My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Kejutan



Maaf ya agak lama Update nya, Author baru nulis nih :)


Biar ngga Bete, Author kasih Ini aja deh 😊😊


babang dr. Adnan kalau lagi memandang istri nya :) Hayoo Author mana tahan 😄



DUDU ~ibu hamil makin cantik aja



~ Selamat membaca ~


dr. Adnan sudah merencanakan kejutan untuk istri nya, Menyambut kedatangan Aleyna dari Rumah sakit, pasca mengetahui kalau Aleyna hamil, segera ia menelpon mertua dan orang tua nya untuk memberi kejutan kepada Aleyna di rumah baru itu, Sementara Susan tidak bisa hadir karena ada kepentingan mendadak mengingat ia Akan menikah sebentar lagi, Dan hanya Reyna yang datang ke rumah milik Aleyna tersebut .


dr. Adnan hari ini jadwal nya siang, Jadi ia masih mempunyai banyak waktu untuk memberi kejutan kepada istri nya itu, Ia sangat bersyukur terhadap tuhan yang telah memberi nya kesempatan menjadi Calon Ayah dari bayi yang di kandung Aleyna.


" Bunda, Apa semua nya sudah siap ?" Ucap dr. Adnan ketika menelpon Bunda widya, Ia menanyakan Rencana di rumah .


" kamu tenang aja " Ucap bunda Widya dari panggilan suara nya.


dr. Adnan merasa lega karena ia akan meninggalkan Aleyna esok untuk melaksanakan tugas nya sebagai Dokter .


Mungkin, Ini yang bisa Adnan lakukan untuk memberi kebahagiaan untuk Aleyna .


Semoga saja Aleyna menyukai nya.


Aleyna pun keluar dari arah Ruangan dr. Adnan dan ia melihat dr. Adnan seraya sembunyi sembunyi menelpon seseorang, Ia nampak geram melihat sikap dr. Adnan yang seperti ini .


Apa ia menyembunyikan sesuatu dari Aleyna ?


Bukankah mereka selama ini saling terbuka ?


Segera Aleyna merampas handphone dr. Adnan dengan sangat lancang, Toh adnan suami nya , bukan orang lain . Wajar saja jika ia mencurigai suami nya sendiri .


" Kamu lagi nelpon siapa ? " Ucap Aleyna dengan tatapan Tajam penuh tanda tanya


" Aku nelpon Bunda " Ucap dr. Adnan


" Halah, Ngga usah ngeles deh " Ucap Aleyna lagi, Kini sorot matanya berubah seperti hewan buas yang ingin menerkam mangsa nya.


" Yaudah kalau ngga percaya " Ucap dr. Adnan sengaja membuat Aleyna semakin kesal


" Kamu mau main Rahasiaan sama aku ?" Ucap Aleyna lagi ia semakin geram dengan sikap dr. Adnan


" Rahasia apa ? kan kamu bisa lihat di panggilan telpon , Siapa yang aku telpon barusan " Ucap dr. Adnan


" Akal akalan kamu aja, Bisa aja kamu udah hapus nomor ny " Ucap Aleyna lagi semakin bete .


Adnan pun merangkul istri nya itu, ia mencoba menenangkan istri nya itu, Namun Dengan sangat Tajam Aleyna menepis lengan Adnan . Seperti nya ia sudah sangat kesal ?


Adnan pun berhasil membuat Aleyna semakin kesal, Dan ini salah satu cara agar Aleyna tidak mengetahui kejutan yang ia buat dan bekerja sama dengan Bunda Widya .


Adnan mencoba merayu Aleyna, Namun Aleyna selalu menepis nya .


" Sayang, Kok cemberut terus sih " Ucap Adnan ketika mencubit pipi Aleyna


" Jangan sentuh Aku !! " Ucap Aleyna dengan sangat ketus . Dan membuat Adnan tertawa melihat tingkah istri nya itu.


" Kalau cemberut terus , Nanti cepet Tua loh" Rayu Adnan lagi


" Aku ngga perduli" Ucap Aleyna lagi


dr. Adnan pun langsung melaju kan mobil nya ke arah Rumah baru nya , Di sana Sudah Ada mertua dan Orang tua nya Beserta Reyna


Bunda Widya pun menyiapkan Hiasan berupa balon hias dengan ucapan selamat atas kehamilan Aleyna .


