My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Aku kembali, Aleyna



Adnan memang tidak tidur sampai larut pagi, ia langsung bergegas untuk mempersiapkan diri untuk kepulangan nya ke Jakarta karena ia memang sudah tidak sabar ingin bertemu dengan istri dan anak-anak nya.


Segala keperluan sudah di urus oleh Rio, Adnan tinggal berangkat saja.


sebelum keberangkatan nya, Adnan sudah menitipkan beberapa berkas kepada dr. Edwin, karena ia tidak bisa menghadiri rapat pemilihan anggota dokter untuk di tempatkan di Raden Kusuma Hospital.


Pesawat yang di tumpangi Adnan pun sudah berangkat menuju jakarta, butuh waktu dua jam setengah dari Banjarmasin ke Jakarta, namun waktu dua jam sangat lah lama kalau saja Adnan yang sudah tidak sabar ingin bertemu dengan keluarga kecilnya.


semoga kalian baik-baik saja, aku tidak sabar ingin bertemu kalian.


Rio pun menawarkan makanan yang sudah di sediakan oleh pramugari, namun Adnan engga untuk memakan nya, bahkan ia menyuruh Rio untuk makan sendiri, hanya buah-buahan saja yang dapat mengganjal perut Adnan, ia tidak ingin makan sama sekali.


" Pak, ayo lah kita makan dulu!" ucap Rio sambil menawatkan makanan khas banjarmasin


" tidak, kamu saja yang habiskan! aku tidak menginginkan nya" ucap Adnan


" Sekali saja, nanti perut nya kosong pak" Rayu Rio


" Tidak!" bentak Adnan


memang yang Adnan butuhkan adalah kehadiran keluarga kecil nya. mungkin saja Adnan kurang memberikan pengertian terhadap Aleyna, memang tugas yang Adnan jalankan begitu berat, ia tidak bisa mengutamakan keluarga tapi disisi lain, Adnan bekerja keras untuk keluarga nya tanpa mereka tahu, bagaimana kerja keras yang Adnan jalani, percikan darah sampai sayatan di tubuh seseorang yang ia dapatkan selama ini, hanya untuk keluarga kecil nya.


sebelum menikah dengan Aleyna juga Adnan sudah berani mengambil resiko, terutama ia harus mengalahkan ego nya sendiri, memang berat mengubah sikap Aleyna yang dulu nakal dan memang susah di atur, terkadang labil dan masih kekanak-kanakan, Tapi Adnan menerima iti semua bukan karena atas dasar perjodohan, tapi atas dasar rasa sayang yang amat dalam, mungkin saja Aleyna bersikap seperti ini karena Adnan kurang memberikan waktu nya, dan memang dari dulu Adnan seperti ini, sibuk di bidang nya sendiri sampai ia melupakan waktu bersama orang-orang terdekat nya.


Karena aku terlalu cinta dengan pekerjaanku...


sampai aku melupakan kamu.


Menjadi seorang Dokter bedah seperti Adnan memang lah sangat sulit, ia bahkan jarang sekali memberikan waktu untuk dirinya bahkan ia sampai mengabaikan orang-orang terdekat nya, karena ia kadang bekerja di hari libur kadang tidak ada libur nya.


****


Setelah memakan waktu hampir tiga jam dalam pesawat akhinya Adnan bisa bernafas dengan lega ketika sudah mencium udara kota tempat tinggal nya, ntah ia nampak lebih tenang karena ia sudah sampai , ia semakin sudah tidak sabar ingin segera bertemu keluarga kecilnya.


Rio pun sudah menghubungi supir pribadi Adnan, dan ia memang telah menunggu Adnan di tempat parkir di bandara.


Rio membawakan koper-koper Adnan , sedangkan Adnan sibuk memainkan ponsel nya karena nomor Aleyna masih saja tidak aktif, ia masih terus berusaha menelpon orang rumah namun tetap saja tidak ada jawaban sama sekali.


" Pak, jangan lupa pake seatbelt nya" ucap Rio ketika sudah sampai di dalam mobil


" hampir saja lupa" ucap Adnan lalu segera ia memasang nya


" Apa kita langsung ke rumah saja pak?" ucap Rio


" Iyah, tolong agak cepat bawa mobil nya" ucap Adnan karena sudah tidak sabar.


" Baik pak" ucap supir pribadi Adnan.


Rio pun nampak prihatin dengan Adnan, dan ia tidak bisa mengikut campur urusan Adnan dengan Aleyna karena Rio hanya sebatas asisten pribadi Adnan saja, ia tidak berhak mengatur semua kehidupan Adnan.


Namun, setelah menempuh perjalanan menuju rumah nya, mobil yang di tumpangi Adnan pun tiba-tiba saja mogok, apa ada Firasat dengan ini semua. Pikiran Adnan semakin kacau.


