My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Penantian panjang



Memang berat mengikhlaskan orang yang di cintai hidup bahagia dengan wanita lain, apa harus Susan merasakan kehilangan seseorang untuk yang kedua kali nya


setelah mendengar obrolan antara Mama Mona dan Netta serta Daniel, Susan pun kembali bergegas menuju kamar ia tidak bisa memperlihatkan kesedihan nya di depan Mama Mona karena itu akan membuat ia semena-mena menyakiti hati Susan, mungkin dulu Kiara yang bisa menghibur Susan namun sekarang, Ia belum bisa bertemu kembali dengan Kiara karena ia masih di rumah kakak ipar nya.


Jangan ambil Daniel dari ku, Ma...


Susan pun terkulai lemas, ia tak kuasa membendung air mata nya, sesekali ia memegangi perut nya yang amat sakit, namun lebih sakit lagi ketika ia melihat senyum Mama Mona yang begitu bahagia ketika melihat wajah Netta dan Daniel.


Rasa sakit yang Susan rasakan tidak sebanding dulu ketika ia kehilangan Ryan, karena dulu atas kehendak tuhan tapi sekarang ia dan Daniel akan di pisahkan dalam keadaan saling mencintai.


perutku sakit...


Susan memegangi perut nya yang amat sakit, ntah ia semakin tidak kuat merasakan keram di perut bawah nya.


" Bagaimana pun Susan adalah istri ku Ma, tidak mungkin aku makan malam bersama Netta sementara istri ku di rumah kelaparan." ucap Daniel dengan tegas


" Bukan begitu maksud Mama." ucap Mama Mona


" Tante Mona, Daniel kalau begitu aku pamit pulang dulu, karena masih ada pekerjaan di Klinik" ucap Netta yang ijin untuk pergi dari kediaman Daniel karena ia sendiri merasa risih dengan pertengkaran antara Mama Mona dan Daniel.


Memang sudah sejak lama Netta menyukai Daniel namun dulu Daniel sudah menyukai Yu shen sahabat dari Netta juga namun rupa nya, Yu shen telah pergi meninggalkan Daniel untuk selama lama nya namun ada kebahagiaan di hati Netta setelah ia tahu Yu shen telah tiada, bahkan ada kesempatan Netta untuk dekat dengan Daniel namun nyata nya, semua itu sia-sia karena ia mendapatkan kabar kalau Daniel menikah dengan Susan. Dan itu membuat harapan Netta menjadi sia-sia, untung saja ada Mama Mona yang ingin membantu Netta untuk mendapatkan Daniel namun, Netta tidak ingin menjadi istri kedua melainkan Netta ingin Daniel menceraikan Susan.


" Ma, sudah berapa kali Daniel katakan kalau Daniel hanya mencintai Susan!" ucap Daniel


" Kalau cinta tapi tidak mempunyai keturunan untuk apa ?" Tegas Mama Mona lagi


"meskipun aku tidak di karuniai anak dalam pernikahan aku, tapi itu semua tidak akan membiarkan rasa sayang aku terhadap Susan Ma!" ucap Daniel lagi


" Ha! Kau sudah gila? kalau kau tidak mempunyai keturunan bagaimana mungkin kau akan bertahan lama" Cerocos Mama Mona


" bukti nya, sampai saat ini aku masih bertahan dengan Susan !" ucap Daniel lagi


Plak ...


Mama Mona pun menampar Daniel karena ia terus melawan setiap perkataannya, semenjak ia mencintai Susan.


" kamu memang sudah berubah Daniel, Mama kecewa sama kamu!" ucap Mama Mona yang langsung pergi meninggalkan kediaman Daniel dengan perasaan bersalah nya.


Sementara Susan merasakan sakit perut yang amat dalam, ia juga tidak tahu mengapa perut nya sangat keram, dan tiba-tiba saja ia mengeluarkan darah, sontak Susan berteriak memanggil Daniel karena ia takut dengan semua kejadian yang ia rasakan...


" Kak Daniel, tolong !"


" Kak Daniel "


Susan berusaha meraih gagang pintu kamar nya, namun gagal karena jarak nya terlalu jauh, ia masih memegang perut nya yang sakit dan keram, sementara darah sudah mengalir ke lantai kamar nya.


" Kak Daniel tolong aku.... "


Daniel pun mendengar teriakan Susan, ia langsung beralih ke arah kamar nya, untuk menghampiri Susan. Ia takut ada hal buruk yang terjadi dengan nya.


" Sayang, kenapa?" ucap Daniel dengan tergesa gesa, ia bahkan terkejut ketika melihat tumpahan darah yang berserakan di lantai.


