My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Rencana Baby moon



Aw .. "


Ucap Reyna ketika Kepala nya Berbenturan dengan kepala Fandy.


Mata mereka saling Tertuju, Dan Bibir Fandy pun semakin mendekat ke wajah Reyna .


Ketika Reyna hendak memakai Sabuk pengaman, Merasa grogi . ketika menengok ke Arah kanan, Reyna pun membentur kepala Fandy, Mata mereka saling bertatap satu sama lain, Fandy menatap dalam sorot mata Reyna yang indah .


Tiba tiba saja wajah dr. Fandy semakin mendekat ke Wajah Reyna, Dan membuat Reyna sangat gemetar, Ia sudah menginginkan kehangatan Fandy dalam dekapan nya, Reyna menutup mata dan benar benar Pasrah dengan Apa yang Akan Fandy lakukan .


plakk......


"Ada nyamuk di Jidat kamu " Ucap Fandy seolah menyadarkan Reyna, Ia menepuk jidat Reyna hingga ia membuka mata nya.


"Aw sakit tau " Ucap Reyna sambil memukul bahu Fandy .


" Daripada nyamuk nya gigit " Ucap nya


sambil merapihkan kerah baju nya.


" Asal jangan kamu yang Gigit " Timpal Reyna .


" Emang mau aku gigit ? " Ucap Fandy lagi yang membuat Reyna mati kutu , Ia mengira kalau Fandy Akan mencium nya, Nyata nya Hanya


memukul jidat nya Saja .


" Hampir Saja aku ingin mencium gadis ini" Batin Fandy ia langsung fokus nyetir mobil nya .


keterlaluan!!!!


Lelaki macam apa, Yang hobi nya Memukul Jidat, Untung Tampan . Kalau Tidak, Sudah Ku lempar ke Jurang.


Reyna masih kesal dengan fandy, Ia benar benar membuat Reyna mati kutu , Tidak bisa berkutik . Kalau semakin dekat seperti ini Reyna tidak akan bisa melupakan Fandy .


Wajah nya selalu muncul dalam ingatan Reyna.


Dan Aroma tubuh nya yang membuat dia betah lama lama dengan Fandy.


Di dalam perjalanan menuju Rumah Reyna, Mereka tidak saling bicara , memang sudah biasa karena Fandy berbicara seperlunya nya Saja, Kalaupun menunjukkan Arah rumah reyna juga Si manusia kutub itu sudah Hafal . Sayang nya , Reyna hanya bisa menatap Fandy , Ia belum bisa memiliki nya, Bisa esok atau sekarang bahkan Untuk selama nya, Karena Bunda Ratih sendiri lebih menyukai Susan.


Andai Saja, Aku mempunyai Kesempatan untuk memiliki kamu, Tidak akan pernah aku mengkhianati mu, Kita sama sama mempunyai Trauma di Masa lalu, Namun kita bangkit seperti sekarang, Ingin rasa nya Aku berkata jujur dengan semua perasaan ku, Namun itu Hanyalah mimpi belaka, Mau di Taruh Di mana Wajah ku ini, Jika aku harus menyatakan Cinta terlebih dahulu .


Setiap tatapan yang ia berikan, membuat ku luluh akan pesona nya, Dia sangat Tampan . Namun, Sulit memiliki .


Tak lama mobil Lambhorgini Hitam itu sampai di depan Rumah besar milik Aleyna, Di sana sudah Ada seseorang yang menunggu. Yaitu Susan .


dia sengaja menunggu Reyna pulang Agar ia bisa menjelaskan hubungan nya dengan Fandy.


Reyna pun keluar dari mobil Fandy dan langsung bergegas menuju Susan yang tengah berdiri di depan Gerbang Rumah Reyna, Ia benar benar ingin minta maaf, Agar semua permasalahan nya selesai .


dr. Fandy pun langsung bergegas pergi, Tadi nya ia ingin mampir untuk sekedar Minum, Namun ia Tak enak hati karena Teman Reyna sedang menunggu, Mungkin Saja mereka butuh wakty berdua, dr. Fandy pun Tidak ingin ikut campur dalam masalah nya .