Bunda widya dan Mamah venna serta Ayah Raden dan papah Yudha menggunakan Baju Daster khas ibu hamil, yang mengundang gelak tawa Reyna. Karena melihat tingkah konyol orang tua .


" Tante sama Om kompak banget sih " Ucap Reyna, ia tak lupa mempotret mereka.


" Iya demi menyambut kedatangan Aleyna, Dan bunda sudah tidak sabar ingin menanti seorang cucu " Ucap Bunda widya


"Iya wid, Aku juga pengen timang cucu " Ucap Mamah Venna .


Reyna yang melihat kekompakan dua keluarga itu sangat tersentuh, Karena ia sendiri tidak seberuntung Aleyna, Karena keluarga nya tidak utuh seperti Aleyna . Ia bahkan tidak tahu, jika ibu nya sudah menikah lagi . Hidup Reyna benar benar berbanding terbalik dengan kehidupan Aleyna . Ingin sekali Reyna mempunyai dua keluarga yang lengkap seperti ini .


Hati Reyna sangat tersentuh ketika Melihat kekompakan keluarga Aleyna dan dr. Adnan .


Tak terasa air mata nya pun menjatuhi pipi nya .


Tak lama kemudian, Mobil lamborghini metalic itu telah berhenti di pekarangan besar Rumah aleyna dan dr. Adnan . Lantas mereka langsung memasuki Rumah itu.


Ketika pintu Di buka oleh Aleyna, Ia benar benar sangat terkejut ketika mendengar bunyi terompet dan Balon yang berterbangan .


" Selamat atas kehamilan kamu Sayang " Ucap Mamah Venna.


Aleyna masih terdiam, Ia benar benar terkejut melihat dua keluarga mereka yang menyambut kedatangan aleyna.


Bunda widya dan Mamah Venna langsung memeluk Aleyna .


" Jadi ini " Ucap Aleyna tak sempat ia mengucapkan kata kata nya.


" Iya ini Aku yang merencanakan " Ucap adnan yang berdiri di belakang Aleyna.


Sontak aleyna menangis sejadi nya, Ia tidak menyangka jika suami nya akan memberikan ini semua, Dan ia pun memeluk orang tua dan Mertua nya.


" Terimakasih bunda " Ucap Aleyna lagi


" Selamat sayang, kamu akan menjadi seorang ibu , Semoga lancar sayang sampai melahirkan " Ucap mamah venna tak kuat ia menahan tangisan nya dan langsung memeluk Aleyna


" Makasih mah, Maafkan Aley mah " Ucap Aleyna karena selama ini ia selalu melawan orang tua nya.


" Ayah sama Papah kenapa pake Daster ?" Ucap Aleyna ia tidak kuat melihat kedua pahlawan nya itu mengenakan daster


" Ini semua ide konyol mamah kamu " Ucap papah Yudha


" tapi papah sama Ayah raden tetap keren . Terimakasih sudah menyempatkan waktu buat Aley " Ucap aleyna seraya mencium tangan kedua pahlawan nya.


" Ciee calon mamah muda " Ledek Reyna


lalu ia memeluk sahabat nya itu


" Rey, makasih sudah dateng di acara konyol ini, tapi, Susan mana ? " Ucap nya.


Reyna memberitahu jika Susan tidak bisa datang di karenakan ada kepentingan yaitu ia sibuk mempersiapkan hari pernikahan nya, Aleyna sangat mengerti akan kesibukan Susan .


" Maaf sayang ya, aku udah bikin kamu cemberut seharian ini " Ucap Adnan seraya memeluk istri nya itu


"Jadi ini semua rencana kamu ?" Ucap Aleyna


" Iya sayang " Ucap Adnan sembari tersenyum


" Kamu nakal ya " Ucap Aleyna sambil menjewer telinga kanan Adnan . Ia tidak tahan dan terus menjerit minta di lepaskan


" Ampun sayang " Ucap Adnan seraya memohon kepada Aleyna.


semua keluarga mereka yang menyaksikan keromantisan aleyna dan Adnan hanya tersenyum bahagia .


