
Setelah melalui malam yang penuh dengan keindahan, Bagaimana tidak? di malam itu, Banyak sekali momen indah dan menyenangkan yang mereka lalui bersama . Kini, hanya tinggal kenangan Saja, Karena hari ini hari terakhir mereka di Villa Mawar, Karena esok sudah kembali dengan aktivitas seperti biasa nya .
Karena ini hari terakhir mereka menikmati nya dengan berjalan santai sampai menikmati sejuk nya pagi hari di Puncak Bogor, Dingin nya berasa di Negara Sakura, namun Bogor sendiri lebih alami,Sambil mengitari Perkebunan Teh, Aleyna berlari kecil dengan Adnan, Toh ini baik untuk kesehatan nya dan Juga calon bayi kembar nya .
Adnan selalu mendampingi Istri nya, Ia tidak ingin Terjadi sesuatu hal yang buruk yang Akan menimpa Aleyna .
" Mas Adnan, Aku mau mangga muda " Ucap Aleyna, Ia ingin sekali menyantap Mangga muda
" Tapi harus cari di mana sayang, Nanti deh kalau sampai Rumah Aku suruh Pak Niman buat beli . Tidak Apa apa kan " Ucap Adnan sembari mengelus pucuk Rambut Aleyna.
Ia hanya menurut saja, Toh Aleyna juga mengerti . Dia sedang berada di Lereng pegunungan, Mana Ada penjual mangga muda, Namun Ia amat menginginkan nya, Bisa saja ini bawaan Baby Kembar nya.
Sementara Pasangan yang baru Resmi berpacaran berkeliling mengendarai Sepeda di kebun Teh bersama Daniel dan Susan
Reyna pun di boncengi Oleh Fandy menggunakan sepeda yang di sediakan di Villa mawar,Tadi nya Aleyna ingin ikut,Namun Adnan melarang nya, Karena Aleyna sedang Hamil muda .
Fandy memang sangat kaku, Karena ini pertama kali ia mempunyai seorang kekasih, Reyna lah pacar pertama Fandy, Untuk bersikap Romantis saja, Fandy belum mampu, Karena selama ini hidup nya di pertaruhkan hanya untuk Masa depan nya, Hanya untuk Pasien nya, Hanya untuk Mamah nya,Namun kali ini Reyna mampu merubah nya menjadi Lelaki yang bertanggung jawab dengan Perasaan nya sendiri .
" Aku mau turun disini " Ucap Reyna, Dan Fandy pun menghentikan Laju sepeda nya.
Mereka pun Turun di Salah satu Rumah pohon yang Ada di dekat Danau,Ya memang perjalanan mereka Cukup Jauh dari Villa Mawar sampai di Bawah dekat Danau .
Reyna pun naik ke Atas Rumah pohon, Ia amat menyukai Tempat itu, Karena ini pengalaman pertama Reyna menaiki Pohon yang Ada rumah nya . Kemudian Fandy pun menyusul Reyna naik ke Atas.
" Aku menyukai Tempat ini " Ucap Reyna sambil Tersenyum, Sementara Jantung nya makin meletup letup, Ketika Fandy duduk Di samping nya, Oh tidak. Apa Reyna benar benar Jatuh cinta atau sudah tergila gila dengan Manusia kutub ini, Setiap kali Fandy mendekati , Reyna Merasa Aneh dengan jantung nya yang semakin berdegup kencang .
Fandy bingung Apa yang harus di lakukan ketika Pacaran dan ketika sedang berduaan, Ia hanya Terdiam tanpa berbicara sepatah kata pun, Namun sorot mata nya masih Menatap Reyna yang sedang menunduk dan memotret beberapa pemandangan di sini, Yang menurut nya Indah .
Fandy ingin Meraih Tangan Reyna yang Sangat dekat dengan Kedua paha nya, Namun Ketika ia hendak Meraih tangan Reyna, Reyna malah menjauh, Apa sesulit itu kah menaklukan wanita .