Padahal dr. Fandy sendiri yang menjadi pokok permasalahan nya


" Reyna " Ucap Susan tiba tiba ingin memeluk Sahabat nya itu, tapi Reyna tidak membalas nya .


" Ada apa kamu ke rumah ku ?" Ucap Reyna


" Ada sesuatu yang ingin Aku Jelaskan " Ucap Susan sambil menarik Tangan Reyna


" Tidak ada yang perlu di Jelaskan, Kalau memang Bunda Ratih menjodohkan Fandy dengan mu,Ambil saja . Aku tidak perduli " Ucap Reyna ia langsung berlari ke dalam Rumah nya .


" Rey,Dengerin penjelasan Aku . Aku tau kamu menyukai Fandy, Dan Aku juga tau . Aku tidak akan mengkhianati kamu " Ucap Susan namun tidak di gubris sama sekali


Susan mengejar Reyna, Ia tidak ingin masalah ini terus berlarut dalam hidup nya .


" Reyna " Teriak susan, Lantas Reyna menghentikan langkah nya .


Reyna masih diam memaku, ketika mendengar perkataan Susan, Apa ia setega itu ? Bagaimana dengan Susan yang menerima Ajakan makan malam itu .


Dia bahkan lebih Tega dari Reyna .


Setelah sampai kamar, Reyna membantingkan badan nya ke kasur, Masalah yang ia alami sangat sulit, Yang ia punya sekarang hanyalah Aleyna, Namun ia tidak ingin terus menerus menyusahkan Aleyna . Bagaimana pun, Aleyna sudah bersuami dan sedang mengandung .


Reyna pun termenung memikirkan Ucapan Susan, Sebenarnya Reyna tidak ingin bersikap seperti ini, Namun Ketika melihat Susan dia ingat akan Rasa sakit di malam itu, Yang seharus nya Reyna lah yang Makan malam Romantis bersama Fandy .


menyebalkan !!


Dan Keinginan Bunda Ratih untuk menjodohkan Susan dengan Anak nya, Di karenakan Bunda Ratih merasa Iba melihat susan di Tinggalkan oleh Ryan,Karena Ryan sendiri sudah di Anggap sebagai Anak oleh Bunda Ratih . Masa iya ? Reyna harus memaksa Bunda Ratih untuk membatalkan perjodohan ini ?


Bodoh sekali, Bagaimana bisa di Jaman sekarang masih ada Perjodohan, Bukan nya ini jaman millenial, Mengapa harus mengikuti Jaman Dahulu, Tidak pernah terpikirkan di Hidup Reyna, Ia tidak ingin perjodohan, Namun Jika ia berada di posisi susan sekarang . Ia akan menerima Perjodohan nya , Asalkan Lelaki itu dr. Fandy.


Tak lama Handphone Reyna pun berbunyi, Terpampang di Layar Handphone nya kalau Aleyna lah yang menelpon .


" Hola " Ucap Reyna sambil beranjak bangun


" Rey besok ke rumah Aku ya, Kita mau Babymoon " Ucap Aleyna begitu bahagia


" What !!! Seriously ?" Ucap Reyna


" Kita mau Babymoon dan Aku ingin kamu ikut, Tempat nya di Puncak Bogor . Pokok nya kamu besok harus udah siap ke rumah Aku ya, Bawa barang barang dan Cemilan " Ucap Aleyna ia memang sangat bahagia sekali .


" Baik lah " Ucap Reyna sambil menutup telpon nya, Dan melanjutkan Aktivitas nya yaitu Rebahan di kasurnya.