" Kenapa kau membawa mobil yang mogok? kau tahu berapa jumlah mobil pribadi ku?" bentak Adnan


" Ada sekitar 5 pak, tapi saya sudah service kemarin, tidak tahu tiba-tiba mogok!" ucap supir itu.


" Ada - ada saja !" dengus Adnan


" Sabar pak, saya sudah menelpon orang mekanik untuk membenarkan nya" ucap Rio yang menenangkan Adnan


" Bagaimana pak, apa mau pesan Taxy online ?" ucap Rio


" Ya, saya tidak ingin berlama-lama disini" bentak Adnan, ntah akhir-akhir ini Adnan sering kali emosi.


Rio pun segera menekan tombol ponsel nya untuk memesan taxy online karena Adnan sudah tidak sabar ingin pulang ke rumah dan bertemu dengan kedua anak nya serta istri nya.


Namun, setelah sampai ke rumah Adnan mencari Aleyna dan kedua anak nya.


" Sayang .. "


" Aleyna .. "


" Alvin, Elea daddy datang"


Adnan terus mencari ke kamar bahkan ke kolam renang sampai ke tempat bermain namun rumah itu sangatlah sepi bahkan Adnan nampak tidak percaya dengan security rumah yang mengatakan kalau Aleyna tidak pulang ke rumah dari semalam.


kamu di mana sayang?jangan pergi dari ku..


Adnan pun mulai emosi, ia menendang pas bunga berbentuk keramik di rumah nya bahkan Rio sampai kelelahan menjaga tubuh Adnan.


mengapa kamu pergi, di saat aku sudah kembali !


" Pak, sabar pak. kita cari bu Aleyna dan anak-anak ke rumah Ayah, atau ke rumah mertua pak Adnan" ucap Rio.


Badan Adnan terkulai lemas, ia bahkan merasa bersalah karena telah mengabaikan keluarga kecilnya.


Ia duduk sebentar sambil memegangi pelipis nya yang di rasa sudah mulai pusing.


Rio mengambilkan air minum agar Adnan bisa tenang dan bisa berpikir dengan jernih tanpa ada campuran rasa amarah


" Pak, tenangkan diri dulu. minumlah! " Ucap Rio


" Tolong kerahkan semua bodyguard yang ada di rumah serta pesuruh lain untuk mencari keberadaan istri dan anak-anak ku!" ucap Adnan yang memerintahkan Rio


" baik pak, Aku akan menyuruh pengawal dan pesuruh lain dari keluarga Raden untuk mencari istri bapak dan anak-anak bapak." ucap Rio


" kalau begitu, bapak istirahatlah" tawar rio lagi ,namun Adnan menolak nya.


" Bagaimana mungkin saya bisa istirahat dengan tenang, sedangkan istri dan anak-anak saya tidak berada di rumah!" ucap Adnan dengan tegas


" maaf pak. " ucap Rio yang nampak segan ia baru melihat kemarahan di wajah Adnan karena sebelumnya Adnan jarang sekali marah ataupun membentak


***


Adnan pun pergi ke rumah Mamah Venna dengan di dampingi Rio, karena ia ingin menanyakan keberadaan Aleyna dan berharap Aleyna berada di sana. namun Adnan harus menelan rasa pahit karena Aleyna tidak berada di sana, dan mamah Venna pun baru saja pergi ke luar kota lagi menyusul pak yudha, ia sudah menghubungi mamah Venna namun tidak ada jawaban sama sekali.


Hancur sudah harapan Adnan untuk bisa bertemu dengan istri dan anak-anak nya.


" nak, kau kemari? dimana menantu kesayangan dan cucu kesayangan bunda ?" Tanya bunda Widya


" Mereka ada ke rumah tidak ?" ucap Adnan


" Tidak ada, memang nya kenapa ?" ucap Bunda Widya


" tidak apa-apa bunda, kalau gitu Adnan harus pergi " ucap Adnan sembari pamit


dan bunda Widya pun nampak heran dengan sikap Adnan yang tergesa-gesa dan apapun masalah Adnan dan Aleyna bunda Widya tidak berhak ikut campur ia hanya mendoakan saja apa yang terbaik untuk Adnan dan Aleyna.


****


Sudah seharian ini Aleyna menikmati dingin nya kota Bandung, ia bahkan lebih tenang karena disana tempat nya sepi dan rumah bi Nani berada di pedesaan yang cukup sepi dan sejuk sampai Aleyna betah untuk tinggal disana. sementara Al dan El malah tertidur akibat perjalanan jauh , akhirnya Aleyna bisa bernafas dengan lega karena ia melihat kedua anak nya sudah sembuh kembali.


" Maaf yah non, rumah bibi kecil seperti ini" ucap bi nani


" Ah ,bi nani. justru aku nyaman berada disini" ucap Aleyna.


