My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Rela demi Cinta



Setelah semua halang dan rintangan percintaan yang Reyna dan Fandy hadapi akhir nya, kisah cinta mereka akan bersemi dalam ikatan suci pernikahan , Memang ini semua tidak semulus yang mereka bayangkan karena butuh waktu hampir dua tahun bagi mereka untuk menuju jenjang pernikahan, berbagai undangan telah tersebar di seluruh penjuru kota , dan dekorasi pelaminan serta gaun pernikahan pun sudah di siapkan, tinggal menunggu waktu saja, karena lusa Reyna dan Fandy akan melepas masa lajang mereka, di sebuah gedung pernikahan yang telah di sewa oleh dr. Fandy.


*


dr. Fandy kini sudah berada di rumah dr.Adnan, karena ia meminta keluarga Adnan untuk menemani nya di acara pernikahan nya nanti, mengingat Fandy sudah tidak punya siapa siapa lagi, Hanya keluarga Adnan lah yang akan menemani Fandy, Karena keluarga Adnan sudah menganggap Fandy sebagai anak nya sendiri, Akan tetapi ia juga mengundang keluarga Josephine namun mereka tidak bisa hadir karena, mereka sedang berlibur di luar negeri, sangat di sayangkan.


" Fandy .. " Sahut Bunda Widya yang menghampiri nya


" Iya Bunda, Kenapa ?" jawab nya


" Apa kau sudah mengunjungi makam ibu mu ?"


" Sudah, Bunda kemarin malam "


Tak lama Adnan pun datang menghampiri Fandy, sambil duduk di samping Fandy


" Bagaimana, sudah siap semua nya ?" Ucap Adnan


" Sudah, tinggal persiapan tenaga saja !"


" Halah, kau jago nya " timpal Adnan sambil tertawa


" Jangan menghina ku !" Ucap Fandy sambil melempar bantal sofa itu ke arah Adnan


" Kalian berdua memang berantem terus sejak kecil .." Ucap Bunda Widya


Tak lama Aleyna datang dengan membawa tiga gelas jus jeruk beserta makanan ringan untuk sekedar ngobrol saja.


" Di minum mas, sama Fandy " Ucap nya lalu duduk di samping Adnan


" Alvin sama Elea mana sayang ?" Ucap Bunda Widya


" mereka sedang tertidur, kebetulan tidak enak badan " Ucap Aleyna


" Adnan kau sudah memberi nya obat demam ?" Ucap Bunda Widya yang nampak khawatir dengan keadaan cucu nya


" Sudah bun, mereka biarkan istirahat saja!" Ucap nya


" Jadi kapan kalian punya rencana untuk nambah momongan !" Ucap Fandy sambil tertawa


" Nunggu kamu beranak dulu, baru Aku nambah .." Timpal Adnan


" Tenang saja, Aku bertelur bukan beranak !"


" Serius ?" Ucap Aleyna yang nampak heran dengan candaan mereka


" Ya nggak lah, Nan istri kamu terlalu polos !"


" Sayang , abaikan Fandy yang sudah tidak sabar ingin segera menikah "


" Aku kira beneran bertelur, kalau sampe bener, aku larang Fandy deh nikah sama Reyna " Ucap Aleyna sambil tertawa


" Ya enggak lah" Ucap Fandy lagi


Akhir nya mereka pun tertawa bersama sambil menceritakan pengalaman mereka ketika kecil sampai sekolah memang lah Adnan dan Fandy sudah seperti adik kakak saja, karena dua perbedaan sifat yanh sangat berbeda namun mereka di besarkan dengan cara bersamaan, karena almarhumah Ratih termasuk sahabat dari Widya, wajar saja kalau mereka dekat sampai sekarang, dan Adnan benar benar tidak menyangka Fandy akan melepas masa lajang nya mengingat ia orang yang sangat susah jatuh cinta bahkan ia susah bergaul dengan siapapun karena sikap nya yang dingin bahkan ia dulu tidak banyak bicara seperti sekarang, Namun cinta lah yang mampu merubah semua nya, Fandy sekarang lebih sering terbuka dan mau menceritakan semua masalah nya kepada Adnan, dan Fandy yang sekarang sudah sering tertawa di bandingkan dulu, karena dulu ia sangat pendiam sekali. Fandy patut berterimakasih kepada Reyna karena ia mampu merubah Fandy menjadi pribadi yang lebih baik lagi.


" Semoga kamu bisa jadi calon suami yang baik untuk Reyna .. " Ucap Aleyna


" Pasti nya, aku akan berusaha untuk menjadi yang terbaik untuk Reyna "


" Karena dia sudah sangat menderita selama ini, karena tekanan di hidup nya, Aku yakin kehadiran kamu mampu menghiasi hari hari nya.. "


" Aku bahkan sangat berterimakasih kepada mu, karena kamu yang mengenal kan aku kepada Reyna "


" Aku yang minta mas Adnan untuk menjodohkan kamu dengan Reyna, tapi dia menolak nya !"