***


ketika mendengar kalau dr. Fandy sudah menerima permintaan dr. Adnan untuk menyewa Villa milik nya di Puncak Bogor, Aleyna nampak senang, kalau pun ia ingat tidak sedang mengandung , Ia akan loncat loncat . Karena hampir 3 bulan ini Aleyna sangat resah berada di rumah terus, Atau memang bawaan si jabang bayi yang mau nya jalan Jalan terus .


Lantas Adnan dan Aleyna pun mempersiapkan Barang barang yang ia bawa, Banyak yang ia bawa berupa Cemilan dan minuman susu dan yang lain lain, Karena di Villa itu tidak hanya Ada Aleyna dan Adnan saja, Mereka mengajak Susan dan Reyna, Serta Fandy. Namun Ada seseorang yang ikut juga . Yaitu Teman masa perkuliahan dr. Fandy, Yaitu Dr. Daniel Chandra . Seorang dokter Spesialis Paru paru , dia di ajak oleh Fandy karena sedang libur . Untuk menemani Fandy, Bagaimana pun Karena Adnan sudah menikah Pasti dia tidak Tidur dengan Istri nya, Fandy tidak ingin menjadi Nyamuk, Dan ia senang ketika Mendengar Reyna ikut dalam Acara Babymoon ini .


Sungguh membuat Fandy begitu semangat.


" Sayang kita ke dokter kandungan dulu" Ucap Adnan sambil merapihkan barang barang . Lalu bergegas pergi ke dokter kandungan, Karena ini Jadwal nya untuk Usg, Walaupun Usia kandungan Aleyna baru menginjak 3 bulan, Adnan ingin Aleyna mendapatkan penanganan terbaik , Dan yang pasti nya ia ingin Istri nya melahirkan secara Normal .


Semenjak Hamil muda, memang Aleyna Jarang keluar Rumah, menurut nya Penciuman Aleyna sangat sensitif apalagi Mencium bau kendaraan, Ia benar benar menginginkan Harum nya suasana , Dan Hijau pepohonan . Makanya Ia terus merengek meminta Baby moon . Adnan menyetujui Saja, Ia tidak ingin membuat Istri nya kecewa, Toh membahagiakan istri kan mendapatkan Pahala . Adnan Tidak mau mensia-siakan kesempatan ini .


" dr. Adnan " Ucap seseorang Yaitu dr. Edwin yang memang Akan memeriksa Istri nya itu


" Rencana kami akan pergi Babymoon selama 3 hari di Puncak " Ucap dr. Adnan


" Hebat adnan , Saja dulu begitu dengan istri saya " Goda dr. Edwin dia memang suka bercanda, Adnan hanya tertawa Saja.


" Tidak apa apa , Asal Nyonya Aleyna jangan Terlalu banyak Beraktivitas apalagi sampai Lelah , Nyonya Aleyna keluhan Apa yang anda sering Alami ?" Ucap dr. Edwin


" Aku Mual kalau dekat Suami , Aku susah makan karena setiap mau makan selalu keluar lagi . Dan Aku benar benar tersiksa " Ucap Aleyna


" Saya akan memberi Vitamin dan Obat pereda Mual " Ucap dr. Edwin memeriksa Aleyna .


Tak lama dr. Edwin pun menyuruh Aleyna berbaring di Meja Flexible, Lalu Adnan pun mengantarkan Aleyna, ia benar benar ingin mendampingi nya .


Ini hari pertama Aleyna Usg kehamilan nya, Dan ia sangat Antusias mengingat untuk mengetahui Jenis kelamin calon bayi Aleyna .


" Mas aku ngga sabar " Ucap Aleyna sambil memegang Tangan Adnan .


Adnan mencium kening Aleyna, Ia terlalu Sayang kepada Istri nya itu .


" Terimakasih sayang ,. Karena kau sedang mengandung Anak ku " Ucap Adnan .


Waduh, Kira kira Bayi Aleyna dan Adnan Cewek Apa cowok ya ?


Like dan Komen dong Gaezz ❤