" baby kamu kenapa ?" ucap Daniel yang langsung menggendong tubuh Susan


"Kak Daniel tolong, perut aku sakit .. " Ucap Susan dengan wajah pucat dan tubuh yang lemas.


tiba-tiba saja tubuh Susan terkulai lemas, dan ia benar-benar pingsan. Daniel pun nampak khawatir ia langsung menggendong Susan untuk membawa Susan ke Rumah Sakit karena Susan mengalami pendarahan, karena perut nya yang amat sakit, Daniel khawatir akan ada hal buruk terjadi dengan Susan.


" Pak tolong bawa istri saya ke Rumah sakit, segera Pak!" ucap Daniel yang menyuruh security untuk membawa mobil Daniel menuju Rumah Sakit.


" Aku mohon bangun sayang!" ucap Daniel sambil menggoyangkan tubuh Susan namun, susan masih pingsan


" Pak, bawa mobil nya agak cepetan! saya khawatir dengan istri saya" ucap Daniel


" Baik Pak!" jawab security nya.


Mobil itu melaju dengan sangat cepat, bahkan melewati jalur-jalur yang di lalui macet membuat Daniel frustasi karena ia tidak bisa menunggu terlalu lama, apalagi melihat keadaan Susan. Hati dan Pikiran nya benar-benar terkuras.


tuhan, aku tidak ingin kehilangan Susan...


Daniel pun menyuruh Security nya untuk memutar arah ke jalan Pintas, agar cepat sampai di Rumah Sakit tempat ia bekerja, karena jarak nya tidak terlalu jauh hanya butuh waktu lima belas menit saja untuk sampai ke Rumah Sakit Raden Cipto, kalau saja tidak ada kemacetan.


Setelah sampai, Daniel pun meminta petugas Rumah Sakit untuk membawa Susan ke ruangan darurat, karena Susan tidak kunjung bangun dari pingsan nya.


" Buruan bawa istri saya !" bentak Daniel kepada petugas rumah sakit


" Baik Dokter anda yang sabar!" ucap salah satu petugas.


Setelah sampai di ruangan darurat, Daniel pun menemani Susan dan ia membantu memasang infusan di lengan Susan, Daniel begitu telaten mengingat dia adalah seorang Dokter namun perasaan khawatir nya pun nampak terlihat dengan jelas di raut wajah Daniel.


" Dokter Edwin, tolong istri saya !" ucap Daniel yang terkulai lemas.


Ia bahkan tidak tega melihat Susan seperti ini, ia tidak ingin kehilangan wanita yang ia cintai untuk yang kedua kali nya, karena itu benar-benar membuat Daniel menderita...


" dr. Daniel, anda tenangkan diri terlebih dahulu, saya akan melakukan yang terbaik" ucap dr. Edwin selaku dokter kandungan.


Daniel pun menenangkan diri, ia bahkan terus berdoa untuk kesembuhan Susan, mungkin saja Susan terlalu lelah dengan semua nya, apalagi ketika Mama Mona datang dan meminta Daniel untuk melakukan kencan bersama Netta. Mungkin itu yang menjadi penyebab nya.


Ia bahkan tidak akan pernah bisa memaafkan diri nya sendiri kalau ia tidak bisa menyelamatkan Susan.


" Pujaan ku, aku berharap yang terbaik untuk mu, aku akan tetap disini " ucap Daniel sambil mendoakan Susan yang tengah di tangani oleh dr. Edwin.


Daniel nampak heran, karena dari tadi Susan hanya merasakan sakit perut, namun ia nampak terkejut ketika melihat darah yang berceceran di lantai, Daniel nampak heran dengan asal darah yang keluar dari tubuh Susan dan ia bahkan mampu membuat Susan begitu terkulai lemas.


dr. Edwin pun melakukan pemeriksaan menggunakan ultra sound dan transvaginal untuk mengetahui asal muasal pendarahan tersebut.


" bagaimana hasil nya, sus?" ucap dr. Edwin ketika bertanya kepada perawat nya.


setelah melakukan beberapa pemeriksaan terhadap Susan, namun Susan sudah siuman tapi, dr. Edwin menyuruh nya untuk istirahat terlebih dahulu.


" Ini hasil nya dok" ucap Suster sambil memberikan hasil pemeriksaan ultrasound dan transvaginal


" Tolong panggilkan dr. Daniel untuk menemui saya, sekarang juga. Ada hal penting yang ingin saya bicarakan" ucap dr. Edwin sambil menyuruh perawat nya


" Baik dokter" jawab dan langsung menemui dr. Daniel


tak lama Daniel pun pergi ke ruangan dr. Edwin, padahal ia belum sama sekali menemui Susan, karena perawat bilang kalau dr. Edwin ingin bertemu dengan Daniel dan ada hal penting yang ingin ia katakan mengenai Susan.


