My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Pesan Terakhir



ketika Reyna menjenguk Bunda Ratih yang sedang terbaring sakit dan tubuh nya sudah terpasang selang infus,wajah nya sangat pucat, dan ia memang sedang melawan koma beberapa hari ini, karena Penyakit Leukimia atau Kanker Darah yang Ia derita . Meski sudah melakukan Kemotherapy namun Keadaan Bunda Ratih malah semakin menurun . Reyna iba melihat Bunda Ratih yang terbaring lemah dengan berbagai Alat yang di pasang di Tubuh nya.


Kini Tubuh Bunda Ratih nampak kurus dan Terlihat dari Pipi nya yang semakin kurus.


Reyna pun menaruh Parcel buah buahan dan Bunga Bucket di samping meja Rumah sakit itu, Sementara dr Adnan dan dr Daniel menemani Fandy yang sedang berkonsultasi mengenai perkembangan Kesehatan Bunda Ratih .


Kini Reyna hanya sendiri menemani Bunda Ratih tak terasa Air mata nya jatuh membasahi pipi nya . Ia benar benar pilu melihat Keadaan Bunda Ratih, Di balik Senyum nya dan keceriaan nya ia mampu menahan sakit kanker darah yang ia derita, Reyna merasa bersalah karena ia sempat mempunyai rasa benci tatkala diri nya menghina Reyna .


Namun disisi lain Sikap Positif Bunda Ratih yang pernah menolong nya karena dulu sempat Frustasi namun Dengan kehadiran Bunda Ratih yang memberi motivasi dan semangat hidup bagi Reyna lagi dan ia mampu membangkitkan Reyna dari keterpurukan .


Reyna menyentuh Jari jemari Bunda Ratih Dan menangis


" Bunda yang kuat ya. Reyna datang ke sini untuk menjenguk Bunda, Reyna yakin bunda Akan segera Sembuh dan melihat dr Fandy menikah " Ucap Reyna sambil terisak mencium Pelupuk Tangan Bunda Ratih


Reyna dengan khusyuk berdoa meminta kesembuhan kepada yang maha kuasa bagaimana pun Bunda Ratih orang yang sangat baik dan sering menolong orang lain dalam kesusahan dan membangkitkan Semangat hidup meski ia sendiri menahan Sakit yang ia derita selama satu tahun belakangan ini.


*


*


*


Ketiga dokter muda ini menghampiri ruangan besar dr Samuel, dokter spesialis untuk menangani kanker karena Rumah Sakit Mounth Elizabeth terkenal dengan Rumah Sakit kanker ternama di Singapura meskipun di Indonesia Memang Ada dokter spesialis namun, Bukan tidak percaya dengan tenaga medis dari jakarta akan Tetapi Peralatan nya tidak secanggih seperti di Singapura karena memang dr Irwan selaku dr Kanker di jakarta menyuruh dr Fandy untuk membawa bunda Ratih ke Singapura .


Setelah sampai di Ruangan besar milik dr Samuel, ketiga dokter muda itu pun duduk dan menunggu dr Samuel datang.


Tak lama dr Samuel datang ia menjabatkan tangan nya kepada ketiga dokter muda yang sangat Pintar dan tampan .Mereka memang hebat di usia muda nya mereka sudah menjadi seorang dokter .


" Selamat datang untuk dr. Adnan dan dr. Daniel ke Rumah Sakit ini " Ucap nya dalam bahasa inggris yang fasih


" Salam kenal dr Samuel " Ucap dr Adnan dan dr Daniel sambil menjabatkan tangan nya.


" dr Samuel , Bagaimana keadaan Bunda Saya ?" Ucap dr Fandy


" Saya sudah melakukan berbagai metode untuk menyembuhkan kanker darah yang di derita oleh Ibu mu . Namun Kesehatan Ibu mu Semakin menurun . Dan Aku menyarankan Agar ibu mu melakukan Kemotherapy yang kedua kali nya untuk membunuh sel sel kanker yang bersarang di dalam aliran darah ibu mu, Namun Rasa nya itu tidak mungkin mengingat Kondisi Ibu mu sedang koma " Ucap dr Samuel dengan sangat iba .