" Heh, mengapa kau menolak nya ?" Ucap Fandy kepada Adnan


" Karena kamu kan tidak menyukai wanita ?" balas nya


" Sialan!" Ucap nya


Tak lama bel rumah Adnan pun berbunyi, segera Fandy membuka nya karena memang ia sudah menebak nya kalau Reyna lah yang datang ke rumah Adnan untuk mengantarkan brownis coklat buatan nya sendiri, karena ia memang sedang ingin membuatkan fandy sesuatu .


" Selamat datang, calon istri Affandy !" Sapa Fandy dengan sangat ceria dan membuat Reyna begitu tersipu malu


" Ah kamu, aku di bolehin masuk nggak ?" Ucap Reyna sambil berdiri membawa sekotak kue berisi brownis


" Boleh dong, Putri kelinci ku " Ucap nya sambil mempersilahkan masuk


" Kau bawa apa ? " Ucap Aleyna


" Aku bawa brownis buat kamu .." Ucap Reyna sambil duduk sementara Fandy hanya cemberut saja


" Jadi buat Aleyna doang, bukan buat aku!" ucap Fandy sambil cemberut


" Yah, buat kamu juga ada kok .." Jawab nya


" Sirik mulu, bayi gede kamu tuh Rey " Ucap Aleyna


" sejak kapan Fandy suka makan coklat?" Ucap Adnan yang nampak heran


Fandy menggaruk kepala yang di rasa tidak lah gatal, hanya saja ia malu karena ketahuan Fandy memang tidak menyukai makanan berbau coklat, hanya saja ini alasan untuk bisa bertemu dengan Reyna


Ah, Fandy memang punya segala cara untuk bisa bertemu dengan Reyna .


" Jadi kamu ngga suka brownis ?" Ucap Reyna yang menatap ke arah Fandy dengan serius


" Aku suka banget, kelinci !" jawab nya


" kalau ngga suka buat aku saja semua nya " Ucap Aleyna yang langsung mengambil kotak brownis itu ,Namun Fandy pun merebut kembali kotak brownis itu dari tangan Aleyna


" Loh, Jadi selama ini kamu bohong sama aku? kamu sebenarnya ngga suka brownis yang berbau coklat ?"


" jangan dengarkan Adnan! Aku sangat menyukai setiap kue buatan kamu , Kelinci ku .. "


Adnan dan Aleyna pun hanya tertawa melihat dua insan yang sedang di mabuk cinta ini sedang adu mulut, mereka segera berlari meninggalkan ruang tamu itu dengan membawa satu kotak brownis ke dalam kamar, tanpa Fandy dan Reyna sadari karena mereka sibuk berselisih paham


" kelinci ku, jangan ngambek dong!"


Ucap Fandy sambil merangkul Reyna


" Kenapa kamu pake pura pura suka coklat ?" ucap Reyna sambil memajukan bibir nya


" Karena coklat itu makanan kesukaan kamu, jadi aku mencoba menyukai .. "


" Beruang kutub ?" Panggil Reyna kepada Fandy


" Kelinci manis ku ?" Panggil Fandy kepada Reyna


Tak lama Reyna langsung memeluk Fandy dengan sangat erat, bahkan ia tidak menyangka Fandy akan segitu nya, menyukai hal hal kecil yang Reyna sukai namun ia ikut menyukai nya, sungguh dia lelaki hebat yang pernah ada dalam hidup Reyna.


*


Adnan dan Aleyna pun tengah menyantap Brownis coklat yang Reyna bawa tadi, memang Aleyna dan Reyna adalah pecinta coklat jadi wajar saja kalau mereka begitu menyukai kue yang rasa nya coklat . Adnan pun duduk di samping Aleyna yang tengah menyantap kue brownis ia mengelus rambut Aleyna dengan sangat lembut


" Sayang, bagaimana kalau kita nambah anak lagi ?" Ucap Adnan yang tiba tiba saja membuat Aleyna begitu terkejut dan ia diam sejenak memikirkan perkataan Adnan secara tiba tiba itu.


" Sayang, Alvin sama Elea saja masih kecil?" Ucap Aleyna begitu terkejut


" memang kenapa ? aku ingin mempunyai anak banyak dari rahim kamu "


" iya tapi semua butuh proses, aku juga mau melanjutkan pendidikan aku, demi masa depan yang cerah untuk anak anak juga !"


" Kamu mau kuliah ?"


" Iya, asal kamu mengijinkan nya "


" Aku mendukung mu, tapi jangan sampai kejadian yang dulu terulang kembali !"


" Kejadian apa ?" Ucap Aleyna begitu heran dengan ucapan Adnan, ia memikirkan lagi ucapan Adnan


" Mengundang cowok lain datang ke rumah , aku sangat tidak menyukai nya .."


" Tidak usah khawatir sayangku, Aku akan memberitahu tentang aku, kalau aku istri dari seorang dokter tampan dan ibu dari anak anak ku yang menggemaskan.."


" berhenti membuatku, tergila gila dengan mu !"


" Asal jangan sampai gila beneran" Ucap nya sambil tertawa


Adnan pun memeluk Aleyna dengan sangat erat, ia bahagia dengan obrolan kecil seperti ini yang akan membuat rumah tangga mereka tentram dan damai.


JANGAN BOSEN YAH, SOALNYA AUTHOR MINTA VOTE TERUS 😁😁


hey! gabung di group chat novel ini dong, biar rame 😁