Mereka pun langsung menyantap makanan yang sudah di sediakan oleh Bi nani dan Bundaa widya serta Mamah Venna , Reyna tidak ikut makan . Karena hari ini ia ada Jadwal Konseling dengan Psikolog nya.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Suster Dwi pun mengecheck keadaan Irene, Karena Atas permintaan dr.Adnan . Dan Irene pun sudah di perbolehkan pulang . Ia sempat menanyakan di mana keberadaan dr. Adnan, Namun ada yang mengganjal di hati Irene, karena ia sangat merindukan dr. Tampan itu, Sungguh hari ini sangat Sial karena ia tidak bisa melihat orang yang amat ia sukai .


" Suster Dwi, Apa boleh saya meminta Nomor handphone dr. Adnan ?" Ucap nya


" Maaf mbak Irene, Itu Privasi " Ucap suster Dwi


" Saya mohon, Karena Saya ada tawaran menarik untuk suster dwi " Ucap Irene


Suster Dwi bimbang, Ia memikirkan Terlebih dahulu , tapi Irene menjanjikan jika ia memberi nomor telpon Adnan, Maka Ia akan di beri imbalan berupa uang 10 juta . Uang sebesar itu hanya untuk sebuah nomor telpon Adnan ?


" Bagaimana, Kamu tertarik dengan tawaran saya ?" Ucap nya


Segera Suster Dwi memberi nomor telepon dokter Adnan, Dan memberi nya ke Irene


" Bagus, Kirim nomor rekening kamu . Saya akan Transfer hari ini Juga " Ucap Irene


" Baik, Tapi dr. Adnan besok nanti sudah ada di Bali, Karena ia Ada tugas " Ucap suster Dwi dan langsung bergegas pergi


Irene tersenyum dengan sangat senang , Ia justru sangat berharap jika dr. Adnan jauh dari istri nya itu, Sehingga dengan mudah ia merebut dr. Adnan dari istri nya itu .


Ia pun langsung menekan nomor telepon Elsa , salah satu sahabat nya, untuk memesan tiket besok hari ke Bali .


Ia sudah tidak sabar ingin bertemu pujaan hati nya.


" Elsa, Bisa pesankan saya ticket pesawat ke Bali untuk esok hari ?" Ucap Irene dalam sambungan telpon nya .


" Baik . Sudah aku pesan " Ucap Elsa singkat karena ia sedang bekerja.


" Terimakasih " Ucap Irene sambil tersenyum bahagia .


Ia mempunyai rencana besar untuk menaklukan hati seorang Adnan, Sudah berapa kali ia menaklukan hati seorang pria tampan . Pasti dr. Adnan akan luluh dengan kasih sayang yang akan aku berikan untuk nya.


Tepat hari ini, Irene meminta untuk pulang ke Rumah Temannya di Jakarta, Untuk sementara waktu, Ia juga sudah merasa lebih baik keadaan nya. Lalu ia pun meminta ijin kepada dr. Fandy yang tengah memeriksa, mewakilkan dr. Adnan .


" Baik, kamu di perbolehkan pulang " ucap dr. Fandy dengan raut wajah dingin nya dan belum sempat mengucapkan terimakasih kepada dr. Fandy, Dia sudah pergi begitu saja, Sayang nya dia tidak seramah dan sekeren dr. Adnan .


" Shit " Ucap Irene ketika melihat sifat dr. Fandy yang mengacuhkan nya.


dr. Fandy menaikkan alis sebelah kiri nya ketika ia keluar dari kamar Irene , ia sama sekali geram dengan sikap Irene yang memang sempat ingin menggoda nya.


" gila . Baru kali ini dapet pasien Ganjen " Batin dr. fandy .


Tak lama, Irene pun pulang dengan di Antar oleh Suster Dwi yang mendorong nya menggunakan kursi Roda.


" Aku sudah mentransfer uang sebesar 10 juta " Ucap Irene


" Tolong jaga baik baik ya Mbak Irene, Saya tidak ingin dr. Adnan tahu, kalau saya yang memberi nomor nya " Ucap Suster Dwi yang sangat ketakutan


" Tenang saja. Aman kok " Ucap Irene sedikit melegakan hati suster dwi.


Tak lama mobil sport berwarna putih pun berhenti tepat di depan rumah sakit untuk menjemput Irene, Lalu ia pun pergi dengan segudang rencana dan kebahagiaan .


***********


Sorry Baru Up .


kalian harus tahan Emosi ya, Karena di Episode selanjut nya bakal ada Konflik konflik yang menguras Emosi .


Jangan Lupa Komen dan Like ❤