" Ekhemm .. kamu mmm Kamu " Ucap fandy berdeham sambil Terbata bata, Ia bingung untuk memulai Suatu Obrolan
" Kenapa ?" Ucap Reyna menengok ke Arah Fandy, kini Wajah nya semakin mendekat . Fandy mulai menatap Dalam wajah Reyna, Yang Amat Cantik, Ia ingin sekali mencium kekasih nya itu .
Reyna pun Menatap Wajah Fandy yang seolah memberi isyarat untuk mencium nya, Lantas Reyna memejamkan mata nya, Ia menyambut Bibir lembut Fandy, Namun Setelah lama Ia menunggu, Fandy tak kunjung juga mencium nya. Sontak, Ia membuka mata nya lalu berdengus kesal karena Fandy menjauhi nya.
" Dasar manusia kutub, Nyebelin " Ucap Reyna sambil mendorong Tubuh Fandy lalu menuruni anak tangga pohon tersebut dan meninggalkan Fandy yang diam memaku .
" Maaf, Aku belum bisa melakukan nya hari ini.Aku tidak tahu harus melakukan bagaimana, Aku sendiri masih kaku " Batin Fandy yang langsung bergegas menyusul Reyna yang sudah jauh meninggalkan nya .
Memang Fandy belum berpengalaman mengenai ini, Akan tetapi Ia akan berusaha agar lebih menghargai Perasaan Reyna.
*********************
Susan dan Daniel pun pergi ke sebuah Danau dan duduk di pinggir Danau sambil menikmati Sejuk nya cuaca pagi . Di temani oleh Hijau nya Danau yang Ada di depan mereka sekarang .
" kamu tau ngga, Kenapa kamu harus punya semangat hidup Setelah berbagai Masalah yang Cukup berat ini ?" Ucap Daniel sambil memandang Wajah Cantik Susan
" Aku mempunyai Hidup untuk diriku sendiri, Karena Aku ingin memulai Hidup ku dari Awal lagi, mungkin kemarin aku begitu terpuruk, Tapi apa aku harus selama nya Terpuruk, Sementara tuhan masih memberi ku Nafas untuk tetap bertahan Hidup, Berarti Tuhan telah memberi Petunjuk Hidupku di masa depan kelak, Aku tidak ingin Berlarut larut dalam kesedihan " Ucap Susan begitu Tenang seperti Air mengalir dengan sangat Tenang di Tepi danau itu .
" Aku bangga dengan Motivasi hidup kamu, Aku sendiri tidak Akan bisa bangkit kalau Aku tidak bertemu dengan mu " Ucap Daniel, Ia nampak berharap lebih dengan Susan
" Terimakasih sudah mau menjadi Teman curhatku selama ini " Ucap Susan lagi .
Mungkin saat ini mereka hanyalah Berteman Saja, Tidak tahu jika kemudian hari Tuhan mempersatukan Mereka , Karena Jodoh maut Rezeki Hanya Tuhan lah yang mampu mengatur semua nya, Kita sebagai Manusia hanya Bisa berdoa dan berusaha .
Karena memang hari ini Terakhir mereka di Bogor, Dan Akan segera meninggalkan kota sejuk dan penuh kenangan ini.
Karena, Setiap momen kebersamaan, Pasti nya mempunyai Kenangan yang Terindah, Seperti Adnan dan Aleyna , Ia memang sangatlah berperan penting dalam Hubungan kedua sahabatnya, Ia sengaja mengajak kedua sahabat nya untuk Ikut serta dalam Acara babymoon ini, Karena ingin melihat dua sahabat nya Lebih dekat dengan lelaki yang mungkin saja salah satu jodoh mereka.
Aleyna menghela Nafas, ketika sampai di villa mawar, ntah ia merasa Sangat lelah, Ia beristirahat sebentar, Namun Adna sudah tidak Sabar ingin mengajak nya mandi bareng di Kamar mandi villa ini, kata nya Mumpung villa ini sedang sepi, kalau menunggu Nanti, Kedua Sahabat nya akan segera datang.