" anda memanggil saya?" ucap Daniel di balik pintu


" Masuk lah, ada yang ingin aku bicarakan" ucap Edwin


" Jadi, apa yang terjadi dengan istriku dok?" ucap dr. Daniel


dr. Edwin nampak tersenyum ke arah Daniel ntah senyuman yang membuat Daniel merasa heran


" aku tidak tahu, apa ini sebuah anugerah yang pasti anda akan segera menjadi seorang ayah" ucap dr. Edwin sambil tersenyum ke arah Daniel


Daniel yang tadi murung, namun sekarang ia nampak membulatkan kedua bola mata nya.


Apa aku tidak salah dengar?


aku akan menjadi seorang Ayah?


" Maksud dr. Edwin, Susan hamil ?" ucap Daniel yang nampak belum percaya.


" Iya, selamat anda akan menjadi seorang ayah " ucap dr. Edwin sambil memberikan selamat


Daniel nampak tidak percaya dengan ini semua, ia tidak tahu harus bagaimana lagi mengungkapkan kebahagiaan yang tidak ada dua nya, bahkan ia mengucapkan banyak terimakasih terhadap tuhan karena telah di berikan kesempatan dan kepercayaan untuk mempunyai seorang anak, dan mata nya pun berkaca-kaca ia bahkan masih shock mendengar semua nya.


" Apa kau tidak membohongi ku?" ucap Daniel


" Apa kau meragukan aku ?" ucap dr. Edwin lagi


" Aku benar-benar bersyukur ya Tuhan, akhirnya aku akan menjadi seorang ayah" ucap Daniel sambil tersenyum.


" Tapi, anda harus ingat! kehamilan istri anda kandungan nya sangat lemah, bahkan ia rentan sekali keguguran, namun anda cepat membawa nya ke rumah sakit" ucap dr. Edwin


" Aku dan Susan bahkan tidak tahu mengenai kehamilan ini" ucap dr. Daniel


" Mungkin istri anda selama ini sering tiba-tiba menangis atau tiba-tiba ia ceria kembali, Nah wajar saja di saat itu mood seorang wanita bisa berubah di saat sedang hamil " ucap dr. Edwin


" memang akhir-akhir ini kami banyak melewati masalah sulit" ucap Daniel lagi


" Jaga kehamilan istri anda, jangan sampai pikiran nya terganggu karena kehamilan istri anda sangat lemah, belum lagi Kista yang tumbuh di dalam nya, perlahan akan luruh, bahkan setelah kehamilan yang makin membesar, anda tidak perlu takut. berdoa saja semoga semua nya di lancarkan" ucap dr. Edwin


" Terimakasih dokter edwin" ucap Daniel dengan senyuman yang nampak bahagia dari raut wajah nya.


Daniel pun menghampiri Susan dengan membawa hasil usg Susan dan ia sangat berterimakasih kepada Susan karen ia begitu sabar menunggu hal itu terjadi kepada dirinya, ia ingin sekali memeluk Susan dan memberitahu kalau ia sedang mengandung buah cinta mereka.


" Bey ... " ucap Daniel yang menghampiri Susan


" Kak Daniel, aku kenapa ada di rumah sakit?" ucap Susan nampak lesu


" Kamu tiduran saja tidak apa-apa bey" ucap Daniel sambil mencium kening Susan dan tersenyum ke arah Susan.


" Kamu bahagia sekali ada apa ?" Tanya Susan


" Terimakasih Bey, telah berjuang demi cinta kita, dan kau akan menjadi seorang ibu dari anak kita" ucap Daniel sambil mencium Susan, namun perkataan Daniel membuat Susan nampak diam terpaku.


" Apa yang kau bicarakan, Kak Daniel ?" Tanya Susan lagi.


" Selamat Bey, kamu di nyatakan positif hamil" ucap Daniel sambil memperlihatkan hasil Usg Susan


" Aku tidak salah mendengar itu semua?" ucap Susan yang nampak terkejut dan mata nya berkaca-kaca.


" Selamat sayang, kau akan menjadi seorang ibu dari anak ku" ucap Daniel sambil memeluk Susan .


" Kak Daniel ternyata penantian kita selama ini membuahkan hasil, aku bahkan tidak menyangka dengan semua ini. Aku selalu menunggu keajaiban itu datang, dan nyata nya Tuhan mendengar doa kita" ucap Susan sambil menangis, namun tangisan kebahagiaan bukan lagi tangisan kesedihan


" Iya Bey, aku sangat berterimakasih kepada mu Bey" ucap Daniel sambil mencium pucuk rambut Susan.


kebahagiaan itu datang nya dari kesabaran, bahkan kesabaran itu lah yang menjadikan Daniel dan Susan bahagia...


Anugerah yang luar biasa, yang mereka dapatkan setelah penantian yang begitu panjang.


Jangan pernah menyalahkan keadaan , Karena belum mendapatkan kepercayaan tapi berjuang lah, dan berusaha lah agar bisa meraih nya...


Karena Tuhan tidak pernah tidur, ia selalu mendengar doa dari hamba nya.


Ayo ucapkan Selamat kepada kedua pasangan ini .


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa vote, like, komentar..