
Setelah menjelajahi Kota akhirnya Aleyna dan Adnan pun kembali ke rumah dengan perasaan bahagia nya, dan Aleyna tidak bisa berhenti memeluk Adnan saat di perjalanan menuju rumah, bahkan sudah sampai di perkarangan besar pun Aleyna tidak ingin masuk ke dalam rumah karena masih terus mengelus motor baru nya yang sangat ia dambakan selama ini, tapi ada yang kurang karena Adnan hanya membelikan motor tapi ia melarang Aleyna untuk membawa nya.
Rasa nya, sangat aneh sekali karena Adnan begitu romantis membelikan Aleyna motor dengan desain yang sangat menarik tapi, Aleyna sendiri dilarang membawa nya.
Lantas? motor ini jadi pajangan saja?
Aleyna bergerutu, ia masih terus merengek untuk bisa mengendarai motor baru nya namun tetap saja Adnan melarang nya dengan sangat keras, ia boleh menggunakan motor baru nya kalau Adnan yang memboncengi nya.
Padahal Aleyna sangat ingin mengendarai motor baru nya, dan mencoba nya menjelajahi gelap nya malam, seolah ia sedang berada di arena balap, Aleyna sangat merindukan itu, Tapi ia tidak mungkin memaksa Adnan karena sekarang ia bukan wanita single lagi, melainkan istri dari seorang Adnan, bagaimana pun larangan yang Adnan berikan pasti akan ada kebaikan untuk nya.
Aleyna harus mengurungkan niat nya, ia dan Adnan masuk ke dalam rumah yang sudah sepi bahkan beberapa penghuni rumah sudah tertidur karena sudah hampir larut malam menjelang pagi.
" Sayang, jangan sekali-kali kamu mengendarai motor tanpa ijin aku!" ucap Adnan sambil memberikan peringatan kepada Aleyna.
Aleyna menghela nafas, ia tidak menjawab peringatan dari Adnan karena sudah berapa kali Adnan membicarakan itu, sampai Aleyna benar-benar bosan denga peringatan yang Adnan berikan untuk nya.
Aleyna pun membantingkan tubuh nya ke kasur empuk milik nya, ia bahkan meluruskan tubuh nya yang di rasa pegal dan ngilu.
Sementara Adnan memaksa nya untuk mandi bersama.
Adnan menghampiri Aleyna yang tengah berbaring di kasur ia bahkan mencubit hidung mancung Aleyna.
" Mandi yuk!" ajak Adnan
Aleyna menatap ke arah Adnan dengan tatapan tajam, seolah mengisyaratkan kalau Aleyna sedang ingin di rayu.
" Ayo !" ucap Adnan sambil menggoyangkan tubuh Aleyna yang masih berbaring
" Nggak mau!" ujar Aleyna sambil menepis tangan Adnan
" Jadi kau tidak ingin memberikan sebuah hadiah untuk ku juga?" ucap Adnan yang masih terus menempel tubuh nya dengan tubuh Aleyna.
" Hadiah apa Mas ? " gerutu Aleyna
Adnan pun mengedipkan mata sebelah kiri nya, ia bahkan menggoda Aleyna dengan ketampanan wajah nya.
" kita sudah lama tidak melakukan nya!" ucap Adnn sambil menarik tangan Aleyna
" Haha, bukan nya dua hari yang lalu , kau mengatakan sudah lama." ucap Aleyna sambil tertawa.
" sayang" ucap Adnan sambil terus menarik lengan Aleyna
" Aku nggak mau" ucap Aleyna membantah keinginan Adnan.
" Jangan menolak sayang!" ucap Adnan
" Memang kenapa?" ucap Aleyna lagi ia sengaja memancing emosi Adnan karena tadi Adnan sudah berhasil memancing amarah Aleyna.
" Kau sudah membangunkan sebuah peradilan, dan kau menjatuhkan nya begitu saja! " ucap Adnan sambil terus menarik tangan Aleyna.
Aleyna melayangkan senyuman kecil di sudut bibir nya, ia melihat sikap Adnan yang sudah kalang kabut karena Aleyna terus menolak nya....
" Tetap saja aku tidak mau" ucap Aleyna lagi
Adnan pun sudah pasrah, jalan satu-satu nya adalah dengan menggendong Aleyna ke kamar mandi dam menuruti keinginan nya.
Adnan mengangkat tubuh mungil Aleyna meski Aleyna merintih ingin di lepaskan namun Adnan tidak mendengarkan itu semua, ia ingin menghabiskan malam ini bersama Aleyna.
" Mas... " teriak Aleyna sambil memukul dada bidang Adnan.
Adnan membekam mulut Aleyna dengan ciuman yang ia berikan agar Aleyna bisa berhenti berteriak,meskipun kamar nya sudah kedap suara.
tapi, tetap saja Adnan memang sudah tidak sabar, setelah sampai di kamar mandi Adnan pun menurunakan tubuh mungil Aleyna di dalam bathtub meski wajah Aleyna sedikit kesal namun wajah kesal Aleyna mampu membuat Adnan semakin menyukai nya.
" Maaf, aku memaksamu! Lagi pula kamu terus menggoda ku!" ucap Adnan setelah membersihkan tubuh nya dan mengusap rambut nya yang basah menggunakan handuk, sementara Aleyna sedang duduk menatap ke arah cermin sambil mengeringkan rambut nya menggunakan hairdryer.
" Aku tidak menggoda mu" ucap Aleyna sambil fokus mengering kan rambut.