" Apa Ada cara lain untuk menyembuhkan Bunda saya dokter ? Saya mohon lakukan yang terbaik untuk Bunda Saya " Pinta dr Fandy dengan sangat memohon agar Bunda Ratih segera sembuh


" Sabar fan. Semua butuh tahap dan prosedur nya masing masing" Ucap dr Adnan dengan sangat menenangkan dr Fandy .


Memang setelah melakukan Kemotherapy seminggu yang lalu kondisi Bunda Ratih malah semakin memburuk . Namun dr Samuel akan melakukan yang terbaik untuk Ibunda dari dr Fandy . karena Sesama Ikatan dokter, dr Samuel merasa iba dengan keadaan Bunda Ratih yang belum ada perkembangan nya sama sekali .


Setelah sampai di Ruangan Rawat Bunda Ratih ketiga dokter muda itu datang dan di dampingi oleh dokter Ahli kanker yaitu dr Samuel Frank untuk memeriksa keadaan Bunda Ratih . Di sana sudah ada Reyna yang sedang menemani namun Ia panik ketika melihat Bunda Ratih yang menggenggam tangan Reyna dengan sangat kuat .


" dr Fandy ... " Teriak Reyna ketika tangan nya di genggam oleh bunda Ratih namun Bunda Ratih masih dalam keadaan koma .


Ia segera memanggil dr Fandy yang kemudian menghampiri dengan perasaan panik dan senang ketika Bunda Ratih mulai sadarkan diri semenjak koma yang ia alami selama tiga hari ini . Segera Fandy memanggil dr Samuel yang memang akan memeriksa keadaan Bunda Ratih, Ia nampak terkejut dan mengucap syukur karena kini Bunda Ratih mulai merespon .


dr Adnan dan dr Daniel mencoba menarik tangan Reyna secara perlahan, Lalu Reyna pun begitu Antusias dan terharu melihat bunda Ratih yang merespon nya.


" dr Samuel, Apa bunda Saya sudah pulih dari koma nya " Ucap dr Fandy yang di dampingi Reyna di sebelah nya sambil merangkul Fandy


" Ibu anda mulai merespon, dan mendengar kata demi kata yang di ucapkan oleh teman wanita anda " Ucap dr Samuel lalu menatap keArah Reyna yang sedang berdiri di samping Fandy.


" Apa yang kamu katakan Reyna ?" Ucap dr Fandy semua tertuju kepada Reyna


" Aku hanya mendoakan bunda Ratih dan tidak lebih " Ucap Reyna begitu gugup dan takut


Fandy merangkul Reyna dengan sangat mesra nya lalu ia kembali menggenggam Tangan Bunda Ratih dan berdiri di samping bunda Ratih .


dr Samuel memeriksa kelopak mata Bunda Ratih ia mulai bisa merespon dan sedikit membuka mata nya, penglihatan nya mulai samar samar, ia menggenggam tangan Fandy dengan sangat kuat dan Fandy pun menangis ketika melihat keadaan Bunda nya yang mulai membaik .


" Bunda .. " Ucap Fandy sambil terisak.


Bunda Ratih mulai membuka mata nya dan menatap ke Arah orang orang yang ada di sekitar nya.


" Akhir nya Bunda sembuh juga . Fandy sudah merindukan bunda " Ucap Fandy dengan tangisan nya.


Bunda Ratih pun meneteskan Air mata nya dan memegang pipi fandy dengan jemari nya . Ia menatap ke Arah Reyna yang berdiri di samping Fandy . Dan Reyna pun menggenggam Tangan Bunda Ratih . Ia berada di sebelah kiri bunda ratih sedangkan Fandy berada di sebelah kanan bunda Ratih .


" Ma...af .. kan Bun..da... " Ucap Bunda Ratih sambil terbata bata namun Ada kesedihan yang terlintas di kedua bola mata Bunda Ratih.


" Fandy akan selalu memafkan semua kesalahan Bunda .. Harus nya Fandy yang meminta maaf kepada Bunda " Ucap dr Fandy sambil sesekali mencium pipi bunda Ratih .


" Reyna juga minta maaf bun.. Maaf karena Reyna mempunyai salah kepada bunda " Ucap Reyna tak terasa air mata nya jatuh.


