My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Semua karena cinta



Setelah menikmati Dark Chocolate Cake yang di buat oleh Reyna, dr. Fandy pun menyuruh Reyna untuk membantu nya membereskan semua pakaian yang ada di dalam kamar Reyna, Karena dua hari yang lalu Fandy sempat tidur di kamar Reyna . Karena Besok ia sudah pindah ke Apartement milik Adnan yang sudah lama tidak di huni oleh Adnan di karenakan Adnan sudah memiliki Rumah sendiri, Apartement itu tidak jauh dari Rumah Sakit tempat Fandy bekerja hanya sekitar 10 menit saja untuk sampai ke Rumah Sakit jadi tidak perlu menghabiskan waktu banyak di jalanan dan menerobos kemacetan karena jarak nya sangat dekat.


Dan Reyna pun nekat menggendong sendiri Boneka beruang besar dan sedangkan Fandy membawa boneka kelinci manis dan manja seperti Reyna .


" Kamu yakin mau bawa sendiri boneka segede gaban gitu " Ucap Fandy seolah meragukan Reyna


" Yakin ? Emang kamu kira aku ngga bisa bawa nya ?" Ucap Reyna seolah menantang


Reyna pun nekat menggendong boneka beruang besar nya meski tubuh nya tidak sampai namun ia terus berusaha mencoba nya, Dan alhasil Reyna pun sulit melakukan nya dengan langkah yang pelan, Reyna mencoba menggendong boneka beruang nya sementara Fandy hanya tertawa melihat tingkah konyol Reyna .


" Dasar kelinci, Ngeyel dan songong " Ucap Fandy dalam hati sambil tersenyum menatap Reyna


" Biar Aku saja yang bawa " Ucap Fandy seolah mengambil alih untuk menggendong boneka beruang besar


Namun Reyna ngotot ingin membawa nya sendiri sampai Reyna kewalahan dan akhir nya Terjatuh, Dan Tubuh nya menindihi tubuh Fandy yang ikut terjatuh bersama boneka beruang besar itu.


Fandy menatap dalam wajah Reyna yang kini berada semakin dekat dengan wajah nya .


Ia nampak cantik dengan bulu mata nya yang lentik . Ntah kapan dan di mana perasaan cinta dan sayang itu tumbuh, Mungkin ketika Fandy melihat Reyna di acara Syukuran Rumah Aleyna . Ada adegan lucu ketika Fandy merasa Reyna begitu aneh, ketika menumpahkan minuman nya ke Kemeja Fandy, Waktu itu, Ia sangat marah dan kesal terhadap Reyna . Namun kali ini Rasa kesal yang dulu pernah Fandy rasakan berubah menjadi Rasa sayang yang amat dalam kepada Gadis bertubuh mungil yang ada di hadapan nya saat ini . Fandy mulai nakal . Bagaimana pun ia Normal mengingat Reyna yang kini berada di Atas tubuh nya . Bahkan Fandy merasakan Jantung Reyna yang semakin berdetak lebih dari frekuensi biasa nya. Mungkin ini kah yang di namakan Frekuensi cinta ?


Ah, Fandy sudah tidak tahan ingin mencium bibir mungil milik Reyna yang kini berjarak sangat dekat dengan wajah nya . Tangan Fandy pun mulai merangkul Tubuh Reyna . Meski Reyna seolah ingin melepaskan Tubuh nya dari pelukan Fandy, Namun Apa boleh buat? Fandy dengan sangat erat memeluk Tubuh Reyna . Reyna tidak bisa berbuat apa apa, Hanya menerima nya saja . Toh ini, pelukan selamat tinggal karena Besok ia tidak akan melihat wajah Tampan manusia kutub ini, Dan ia harus melupakan kebiasaan nya setiap pagi yang selalu menatap wajah Fandy yang tampan meski ia baru bangun dari tidur nya .


Dulu Fandy masih ragu dan tidak berani untuk mencium Reyna, Namun Kebalikan nya Dulu Reyna sangat berani mencium Fandy tanpa rasa malu, Tetapi sekarang Reyna amat malu untuk melakukan nya lagi, Bahkan ia tidak berani apalagi ketika Fandy menatap tajam wajah Reyna .


Justru sekarang Fandy lah yang mulai Agresif terhadap Reyna . Ia mulai mendekatkan wajah nya ke wajah Reyna sampai bibir nya kini menempel di bibir Reyna. Jantung Reyna tak kuasa, Ia terus berdetak lebih kencang . Bahkan Tiba tiba Saja Suasana menjadi sangat panas sekali .


Dengan menutup mata, Fandy mulai mengecup bibir Reyna, Bibir yang sangat lembut dan mungil yang hanya dimiliki oleh Reyna. Bahkan, Fandy menyukai kelembutan bibir Reyna .


"Cup .... "


Bibir mereka kian menempel satu sama lain, Dan Fandy mulai menghisap bibir Reyna secara perlahan namun pasti, bahkan bulu kuduk Reyna pun berdiri karena sensasi yang Fandy berikan begitu hangat.


Fandy terus menekan kan ciuman nya kepada Reyna sampai bibir Reyna pun terbuka dan menyambut ciuman secara tiba tiba yang di lakukan oleh Fandy. Kini, Ciuman itu semakin panas bahkan Fandy pun membangunkan tubuh Reyna dan menempelkan Tubuh Reyna ke Tembok besar yang ada di dekat tangga menuju lantai atas kamar Reyna .


Fandy mulai memegan Rahang Reyna dan menekan kan lagi ciuman nya. Sementara Reyna menjinjit karena Fandy yang amat tinggi dari Tubuh Reyna yang mungil . Ia menerima kecupan demi kecupan yang Fandy berikan, dengan senang hati . Karena Reyna mencintai Fandy.


