku sakit, aku alergi terhadap makanan pedas" sahut Rangga.
" Yasudah lebih baik kita ke UKS saja, ada obat pereda nyeri di sana. " ucap Alvin yang menyuruh Rangga untuk pergi ke UKS.
" Kalian lanjutkan saja makannya, aku bisa pergi sendiri. " ucap Rangga sambil beranjak pergi dan memegangi perut nya yang terasa perih dan panas.
" Kenapa bisa ketuker? kamu tahu?" ucap Alvin nampak heran.
" Karena budhe kantin nya lupa mungkin, atau kita yang terlalu fokus main game. " ucap Dylan
Tak lama dengan nafas yang masih ngos-ngosan,Karin pun sampai di kantin ia mencari keberadaan Alvin karena Kantin ini sangat luas sekali, banyak siswa lain yang sedang menikmati makan siang.
" Alvin... " ucap Karin sambil berteriak dan menghampiri Alvin.
" Vin, itu bukan nya teman nya si elea?" ucap Dylan yang mengerenyitkan dahi nya.
" Seperti nya memang benar, ada apa dia memanggil ku?" sahut Alvin
" Jangan-jangan elea berantem atau ada suatu hal yang terjadi dengan elea?" tanya Dylan begitu khawatir dan cemas.
" Alvin, itu anu... " ucap Karin terbata bata karena melihat ketampanan Alvin.
" Maksud kamu apa? Ada apa dengan elea?" ucap Alvin yang tidak paham dengan omongan karin.
" Ganteng banget sih!" ucap Karin yang keceplosan , bahkan ia sangat girang ketika melihat wajah Alvin dengan sangat dekat.
" Hey, sebenarnya apa yang ingin kamu katakan?" ucap Dylan
" Iya, katakan saja apa yang terjadi dengan elea? " ucap Alvin yang semakin penasaran, ia takut elea kenapa-napa, karena elea merupakan tanggung jawab nya.
" Elea pingsan gara-gara kejatuhan bola basket. " ucap Karin yang mulai bisa mengendalikan nafas nya.
" Dimana el sekarang?" sahut Alvin
" Di UKS.. "
Tanpa basa-basi, Alvin langsung mengabaikan Karin, ia berlari menuju UKS, untuk melihat keadaan Elea, ia tidak menyangka Elea akan pingsan seperti ini, ia berjanji akan mencari siapa orang yang berani menimpuk saudara kembar nya dengan bola basket.
GUYS, author sudah crazy update hari ini, please di Vote dong, jangan pelit-pelit. biar author semangat :(
Author cuma mau di vote aja.
iti aja kok, author ngga pelit update cerita