Mengingat Aleyna dan Adnan sudah lama tidak tidur bersama, Tepat nya tiga hari ini . Karena Mereka harus tidur masing masing dengan Sahabat nya .
Adnan pun memasuki kamar mandi dan membawa handuk, Ia menyelamkan diri di dalam bath up setelah membuka baju nya satu persatu, Di susul Oleh Aleyna . Ia mengingat ketika pertama kali ke Maldives, Mereka melakukan Hal seperti ini lagi di Bogor . Memang bercinta di dalam Bathup Adalah Hal yang paling mereka sukai .
Dengan menyambut Aleyna, Adnan pun Beranjak dari Bath Up,Dan menuntun Aleyna ke Arah Bath Up, Ia menyelam bersama Aleyna, Dengan sangat hati hati . Karena Aleyna sedang hamil muda .
Adnan memeluk istri nya itu, Yang sudah tidak memakai sehelai benang pun di badan nya, Ia Amat merindukan Kehangatan Tubuh Aleyna .
Meski perut Aleyna sudah mulai kelihatan Agak membesar,Namun tidak mengurangi kadar keseksian milik Aleyna . Adnan selalu menyukai Bagaimana Tubuh Aleyna .
***
di luar memang sangat ramai karena terdengar suara ocehan dari seseorang mungkin saja mereka kesal dengan penguni kamar mandi yang tidak kunjung keluar selama satu jam lama nya, tidak salah lagi karena Adnan dan Aleyna berada di dalam nya. Tiba tiba Saja Ada yang mengetuk Pintu kamar mandi nya, Karena di Villa ini hanya Ada satu kamar mandi ,terdengar suara Susan dan Reyna yang sedang menunggu karena ingin membersihkan badan nya dan memang sudah tidak tahan ingin buang air kecil, Di susul oleh Fandy dan Daniel ,Mereka seperti sedang Di keroyok Warga sekampung.
" mas, Gimana ini ?" Ucap Aleyna merasa panik.
" kamu Tenang sayang " Ucap dr. Adnan sambil beranjak dari bath up dan Langsung mengambil Handuk dan melingkarkan di Badan nya . Lalu ia mengambil Handuk Piyama milik Aleyna dan memaikan kan nya ke Tubuh Aleyna .
tokk ... tok....
" Aduh siapa sih di dalem, Lama banget . Gak kuat nih " Ucap Reyna sambil menggedor pintu kamar mandi
" Aleyna, apakah kamu berada di dalam ?" Ucap Susan lagi
Tak lama, Adnan pun membuka pintu kamar mandi dan di dampingi Aleyna di belakang nya . Mereka mandi berdua ?
" Maaf nunggu lama, Kita berdua habis mandi " Ucap Adnan sambil menggandeng Aleyna yang hanya terdiam menahan malu .
" Hem, iya maaf.. " Ucap Susan dan Reyna dengan saling menatap dan nampak canggung .
Lalu mereka pun pergi ke kamar masing, masing namun Fandy dan Daniel sudah beralih Kamar mandi ke Villa sebelah karena terlalu lama .
Memang kamar mandi di sana satu Ruangan dengan Toilet nya . Jadi setiap pagi sangatlah Antri .
" Jangan jangan mereka habis bercinta ?" Ucap Reyna menatap Aleyna dari Kejauhan .
" Biarin aja, Kan sudah halal " Ucap Susan sambil menuju kamar mandi
" Kenapa Fandy tidak Seagresif dr. Adnan sih, Kenapa Coba kaku banget . Menyebalkan " Batin Reyna mengingat Kejadian tadi yang sangat menyebalkan, Reyna benar benar kesal dengan Fandy padahal ini baru hari pertama mereka pacaran, Tapi Reyna sudah di buat kesal oleh Tingkah dr. Fandy , Ya Reyna sih belum bisa memahami Posisi Fandy yang sama sekali belum pernah melakukan nya .