" Neng geulis? " ucap anak bi nani yang memang usia nya sama seperti Aleyna


" iyah " ucap Aleyn sambil tersenyum


" semoga betah yah tinggal di sini " ucap nya dengan logat sunda nya.


" betah kok" ucap Aleyna lagi.


Aleyna memang merasa nyaman tinggal di pedesaan di banding perkotaan namun rasa nyaman nya berubah ketika ia mengingat Adnan karena, di Bandung lah Aleyna dan Adnan melangsungkan pertunangan nya dulu, Aleyna mengingat bagaimana bahagia nya ketika ia bisa bertunangan dengan seorang dokter.


Mas, Adnan semoga saja kamu baik-baik di sana...


meskipun ia kecewa dengan sikap Adnan tapi disisi lain, Aleyna selalu mengkhawatirkan Adnan, karena rasa sayang nya yang begitu besar. namun untuk sekarang,Aleyna memilih untuk menenangkan pikiran nya terlebih dahulu karena percuma saja ia berada di rumah toh Adnan juga berada di banjarmasin .


Aleyna memang tidak mengetahui kalau Adnan memang sudah kembali ke jakarta karena ia mematikan ponsel nya.


***


" Non makan dulu" ucap Bi Nani


Aleyna pun menghampiri, ia menghargai masakan bi Nani yang memang sudah susah payah memasak sebanyak ini hanya untuk menyambut Aleyna, Aleyna sama sekali tidak ingin membuat bi Nani bersedih.


Setelah makan, Aleyna pun meminjam ponsel anak bi nani yaitu Mirna untuk menelpon Adnan, ia sekedar ingin tahu saja bagaimana keadaan Adnan toh, Adnan tidak akan tahu kalau itu nomor Aleyna.


Mirna pun memberikan pinjam ponsel nya kepada Aleyna, dan ia lebih memilih menjaga si kembar karena menurutnya sangat menggemaskan.


Aleyna pun pergi keluar sebentar untuk mencari sinyal karena di dalam rumah sinyal nya agak kurang bagus, namun Bi Nani selalu memperhatian gerak gerik Aleyna yang nampak mencurigakan.


Aleyna pun menekan tombol nomor, untuk menghubungi Adnan, katanya sih Aleyna khawatir, namun sedikit rindu.


telepone jangan ya?


Aleyna sempat mengurungkan niat nya untuk menelpon Adnan, ia bahkan nampak ragu untuk melakukan nya.


Jangan menelpon dia !!!


Aleyna membatalkan niat nya untuk menelpon Adnan namun, tidak sengaja ia malah menekan tombol memanggil, mau tak mau Aleyna harus menerima kesalahan nya , dan Adnan pun segera mengangkat telepon itu.


" Halo?" sahut Adnan


jantung Aleyna berdetak lebih kencang tidak seperti biasanya, rasa nya ia ingin sekali memecahkan telepone ini tapi sayang bukan milik nya.


" Halo, ini siapa ?"


Aleyna masih terdiam ia tidak ingin berbicara sepatah kata pun.


" Kalau kau tidak mau bicara, jangan menelpon ku! ganggu saja "


Aleyna nampak tertegun dengan ucapan Adnan yang nampak sedang marah .


" oke " ucap Aleyna singkat lalu segera mematikan tombol telepon nya.


Adnan nampak terkejut mendengar suara dari arah telepon, seperti nya ia mengenali suara itu, suara yang membuat Adnan selalu merindu.


" Aleyna!" ucap nya


Adnan segera menghubungi nomor yang sebelumnya menelpon nya. ia bahkan berusaha terus menerus namun, nomor nya sudah tidak aktif.


" Sialan !" ucap Adnan yang melempar ponsel nya.


" Untung tidak pecah pak !" sahut Rio yang mengambil ponsel Adnan.


" bagaiman kau sudah mendapatkan kabar dari pesuruh dan pengawal ?" ucap Adnan


" belum pak! mereka sedang mencari" ucap Rio


namun, tiba tiba saja telepon Adnan berbunyi , ia langsung meraih ponsel nya dari tangan rio, dan segera ia mengangkat nya.


" Halo, Aleyna kamu dimana sayang?" ucap Adnan spontan tanpa melihat siapa yang menelpon.


Dan ternyata bi Nani yang diam-diam menelpon Adnan, ia bahkan memberanikan diri setelah melihat Aleyna yang berusaha menelpon Adnan secara diam-diam.


Bi nani yakin, ada celah untuk mereka bisa bersatu kembali karena rasa sayang satu sama lain masih ada di dalam diri mereka. hanya saja yang mereka butuhkan adalah waktu, waktu untuk bisa bersama kembali.


guys, ada peluang nih ?


Coba komen yang banyak dong ? dan Like juga


jangan lupa baca Novel terbaru ku


- Secretary Yuna


Dan Vote juga,


awas kalau nggak ?


author kabur ke bandung nih 😛