" Kau menatap ku dengan wajah cantik mu saja itu sudah mampu menggoda ku" ucap Adnan sambil memeluk Aleyna dari belakang
Aleyna pun tersenyum setelah Adnan memuji nya.
" Mas, berhenti!" ucap Aleyna karena Adnan masih terus mencium leher nya.
" Aku tidak akan berhenti" ucap Adnan
" Mas.. " ucap Aleyna lalu duduk di pangkuan Adnan
Adnan menatap wajah cantik Aleyna, ia menyelipkan rambut Aleyna ke atas telinga nya, dan Adnan tersenyum setelah menatap wajah cantik Aleyna.
" Terimakasih Tuhan telah menitipkan seorang perempuan yang amat cantik bahkan kecantikan nya hanya untuk ku." ucap Adnan sambil mencubit hidung mancung Aleyna, dan perkataan Adnan mampu membuat Aleyna tersenyum dan tersipu malu.
" Aku ngga mau menatap mu" ucap Aleyna sambil memalingkan wajah nya.
" Nanti aku malah tidak bisa tidur" ucap Aleyna sambil tersenyum
" Aku yang akan menemani sampai kau tertidur." ucap Adnan sambil mengelus pucuk rambut Aleyna.
" Mas aku lupa!" ucap Aleyna yang segera beranjak dari pangkuan Adnan
Aleyna pun mencari Pil Kb yang biasa ia minum untuk mencegah kehamilan, ia sengaja menunda nya karena kedua anak nya belum genap satu tahun, takut nya Aleyna malah tidak bisa mengurus kedua anak nya, sedangkan ia tidak ingin melewati pertumbuhan kedua anak nya.
" Apa yang lupa ?" ucap Adnan yang nampak heran.
Aleyna mengeluarkan Pil dari dalam kotak obat yang sudah di sediakan.
" Sayang ini jadwal aku minum pil !" ucap Aleyna lalu mengambil air putih yang sudah tersedia.
" Tunggu dulu, kau jangan minum dulu!" ucap Adnan sambil menghentikan Aleyna
"Memamg kenapa?" ucap Aleyna
" Kau minum Pil berapa kali ?" ucap Adnan sambil menatap Aleyna dengan heran
" Mas, bukan kah satu minggu sekali minum nya?" ucap Aleyna sambil tersenyum ke arah Adnan.
Adnan membulatkan kedua bola mata nya, ia bahkan terkejut dengan perkataan Aleyna karena ia tidak menyuruh nya minum seminggu sekali melainkan setiap hari.
" Sayang, Pil ini di minum setiap hari!" ujar Adnan sambil memegang bahu Aleyna
" Bukan kah seminggu sekali ?" ucap Aleyna sambil menggaruk-garuk kepala nya yang tidak gatal.
" Sayang kau sudah datang bulan belum ?" ucap Adnan
" Sebulan ini aku belum datang bulan !" ucap Aleyna
" Berarti ada kemungkinan kamu hamil lagi" ucap Adnan sambil tersenyum bahagia
apa? aku hamil lagi? ya tuhan....
"Ah, Mas kenapa tidak mengatakan kalau minum nya tiap hari!" ucap Aleyna merasa bingung
"Yeay kamu hamil lagi" ucap Adnan sambil bersorak ria mengecup Aleyna
" belum tentu Mas, Aku harap sih jangan!" ucap Aleyna
" Sayang, anak itu titipan. Dan aku sangat berharap kamu hamil lagi" ucap Adnan
" Tapi Mas, anak kita saja masih bayi." ucap Aleyna sambil duduk di atas kasur
" Kamu tidak mempunyai stok tespek?" Tanya Adnan
" Tidak Mas, aku bahkan tidak mempunyai " jawab Aleyna
" Sayang, kau tidak usah takut. Aku bahagia kalau sampai kamu hamil lagi, karena aku ingin mempunyai anak yang banyak dari rahim kamu" ucap Adnan lalu memeluk Aleyna.
" Iya mas, tapi aku tidak merasakan apa-apa" ucap Aleyna sambil membalas pelukan Adnan.
" Jangan khawatir, besok aku akan menyuruh Rio untuk mengambilkan tespek dan aku tidak akan berangkat bekerja sebelum mengetahui hasil nya!" ucap Adnan
kebodohan yang menghasilkan kebahagiaan...
Aleyna masih tidak percaya, dan memang kebodohan dan kelalaian Aleyna mengenai pil, ternyata mampu membuat kebahagiaan di hati Aleyna.
" Yasudah lebih baik kita tidur saja." ucap Adnan sambil mengajak Aleyna untuk tidur
" Iya mas!" ucap Aleyna lalu mematikan lampu kamar nya , dan menarik selimut lalu Adnan memeluk Aleyna.
" Selamat tidur istri ku" ucap Adnan sambil mengecup Aleyna
" Iya mas" ucap Aleyna.
Aleyna masih belum tertidur ia memikirkan tentang kehamilan nya yang belum tentu terjadi tapi, Aleyna tidak merasakan pusing atau pun mual seperti pertama kali hamil .
Rasa nya, sulit untuk di percaya...
Guys, kira- kira Aleyna bakalan Hamil beneran atau nggak ?
Jangan lupa Like, dan Kome serta VOTE GUYS BAGI POIN UNTUK AUTHOR
BIAR NGGAK LOYO
FOLLOW : Raindu9721
Xie Xie...