
Reyna langsung menuju ruangan baby Kiara, ia nampak tertidur dengan sangat pulas, mungkin saja efek obat yang Suster Indah berikan tadi, Sebenar nya Reyna tidak tega melihat Baby Kiara yang hidup tanpa orang tua nya sama sekali, namun Reyna sudah berjanji dengan diri nya sendiri ia akan menjaga Kiara seperti anak nya sendiri, akan tetapi Reyna perlu mengetahui dimana Kiara berasal? dan dari mana keluarga Kiara ? agar suatu saat, tidak ada orang lain yang berpura pura sebagai Orang tua kandung dari Kiara.
" Cepat sembuh anak manis, Aku menyayangi mu.. "
Reyna pun menemani Kiara, ia duduk di samping tempat tidur kecil kiara, yang berbetuk persegi panjang dan ia sangat lelap, namun sesekali Reyna harus waspada karena Kiara tiba tiba saja suka rewel, apa ini yang di rasakan oleh Aleyna, apalagi dia mempunyai dua anak kembar sekaligus, Reyna tidak bisa membayangkan bagaimana repot nya menjadi Aleyna, namun Reyna bangga kepada Aleyna karena ia benar benar sudah berubah menjadi lebih baik dari kehidupan nya yang dulu, Andai saja Reyna bisa seperti Aleyna yang mampu berubah karena mencintai seseorang, Karena Masa masa mereka sekolah sangat lah nakal, mereka sering kali masuk ke ruangan BK, dan Aleyna sering kali mendapatkan surat panggilan orang tua karena ia pernah berantem dengan Dea, Dan Reyna sangat ingat, Ia pernah di hukum karena menyembunyi kan sepatu teman nya yang pintar di kelas , sampai ia pulang tidak mengenakan sepatu sama sekali.
Tiba tiba saja handphone Reyna berbunyi, dan terpampang nama Aleyna yang menelpon nya, Ternyata Aleyna mengetahui kalau Reyna menemukan seorang bayi di samping rumah nya sampai Bunda Martha pun tak henti mengirimi Reyna pesan.
" Halo!" Sahut nya
" Kamu beneran menemukan bayi Rey?" ucap Aleyna yang tanpa basa basi
" Iya Ley.. dan aku bingung bagaimana mengurus Kiara, karena dia sedang di rawat di rumah sakit "
" Yampun, Sebenarnya itu anak siapa? ngga mungkin tiba tiba ada orang lain yang menaruh bayi itu di rumah kamu, kecuali orang itu benar benar mengenal mu Rey!"
" Tapi aku menyayangi dia, aku tidak ingin pisah dari Kiara, kalau sampai Masalah ini di laporkan ke pihak berwajib .. "
" Tidak salah juga kalau, kamu mencari tahu orang tua dari Kiara, Demi masa depan Kiara!"
" Aku belum siap, kalau harus kehilangan Kiara !"
.
Reyna langsung saja menutup telepon dari Aleyna karena ia merasa kesal , Aleyna dan Fandy serta bunda Martha selalu menyuruh Reyna untuk melapor ke pihak berwajib padahal, Reyna sangat bahagia bertemu dengan Kiara mungkin, Dengan bertemu nya ia dan Kiara mampu membuat hari hari Reyna menjadi lebih berwarna.
Sementara, Daniel pun pergi ke ruangan Fandy, dan ia memang sudah mendengar kalau Reyna menemukan Bayi di depan rumah nya, Daniel dengan senang hati kalau saja Reyna tidak ingin merawat Kiara, ia dan Susan akan merawat Kiara dengan kasih sayang yang tulus , karena mereka sedang mengharapkan ada nya anak dalam rumah tangga mereka, Daniel meminta Fandy untuk membujuk Reyna agar ia mau memberi kesempatan kepada Susan untuk menjadi seorang ibu , karena Susan selama ini kesepian
" Fan, kamu bisa menyuruh Reyna untuk memberikan Kiara kepada Susan!"