Bunda Ratih pun menyatukan Tangan Reyna dan dr Fandy dengan saling menggenggam di antara tubuh Bunda Ratih, Ada maksud terdalam karena kini Bunda Ratih sadar bahwa Cinta Mereka tidak akan pernah bisa di pisahkan. Bunda Ratih sadar, Ia terlalu egois mementingkan Dirinya sendiri dan berambisi dengan kehidupan Kaya yang Ia jalani kalau saja dr Fandy menikah dengan Nasya, Namun berbanding terbalik, Ia justru salah besar membiarkan kebahagiaan anak nya dan malah membuat Anak nya begitu tersiksa dengan perasaan nya dan Bunda Ratih menyesal melakukan ini . Ia sekarang sadar bahwa cinta Fandy hanyalah untuk Reyna begitu pun Reyna yang sampai saat ini tidak memiliki dendam sama sekali terhadap Bunda Ratih.


" Bun .. da .. Meres..tu .. i .. ka.. li..an " Ucap nya dengan terbata bata dan menahan nafas yang kian menyesakkan dada nya


Bunda Ratih pun sesak nafas secara tiba tiba namun dokter Samuel pun segera menangani beserta Jajaran dokter ahli kanker dan perawat di sana yang membantu nya . Segera mereka menyuruh Adnan dan Daniel beserta Fandy dan Reyna untuk menunggu nya di ruang tunggu.


Bunda Ratih tiba tiba saja sesak nafas ketika memberi restu terhadap Anak nya itu .Ia segera mendapatkan penanganan khusus dari pihak rumah sakit .


setelah memeriksa keadaan Bunda Ratih dr Samuel pun menggelengkan kepala nya kepada semua team perawat dan dokter lain nya . Nyawa Bunda Ratih sudah tidak tertolong lagi. bahkan ia menghembuskan nafas terakhir nya setelah hampir setengah jam di tangani oleh pihak Rumah Sakit segera dokter Samuel menutup wajah Bunda Ratih dengan kain putih .


Sementara di luar Fandy nampak duduk Cemas meski dr Adnan dan dr Daniel serta Reyna menenangkan nya .Pikiran ia masih tentang Bunda nya .


" Bunda ... "


Isak tangis Fandy yang tidak tega melihat keadaan Bunda nya . walau bagaimana pun Fandy hanya memiliki bunda saja karena sudah sejak lama ia di tinggal pergi oleh Ayah nya . Ia sangat berharap Akan kesembuhan bunda nya agar ia bisa menemani Fandy selama nya.


Tiba tiba saja dr Samuel keluar dari Ruangan Bunda Ratih segera ia menemui Fandy .


" Bagaimana keadaan Bunda Saya dok ? " Ucap Fandy dengan sangat tergesa gesa.


" Iya dok, Bagaimana keadaan Bunda Ratih ?" Ucap Adnan


dr Samuel menghela Nafas dan memegang bahu Fandy dengan kedua tangan nya. Ia pun merasa iba dengan keadaan Fandy.


" Aku sudah melakukan yang terbaik untuk ibu mu, Namun tuhan berkehendak lain .. Ibu mu telah menghembuskan nafas terakhir nya " Ucap dr Samuel dengan penuh Rasa iba .


Fandy shock mendengar perkataan dokter Samuel . Ia berteriak memanggil nama bunda nya . Ia tidak menyangka Bunda Ratih akan pergi secepat itu. Seolah tidak percaya dengan Takdir .


" Dokter jangan main main dengan saya dok .Tidak mungkin Bunda saya meninggal sedangkan tadi ia telah siuman dari koma nya " Ucap Fandy dengan sangat histeris


Reyna dan Adnan beserta Daniel pun mengikuti fandy yang masuk ke dalam ruangan Ibunda nya. Dan di sana telah terbaring Bunda Ratih yang di tutup oleh kain putih . Wajah nya sangat pucat . Bahkan Ia masih tersenyum di kala Tuhan mengambil nyawa nya .


" Bunda ...." Teriak Fandy sambil terisak ia mencium kening bunda nya .