Bahkan Ciuman itu beralih ke leher Reyna, Dan Reyna semakin merasakan sensasi yang luar biasa, Bahkan malam ini Fandy sangat liar, di banding dulu .


Dulu, Fandy sangat kaku dan ia tidak liar, Namun Berbeda jauh dengan Fandy yang dulu, kini Fandy yang sekarang sudah semakin liar sampai ia menghisap Leher Reyna dan meninggalkan bekas Kissmark di leher Reyna meski Reyna sudah meronta ronta untuk di lepaskan. Sontak Fandy hendak memegang kedua payudara milik Reyna, Namun langkah nya terhenti. Ia melepaskan Tubub Reyna dan ia sampai lupa dan kebablasan melakukan hal yang tidak baik untuk gadis nya ini, Kalau Saja Fandy Khilaf ia bisa menghancurkan Kebahagiaan Reyna. Bahkan Ia tidak ingin merusak wanita yang ia cintai ini . Akhir nya ciuman itu terhenti dan Mereka sama sama kaku dan salah tingkah bahkan Fandy menggaruk kepala nya yang tidak gatal itu, Atau mungkin ini Rasa Nerveous ? apa SeLiar itu kah seorang Fandy . Untung saja ia bisa mengkontrol nafsu nya, kalau tidak ia akan bablas melakukan hal yang tidak baik sebelum nikah .


" mmmmm ... kalau begitu, Aku saja yang membawa boneka nya ke Atas " Ucap Fandy terbata bata lalu pergi naik ke Atas tangga meninggalkan Reyna yang berdiri mematung di Tembok besar itu.


" Yatuhan, Apa yang Aku lakukan dengan Fandy ? Mengapa dia sangat liar ?" Batin Reyna tak terasa jantung nya malah semakin cepat berdetak.


Reyna memegangi bibir nya yang kini basah dan lembab akibat ciuman panas tadi yang Fandy lakukan, Dan ia menyentuh leher nya yang basah Akibat hisapan Fandy . Dia bukan hanya manusia kutub, bahkan dia Vampire yang suka menghisap . Dan dia juga kebanyakan Gula pasir sampai Manis nya tidak luntur.


Ah Reyna, Memang Pesona dr. Fandy begitu menggoda, Dia bahkan telah mencuri separuh hati Reyna untuk nya. Biar saja Reyna menjadi Budak cinta . Ia tidak perduli karena kebahagiaan melebihi segala nya.


Tak lama, Reyna menyusul membawa boneka kelinci yang amat lucu berwarna pink ke kamar nya . Ntah, Reyna memang anti terhadap warna pink namun Fandy yang membelikan Ia bahkan menyukai warna pink pada boneka kelinci nya, Apa cinta mampu merubah segala nya ?


Reyna pun menghampiri Fandy yang tengah berdiri di balkon kamar Reyna .


" dr. Fandy ?" Sahut Reyna. lalu menghampiri Reyna


lalu dr. Fandy pun menengok ke Arah Reyna . Dan Sekarang Reyna berdiri di samping Fandy dan mereka berdua saling menatap langit dan menikmati Angin malam yang di rasa sangat menyejukkan hati mereka berdua .


Kedua nya sama sama saling terdiam, Hanya bunyi desiran angin saja yang ada di sana .


Ntah, Apa yang harus Fandy dan Reyna bicarakan .


Kemudian Fandy pun menatap ke Arah Reyna dan menyentuh pipi Reyna dengan tangan nya.


" Maafkan aku kelinci ku " Ucap Fandy sambil mengelus pipi Reyna.


Reyna pun menatap dalam wajah Fandy, ia menunggu Fandy untuk mengatakan sesuatu kepada nya .


" maaf untuk apa ?" Ucap Reyna merasa heran


" Maaf karena harus menyuruh mu menunggu " Ucap Fandy


" Aku mengerti " Ucap Reyna tak terasa air mata nya menetes


" Aku tahu, kamu menginginkan status dalam sebuah hubungan . Tapi, Aku belum bisa melakukan nya Karena aku tidak mungkin menikahi mu sedangkan aku belum mempunyai apa apa " Ucap Fandy


Reyna terdiam, ia menghapus air mata nya.


yang terus menetes dan membasahi pipi nya


" Kamu tidak perlu bersedih Reyna, Aku serius dengan mu bahkan aku berjanji akan berada di samping mu " Ucap Fandy lalu memeluk Reyna dengan sangat erat .


" jangan pergi dari aku untuk yang kedua kali nya. Karena aku tidak akan bisa kehilangan kamu " Ucap Reyna sambil terisak


" Aku berjanji akan menikahi mu kelinci ku, kita akan selalu bersama. Tunggu aku memiliki semua nya, Agar aku bisa membahagia kan kamu " Ucap Fandy sambil mencium pucuk rambut Reyna


" Aku akan menunggu mu beruang kutub, asal kamu janji untuk terus berada di samping ku " Ucap Reyna sambil menunjukan jari kelingking nya


" Janji sayang " Ucap Fandy lalu menempel kan jari kelingking nya dan melingkarkan nya ke jari Reyna pertanda janji itu harus di tepati.


Guys, Tunggu babang Fandy dulu yahhh. Kalian sabar dong 😁😁 hehehe Author aia sabar loh .


Guys di mohon Like dan Komen


Di Vote juga yah, biar peringkat nya tidak menurun .


Guys .. Jaga kesehatan ya karena Cuaca sangat ekstrim bahkan Author lagi demam nih apa karena Author kangen dr. Adnan ?


Yasudah lah monggo di Baca ya . Semoga suka 🤗