" Aku tidak ingin memaksa Reyna, karena ia sangat menyukai Kiara "
" Bantu aku kali ini saja, karena Susan sangat menginginkan anak manis seperti Kiara, kemungkinan itu bisa membantu aku dan Susan untuk di percaya menjadi orang tua "
" Aku akan bicarakan itu kepada Reyna, kau tunggu sebentar !"
Tak lama Fandy pun memanggil Reyna dan ternyata Susan sudah berada di sana bersama Reyna, akhirnya Fandy menyuruh mereka untuk masuk ke dalam ruangan
" Reyna, ada yang ingin saya bicara kan " Ucap Daniel dengan serius
" Iya dr. Daniel, bicarakan saja aku siap mendengarkan "
" Aku dan Susan rencana nya akan merawat Kiara, apa kau setuju ?"
" Iya Rey! beri aku kesempatan untuk memiliki bayi dalam rumah tangga aku dan ka daniel .. "
" Aku tidak bisa memberi Kiara kepada kalian, karena aku begitu menyayangi nya!"
" Untuk kali ini, kamu bantu aku Reyna! Aku ingin sekali memiliki anak.."
" Tetap saja aku tidak bisa jauh dari Kiara !"
" Kelinci ku, beri mereka kesempatan untuk menjaga Kiara, walau sebentar "
" Iya Rey, karena dengan cara ini lah, mungkin tuhan sedang menguji rumah tangga aku dan dr Daniel, Mungkin dengan kehadiran Kiara di hidup ku, dia mampu menghiburku .. "
" Kau boleh membawa nya malam ini, tapi aku belum bisa menyerahkan Kiara selama nya untuk mu"
" Terimakasih Rey ! Aku akan menjaga Kiara walau hanya sebentar .."
" Iya terimakasih Reyna, kami Janji akan menjaga Kiara!"
" Tapi, Kita harus tetap cari tahu Orang tua kandung dari Kiara, demi masa depan dia .. "
Akhir nya malam ini, ia harus melepas kan Kiara untuk menginap di rumah dr. Daniel dan Susan, karena Reyna sendiri mengerti dengan keadaan Susan, namun tetap saja Reyna akan merasa kesepian karena hari hari nya sudah di hiasi oleh tangisan dan senyuman dari Kiara, sudah beberapa hari ini Reyna malah sibuk mengurus Kiara bukan mengurus pernikahan nya dengan Fandy yang akan di gelar minggu depan
" Selama kalian sibuk, foto prawedding dan sebar undangan, Kiara sama aku dulu yah!" Ucap Susan kepada Reyna
" Tapi, aku lain kali akan menjemput nya !"
" Kapan saja kau mau!"
" Maafkan mamy ! Kamu harus sama mom Susan dulu ya Kiara cantik.. "
Reyna pun merasa bersedih dengan perpisahan nya bersama Kiara karena Seminggu ke depan ia tidak akan bertemu dengan Kiara, sementara Ia sibuk mengurus pernikahan nya dengan Fandy. Setelah mengantarkan Kiara ke rumah Susan, Akhirnya Reyna pun di antar oleh Fandy pulang ke rumah nya, kebetulan Bunda Martha memang sedang tidak ada di rumah.
Dimas pun selalu membuntuti mereka dari belakang, ia tidak terima dengan keputusan Reyna yang memberikan Kiara kepada Susan. sementara Fandy mengantarkan Reyna ke rumah nya dengan perasaan senang karena besok ia akan melakukan foto prewedding bersama Reyna , Serta Fitting baju dan segala macam karena hari pernikahan nya di laksanakan minggu depan, ia semakin sudah tidak sabar ingin menikahi Reyna, hidup berdampingan dengan Reyna karena ini lah hal yang terindah yang selalu di nantikan oleh Fandy dan Reyna.
" Aku langsung pulang saja, Kamu tidur yah besok harus bangun pagi kita kan mau pemotretan .. " Ucap Fandy
" Iya beruang kutub! hati hati di jalan.."
