
Karena terlalu suntuk, Aleyna pun tertidur di ruangan Adnan, Ia memang sangat lelah setelah seharian pergi keliling mal namun ada rasa senang dan bahagia yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata kata, Aleyna sangat bersyukur karena di Anugerahi sepasang calon bayi laki laki dan perempuan, Ia tidak tahu harus mensyukuri nikmat tuhan seperti apa lagi. Aleyna bahagia karena menjadi Istri yang bisa di bilang sempurna untuk dr. Adnan, Tak lepas dari perjodohan yang di rencanakan oleh kedua orang tua nya, Mungkin Aleyna akan sangat menyesal jika dulu sempat menolak nya, Karena Adnan adalah Jodoh yang tuhan titipkan di dunia ini . Ia yakin dengan ketulusan cinta Adnan mampu membuat Aleyna berubah menjadi lebih baik lagi dari sebelum nya.
Meskipun Adnan memang sangat sulit mengubah Aleyna yang dulu sering nakal Sering balap liar bahkan bolos sekolah, Namun seiring berjalan nya waktu, Aleyna mulai menyadari untuk menjadi Wanita yang sempurna, Di belakang nya Ada suami yang siap membuat nya bahagia .
Jujur, Aleyna memang trauma akan perselingkuhan,Di mana waktu dulu Tanpa sengaja ia melihat Mantan kekasih nya selingkuh dengan wanita lain, Namun Hanya dengan Adnan, Ia merasakan ketenangan Cinta dan ketangguhan Cinta . Adnan memang segala nya bagi Aleyna.
Ketika Adnan sudah menyelesaikan Tugas nya di ruang operasi ia segera berganti pakaian lalu mencuci tangan dengan sangat bersih tidak lupa menggunakan sabun pencuci tangan . Ia langsung bergegas menuju ruangan nya karena sudah terlalu malam, Ia khawatir dengan keadaan Aleyna yang di tinggal sendiri di ruangan nya.
Ketika Adnan membuka pintu ruangan nya yang tidak terkunci, ia terkejut melihat Aleyna yang sedang tertidur di atas sofa, Ia benar benar kasihan melihat Aleyna dengan Perut nya yang semakin membuncit sehingga ia Susah untuk tidur,
Adnan pun terpaksa membangunkan Aleyna karena tidak mungkin ia menggendong Aleyna dengan Berat badan hampir 80 kg, adnan bisa saja menggendong nya namun, ia takut Aleyna terjatuh dan terlalu menekan Perut Aleyna . Ia terpaksa membangunkan Aleyna dengan cara Yang lembut, Ia mengigit lembut daun telinga Aleyna.
" Sayang bangun " Bisik Adnan di Telinga Aleyna
Plakkk . . .
Pukulan Tajam menghantam Wajah Adnan, Aleyna memang seperti ini kalau ia tidur . ia bahkan bisa memukul orang disebelah nya kalau ia di ganggu saat tidur
Adnan pun mencium kening Aleyna .
" Sayang bangun, Ayo kita pulang ke rumah, Mas ngga tahan liat kamu seperti ini " Ucap Adnan dengan berbisik di daun telinga Aleyna
" Hmmm mas .. " desah nya
Aleyna langsung beranjak bangun, Di sana sudah tersedia kursi roda yang Adnan siapkan . Ia tidak mau Istri nya Terlalu cape dan lelah .karena seharian ini menemani nya belanja dan bekerja.
" Mas ini udah malam ya ?" Ucap Aleyna yang setengah sadar
" kata siapa malem? Orang masih pagi " Ucap Adnan sambil tertawa
" kalau gitu aku tidur lagi mas " Ucap Aleyna yang langsung berbaring
" Kamu mau tidur di Rumah Sakit? serem tau banyak hantu " Ucap Adnan menakuti istri nya
" Hantu nya kamu mas " Ucap Aleyna lagi sambil tertawa meski mata nya merem
" Kok aku sih sayang ?" Ucap Adnan sambil cemberut
" Iya soalnya kamu suka gigit aku, Suka ngehisap aku. lama lama kamu kayak Vampir " Ucap Aleyna tak henti nya ia tertawa
" Jadi kamu mau Aku gigit sayang ?" Ucap Adnan sambil mencium leher Aleyna
" Mas Jangan ih mas " Desah Aleyna karena ia tidak tahan kalau Adnan sudah menyentuh bagian leher nya yang sensitif .
Adnan pun memutar tubuh nya ke Arah Aleyna yang tengah duduk di sofa . mereka kini saling berhadapan, Mulut Aleyna memberikan kehangatan bagi Adnan karena bibir Aleyna sudah terbiasa terlatih mencium bibir Adnan . .