" Bunda jangan tinggalkan aku sendiri bun . Aku tidak mempunyai siapa siapa lagi bunda .. jangan tinggalkan Aku bun .. " Ucap Fandy sambil terisak dan memeluk Bunda Ratih .


Reyna pun menghampiri Jasad Bunda Ratih dan ia menangis sejadi nya.


" Bunda .. Mengapa bunda pergi secepat ini bun " Ucap Reyna sambil Terisak .


Adnan Dan Daniel pun nampak iba dengan kepergian Bunda Ratih yang menyisakan banyak Kesedihan dan kepiluan bagi Fandy.


" Sabar fan . Tuhan lebih menyayangi ibu mu " Ucap Adnan sambil menenangkan Fandy


" Iya Fandy .. aku harap kamu bisa mengikhlaskan kepergian Bunda mu " Ucap Daniel pun yang merasa iba.


" Tapi tadi kalian lihat kan .. Bunda masih Hidup bahkan ia sadar dari koma .. " Ucap Fandy begitu Yakin kalau Bunda nya masih hidup.


Reyna memeluk fandy dengan sangat erat dan memberikan ketenangan.


" Aku tahu ini berat buat kamu dr fandy . Dan Aku bahkan sangat kehilangan bunda Ratih . Aku mohon agar kamu mengikhlaskan kepergian Bunda Ratih karena umur hanya tuhan yang tahu . Bunda akan sedih kalau kamu seperti ini " Ucap Reyna .


Kini Fandy menangis di pelukan Reyna .Dan hari ini Reyna mengerti mengapa ia harus membuang rasa Egoisme nya demi fandy karena Fandy sangatlah butuh penyemangat dalam hidup nya dan Reyna menyesal telah membenci Fandy bahkan kejadian ini menyadarkan bahwa Kehilangan orang tersayang sangat menyakitkan . .


" Aku belum siap untuk kehilangan Bunda . Bahkan aku belum sempat membahagiakan nya Rey " Ucap Tangis dr Fandy


" Semua telah kehendak tuhan dr Fandy . Kita doakan agar Bunda Ratih tenang di Alam sana " Ucap Reyna dengan penuh ketenangan .


dr Adnan beserta dr Daniel pun mengurus kepulangan jenazah Dari Bunda Ratih yang akan di bawa pulang ke Jakarta sore nanti karena ia tidak ingin menunggu lama untuk membawa pulang Bunda Ratih . Adnan sudah menghubungi Keluarga nya dan Aleyna beserta pihak Rumah Sakit tempat dr Fandy bekerja .


" selamat jalan bunda Ratih . semoga tenang di alam sana "


kini Fandy menghampiri jasad Ibunda nya yang sedang terbaring di tutupi oleh kain putih . ia pun mengingat ketika dirinya masih kecil bahkan sangat menyusahkan ibunda nya sendiri . Ia berbisik di Telinga ibunda nya dan mengucapkan kata demi kata yang menyayat hati dan tak bisa ia membendung Air mata yang semakin deras membasahi pipi nya.


kini ia tau arti kehilangan yang sangat menyakitkan


*Setiap kali aku jatuh dalam sebuah masalah, dengan setia Bunda memberi nasihat. Hanya Bunda yang tidak pernah meninggalkan aku dalam keterpurukan. Bunda selalu bersedia beri dukungan untukku.


Beruntungnya aku memiliki seorang Bunda yang menjadi penguat bagi anaknya. Kini bunda telah pergi, meninggalkan rasa rindu yang tidak bisa tertahan. Sampai kapan pun, Bunda selalu ada di dalam hatiku*.


(sumber kata from : popMama )


*Beruntung bagi kalian yang masih mempunyai kedua orang tua . Sayangi lah mereka selagi mereka masih hidup . Di episode ini banyak mempelajari kita tentang arti nya kehilangan .


Jangan lupa guys KOMEN YANG BANYAK ..


LIKE JUGA . BTW author berterimakasih atas support dari kalian semoga Novel yang author tulis ini bisa Masuk Ranking 20 *ngarep


Terimakasih juga bagi yang sudah memberi ucapan Selamat tahun baru buat Author . Kalian luar biasa 🤗**