Ucap Reyna sambil melambaikan tangan nya, dan menatap mobil Fandy yang kini telah pergi jauh dari perkarangan rumah nya
Reyna pun segera memasuki rumah nya, dengan langkah pelan namun ia merasa ada seseorang yang mengikuti nya, Ntah itu perasaan Reyna saja tapi nyata nya Reyna memang merasakan itu beneran terjadi, Ia pun menengok ke arah belakang namun, Tidak ada satu pun orang lain di belakang nya, segera ia berlari menuju pintu rumah nya, Namun ia terkejut ketika ada seseorang yang memakai baju hitam di baluti jaket kulit berwarna hitam, serta rambut yang panjang sebahu, dan jenggot tipis yang tumbuh di sisi rahang orang itu.
" Kamu siapa ?" Ucap Reyna karena orang itu menggunakan penutup wajah
Tak lama orang itu semakin mendekat ke arah Reyna, Dan membuat Reyna begitu ketakutan, ia berlari menuju ke dalam rumah namun, orang itu tetap saja mengejar Reyna, ia bahkan menarik tubuh Reyna . Dan membuka masker wajah nya, dia adalah Dimas mantan kekasih Reyna
" Dimas ?" Ucap Reyna begitu terkejut
" Kau masih mengenali ku ?"
" Untuk apa kau datang ke rumah ku, brengsek!"
" Karena aku begitu marah padamu! "
" Cukup Dimas ! lepaskan tangan aku .. "
" Mengapa kau memberi kan anak ku, kepada orang lain !"
Ucap Dimas dengan membentak keras Reyna
" Maksud kamu apa ?"
" Kiara itu anak ku, aku sengaja menitipkan Kiara agar kamu bisa mengurus nya karena hanya kamu lah yang aku percaya !" dengan melepaskan genggaman tangan Reyna
Plak ...
Reyna pun menampar wajah Dimas dengan keras sama seperti satu tahun yang lalu.
" Brengsek ! Orang tua macam apa kamu!"
" Reyna, berani nya kau menamparku!"
" Karena kau pantas mendapatkan itu!"
" Kau benar benar telah memancing emosi ku !"
" Katakan di mana Kiara sekarang !"
" Dimana kau buang anak ku !"
" Aku tidak membuang Kiara, Kamu bahkan yang membuang darah daging mu sendiri!"
Reyna semakin memundurkan langkah nya karena Dimas semakin mendekati Reyna, ia bahkan menakuti Reyna
" Aku pasti kan kau tidak akan menikah dengan pria itu, karena malam ini aku akan menikmati malam yang indah bersama mu!". Ucap Dimas sambil mendekati Reyna yang sedang ketakutan
" Apa yang akan kamu lakukan brengsek! Pergi kau dari rumah ku!"
" Kau tidak akan lolos begitu saja, aku tidak akan membiarkan mu menikah dengan pria lain sebelum aku menikmati mu !"
" Brengsek! Sudah cukup kau menyakiti aku !" Ucap Reyna yang kini semakin ketakutan, ia pun berlari menaiki anak tangga satu persatu, ia takut dengan Dimas karena , dia dalam keadaan mabuk dan segera Reyna menekan tombol handphone nya untuk menelpon Fandy namun tetap saja tidak di angkat , Reyna menutup pintu kamar nya rapat rapat, ia takut dengan Dimas dan ia tidak menyangka akan bertemu lagi dengan Dimas
" Ya tuhan .... Lindungi aku dari perbuatan jahat dan bejat nya Dimas, aku benar benat tidak menyangka kalau Kiara anak dari Dimas !"
Reyna menangis karena ketakutan, karena Dimas begitu yakin dengan perkataan nya ia memukul keras pintu kamar Reyna
" Reyna, kalau kamu tidak ingin keluar, aku akan menobrak pintu ini !"
" Reyna... "
Vote dong Vote biar aku semangat
kira kira apa yang akan di lakukan Dimas ?