" Mas ini di Rumah Sakit " Bisik Aleyna namun Adnan tidak memperdulikan nya Toh ini ruangan nya sendiri bahkan ia sudah mengunci pintu Ruangan nya sehingga tidak Ada seorang pun yang berani masuk ke dalam ruangan nya .
Adnan membelai Rambut Aleyna senantiasa ia mendorong diri nya perlahan ke dalam diri Aleyna . Memang ini pertama kali nya namun Adnan ingin mengajarkan semua nya kepada Aleyna . namun bukan di Tempat ini dan Tidak sekarang, Ia takut Aleyna tidak akan kuat.
Adnan pun menghentikan ciuman nya, Ia langsung mengajak Aleyna pergi dari ruangan nya karena Ia tidak ingin bermalam di rumah sakit . Segera Aleyna dan Adnan pun pergi dari rumah sakit dan menggunakan mobil ferrari nys menuju Arah Rumah Mereka. .
*
*
*
Setelah sampai di rumah, Adnan menarik Tangan Aleyna menuju kamar Tamu yang jarak nya tidak terlalu jauh . Karena kamar mereka berada di Atas sedangkan Adnan sudah tidak tahan lagi .
Lalu perlahan Adnan melepaskan ciuman nya lalu berlutut di hadapan Aleyna yang sedang duduk.
" Mas mau ngapain mas ... ?
" Aku suka saat kau basah untuk ku sayang " Ucap Adnan yang entah hari ini ia begitu liar.
" Mas .... "
Aleyna merenggangkan kaki nya tanpa Adnan meminta karena ia sudah hafal dengan cara nya.
"milik ku " Ucap Adnan dengan sangat liar
Aleyna tak kuasa, ia mengeluarkan suara suara lemah yang tajam dan begitu merdu. Aleyna menjinjitkan kaki nya, Ia menjjenggut Rambut Adnan .
*
Dengan kedua mata nya yang terpejam. dan kegelapan hanya Ada rasa Dari Aleyna . Yang kini Sudah mencapai puncak kenikmatan . Aleyna menginginkan lebih dari suami nya .
Dan menikmati malam panjang bersama istri nya itu yang sedang hamil besar. Adnan tidak ingin terlalu cepat melakukan nya mengingat Aleyna sedang hamil besar .
-
Matahari musim panas belum Terbenam hingga lewat pukul sepuluh. Aleyna terbaring lemah tanpa sehelai benang pun di Ranjang besar milik nya .
Namun Adnan masih memejamkan mata nya, Tubuh nya Lembab, dan ia menelusuri Tubuh Aleyna dengan kedua tangan nya.
" Selamat pagi istri ku " Ucap Adnan mengecup istri nya yang sedang tertidur
" Iya Mas Selamat pagi. Aku masih ngantuk " Ucap Aleyna sambil setengah merem
kemudian mereka pun melanjutkan Tidur nya Karena terlalu lelah dengan kegiatan semalam.
" Jadi kamu sekarang sudah mulai berani menyentuh ku " Ucap Adnan
" Nggak juga. Aku iseng aja " Ucap Aleyna sambil ngeles padahal memang ia sedang menginginkan Adnan
Adnan melingkarkan Tangan nya ke pinggul Aleyna dan mengelus lembut perut buncit Aleyna memberi nya senyuman kecil yang begitu menawan.
" Kau dan Calon baby kita harus selalu bersama ku " Ucap Lirih Adnan
" Tentu Saja Mas. Kau Ayah dari Kedua Calon baby kita dan Aku adalah Isteri mu " Ucap Aleyna sambil menatap wajah Adnan
Adnan ingin Aleyna selalu berada di samping nya dia tidak ingin Aleyna menjadi istri muda jaman sekarang yang terlalu sibuk dengan Bisnis nya sampai melupakan kodrat nya sebagai Istri. Ia tidak ingin Aleyna jauh dari nya. Dan Adnan mengatakan Ia ingin mempunyai Anak yang banyak dari Pernikahan nya dengan Aleyna. Aleyna melihat banyak kerinduan di wajah Adnan tatkala Adnan mengatakan itu.
ia memang sudah tidak sabar menanti Calon bayi kembar nya.
" Aku tidak sabar untuk menjadi seorang Ayah di usia ku yang masih muda " Ucap Adnan sambil mengecup Aleyna
" Aku kira mas Udah tua " Ucap Aleyna sambil tersenyum
" bukan kah kamu kira Aku sudah tua dulu kau Menolak ku " Ucap Adnan
" Yang terpenting Aku sekarang mencintai mu sayang " Ucap Aleyna lagi.
Tiba tiba saja Bel Rumah nya berbunyi . Siapa yang datang sepagi ini dan membangunkan kedua pasangan suami istri ini yang sedang bermesraan, dan membuat mereka penasaran siapa yang datang ke rumah nya.
ia pun segera bergegas untuk mengetahui siapa yang akan datang ke rumah nya.